The first 200 lines.
Aku pergi dahulu. - Sampai jumpa.
Hati-hati di jalan. - Baik.
Aku pergi dahulu. - Sampai jumpa.
Ya, sekarang.
Sudah kubilang, putriku mengalami nyeri perut.
Lupakan saja.
Kita belum bisa berangkat?
Kenapa kita masih di sini?
Tidak ada rumah sakit di dekat sini yang bisa menerima pasien anak.
Bagaimana bisa? Kita harus bagaimana?
Kami sedang memperluas area pencarian.
Mohon tunggu.
Miyu!
Miyu! - Kamu belum menemukannya?
Miyu. - Rumah sakit mana saja boleh. Ayo!
Gadis berusia 6 tahun mengalami nyeri perut.
Nyeri perut intens yang dimulai 30 menit lalu.
Enam rumah sakit sudah menolaknya.
Tenang saja.
Semua akan baik-baik saja.
Dokter, aku punya permintaan rahasia kepada dokter.
Bisakah dokter memberi tahu ibuku
untuk membatalkan operasiku pekan depan?
Mai.
Aku tidak mau perutku dibedah.
Aku akan berdarah, bukan?
Rasanya pasti sakit, bukan?
Operasinya akan dilakukan selagi kamu tidur. Tenang saja.
Apa yang akan dokter lakukan selagi aku tidur?
Aku tidak butuh operasi.
Sudah lama kita tidak menjalani waktu yang berkualitas seperti ini.
Benar.
Apa kegiatan kita nanti?
Ada museum di dekat sini. Aku ingin melihatnya.
Terserah kamu saja.
Akulah yang mengambil keputusan dan melakukan operasi itu.
Aku akan bertanggung jawab.
Kamu sungguh dokter yang ideal.
Apa?
Tidak hanya sukses menyelesaikan operasi yang berisiko,
kamu bahkan melindungi stafmu.
Kamu bahkan belajar selama merenung di rumah.
Mari kita makan siang.
Baiklah.
Setidaknya selagi makan, jangan memikirkan pekerjaan.
Apa semuanya basah?
Ya.
Apa maksudmu?
Hei.
Kami membawakan bahannya.
Terima kasih.
Energiku sudah habis.
Tidak kusangka kita akan begitu sibuk tanpa dokter Takayama.
Karena seseorang, kita belum makan sejak pagi.
Kamu makan apa?
Nasi kepal. - Aku tahu!
Kami sangat sibuk karena kamu.
Sudahlah. Kamu hanya membuang-buang waktu dengannya.
Apa tindakan kita jika saat ini kondisi pasien memburuk?
Dokter Takayama yang sedang merenung di rumah tidak tergantikan.
Tugas kita banyak sekali. Kita akan bergadang lagi di sini.
Nonomura. - Ya.
Atur ini sebelum makan siang.
Sebelum makan siang? Baiklah.
Baiklah. - Luar biasa.
Mai.
Menakjubkan. - Luar biasa.
Nanti lihatlah ini.
"Untuk Pemulihan Mai"
Apa itu kacang kara?
Itu ginjal. Lihatlah dengan saksama.
Itu memang kacang kara.
Berhentilah bicara melantur.
Dia pasti butuh waktu lama untuk menggambar ini.
Apa itu? - Biar kami lihat.
Apa itu? - Tunjukkan kepada kami.
Itu kacang kara.
Itu kacang kara. - Sangat menarik.
Sepertinya itu memang mirip kacang kara.
Ya. - Ada pasien
dengan obstruksi usus tersumbat di IGD!
Ichikawa Miyu, usia 6 tahun.
Kami tidak menemukan rumah sakit yang mau menerima dia.
Sudah empat jam berlalu.
Empat jam?
Baiklah. Aku segera ke sana.
Ada pasien obstruksi usus tersumbat di IGD.
Hubungi dokter Takayama.
Apa? Tapi...
Hubungi dokter Mamiya.
Baik.
Dokter!
Tolong selamatkan putriku.
Kumohon. - Kumohon.
Kami akan berusaha keras.
Miyu.
Miyu, kamu bisa mendengarku? - Bagaimana kondisinya?
Detak jantung, 150. Tekanan darah, 80. Saturasi oksigen darah, 85.
Ususnya mengalami nekrosis karena obstruksi usus tersumbat.
Napasnya tidak stabil.
