The Legends

The Legends (招摇)

Download Indonesian Subtitle

Specials

Release info

THE LEGENDS 招搖 E06
A Commentary by kibedul

Tags

other
Published on: 2019-04-17
Downloads: 48
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Ikuti aku.

Zhi Yan.

Zhi Yan.

Pasang formasi.

Saat ada kesempatan,

kita bisa mencuri kekuatannya.

Apa ini akan menimbulkan masalah?

Masalah seperti apa?

Mereka yang dikurung disini hanya menunggu mati.

Ayo pergi.

Terjemah Indonesia oleh: Iyey

THE LEGENDS 招搖

~ Episode 06 ~

Sial.

Sekarang ini, ada perbedaan sangat besar antara aku dan dia.

Jurus membunuh ini...

pasti akan membunuhku.

Satu-satunya cara yang tersisa...

Pendekar muda.

Aku mengakui kekalahan.

Apa kau mengingatnya?

Menyerahlah jika tak bisa mengalahkan mereka.

Tetap hidup adalah yang terpenting.

Bagaimana caranya menyerah?

Pendekar muda..

Aku mengakui kekalahan.

Pendekar muda...

Kau siapa?

Pendekar muda... Bukan.

Ketua Li.

Aku, Lu...

Aku hanya lewat disini.

Namaku Qin Zhi Yan.

Ayahku dibunuh oleh Liu Wei dari Sekte Jian Xin.

Aku tak punya tujuan.

Aku kesini mencari bantuan dari Sekte Wan Lu.

Tapi aku ditahan di bawah tekanan murid Sekte Jian Xin.

Aku tak bermaksud menerobos Tanah Terlarang.

Aku mohon pengampunanmu.

Mencari bantuanku?

Teknik pedangmu bagus.

Aku terlalu emosional saat melihatmu.

Jadi, aku ingin sedikit mencobanya.

Ketua, aku ingin berguru padamu.

Menjadikan Ketua sebagai gurumu?

Antek sekte Zongmen, mimpi saja!

Darimana keberanianmu itu?

Ketua, bukankah sebelumnya kau bilang,

apa pun alasannya,

pelintas di Tanah Terlarang harus dibunuh?

Ketua.

Menurut aturan kita,

pelintas di Tanah Terlarang harus dibunuh.

Ketua.

Aku tak menerobos.

Aku tak punya pilihan dan itu tak disengaja.

Kau tak bisa membunuhku.

Puncak Xiyue.

Atur perlengkapanmu sendiri.

Ketua.

Mengapa kau mengampuni penerobos?

Kau membawa orang-orangmu ke Tanah Terlarang,

dan mengganggu ketenangan mendiang Ketua.

Ini tak boleh terjadi lagi.

Ya.

Aku salah.

Bos, kau baik-baik saja?

Bos.

Hei.

Kau menjaga gerbang, kan?

Ya.

Jaga saja gerbang seumur hidup.

Jangan memanjat tangga.

Semakin tinggi, semakin cepat kau mati.

Ketuamu sudah mengangkatku sebagai murid.

Cepat antar aku ke Puncak Xiyue.

Aku terluka.

Kirim lebih banyak orang untuk membawa tandu-ku.

Aku adalah murid Ketua.

Jika tak dilayani dengan baik, aku akan melaporkanmu.

- Kau... - Aku kenapa?

Penjaga gerbang dengan penilaian buruk.

Apa yang ketua-mu katakan?

Pelintas di Tanah Terlarang harus dibunuh.

Apa dia membunuhku?

Dia membunuh orang lain. Tapi kenapa aku tidak?

Pakai otakmu.

Ucapannya masuk akal.

Pergi ambil tandu untukku.

Pergilah.

Dasar orang-orang bodoh!

Kau benar-benar membiarkan Qin Zhi Yan pergi ke Sekte Wan Lu?

Petugas Chi, maafkan aku.

Tuan Muda Liu Cang Ling dari Sekte Jian Xin menemukannya sebelum kami.

Kami tak punya kesempatan untuk beraksi.

Dia tak boleh mati di tempat lain.

Cari cara untuk mengeluarkannya dari sana.

Zhu Cheng.

Ya, Petugas.

Menyusup ke Sekte Wan Lu.

Cari kesempatan untuk membawa Qin Zhi Yan kembali.

Ingatlah.

Aku ingin dia hidup-hidup.

