The first 200 lines.
NETFLIX MEMPERSEMBAHKAN
Sekarang, lihat.
Ini sekakmat.
Giliranmu.
- Ayo, Nika, berpikir. - Aku berpikir, Ayah.
- Tampaknya tidak. - Ibu.
- Ibu! - Ibu!
- Jangan injak rumput. - Ibu!
- Mela! - Ibu!
- Harus diulang-ulang. - Sini, Mela!
Mela, diam.
- Mela. - Baik, ambillah.
- Baik, terima kasih. - Terima kasih.
Ambil satu masing-masing.
Apa kataku?
Macet parah?
Tidak, sulit menemukan bahan untuk dietmu.
- Namun, kau mendapatkannya? - Ya. Kenapa kau tak pergi?
Meninggalkan mereka?
Untuk merusak rumputku?
Baru kuberi pupuk.
Nikmati harimu.
Jaga mereka.
Sayang, jangan makan terlalu cepat. Tidak sehat.
Kunyah, ya?
Jika pasta ini al dente, akan ada yang kukunyah.
Dengar. Bagaimana kalau kita menonton film besok usai ke gereja?
Kau bisa membahasnya denganku dahulu?
Aku tak bisa besok.
Pertandingan tenis bisnis di tempat Czerwiński.
Aku tahu.
- Yang ada restorannya. - Bukan hanya itu.
Kontak yang bagus. Dia bisa membuka koneksi.
Apa dia hebat?
Aku main dengan istrinya.
Aku tahu yang mana.
Yang baru.
Dengan payudara plastik.
Apa salahnya itu?
Saat ini, itu bahkan bisa diterima.
Sulit dipercaya.
Mela, biarkan.
Tempat ini rapi pagi ini.
Begitulah anak-anak. Terus membuat kita bekerja.
Kita bisa ikut Festival Taman Terbuka tahun ini?
Tidak. Mereka akan menginjak rumputku.
Tomek.
Aku mau ajak jalan anjing.
Ayo, Melcia. Ayo.
Ayo, cepat.
Mela.
Ini mendesak? Aku sedang mengipasi tubuh.
Kau tak akan percaya.
Tomek membelikanku parfum.
Kau tahu botol kecil itu sampel gratis?
Tidak, dia membelikanku barang bagus. Cukup mahal.
Ya. Bagaimana kau tahu? Dia menunjukkan resinya.
Tidak, aku menemukan resinya.
Baunya enak?
Entahlah, dia belum memberikannya kepadaku. Mela, ayo.
Lari ke taman.
Mungkin itu bukan untukmu.
Lalu untuk siapa?
Kapan dia membelikanmu sesuatu?
Dia memberiku papan. Yang keren, desainer.
Untuk berselancar?
Ya, untuk berselancar dengan setrika.
Dia pasti punya simpanan.
Mela!
Mela!
Magda?
Hei!
Hei, Magda.
Itu lelucon. Kau mendengarku?
Di mana selera humormu?
Magda!
Kau tak apa?
Ya, aku tak apa.
Ini pasti pembunuhan pertama di Podkowa Leśna dalam hidup kita.
Kau mengenalnya?
Tidak. Dia bukan orang sini.
Tahu dari mana?
Dia memakai gaun pesta.
Berjalan ke stasiun untuk pulang.
Dia tak hidup di sini. Maksudku,
tak tinggal di sini.
Sudah kuduga.
Kau melihat sesuatu?
Tidak. Aku menemukannya tepat 37 menit lalu.
Pasti belum lama tewas. Dia masih berdarah.
Tak ada detailnya.
- Jika kau tanya waktu kematian… - Tidak.
Kira-kira pukul 22.20.
Aku tak bertanya.
Dan di Jalan Larch, aku bertemu Stefan.
- Datang dari taman. - Sungguh?
Bagaimana kau tahu itu dia?
Mengenali dia saat gelap?
Bukan saat gelap.
Saat dia pakai topinya.
Bagaimana kau tahu semua itu? Kau dari Scontland Yard?
Agatha Christie. Bisa kupinjamkan.
