Release info

아버님제가모실게요 Father I'll Take Care of You E32-170304
A Commentary by anyhow
[VIU Version] Perfectly synced for all versions. Saya hanya menyelaraskannya dengan semua versi dari episode 32 dan mengunggahnya. Selamat menonton 😊

Tags

other
Published on: 2017-03-05
Downloads: 3
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Seong Joon.

Sebaiknya kamu pergi.

Sifatku memang acuh.

Aku tidak berniat terlibat dalam percintaan seseorang.

Jadi, sebaiknya kamu pergi.

Pak.

Terima kasih.

Jika boleh,

bolehkah aku bertanya ini siapa?

Kenapa?

Aku hanya penasaran.

Aku melihat banyak sisi barumu malam ini.

Itu adikku saat dia masih kecil.

Apa itu menjawab pertanyaanmu?

Apa?

Adik yang kamu cari

selama 23 tahun ini?

Ya.

Adik yang tewas dalam kecelakaan mobil

yang bernama Lee Sang Woo?

Ya, benar.

Kenapa kamu terkejut?

Tidak apa-apa.

Lupakan saja.

Menurutku kamu tidak membosankan.

Jika ini berlanjut, kita mungkin bisa berteman.

Pulanglah sekarang.

Seong Joon.

Sedang apa kamu di sana?

Tolong ayah membuang ini.

Baiklah.

Hei, ibumu sakit.

Tidak ada orang yang membantu.

Apa harus ayah sendiri yang membuang sampah?

Maafkan aku.

Karena inilah ibu kalian menganggap kalian

sebagai beban bukan anak.

Ayah berusaha memihak kalian,

tapi tidak tahu harus bilang apa.

Kenapa? Kamu ada keperluan dengan Pak Lee?

Tidak, tidak ada.

Omong-omong, Pak Lee

bukan manager di lokasi konstruksi.

Tapi dia presdir sebuah perusahaan investasi.

Bagaimana Ayah tahu?

Bagaimana ayah tahu?

Tetangga dan Seong Hoon yang memberi tahu ayah.

Kenapa dia tidak jujur?

Dia manajer di lokasi konstruksi hingga kini.

Dalam sekejap, dia berubah menjadi presdir perusahaan investasi.

Pokoknya,

"Orang bisa mengukur dalamnya air,

tapi tidak ada yang tahu isi hati orang lain."

Ayah merasa dia

tidak jujur. Mengecewakan.

Ayo masuk.

Kenapa diam saja? Ayo masuk.

Lihat dirimu, Nak.

Kamu sudah besar, tapi wajahmu memerah seperti wajah anak kecil.

Udaranya dingin. Ayo masuk.

Masuk.

Ibu, aku pulang.

Gwang Jin datang.

Walaupun mendadak, ibu berusaha menyiapkan untuk tamu itu.

Entah apakah tamunya akan suka atau tidak.

Dong Hui.

Nenek?

Kenapa kalian terkejut?

Apa Ibu tidak memberi tahu dia bahwa Ibu bekerja di sini?

Aku baru pulang dari kantor

lalu aku bertemu cucu Ibu di jalan.

Sudah kuduga Ibu ada di sini.

Kupikir pasti menyenangkan bisa makan malam bersama.

Jadi, aku mengajaknya ke rumah.

Ayah.

Kamu sudah pulang, Mi Joo.

Nona Oh Dong Hui.

Ada apa kamu kemari?

Jadi,

bagaimana menulismu?

Itu cukup menantang.

Itu pasti. Kamu penulis baru.

Kenapa kamu tidak membantunya?

Ayah, pisahkan urusan pribadi dan bisnis.

Karena kita sudah bertemu,

kuharap kalian berdua bisa akrab seperti adik-beradik.

Setuju, Bu?

Bagaimana mereka bisa akrab seperti adik-beradik?

Kehidupan mereka berbeda.

Benar.

Aku dibesarkan sebagai anak tunggal,

aku tidak punya kasih sayang antar saudari.

Itu tidak benar.

Kamu akrab dengan Hyun Jeon saat kamu kecil.

Siapa? Hyun Jeong yang sudah meninggal?

Benar.

Itu sudah lama.

Usiaku baru enam tahun. Aku bahkan tidak ingat.

Tetap saja,

anggap Dong Hui sepupumu dan bertemanlah dengannya.

Ayah yakin kalian dipertemukan karena sebuah alasan.

Ayah!

