The first 200 lines.
Hentikan!
Hentikan!
Hentikan!!!
Hentikan!
Hentikan!
Hentikan!
Karena itu kau harus mengakuinya.
Lee Ha Eung
Dia yang memulai ini.
Episode 11
Mayor kim.
Yung Rae putriku.
Berusaha meracuni Ratu? Apa maksudnya?
Ini kesalahpahaman.
Aku harus melihat Young Rae-ku!
Dengan segala hormat, tetapi
Tak ada hubungannya lagi denganku.
Mayor?
Apa yang kau lakukan? Cepat, antar Ibu ke rumahnya...
Mayor!
Hei!
Mereka keras kepala. Mereka tak mengaku dengan mudah, Yang Mulia.
Dokter kerajaan,
Lihat tanaman ini.
Dengan daunnya yang istimewa,
Terlihat kalau tanaman ini meminta sesuatu.
Apa?
Aku tertipu karena ketidakmampuanku.
Jika aku memiringkan telingaku, aku bisa mendengar.
Aku menanti kabar yang ingin ku dengar.
Sebelum Ratu pulih,
Hamba akan menutup kasus ini.
Akankah aku mendengar nama Pangeran Heung Seon?
Hamba harus mewujudkannya.
Kau bisa pergi.
Kau pasti sangat sibuk.
Kau datang.
Kau bilang ada yang ingin kau sampaikan mengenai MuMyeungGae?
Ya,
Kami sudah menangkap anggota MuMyeungGye yang menyergap kita di dekat perjamuan.
Benarkah?
Jika demikian,
Bagaimana dengan pemimpin mereka?
Kau tahu identitasnya?
Itu,
Hamba belum bisa mengetahuinya.
Apa gunanya memotong seratus ekor dalam sehari.
Kepalanya yang harus kau dapatkan.
Hamba minta maaf.
Juga,
Hamba ingin bertanya.
Insiden saat Ratu diracuni arsenik
Insiden itu bukan tanggung jawabmu!
Departemen Kehakiman sedang melakukan interogasi. Kau...
Jangan berpikir bisa terlibat.
Namun,
Kejahatan yang tak jelas ini mengganggu hamba.
Kau tak dengar apa kataku?
Hamba minta maaf, Yang Mulia.
Karena putri keluarga Hong?
Hamba...
Tak lagi sedikitpun punya perasaan untuknya.
Jika memang begitu, aku senang.
Mungkin, jika kau memintaku menunjukkan kebaikan...
Aku akan memarahimu.
Seret kesana.
Bawa pria pria itu ke sana.
Nona, Nona!
Biarkan aku pergi! Biarkan aku pergi!
Nona, kau tidak apa-apa?
Aku baik-baik saja.
Nona.
Minta pada mereka kain basah dan bersihkan lukanya.
Jika kau terinfeksi, ini akan serius.
Kau mengerti?
Jangan khawatir tentangku.
Aku minta maaf.
Ini semua salahku.
Aku bilang tak perlu khawatir tentangku.
Hal sepele seperti ini...
Dibandingkan dengan yang sudah kau alami
tak ada apa-apanya.
Dari semua tempat, kau berakhir di tempat asing
dan harus mengalami hal yang tak seharusnya.
Ketika aku memikirkan itu
Aku merasa sangat prihatin padamu, Dokter Jin.
Baji**an, sudah cukup saling sapanya.
Kenapa kalian?
Seret mereka ke penjara.
Ya.
Nona! Semuanya akan baik-baik saja.
Semuanya akan baik-baik saja!
Jangan khawatir!
Di sini, hamba membawa saksi.
Katakan apa yang kau lihat dan kau dengar.
Itu, itu...
Kenapa kau ragu?
Haruskah kau juga disiksa agar bicara?
Orang ini belum merasakan erangan dari tubuhnya sendiri.
Tidak, tidak. Bukan begitu.
Dokter Jin dan Nona Young Rae
Secara rahasia bertemu Pangeran Heung Seon.
Aku melihatnya dengan jelas.
Itu baru benar.
Pergi. Pergi.
Lepaskan tanganku.
