The first 200 lines.
"Episode 25"
Halo. Ini Detektif Shin Ho Bang dari Kepolisian Mapo.
Anda yang memasang spanduk di Chungho, bukan?
Spanduk di Chungho?
Benar. Aku yang memasangnya.
Aku punya informasi untuk Anda.
Anda melihat kecelakaan yang terjadi 12 tahun lalu?
Halo?
Halo? Aku mendengarkan.
Pada hari terjadinya kecelakaan 12 tahun lalu,
pembunuhan terjadi di dalam sekolah.
Benar. Silakan lanjutkan.
Aku ingin memberi informasi
mengenai kasus pembunuhan itu.
Apa informasi yang Anda miliki?
Aku tahu bahwa murid yang dibunuh itu
pergi ke sekolah untuk menemui seorang guru malam itu.
Guru? Siapa dia?
Halo? Anda masih di sana?
Detektif, menurutku lebih baik kita bicara secara langsung.
Benar. Kapan Anda bisa menemuiku?
Kurasa orang ini mengetahui siapa pembunuh sebenarnya.
Hae Sung, sepertinya kita bisa membersihkan namamu.
Dia pergi ke sekolah untuk menemui seorang guru?
Ho Bang, bukankah ini berarti guru
yang ditemui Yang Kyung Chul mungkin adalah pembunuhnya?
Mungkin saja. Guru itu mungkin pelakunya.
Dilihat dari nomornya, orang ini menghubungi dari telepon umum.
Mari kita tunggu sampai dia menelepon lagi.
Hae Sung.
Mungkinkah Young Jun bukan pembunuhnya?
Sopir Presdir bukan orang yang menyetir mobil malam itu?
Benar.
Setelah mendengar kabar itu, Ho Bang memasang spanduk
karena berpikir itu mungkin berguna dan dia pun menerima telepon tadi.
Ini kabar baik. Sungguh.
Semoga kita bisa segera menemukan pembunuh yang sebenarnya.
Ini kabar baik, bukan?
Tentu.
Intinya, jangan khawatir.
Semuanya akan baik-baik saja.
Baiklah.
Benarkah aku mencium aroma jagung?
Kurasa Ho Bang merebus jagungnya.
Ayo masuk.
"Truk Makanan Pasta Cha"
"Truk Makanan Pasta Cha"
"Menu, Pasta Tomat, Pasta Krim, Pasta Minyak, Pasta Steik, Steik"
"Menu, Pasta Tomat, Pasta Krim, Pasta Minyak, Pasta Steik, Steik"
Halo. - Hai.
Maaf, tapi kami belum buka.
Maaf mengganggu Anda. Aku tahu Anda sibuk.
Kami dari Pasaraya Chungho.
Aku dari Divisi Perencanaan. Aku bertugas menyiapkan acara.
Ini pasaraya Tae Hoon.
Pasaraya Chungho menginginkan apa dari kami?
Kami merencanakan perayaan hari jadi pasaraya yang ke-15.
Ini seperti kontes makanan jalanan.
Kami ingin mengumpulkan semua restoran terkenal
dan mengundang para tamu.
Keuntungan akan diberikan untuk yayasan anak. Ini untuk amal.
Kami merasa terhormat jika kalian bisa ikut serta dalam acara kami.
Kami merasa terhormat jika Anda bisa bergabung.
Kami tidak tertarik.
Tunggu, Pak!
Pimpinan akan menghadiri acara itu?
Tentu saja. Acara ini sangat penting.
Kuharap kalian bisa turut serta dalam acara kami.
Kalian yakin Pimpinan akan hadir?
Aku akan mencoba membujuknya.
Baiklah.
Terima kasih.
Mereka sudah pergi?
Ya.
Mereka sudah pergi.
Pak Cha, ayo ikut acara di Pasaraya Chungho itu.
Aku tidak mau. - Kenapa?
Kita bisa mempromosikan bisnis kita. Itu pasti sepadan.
Orang yang menarik investasi restoranku
dan membuatku kehilangan bisnisku
bekerja di pasaraya itu.
Benarkah?
Siapa orangnya?
Pimpinan Cha Gwon Pyo.
Apa?
Dia ayahku.
Apa?
Dia ayah Anda?
Dia ayahku yang menelantarkanku saat masih kecil.
Itulah yang terjadi.
Mustahil.
Kamu mungkin mengetahui ini.
Putranya belajar di sekolah yang sama dengan Nona Jung.
Namanya Cha Tae Hoon.
Ya.
Aku mengenalnya.
Jadi, kamu mengenal dia.
Karena keadaan itu, mana bisa aku turut serta dalam acara itu?
Benar.
Aku akan bersiap untuk hari ini.