Astaga. / - Nenek tidak apa-apa?

Ya, nenek hanya memikirkan hal lain.

Ibu tidak apa-apa?

Ya, ibu tidak apa-apa.

Hati-hati.

Kudengar

dua episode pertama Penulis Choi terpilih.

Benar.

Jangan putus asa. Semua orang melalui masa sulit.

Terima kasih.

Bagaimanapun,

kamu jangan tidur di luar.

Apa?

Saat kamu tidak pulang,

nenekmu sangat khawatir dan ke rumahku pagi-pagi.

Apa maksud Ayah?

Nenek datang pagi-pagi? Untuk apa?

Apa...

Apa maksudmu? Hari itu...

Pokoknya, jangan tidur di luar lagi.

Aku benci melihat Ibu cemas.

Ya?

Baiklah.

Apa yang kamu bicarakan?

Ibu, aku perlu mengatakan itu

karena aku menganggap dia keponakan.

Kenapa Ibu tiba-tiba terkejut?

Sedekat apa pun Ayah dengan Nenek,

Ayah tidak bisa seperti ini.

Ini menyangkut posisiku.

Aku sudah terganggu olehnya. Dia selalu ingin tahu

semua urusan di kantor.

Kenapa Ayah mengundang dia makan malam

dan menyuruh kami seperti adik-beradik?

Aku tidak menyangka Ayah tidak bisa membedakan

antara urusan lain dan pribadi.

Ayah melakukan itu untuk memisahkan antara urusan lain dan pribadi.

Apa maksud Ayah?

Telepon Presdir Lee

dan minta dia membiarkan Dong Hui tetap menulis skenario.

Sepenting itukah Nenek Oh bagi Ayah?

Ya.

Ayah!

20 tahun lalu,

nenekmu adalah

orang yang sangat istimewa bagi ayah.

Lalu, kenapa?

Apa ini karena wasiat nenekku?

Kenapa? Apa Nenek Oh mempunyai wasiat nenekku?

Ayah, ini keterlaluan.

Aku tahu betapa para pemegang saham mengusik Ayah

untuk membuka wasiat Nenek.

Tapi ini tidak ada hubungannya dengan Nenek Oh.

Lalu kenapa Ayah terus membahas mendiang Hyun Jeong?

Apa Ayah sungguh ingin aku dekat dengan Dong Hui

seperti aku dengan Hyun Jeong saat masih kecil?

Jika dia masih hidup,

dia akan menjadi pemegang saham terbesar? Kamu tahu itu?

Lalu, kamu tidak akan punya posisi di perusahaan ini.

Ayah yang melaporkan kematian Hyun Jeong.

Saat Nenek dan Hyun Jeong hilang,

Ayah dengan cepat mendaftarkan kematian Hyun Jeong

dan menunda mendaftarkan kematian Nenek.

Lalu, kenapa tiba-tiba seperti ini?

Kamu hanya

perlu membiarkan Dong Hui untuk terus menulis skenario.

Pada akhirnya,

itu akan membantu kita berdua.

Aku tidak bisa.

Aku tidak bisa mengubah keputusanku.

Turuti perkataan ayah! / - Ayah!

Ini karena Ibu.

Nenek tidak apa-apa? / - Ya.

Ada apa, Elizabeth?

Ada apa dengannya, Dong Hui?

Entahlah. Nenek tampak lesu saat kami dalam perjalanan tadi.

Sudah kubilang, kamu terlalu tua untuk bekerja di luar.

Cepat rapikan tempat tidurnya. / - Baik.

Elizabeth, berpeganganlah padaku.

Kamu bisa bersandar padaku.

Astaga.

Duduklah. Hati-hati.

Aku tidak menyangka bahwa kamu sangat kelelahan.

Pekerjaan macam apa yang kamu lakukan?

Nek, perlu kubelikan obat?

Kurasa Nenek butuh obat.

Aku sedih melihat Nenek sakit.

Keluarlah. / - Apa?

Ikut Nenek.

Nenek akan memberimu pelajaran.

Kenapa kamu tidur di luar hari itu?

Bagaimana Nenek tahu?

Nenek mendengar Elizabeth dan Hye Joo membicarakannya.

Kamu wanita dewasa.

Ternyata kamu lebih berani dan nakal daripada yang nenek kira.

Aku minta maaf.

Sudah terlambat. Karena itu nenekmu sedih.

Kamu tahu kemarin sangat kacau.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left