Ya.

Aku percaya pada kemampuan Petugas Chi.

Karena kau sudah mengirim orang untuk membawa Qin Zhi Yan kembali...

Aku tunggu kabar baik darimu.

Nona Chang Yu, jangan khawatir.

Pasti akan kubawa Qin Zhi Yan kepadamu tepat waktu.

Terima kasih, Petugas Chi.

Kuda Angin yang diberikan oleh Jin Xian...

masih sangat kuat dan perkasa.

Benar.

Ia masih sangat perkasa.

Ketua, aku sudah menyelidikinya.

Pria itu adalah tuan muda dari sekte Jian Xin, Liu Cang Ling.

Dia ditahan di penjara bawah tanah.

Gadis itu dari Sekte Zongmen, putri dari Qin Yu.

Qin Zhi Yan.

Qin Zhi Yan?

Murid-murid segalak itu,

bagaimana aku bisa masuk?

Siapa itu?

Darah?

Gawat.

Gadis itu dalam bahaya.

Nona.

- Nona. - Dia memang nona muda.

Mengapa kau menutupi wajahmu?

Mungkin, wajahnya jelek.

Apa pun itu, dia menyelinap ke Sekte Wan Lu.

Sebaiknya serahkan dia kepada Kepala Pengawal Kegelapan.

Lucuti pakaiannya.

Mari lihat apa yang dia lakukan.

Siapa yang berani bertindak ceroboh di Sekte Wan Lu?

Meski aku ceroboh...

kau bisa apa?

Iblis Wanita.

Tapi kau bahkan tak bisa mengalahkan penjaga gerbang.

Itu karena aku belum siap.

Ilmu beladiriku sudah cukup untuk menangani mereka.

Serang!

Luar biasa.

Akan kujelaskan semuanya.

Mulai sekarang...

Si Bola Hitam Kecil ini dibawah perlindunganku.

Jika ada yang ingin menanggalkan pakaiannya...

Aku akan mengulitinya.

Tunggu dan lihat saja. Akan kuberitahu Ketua.

Silakan saja.

Lihat saja apa ketua-mu akan memihakmu,

atau muridnya sendiri.

Omong kosong.

Mana mungkin Ketua mengangkatmu sebagai muridnya?

Tidak percaya padaku?

Pergi ke Istana Wu Er dan tanyakan padanya.

Bola Kecil Hitam, ayo pergi.

Pendekar bebas di Sekte Wan Lu...

terlalu mengerikan.

Mereka tetap menakutkan seperti dulu.

Sekte Wan Lu selalu seperti itu.

Seperti itulah dulu.

Dan tetap begitu sekarang, juga di masa depan.

Karena kau sudah masuk ke Sekte Wan Lu,

Mentalmu harus siap.

Tidak.

Iblis Wanita.

- Jangan berisik. - Apa yang kau lakukan?

Jangan merasa tidak puas.

Karena kau sudah masuk Sekte Wan Lu,

ditindas itu biasa.

Kau bisa memilih di tindas para murid di luar sana.

Atau kau pilih ditindas olehku.

Tapi kupikir ditindas olehku lebih pantas.

Bagaimanapun, aku adalah Ketua.

Kedengarannya lebih baik jika tahu itu.

Mulai sekarang, kau akan tinggal disini.

Jangan bersiasat.

Diam.

Jika kau berisik, kau tak boleh makan.

Jadilah pintar.

Kepala Bukit Utara tidak ada hari ini. Lebih waspada.

Ya.

Orang tua ini, Yuan Jie.

Aku ingin tahu kemana dia pergi.

Ini merusak rencanaku.

Aku harus secepatnya meningkatkan kekuatanku.

Jika bertemu murid dengan tingkat kultivasi lebih tinggi,

Aku takkan bisa mengatasinya.

Apalagi membunuh Bocah Jelek itu,

dan mengambil kembali posisiku.

Kemarin, aku terburu-buru meninggalkan Tanah Terlarang.

Aku tak bisa memeriksa Tanah Qi Zi.

Berhenti!

Kau siapa?

Aku adalah utusan Ketua.

Ketua meninggalkan sesuatu di Tanah Terlarang,

dan mengirimku untuk mengambilnya.

Aku belum pernah dengar 'utusan'.

Kau tak bisa masuk tanpa izin di Tanah Terlarang.

More Indonesian subtitles for The Legends

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left