Inspektur.
Jaksa memanggilmu.
Hentikan.
Jacek.
Ya ampun. Satu pembunuhan menjadikanmu selebritas.
- Bu, kita akan beli es krim? - Ya.
Aku mau empat sendok.
Empat. Enak saja.
Dua. Maksimal dua.
- Tiga. - Madzia.
- Anak-anak harus diawasi, bukan didengar. - Magdunia!
Magdunia.
- Ibu, kau terkenal. - Ya.
- Benar. - Magdunia!
Kami akan mengantre.
Baiklah.
- Halo. - Halo.
Benarkah itu, Sayang?
Kau menemukan wanita itu?
Apa dia orang sini?
- Hentikan, aku tak bisa mendengarnya. - Kau masih memakainya.
Weronika punya kalung seperti itu.
Mampirlah.
Untuk minum teh. Aku akan membuat pai.
Hentikan. Dia sudah lama tak datang. Dia tak akan datang sekarang.
Bukan begitu.
Aku akan datang.
Maaf, aku harus pergi. Sampai jumpa.
Sampai jumpa.
Ibu?
Siapa orang-orang itu?
Orang tua Weronika.
Wanita yang meninggal?
Hilang. Tak ada yang tahu di mana dia.
Bahkan kau?
Tak ada yang tahu. Bahkan aku.
Bu Magda.
- Kebetulan sekali. - Halo.
Sayang, ini dr. Walczak.
Kita bawa Mela kepadanya.
Kau yang membawanya. Halo.
Halo.
- Kau pasti membaca pikiranku. - Sungguh?
Kau ingat dr. Milaszewski?
- Ya. - Dia pindah ke Warsawa.
Mungkin kau mau bekerja paruh waktu di klinikku?
Pasti…
menyenangkan rasanya kembali bekerja.
Ya, tetapi aku sudah lama tak bekerja…
Kau akan cepat beradaptasi. Percaya dirilah.
Ya.
Sayang, kita memutuskan kau diam di rumah sampai anak-anak dewasa, 'kan?
Benar, 'kan? Sudah diputuskan.
Ya, itu benar.
Maaf.
Omong-omong, tawarannya berlaku.
Entah apa aku bisa menunggu sampai anak-anakmu menikah.
- Namun, tetap optimistis. - Ya.
Sampai jumpa.
Lucu sekali.
ROBERT MAZUR CENAYANG, TERAPIS
Bisa kubantu?
Temanku…
hilang.
Ini seperti milik dia.
Hanya ini yang kupunya.
Aku turut berduka.
Aku tahu maksudmu, tetapi aku tak bisa membantumu.
Kenapa tak bisa?
Itu tak cukup?
Ini masalah serius.
Dalam dunia energi, semua harus seimbang.
Dalam hal serius, bayarannya juga harus sangat tinggi.
Jika tidak, tindakannya tak akan berhasil.
Kau bahkan tak memeriksa jumlahnya.
Maafkan aku.
Begitulah hukum alam semesta.
Aku sangat kuat hari ini!
- Langsung ke tetangga. - Energi!
Bermain denganmu menyenangkan.
Mainlah.
- Sayang, kau lihat itu? - Ya, aku melihat semuanya.
Zuza terus membaik. Permainannya hampir seperti profesional.
Dengan uang yang kubayar untuk pelatih, dia seharusnya menang Wimbledon.
Kau tak seharusnya minum banyak di tempat Szeliga kemarin.
Pesta yang hebat. Semua selebritas, seperti di Pudelek.
Aku punya fotonya. Lihatlah.
Bagus.
Mampirlah untuk minum malam ini.
- Pertandingan ulang. - Tidak.
Terima kasih, aku mau istirahat hari ini.
Istriku, Magda.
Kau kenal Zuza. Suaminya, Pak Jarosław Czerwiński.
Kuundang mereka makan malam nanti.
Aku tahu kau lelah. Kami juga tak bisa tidur.
Magda menemukan mayat di taman, bayangkan itu.
Serius?
Mayat sungguhan?
No comments yet. Be the first to leave one.