The first 200 lines.
Subtitle Indonesia oleh XTNN Subtitles
Mereka bersembunyi dan memperhatikan. Tunggu dan lihat saja.
Ada monster untukmu dan untukku.
Ibuku bilang tidak ada yang namanya monster.
Tapi dia salah.
Mereka ada di luar sana, menunggu kalian.
Memperhatikan kalian.
Mereka ada di dalam kegelapan.
Terkadang di tempat di mana kalian bisa melihat mereka.
Dan terkadang di tempat di mana kalian tidak bisa melihat mereka.
Sekarang aku tahu itu.
Ibu.
- Berhenti mengguncang ibu. - Bangun.
Hentikan.
Ibu kesiangan?
Ya. Bangun.
Ibu sedang bangun.
Ibu bilang jam 8:00, ini sudah jam 9:00!
Sudah siap untuk berangkat?
Aku sudah kemasi barang untukku dan untuk ibu.
Di mana Roy?
Dia bilang akan menelepon ibu.
Dia seorang pria brengsek.
Astaga, Elizabeth.
Bangun.
Masukkan barang-barang ke dalam mobil.
Aku seharusnya menyuruh ayah menjemputku.
- Apa? - Berdiri.
- Ibu akan bangun. - Berdiri.
Ibu sudah bangun.
Maaf, maaf, maaf. Ibu ketiduran lagi.
Maaf, oke?
Tidak boleh merokok di dalam mobil.
Baiklah.
Berhenti memainkan itu.
Berikan pada ibu.
Kau terlalu tua untuk itu.
Ibu terlalu tua untuk banyak hal.
Nyalakan mobilnya, turunkan kacanya.
Ibu tadinya akan memberikan ini padamu saat kita sudah sampai di sana.
Ini dulu milik nenek.
Ya.
Kenapa ibu memberikannya padaku?
Karena kau tidak akan kembali.
Aku tidak mengatakan itu.
Ya, tapi kau tidak akan...
Jika kita berhenti di Darlington malam ini, hanya 4 jam sampai kita tiba di sana.
Ya.
Katakan saja pada ibu kapan kau mau berhenti.
Lizzy, ibu sudah muak, oke?
Masuk ke dalam mobil!
- Aku tidak mau! - Ibu tidak peduli!
Ibu tidak akan memintamu sekali lagi.
Dengar, ibu tahu ini malam yang besar bagimu.
- Aku tidak peduli! - Ya, kau peduli!
- Ini adalah pentas sandiwaraku! - Ya, dan kau akan terlambat.
Masuk ke dalam mobil!
Masuk sekarang juga!
Aku tidak mau ibu ikut. Aku tidak mau ibu ikut.
- Aku tidak mau ibu ikut. - Kau bilang apa?
Aku tidak mau ibu ada di sana!
Itu sangat disayangkan, karena ibu akan ke sana.
Ini malam yang besar untukmu dan ibu tahu itu.
- Antarkan aku saja. - Persetan denganmu!
Jangan bicara padaku seperti itu.
- Persetan denganmu. - Jangan bicara padaku seperti itu.
Persetan denganmu, persetan denganmu!
- Aku benci kau. - Persetan denganmu!
- Aku benci kau. - Persetan denganmu, persetan denganmu!
- Persetan denganmu! - Aku benci kau!
Ini pentas sandiwaraku! Ibu tidak pernah datang!
Ibu tidak pernah peduli! Tidak pernah datang ke acara apa pun!
Cari tumpangan sendiri.
Persetan denganmu!
Kau yakin mau meneruskan perjalanan?
Aku sudah telepon ayah dan Jenna dan mereka bilang akan menunggu.
Aku mau tidur di sana.
Ibu lelah?
Tidak, ibu akan baik-baik saja.
Sepertinya akan turun hujan.
Aku benci petir.
Ibu tahu itu.
Hei.
- Ibu boleh merokok? - Buka jendelanya.
Jam berapa sekarang?
Entahlah, kau lihat saja sendiri.
Sudah jam 12 lewat...
...15 menit.
Dan tidak ada seorang pun yang terlihat.
Jangan lakukan itu.
Ibu hanya bercanda.
Itu tidak lucu.
Kau harus bersikap lebih santai.
Andai ibu lebih mendengarkanku.
Andai kau berhenti mengatakan itu.
Sial!
Astaga!
Sayang, kau baik-baik saja?
Lihat ibu!
Kau baik-baik saja?
