The first 200 lines.
Terjadi saat kami di tahun ketiga.
Kami bertemu Doo-Sik, seorang guru praktek.
Tapi kenapa dia memilih sekolah kami? Kami pikir takdir.
- Sudah makan siang? - Sudah, pak.
- Cuacanya cerah! - Ya pak.
- Kwon Yong-Ha. - Hadir.
- Yoo Ri-Na. - Hadir.
- Lim Jae-Rok. - Hadir.
- Kim Tae-Hwan. - Hadir.
Yoo Young-Ho. Dia absen lagi?
- Gae Doo-Sik! -Hadir.
MY BOSS, MY TEACHER
D-A-N-G-E-R. Danger?
Baik, bos.
Hei, ada apa? Kalian mau ke mana?
Pimpinan, guru dan ayah harus dihormati.
Bersulang!
Kepala!
Kepala!
Tenang.
Apa ini?
- Terima kasih. - Maksudku pegang bunganya.
Merepotkan sekali!
Sial!
Dasar bodoh, menakutiku saja!
Saus sial!
Itu kebiasaanmu?
Dasar aneh!
Kepala!
Kepala!
Kepala!
Apa ini!
- Mi-ran! - Hai, Doo-Sik!
Apa yang terjadi?
- Doo-Sik, kau mencintaiku? - Ya.
Jika begitu bilang aku mencintaimu.
- Aku mencintaimu. - Mencintaiku? Yang keras!
Aku mencintaimu!
Aku mencintaimu. Ini terlalu berbahaya!
Sial.
- Halo, pak. - Memalukan!
Cabang D-Dogs kita dikuasai oleh Zenith!
Ya, pak.
Dan proyek kerjasama dengan Hongkong,
Hasilnya belum jelas!
Aku khawatir Doo-Sik tidak cakap mengurusi bisnis ini.
Bahkan dia pinjam uang bank untuk kuliah.
Dan Sang-doo, salah satu anak buahnya, sekelas dengannya.
Walaupun dapat kedudukan tapi apa gunanya?
Kami tidak setuju usulan untuk memberikan daerah Kang-Nam padanya pak!
- Kau terlambat. - Maaf, pak.
Tidak apa, kau sibuk jadi . .
Doo-Sik, anak kuliahan. Kau tampak keren.
Apa tingkatanmu di sekolah?
Junior.., Tidak, senior, pak.
Tidak ada masalah dengan kartu kreditmu?
Jangan khawatir, kartu kreditku tidak ada masalah, pak.
- Doo-Sik! - Ya, pak.
Yang aku inginkan kau dapat ijazah dengan keringatmu sendiri.
Dan juga tidak boleh berhutang.
Itu bukan caraku berbisnis.
Bagaimana bos besar bisa tahu hal ini?
Berita bagusnya kau akan praktek lapangan minggu depan.
Praktek lapangan?
Kau perlu praktek lapangan sebelum lulus.
Seperti adaptasi seorang tahanan sebelum bebas?
- Apa? - Kau dalam masalah sejak kasus zenith.
Nantinya sekolah akan selalu diawasi.
- Kau bilang praktek lapangan? - Betul, praktek lapangan di sekolah!
Di sekolah? Sial!
Kembali ke sekolah? Itu membuatku gila.
Halo, semuanya, namaku Gae Doo-Sik.
Sangat terhormat berada disini dengan kalian.
Kau masuk nominasi penghargaan perfilman?
Ayo, pak.
Daerah ini mengingatkanku pada masa SMA.
Kau belum pernah SMA jadi tidak tahu rasanya?
Kurang ajar! Kau benar, lalu kenapa?
Siapa yang memindahkan permen dari sini?
Aku pikir kau tidak menyukainya jadi..
Paling tidak bertanya dulu!
Dasar tidak punya sopan santun!
- Apa? - Pakai ini.
- Untuk apa? - Kau perlu sedikit terlihat intelek.
Kau akan mengajarkan etika. Kau seharusnya sadar.
Semua tentang dasar-dasar kemanusiaan dan..
Tunggu dulu? Apa itu etika dan kemanusiaan?
Jika para murid menanyakannya bilang saja tidak tahu.
Itu lebih baik. Kita turun di sini, pak
Kau bisa menurunkanku di depan pagar.
Lihat sekelilingmu.
- Kau melakukan semuanya? - Aku yang melakukannya.
Untuk keamanan hari pertamamu di daerah rawan.
Karena sayang dan peduli padamu dan..
Bagus. Si bawel ini layak dapat medali emas!
Menepi.
Jangan mendekat.
- Masuk. - Semoga sukses, pak.
Semoga harimu menyenangkan, pak.
Jalan.
Lima, empat, tiga, dua, satu!
Kunci pintunya!
Terlambat berarti nilai berkurang 'kan?
Aku guru!
- Hei, kalian - Ya!
- Jangan biarkan mereka masuk, ya? - Ya pak.