Siapa mengatur ini?
Lepaskan!
Yang Mulia!
Kejahatan apa yang tuan lakukan?
Ayah!
Myeong Bok! Tak usah mengkhawatirkan apapun.
Ayah akan segera kembali.
Selama itu, jangan memikirkan apapun.
Fokuslah dengan pelajaranmu.
Kau mengerti?
Seret dia keluar!
Yang Mulia!
-Yang Mulia! -Ayah!
Lepaskan!
Yang Mulia!
Ayah!
Aku mempercayakan Myeong Bok padamu!
Tak peduli apapun, kau harus menjaga Myeong Bok dengan aman, istriku!
Myeong Bok kita...
Ini sudah direncanakan!
Sudah direncanakan!
Lihat kemari.
Kau juga mempercayainya?
Kalau kami, Dokter Jin dan diriku, berani mencoba membunuh Ratu?
Karena ini bukan urusanku.
Bukankah sudah jadi tugasmu untuk menyelidikinya?
Kau akan membiarkan Nona Young Rae mati begitu saja?
Rasa bersalah atas hukuman matinya.
Yang bisa kau katakan hanya "Aku tak tahu." Begitukah?
Apa yang kalian lakukan?
Cepat seret penjahat itu!
Ya.
Oh!
Kau satu-satunya.
Orang yang bisa memancarkan cahaya dari ketidakadilan ini.
Kau, Mayor!
Mayor!
Mencurigai pembantu kerajaan?
Apa maksudmu?
Atas permintaan Pangeran Heung Seon,
Diam-diam aku menyelidiki pembantu kerajaan di istana Ratu dan...
Setelah insiden racun itu, tanpa kabar tikus atau burung,
Seorang pembantu menghilang tanpa jejak.
Hyungnim!
Hyungnim!
Brengsek ini. Kita sedang ngobrol.
Boss! Ada masalah besar! Masalah besar!
Apa, apa?
Baru saja, Pangeran Heung Seon.
Ditangkap
Dituduh meracuni Ratu.
Apa?
Apa?!
Tidak!
Pangeran Heung Seon ditangkap?
Dituduh meracuni?
Kenapa ledakan api ini keluar dengan tiba-tiba?
Perdana Menteri pasti mempunyai tangan kanan.
Ini kesempatan mereka menyingkirkan keluarga kerajaan yang seperti duri di matanya.
Mereka takkan membiarkan kesempatan ini lewat begitu saja.
Ini masalah besar.
Jika Pangeran Heung Seon juga ditangkap,
Mereka akan cepat-cepat memenggalnya.
Biarkan Pangeran Heung Seon dan adikku tahu.
Akan ku bawa bukti kalau mereka tak bersalah. Jadi...
Ulur waktu sebanyak yang kalian bisa.
Aku mengerti.
Gerakan semua bawahanmu.
Kita harus menemukan pelayan istana secepatnya.
Ya, Aku mengerti.
Bagaimana aku, Shim Joo Pal, dapat kesempatan seperti ini...
Aku tak bisa melewatkan kesempatan ini lewat.
Ayo kita pergi.
Perdana Menteri, tidakkah Anda takut langit?
Hamba, Yi Haeng, sama sekali tak pernah punya pikiran berkhianat.
Anda, Perdana Menteri, mengenalku lebih dari orang lain!
Apa yang anda takutkan sehingga anda menjebakku seperti ini?
Tutup mulutmu!
Kue yang mengandung arsenik dan juga ada saksi
Kejahatanmu sudah jelas.
Bukti itu dibuat-buat.
dan saksi itu palsu!
Anda tahu rencana jahat ini
lebih dari orang lain!
Tak peduli apapun alasan yang Pangeran Heung Seon berikan,
Perintah Raja sudah ditetapkan.
Apa Anda hanya berkata, "perintah raja?"
Lihat ini Perdana Menteri.
Sejak kapan, apakah niatmu
diatur perintah Raja?
Sekarang siapa pemimpin Joseon?
Pikirkan itu baik-baik.
Dengar!
Mencoba menyakiti Ratu.
No comments yet. Be the first to leave one.