The first 200 lines.
UKIGUSA
Produser Nagata Masaichi
Produser Matsuyama Hideo
Naskah Noda Kogo & Ozu Yasujiro
Sinematografi Miyagawa Kazuo
Penata Seni Shimogawara Tomoo
Musik Saito Kojun
Pemeran:
Nakamura Ganjiro, Kyo Machiko
Wakao Ayako, Kawaguchi Hiroshi
Sugimura Haruko, Nozoe Hitomi, Ryu Chishu
Sutradara Ozu Yasujiro
Ah, panasnya.
Hai, selamat siang.
Panasnya menyengat.
Apa lagi yang akan ditampilkan di Teater Aioi?
Yang ini, kabuki.
Ah, adu pedang, ya?
Pertunjukan bugil beberapa hari lalu sangat menarik, bukan?
Kolornya merah muda. Pantatnya bahenol pula.
Yang sekarang tak seperti itu lagi.
Kabuki lengkap.
Begitu, ya?
Rombongan ini mulai dari Ina, mengelilingi Tenryu,
lalu Okazaki, Kariya, Chita, dan sampai ke sini.
Benarkah?
Jadi, aku bisa dapat karcis gratis, 'kan?
Kalau tak salah,
aku pernah menonton mereka sekitar 17 atau 18 tahun lalu.
Di Kota Yamada,
dulu aku melihat aktor Komajuro.
Benarkah?
Dia sangat bagus.
Dia berperan sebagai Marubashi Chuya.
"Tiga dari sini, lima dari sana.
Sedikit demi sedikit, lama-lama jadi bukit."
Oh, ya?
Apakah kapalnya telat lagi?
Kudengar tidak. Mereka mungkin datang tepat waktu.
Itu jarang terjadi, 'kan?
Betul.
Wah, hari ini panas lagi.
Hei,
apa kapalnya telat?
Apa? Sebentar lagi sandar.
Juragan.
Sayang.
Ya?
Sudah sampai?
Kayo, tolong bawakan itu.
Ya.
Oh, tak apa.
Hei, Kutu Buku, ini barang punyamu, 'kan?
Pastikan tidak ada barang yang tertinggal.
Roku, sudah siap?
Ya.
Pak Shenso sudah siap?
Apa?
Tidak ada yang terlupa, 'kan?
Ya.
Janganlah lupa, Sayang.
Janganlah lupa ...
ROMBONGAN ARASHI KOMAJURO DI TEATER AIOI
ROMBONGAN ARASHI KOMAJURO
Berikan selebarannya.
Berikan!
Berikan selebarannya, dasar pelit!
Apa kau bilang?
Punya kakak perempuan?
Tidak.
Aku punya.
Baiklah, ...
umur berapa?
Dua belas tahun.
Dongok.
Selamat siang.
Selamat siang.
Silakan datang, Tuan.
Oh, di Teater Aioi, ya?
Ya, tontonlah kami.
Bang,
mulainya malam ini, ya?
Ya.
Malam ini.
Oh ...
Hai, selamat siang.
Aku akan menontonnya.
Terima kasih. Kami menantikan.
Tuan, istrimu ada di sini.
Tuan.
Usahamu lancar, ya?
Yah ...
Boleh minta korek api?
Hei,
siapa namamu?
Kinnosuke.
Kinnosuke?
Biasa dipanggil Kinchan.
Oh, mustahil!
Mustahil!
Tuan, dia mau sake lagi.
Baiklah.
Selamat siang.
Nona, aku tunggu malam ini, ya.
Ayo kita pergi bersama, Okatsu.
Lalu, siapa yang jaga kedai?
Terima kasih. Kami menantikan.
Sampai jumpa.
Kami menantikan.
Dia tampak murah hati.
Oh, aktor itu dari Osaka?
Yah, dia sudah lama berada di sini.
Dia juga pernah main ke sini sebelumnya.
Katanya, dia dulu sering tampil di Teater Kado, Osaka.
Benarkah? Itu berarti ...
Jangan bergerak. Nanti terluka.
Oh, jangan.
Jangan sampai berdarah, Dik Ai.
Selamat siang.
Hei. Hus, hus!
Mohon bantuannya.
Terima kasih.
Panas sekali, ya!
Sangat menyengat.
Apa dia putrimu? Cantik sekali.
Selamat siang.
Sedang membantu ayah, ya.
Baik sekali. Mengagumkan.
Ayah jadi tenang, ya.
Ogawa Aiko.
Nama yang indah.
Jadi, Dik Aiko, apa kamu anak tunggal?
Unting-unting, ya.
Juga rajin membantu ayah.
Tuan sudah punya menantu?
Hei, Dik Aiko.
Pilihlah lelaki yang baik.
Misalnya seperti aku.
Bisa diandalkan.
Manisnya senyummu. Sungguh cantik.
Sungguh.
Shokichi, buatkan aku teh.
Ya.
– Kami pulang. – Terima kasih sudah bekerja keras.
Selamat datang.
Selamat datang.
Aku pulang.
Terima kasih.
Terima kasih.
Selamat datang. Terima kasih sudah bekerja keras.
Terima kasih.
Baik.
Aku pulang.
Hai.
Selamat datang.
Terima kasih sudah bekerja keras.
Aku pulang.
Panas, panas, panas.
Hei.
Bawakan kimono-ku ke sini.
Kamu mau ke mana?
Mau mengunjungi pelanggan tetapku.
Oh, selamat datang.
Oh, selamat datang. Silakan.
Oh, ada ini ...
Ah, terima kasih banyak.
Mari.
Hei.
Ya.
Selamat datang. Mari.
Juragan, ada pemilik Teater Aioi.
Mari.
Wah, terima kasih sebelumnya. Mari.
Silakan duduk.
Sudah lama sekali, ya.
Yah, ... sudah sangat lama.
Ya, mohon bantuan dan kerja samanya ke depan.
Kapan terakhir kali kita melakukan ini?
Seingatku setelah perang, saat masa-masa sulit.
Ya.
Sudah 12 tahun semenjak itu.
Selama itu?
Ya, tidak terasa.
Aku melihat banyak wajah-wajah baru.
Yah, banyak perubahan di sana-sini.
Oh, yang ini namanya Sumiko.
Mohon kerja samanya.
Ya.
Apa kabar kawan kita yang berperan
di Komori Yasu (Yasu Kalong)?
Oh, Si Tatsunosuke?
Dia sudah meninggal.
Di Fukuchiyama.
Oh, ya? Meninggal kenapa?
Dia terkena strok.
Dia aktor yang bagus. Umur memang tak ada yang tahu.
Dia adalah putri Tatsunosuke.
Ya ampun. Sudah sebesar ini?
Waktu itu, dia masih kecil seperti kacang cina.
Apa itu kacang cina?
No comments yet. Be the first to leave one.