Mereka harus diberi pelajaran.
Jangan main-main denganku.
Keluar dari sana.
Kenapa masuk lubang anjing? Kau anjing?
Siapa namamu? Angkatan berapa?
Kau siapa?
- Ini hari pertamaku. - Apa?
- Kurang ajar. - Hei, berhenti!
Ini Gae Doo-Sik, guru praktek.
- Jadi kau mengambil jurusan etika? - Etika dan sejenisnya.
Cepat, nak.
Semuanya, diam.
Dia guru praktek.
Dia akan mengajarkan etika dan mengawasi kelas menggantikanku, paham?
- Siapa namamu? - Gae Doo-Sik
- Apa? - Diam.
Biarkan mereka belajar sendiri. Mereka milikmu.
Aku harap pagi ini cerah untukmu.
Bernyanyi dan menari!
Tenang, kawan, jangan berisik.
Aku bilang tenang! Tutup mulut kalian!
Berikan sedikit hormat pada gurumu.
- Siapa bedebah yang tidur itu? - Dia diasingkan.
Jangan coba-coba melakukannya.
Aku tidak akan pernah membiarkan satupun bedebah disini lolos!
Bangun, bedebah!
Sial!
Apa yang kau lakukan disini?
Tadi malam sangat brutal dan berkesan!
Punyaku juga, pak.
Aku tidak tidur sama sekali. Lihat lingkaran hitam di mataku?
- Kau melihatnya! -Ya, aku melihatnya.
Sang-doo, seberapa panas aku di ranjang!
Aku hanya membaringkan dan menembakkan peluruku!
Dia berteriak "Astaga!", "Sangat hebat! "
Kemudian aku mencoba posisi yang lain.
Hai, Choon-ja!
Kau menggali kuburanmu semakin dalam, bodoh!
Ayo lihat ayahmu!
- Kau lebih baik mati, keluar dari sini! - Choon-ja!
Dunia ini sempit!
Dari sekian banyak sekolah, kau ditugaskan disini?
Aku kira kau sudah dapat ijazah.
Memalukan! Setelah berpindah-pindah akhirnya aku disini.
Ayahku akan membunuhku jika tidak berhasil kali ini.
Tolong jaga rahasia ini atau aku kehilangan muka sebagai bos besar.
Ya, pak.
Jangan panggil aku "pak".
- Kau guru disini. - Tidak, pak.
Kau butuh aturan untuk mengontrol para siswa.
Kecuali aku.
Ya, aku akan mengingatnya, pak.
- Bisakah aku minta tolong lagi? - Tidak masalah, pak.
Jangan pukul aku dengan ujung buku.
- Ya pak. - Hei, anjing tua!
- Kapten J ingin menemuimu. - Aku akan segera ke sana.
Sampai jumpa.
Sukses, nak, sampai jumpa.
Apa yang kau lakukan?
Jalang itu tidak pernah membiarkanku sendiri! Sakit!
Tinggalkan kami.
- Belum ada berita dari Hongkong? - Tidak ada pak.
Kurang ajar geng Hongkong itu!
Pimpinannya sudah menyetujuinya tapi tidak ada tindak lanjut!
Tanpa dana dari mereka proyek resor kita bisa tersendat.
Aku pikir perlu menemui mereka untuk membuat kesepakatan baru.
Saya juga, pak.
- Di mana? - Hongkong, pak.
Aku tidak pernah ke luar negeri, jadi..
Dan kita harus memastikan Sang-doo kerja dengan baik!
Ini bukan piknik!
Salah satu dari kalian harus bertanggung jawab dalam bisnis ini!
Kau punya otak untuk berpikir!
Instruksinya akan aku berikan besok.
Jangan khawatir, pak. Semuanya akan beres.
Sungguh?
- Tinggalkan kami. - Halo.
Tidak ada yang bisa mengalahkan pria ini dalam pelajaran etika.
Sungguh kehormatan bagiku, kau adalah penyelamatku!
Duduklah. Jangan gugup.
Mari aku mulai dengan pelajaran dasar etika.
Kau tidak tahu cara memperlakukan bosmu?
Aku bisa bilang prinsip dasar dalam etika adalah..
- Tn. Kim, tenang minum dulu. - Baiklah, aku paham.
- Baiklah, bersulang! - Bersulang.
Angkat gelasnya!
Bagian etika di SAT semakin kurang, tapi...
...Konfusius mengatakan bahwa menjadi bijak dan baik hati adalah kunci.
- Kita harus hidup dalam kedamaian. - Ayo, tambah minumnya.
- Tambah lagi! - Tambah minumnya?
Ternyata kau suka minum!
Angkat gelasnya! Boleh aku menuangkannya untukmu?
Pelayan, beri kami minuman lagi.
Tarzan dan Jane sepakat untuk menjadi orang berdosa pertama di hutan.
No comments yet. Be the first to leave one.