Mungkin dia mengalami komplikasi pneumonia aspirasi.
Syok septik? Beri dia dua dosis antibiotik saja.
Baik. - Dalam situasi ini,
kita harus segera melakukan operasi.
Kita harus mengangkat usus nekrosisnya.
Hentikan. Dokter Takayama tidak ada. Kita tidak bisa melakukannya.
Kita harus menunggu arahan dokter Mamiya.
Tidak ada waktu. Jika terus begini, dia bisa mengalami gagal jantung.
Fibrilasi ventrikel!
Gagal jantung. Dia akan mengalami gagal jantung.
Arus searah. - Baik.
Aku akan mengguntingnya.
Minggir. - Suntikkan adrenalin.
Baik.
Siapkan infus cepat.
Baik.
Bagus.
Ada apa?
Apa? Aku segera ke sana.
Miyu. - Jangan lakukan operasi.
Pindahkan dia ke rumah sakit lain.
Miyu mengalami syok septik.
Jika tidak dioperasi sekarang,
kita sama saja dengan membiarkan dia meninggal.
Berdasarkan tanda-tanda vitalnya, ini sudah terlambat.
Jika operasinya gagal dan pasien meninggal,
reputasi rumah sakit akan terpengaruh.
Meski begitu, aku tidak bisa tinggal diam.
Jika kamu tidak akan bertindak,
aku yang akan bertindak.
Bagaimana kamu bisa sukses
melakukan operasi rumit untuk kali pertama?
Sudah cukup. Kita tidak akan mengoperasinya.
Untuk pasien yang jelas akan meninggal,
kamu tidak perlu merelakan kerja kerasmu selama ini.
Aku tidak mau menjadi dokter kejam
yang mengabaikan pasien yang menderita tepat di depanku.
Aku akan
bertanggung jawab penuh.
Miyu.
Tenang saja, Miyu.
Ruang operasi sudah siap.
Di mana dokter Mamiya?
Dokter Mamiya tidak mau melakukan operasi ini.
Lantas siapa?
Kita harus menyelamatkan dia.
Kita harus menyelamatkan dia.
Tenang saja.
Kamu pasti bisa.
Tenang saja, Miyu.
Aku yang akan melakukannya.
Bawa dia ke ruang operasi.
"Good Doctor. Episode 3"
"Sepuluh panggilan tidak terjawab. Bedah Anak, Nonomura, Lainnya"
Aku Takayama. Ada apa?
Ada pasien dengan obstruksi usus tersumbat.
Dia mengalami syok septik dan komplikasi pneumonia aspirasi.
Dia mengalami gagal jantung.
Kami akan melakukan operasi darurat karena tanda vitalnya sudah pulih.
Baiklah.
Dokter Mamiya yang akan mengoperasi?
Bukan.
Dokter Seto.
Aku akan segera ke sana.
Awasi dia hingga aku tiba.
Hei, Seto.
Melakukan operasi ini tidak akan menguntungkanmu.
Tenanglah.
Ini peringatan terakhirku. Segera hentikan operasi ini.
Dokter.
Hei, Seto. Kamu mendengarku?
Hentikan sekarang juga.
Kita akan mengangkat nekrosis akibat obstruksi usus tersumbat.
Pisau bedah. - Baik.
Pinset dan kasa. - Baik.
Pinset. - Baik.
Pisau bedah elektrik. - Baik.
Permisi.
Ke Rumah Sakit Memorial Togo.
Retraktor. - Baik.
Ada adesi antara usus kecil dan mesenterium.
Mulai memisahkan adesi itu.
Pinset. - Baik.
Gunting bedah. - Baik.
Pinset. - Baik.
Adesi sudah diangkat. Mulai mengangkat bagian nekrosis.
Baik.
Mulai melepas kasa.
Ada aneurisma mesenterik yang sudah pecah.
Berdasarkan situasi ini,
kita tidak ada waktu untuk menangani aneurisma mesenterik.
Kita harus bagaimana, dokter?
Dokter.
Membuntukan ujung arteri mesenterik bisa mengurangi pendarahan.
Jahit dan hentikan pendarahannya.
Tapi seluruh ususnya bisa mengalami nekrosis.
Jika melepas jahitannya setiap 10 menit,
kita bisa mencegah nekrosis. Jahit dan hentikan pendarahannya.
Kita tidak boleh menyerah.
Mari kita lakukan.
No comments yet. Be the first to leave one.