Meteor Garden

Meteor Garden (流星花园)

Download Indonesian Subtitle

Specials

Release info

電影倉庫〜〜Meteor Garden E36
A Commentary by gudangfilmserial
ORIGINAL VIU

Tags

other
Published on: 2019-10-15
Downloads: 60
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 175 lines.

Shen Yue sebagai Dong Shan-cai

Dylan Wang sebagai Dao Ming-si

Darren Chen sebagai Hua Ze-lei

Liang Jing-kang sebagai Feng Mei-zuo

Wu Xi-ze sebagai Xi-men Yan

Untuk apa kamu keluar?

Aku keluar cari angin.

Aku juga sama.

Kalau begitu, aku masuk dulu.

Shan-cai.

Boleh kupeluk sebentar?

Sebentar saja.

Kamu perhitungan sekali. Lebih sedikit memang tak boleh?

Kalau tidak nanti kamu tiga bentar, empat bentar.

Kemarilah.

Sebentar saja./ Lima bentar.

Semalam pelukan 100 bentar, pulang sama sekali tak bisa tidur.

Dulu kerja jadi pembantu di rumahnya juga tak begitu.

Mengapa aku goreng dua buah telur?

Biasanya aku hanya makan satu buah telur saja.

Dasar Dao Ming-si bodoh.

Menerobos masuk ke hidupku tanpa menghiraukan apapun.

Jika aku tak mengurusnya, entah akan jadi apa dia.

Sungguh kekanakan.

Aneh, kenapa pintunya terbuka?

Orang ini sungguh ceroboh. Semalam tidur tak tutup pintu..

Ternyata tak ada di rumah.

Tak sangka kamu akan tinggal di tempat seperti ini demi Shan-cai.

Kekuatan cinta sungguh menakutkan.

Ini bisa jadi contoh kasus klasik dalam pelajaran cinta Xi-men.

Maksudku contoh kasus yang berlawanan.

Rumahnya pendek dan tua. Saat berdiri, kepalamu tak terbentur?

Saat meluruskan kaki, tak terbentur tembok?

Sungguh aku seorang model terkenal.

Pantas semalaman tak tidur dengan baik.

Itu bukan poin utama.

Kalian sama sekali tak paham.

Tempat yang ada kecoak seperti itu benar-benar keren.

Aku suka sekali.

Tak sangka dia menahan banyak ketidaknyamanan demi aku,

...masih tersenyum pula berkata dia suka kehidupan seperti itu.

Dao Ming-si, buat apa kamu sebaik ini padaku?

Aku merasa malu dan bersalah.

Kamu ingin bilang bahwa tempat yang ada Shan-cai sungguh keren,'kan?

Keterlaluan.

Kamu ini sedang mencuri konsepku./ Mencuri apa?

Shan-cai adalah serumpun rumput liar.

Bukan kecoak yang tak mati dipukul.

Dia ibarat anak babi putihku.

Lalu semalam kamu peluk anak babi putih tidak? Sambil cup cup cup?

Lapor dengan jujur, apa yang telah terjadi semalam?

Tak biasanya kalian perhatian sekali padaku. Tiap hari menanyakan hal pribadi aku.

Katamu sendiri ingin kami kemari membahas taktik.

Punya perasaan juga kamu.

Sudah, aku mau pulang dan tidur.

Xi-men.

Belakangan ini kamu sedang kencan dengan Xiao-you?/ Bagaimana kamu tahu?

Kamu amati aku diam-diam?

Harusnya kamu tidak suka gadis polos seperti Xiao-you,'kan?

Tenanglah. Aku tak melakukan apa pun.

Aku hanya membawanya ke hotel./ Apa? Ke hotel?

Shan-cai, menurutmu warna lipstik ini sesuai untukku?

Aku merasa ini lebih sesuai untukmu.

Baiklah, warna ini saja.

Apa kamu tak takut dihajar Shan-cai?

Shan-cai itu ibunya atau walinya?

Atas dasar apa dia mencampuri hidupnya?

Banyaklah berbuat kebajikan.

Tenang. Aku tahu batasannya.

Xi-men.

Shan-cai.

Aku ingin bicara denganmu.

Bagaimana? Senang dengan kehidupan sebagai tetangga?

Tetangga apa?

Dao Ming-si hanya menyewa rumah yang ada di sebelahku.

Itu sudah satu lebih langkah lebih maju.

Menandakan A Si sudah mendapat pencerahan.

Oh ya, dia sudah pulang. Aku ada urusan, pergi dulu.

Tunggu.

Xi-men.

Jika kamu berniat sekedar bermain dengan Xiao-you,

...kuminta kamu segera hentikan.

Kudengar kalian ke hotel. Sungguh?

Shan-cai, Qing-he sangat suka padamu. Kamu tahu?

Qing-he suka... Kamu jangan bercanda.

Aku hanya buat perumpamaan saja. Qing-he suka kamu, kamu malah suka A Si.

Jelas tahu kamu suka pada orang lain, tapi dia masih bilang padamu...

