The first 200 lines.
"Ada banyak Paik Jong Won sampai sekarang"
"Ahli makanan rumahan, Paik Jong Won"
"Petarung makanan, Paik Jong Won"
"Juri Paik Jong Won"
"Dan pekerjaan utamanya!"
Spesialisasiku bukan memasak.
Spesialisasiku adalah bisnis.
Aku seorang pengusaha.
Aku pemilik restoran.
"CEO Paik Jong Won"
"Dia menguasai Korea dengan bisnis makanan"
"Ahli bisnis, CEO Paik!"
"Dia menjadi pemilik restoran di negara asing?"
"The Genius Paik merambah ke luar negeri!"
"Suara motor yang lewat"
"Jika kita berada di kota yang ramai"
"Alih-alih di kota ini"
"Kita akan baik-baik saja"
"Suara Jong Won yang menghadapi kenyataan"
"Tantangan bisnis restoran dunia, The Genius Paik"
"Lee Jang Woo"
"John Park"
"Kwon Yu Ri"
"BamBam"
"Akankah metode CEO Paik juga berhasil secara global?"
"Untuk meminta pendapat tentang ini, staf mendatangi seorang ahli"
Kami punya kekhawatiran belakangan ini.
Kekhawatiran apa?
Bisakah kami ke luar negeri bersamamu?
Astaga.
Kamu harus pergi ke suatu tempat di mana aku populer.
Ke tempat di mana kamu sangat populer?
Kami biasa mengatakan
apa kamu ingin berbisnis dengan wajahmu atau tidak.
"Bisnis wajah"
Agar bisnis berjalan lancar,
kita harus pergi ke tempat di mana orang-orang mengenalku dengan baik.
Agar acara ini menyenangkan,
kurasa kita harus pergi ke tempat di mana orang-orang tidak mengenalku
dan berbisnis apa adanya.
Bukankah itu pertarungan sesungguhnya?
Itu tidak mudah.
Kamu tidak keberatan dengan negara mana pun?
Ya.
Aku terbuka untuk berbagai negara.
Aku harus mencobanya. Aku juga penasaran.
Kami akan memberimu tiket pesawat di bandara itu sendiri.
Jadi, aku tidak akan tahu sampai saat itu?
Ya. - Baiklah.
Aku merasa nyaman dengan tidak mengetahui.
Jika tahu sebelumnya, aku harus melakukan penelitian
dan melihat ada apa di sana.
Lebih baik melakukan penelitian di negara itu sendiri.
Kamu mungkin ditinggal sendirian di tengah negara asing.
"Mendengus keras"
"Karena itu, beberapa pekan kemudian di bandara Internasional Incheon"
"Seorang penumpang yang tidak tahu arah dan tujuan datang"
"Dia akan berbisnis di salah satu negara ini!"
Jika aku mencari berdasarkan waktunya...
Apa ini?
"Ada sebuah kotak
dengan pita merah di kafe di belakangmu."
"Bukalah untuk mencari tahu tujuanmu."
Apa ini film mata-mata?
Benda merah di kafe...
Ini pemadam api.
Merah...
"Untuk Genius Bisnis"
"Berdecak"
"Komponen di dalam kotak"
"Adalah tiket pesawat, buku panduan, dan video referensi"
"Dia mengeluarkan tiketnya lebih dahulu"
"Filtrumnya makin panjang"
"Menatapnya"
"LAK"?
"Rak".
"Marak".
Tempat apa ini?
Di mana ini?
"Tempat apa ini?"
"Saat kamu membuka amplop tiketnya, kamu bisa melihat"
"Marrakesh"?
"Rak Marrakesh".
"Dia tidak tahu, jadi, dia mencarinya"
Di mana "Rak"?
Astaga, "Rak"?
"Uni Emirat Arab"?
"Bukan"
"Ras Al Khaimah?"
"Apa yang dia cari?"
Bukankah ini tempat yang berbahaya?
"Berprasangka"
Tunggu. M, A...
"Menekan hurufnya dengan benar lagi"
R, R...
"Marrakesh"?
"Maroko"?
"Bingung"
Aku belum pernah ke sini.
"Marrakesh, kota dengan 1.000 wajah."
Aku tidak tahu tempat ini.
Apa mereka gila?
Ini sungguh Marrakesh.
"'Panduan Perjalanan Marrakesh, Maroko'"
Ini membuatku cemas.