Kau baik-baik saja?
Oh, sayang, maafkan ibu.
- Di mana yang terasa sakit? Ow! - Ibu!
Pergelangan tanganku! Astaga!
Ibu, kau berdarah.
Kau yakin kau baik-baik saja?
- Apa yang harus kita lakukan, ibu? - Kita harus hubungi 911.
Kita harus hubungi 911.
Sial.
Halo?
Kami mengalami kecelakaan.
Kepala ibuku...
Kepala ibuku terbentur dan berdarah.
- Di mana lokasi kita? - Um...
Beritahu mereka kita melewati jalan 40
- 30 menit yang lalu, menuju Selatan. - Kami melewati jalan 40
- 30 menit yang lalu. - Bilang kita ada di persimpangan.
Ada tempat konstruksi... Bilang pada mereka ada tempat konstruksi.
- Kita ada di jalan lama. - Kami ada di jalan lama.
Aku tidak...
Aku tidak tahu, oke?
Mereka bilang apa?
Mereka akan mengirimkan ambulans dan mobil derek.
Coba lihat apa ada plester luka di tas ibu.
Kau mau keluar?
Bagaimana jika dia masih hidup?
Lihatlah, sayang. Dia tidak bergerak.
Tapi tetap saja...
Ow!
Oke, coba buka dari sisimu.
Hei.
Tidak apa-apa.
Ayolah, kau harus bersikap berani.
Memanjat keluar.
Sayang, kau harus menelepon ayahmu.
Dia bisa datang menjemputmu di tempat mereka akan membawa kita.
- Apa yang akan ibu lakukan? - Ibu harus mengurus ini.
Ibu akan minta Roy menjemput ibu besok pagi.
Hubungi ayahmu.
Hai, ayah?
Kami mengalami kecelakaan.
Tidak, aku tidak apa-apa.
Ibu juga tidak apa-apa.
Ibu tidak sedang mabuk. Dia baik-baik saja, ayah.
Tidak, tadi...
Tadi sedang hujan dan ada sesuatu di jalanan.
Itu tadi menakutkan.
Kami menabrak seekor serigala.
Ya, ibu menyuruhku menghubungi ayah.
Astaga.
Ayolah, ayolah.
Kau bisa melakukannya,.
Jangan lakukan itu, tidur saja.
Tidur saja. Tidur saja,
Sial, sial.
Dia sudah mati?
Entahlah.
Sepertinya sudah mati.
Ya.
Lihat ini.
Mari kita kembali ke dalam mobil.
Oke.
Beberapa luka di serigala itu bukan karena tabrakan.
Sepertinya dia berkelahi dengan sesuatu.
Apa?
Entahlah.
Ada banyak hal yang bersembunyi di dalam hutan.
Boleh kulihat lengan ibu?
Jangan bergerak.
Syukurlah.
Mungkin dia tahu ke mana mereka akan membawa kita.
- Ibu... - Uh-huh.
Ke mana serigala itu?
Bu?
Bu, anda baik-baik saja?
Ya, kami baik-baik saja.
Kami baik-baik saja. Hanya saja pergelangan tanganku terluka.
Maaf, sayang.
Pangkalan menelepon, mereka bilang ambulansnya masih dalam perjalanan.
Biar kumasukkan barang-barang kalian ke dalam trukku.
- Akan kusiapkan mobil kalian. - Oke. Terima kasih.
Aku tidak mau keluar.
Serigala itu mungkin hanya merangkak masuk kembali ke hutan untuk mati.
Itu saja.
- Namaku Jesse. - Hei.
Kuharap kalian tidak dalam keadaan terguncang.
Kami menabrak seekor serigala, jika kau bisa percaya.
- Keluar, ibu mau bantu dia. - Tidak ada lagi yang melewati jalan ini.
Aku tidak terkejut para binatang tidak berpikir dua kali sebelum menyeberang.
- Ke mana perginya serigala itu? - Kurasa dia bangun.
Pasti aku menakutinya.
Oke, sudah semua.
Ambulansnya akan segera tiba di sini.
- Oke. - Ada kecelakaan besar di jalan raya.
- Itu membuat lalu lintas jadi padat. - Tidak apa-apa.
Kurasa kami akan tinggal di dalam mobil saja.
Kau bisa derek kami sementara kami ada di dalam?
Ya, baiklah. Silakan.
Sial.
Poros penggerak rodanya patah.
No comments yet. Be the first to leave one.