...Shan-cai, aku akan menunggumu kembali.

Jika itu kamu, apa yang akan kamu perbuat?

Aku...akan selalu menganggapnya sebagai sahabat.

Sekalipun aku lajang, tetap takkan menjadi pacarnya.

Benar. Bagiku, Xiao-you juga seperti itu.

Jadi kamu tenanglah.

Kamu harus menjamin kamu takkan berbuat apa-apa padanya.

Aku tak menjamin. Kamu tak berhak minta jaminan dariku.

Jadi kamu akan berbuat sesuatu padanya?

Sesuatu itu seperti apa?/ Kamu...

Sungguh licik. Sudah tahu masih tanya.

Apapun yang kamu pikirkan itu, takkan.

Artinya kamu sudah menjamin. Salah. Kamu bilang kamu tak menjamin.

Lalu sebenarnya akan atau takkan?

Kenapa sama sekali tak ada gerakan? Apakah Dao Ming-si tak ada di rumah?

Aku ini kenapa?

Seluruh otak isinya hanya dia. Makin dipikirkan makin galau.

Ada apa? Seperti hantu saja. Mau buat aku mati terkejut?

Kamu bilang aku hantu?

Matamu membelalak dan jalanmu tak bersuara.

Menurutmu mirip hantu tidak.

Untung jantungku kuat. Kalau tidak bisa kaget sampai mulut berbusa.

Kamu yang menakutkan!

Tengah malam duduk seorang diri di depan pintu.

Anak-anak serangga itu sungguh berisik. Berisik sampai aku tak bisa tidur.

Ya. Rumah tua seperti ini memang ada banyak serangga.

Ada rayap, kecoak.

Makanya mengapa kamu tinggal di sini?

Bukankah kamu bisa tinggal dengan nyaman di rumahmu?

Bukan urusanmu. Aku yang menghabiskan uang untuk menyewanya.

Jadi terserah aku kapan mau datang.

Jangan memaksakan dirimu lagi. Ini bukan tempat yang kamu sukai.

Siapa bilang bukan.

Aku paling suka berkelahi dengan kecoak. Memang tak boleh?

Dao Ming-si, kita berdua berbeda dunia.

Tak usah demi aku untuk memaksakan dirimu tinggal di rumah tua seperti ini.

Itu akan membuatku makin sedih, kamu tahu?

Shan-cai, kamu berkata begitu karena kamu peduli padaku.

Bukan. Maksudku bisakah kamu jangan seenak hatimu memasuki duniaku?

Kita tahu cinta kita ini takkan membuahkan hasil.

Makin aku terjerumus ke dalamnya, makin aku merasa tak tenang.

Aku sungguh bodoh.

Kamu juga orang bodoh.

Bodoh?

Kamu berani bilang aku bodoh.

Kalau tidak bodoh, kenapa bisa menyukai orang seperti aku.

Menyukai seorang yang lebih bodoh dariku, aku memang bodoh.

Apa karena aku tak datang sehingga kamu merasa kesepian?

Jangan terlalu percaya diri.

Sebenarnya beberapa waktu ini aku selalu datang jam 01.30, pulang jam 05.00.

Hanya saja kamu tak tahu.

Bohong.

Buat apa aku bohong?

Beberapa waktu ini agak bahaya.

Bukankah maling selalu beraksi di tengah malam?

Ditambah lagi, pengawal dari keluargaku mengawasi dengan ketat.

Semua gerak-gerikku diawasi mereka.

Kamu datang begitu saja, bukankah akan segera diketahui ibumu?

Makanya aku keluarnya tengah malam, dan aku tak berani pakai mobil yang di rumah.

Selalu tengah malam aku keluar cari taksi.

Kenapa? Aku tidak marah.

Aku...

Ternyata begitu.

Aku sungguh bodoh.

Tengah malam seorang diri mengumbar emosi di sini.

Sungguh memalukan.

Ngantuk sekali.

Sudah larut malam, kamu pasti sudah lelah. Lekaslah pulang dan istirahat.

Kalau begitu aku pergi tidur.

Selamat tidur./ Selamat tidur.

Dao Ming-si.

Apakah kamu susah tidur?

Aku begitu sulit dilayani, pasti susah tidur.

Kamu...

Jika kamu tak berani tidur seorang diri,

...aku temani.

Kamu yakin mau tidur bersamaku?/ Tenanglah.

Aku takkan berbuat apa-apa padamu.

Kamu tenang, aku tak tenang.

Dulu kamu pulang dari London dan tidur di rumahku,

...bukannya kita juga tidur bersama?

Ini bukan pertama kalinya. Tak perlu kaget lagi.

Aku akan berbaring di sampingmu menemanimu sampai kamu tertidur.

Kenapa melihat aku?

Aku suka lihat, apa urusanmu!

Kuperingatkan, jangan berpikiran macam-macam.

Sekarang kutemani kamu sama seperti saat kecil ibumu menemanimu tidur.

Ibuku menemaniku tidur seperti ini.

More Indonesian subtitles for Meteor Garden

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left