Bagaimana aku bisa pergi ke tempat yang begitu jauh?
"Menggaruk"
Aku sungguh tidak tahu tempat ini.
"Menelan ludah"
Astaga, ini luar biasa.
"Dia mulai belajar di saat terakhir"
Ini bukan sesuatu yang bisa diselesaikan dengan belajar.
"Dia benar"
Kenapa aku belum pernah ke Maroko?
"Ini salahku karena belum pernah ke Maroko"
Aku tidak punya keuntungan di sana.
Orang-orang di sana tidak akan mengenalku.
Aku tidak tahu Marrakesh.
Aku tahu uang tunai. Uang.
Entahlah.
Terserah.
Kurasa kalian membuat judul itu untuk mempermalukanku.
"The Genius Paik, untuk mempermalukan"
Ayo.
Aku harus berada di pesawat selama 15 jam?
"Akan butuh lebih dari 20 jam dengan transit"
Aku sudah ingin pulang.
Apa? - Aku sudah ingin pulang.
Kita...
Ini membuatku sangat cemas.
Ini membuatku sangat cemas.
Ini membuatku sangat cemas.
Marrakesh... Astaga!
Marrakesh... Astaga!
Apa kamu gila?
Kamu mengejutkanku, astaga.
Aku merinding.
"Capitnya ragu karena takut"
"Capit ini akan membawa CEO Paik ke negara asing"
Bagaimana?
"Capit ini menuju ke Afrika"
"Melewati padang pasir yang luas, mereka tiba"
"Di Maroko"
"Negara tidak dikenal dengan 1.000 wajah"
"Populasi. 37,84 juta"
"Penghasilan per kapita. Sepersepuluh Korea"
"Area. 4,5 kali lebih besar dari Korea"
"Lokasinya di ujung Afrika paling utara dan dekat dengan Eropa"
"Agama utama mereka adalah Islam"
"Tempat ini digambarkan memiliki kepala di Eropa"
"Kaki di Afrika"
"Dan jantung di wilayah Arab"
"Tapi budaya makanan mereka sangat berbeda dibandingkan kita"
"Dan sama sekali tidak punya data tentang masakan Korea"
"Kita akan menurunkan Genius Bisnis di sini"
"Bisakah dia bertahan di Maroko dengan bisnisnya?"
"Maaf karena grafika komputer kami kurang bagus"
"Menghela napas"
"Tempat ini di mana dia diturunkan sendirian"
"Adalah Bandara Menara di Marrakesh"
Aku butuh 23 jam.
Berkat capit itu,
- Benar, capitnya. - Kamu datang ke sini dalam sekejap.
Capit apa?
"Dia kehabisan kata-kata"
Panas.
Sinar matahari sungguh menyengat.
"Karena ini Afrika"
Apa yang bisa kulakukan di sini?
Ini sangat tidak masuk akal.
Jika kamu berbisnis di sini, apakah hal pertama yang harus kamu lakukan?
Riset pasar. Aku harus menyantap makanan mereka.
- Kamu harus makan. - Bukan karena aku lapar.
"Dia tidak perlu mengatakan itu"
"Dia menyelesaikan riset pasarnya, atau yang disebut makan"
"Apa yang harus dilakukan selanjutnya?"
Mari kita memeriksa lokasinya lebih dahulu.
Aku ingin melihat suasana dan orang-orangnya.
Baiklah. - Ayo.
"Saat kamu melewati benteng dan masuk"
"Dengan Masjid Kutubiyya"
"Pemandu Marrakesh, di tengah"
"Kota tua Medina terungkap"
"Menyusuri gang Medina yang dipenuhi toko-toko kecil"
"Dia dalam perjalanan untuk melihat toko pertama Jong Won di Maroko"
"Dia berjalan lebih dalam ke gang Medina"
"Berisik"
Apa itu?
Suasananya bagus di sini.
"Dia memasuki alun-alun yang tampak luar biasa"
Rasanya seperti festival.
Itu terlihat seperti festival.
"Kerumunan besar berkumpul meskipun ini bukan hari istimewa"
Ini normal, bukan?
"Kerumunan besar itu normal di sini"
"Marrakesh, kota berusia seribu tahun di Maroko"
"Pusat Marrakesh"
"Yang berisi 1.000 tahun itu!"
"Tempat ini disebut jantung Marrakesh"
"Alun-alun Jemaa el-Fnaa"
No comments yet. Be the first to leave one.