Pak Cha itu kakak tirinya Tae Hoon?
Dia putra Pimpinan Cha?
Mari mulai bekerja.
Baik.
Pak Cha.
Ini agak mengejutkan.
Mungkin sulit bagi Anda, tapi ini justru alasan kita harus ikut.
Kita harus membuktikan dia tidak bisa merusak bisnis Anda.
Begitulah cara Anda membalas perbuatannya.
Meski diinjak-injak, kita tidak akan hancur.
Mari kita tunjukkan itu kepadanya.
Ya?
Pak Cha, mari lakukan itu.
Hormat.
Astaga, lihat caramu menguap.
Jangan memperlihatkan bahwa kamu melakukan pengintaian semalam.
Jangan mampir ke mana-mana lagi. Pulang dan tidurlah.
Baik.
Sampai jumpa.
Kerja bagus. Sampai jumpa.
Halo. Ini Detektif Shin Ho Bang dari Kepolisian Mapo.
Aku yang menelepon Anda kemarin untuk memberi tahu
soal pembunuhan di SMA Chungho.
Ya, silakan lanjutkan.
Bisakah aku menemui Anda di kantor polisi?
Ya, tentu saja.
Anda bisa datang sekarang?
"Detektif Shin Ho Bang".
Terima kasih sudah datang kemari.
Pertama-tama, aku harus memberi tahu Anda siapa diriku.
12 tahun lalu, seorang murid
bernama Yang Kyung Chul meninggal di ruang kelas seni SMA Chungho.
Aku kakaknya.
Begitu rupanya.
Aku juga teman sekolah Kyung Chul.
Kyung Chul pindah ke sekolah kami saat kelas tiga.
Sungguh?
Begitu rupanya.
Aku turut berduka atas kejadian tersebut.
Ya.
Aku tahu kasus ini sudah lama ditutup,
tapi setelah melihat spanduk yang menyatakan Anda mencari
saksi mata kecelakaan mobil itu,
tiba-tiba aku teringat sesuatu tentang kejadian saat itu.
Anda berkata
Kyung Chul pergi ke sekolah hari itu untuk menemui salah satu guru.
Tahukah Anda siapa guru itu?
Dia mau menemui guru seninya.
Guru seni?
Ayah kami sakit,
jadi, dia selalu makan malam di waktu yang sama.
Saat kami akan makan malam pukul 7.30,
Kyung Chul menerima telepon,
lalu mengatakan dia harus pergi dan melewatkan makan malam.
Anda yakin dia pergi menemui guru seninya?
Yakin.
Dia bilang itu aneh.
"Kenapa guru seni ingin menemuiku padahal dia tidak mengenalku?"
Itu yang dia katakan sebelum pergi.
Anda tahu siapa nama guru tersebut?
Tidak.
Anda juga menceritakan hal ini kepada polisi saat kejadian dahulu?
Saat itu keadaan sedang kacau karena adikku meninggal.
Keesokan harinya, kami diberi tahu pembunuhnya adalah temannya.
Tapi kasus itu langsung ditutup karena murid itu juga meninggal
di malam yang sama karena kecelakaan mobil.
Benar.
Tapi saat aku melihat spanduk yang menyatakan Anda mencari
saksi mata kecelakaan mobil itu,
aku menjadi sangat bingung.
Aku mendengar dari polisi
perkiraan waktu kematian Kyung Chul antara pukul 20.00 hingga 21.00.
Tapi Kyung Chul meninggalkan rumah pukul 19.30.
Hanya butuh 20 menit berjalan kaki dari rumah kami ke sekolahnya.
Dia langsung pergi setelah ditelepon guru seninya,
tapi ternyata pelakunya adalah teman sekolahnya.
Menurutku itu aneh sekali.
Begitu rupanya.
"Guru seni Yang Kyung Chul, Meninggalkan rumah pukul 19.30"
Guru seni sekolah kita?
Jung Won. Dahulu kamu anggota klub seni sekolah.
Tolong tunjuk guru seni kita.
Hanya ada dua guru seni di sekolah kita.
Bu Woo Mi Jin dan Bu Hyun Kyung Eun.
Menurutmu kenapa guru seni ingin menemui Kyung Chul?
Aku tidak pernah melihat Kyung Chul di ruang kelas seni.
Menurutmu kenapa Kyung Chul masuk ke ruang kelas seni?
Mari kita melakukan pendekatan sederhana.
Mungkin guru itu meminta dia menemuinya di ruang kelas seni
karena dia guru seni.
Benar.
Kyung Chul tidak masuk ke ruang kelas seni tanpa alasan.
Guru seni pasti menghubunginya untuk berjumpa di sana.
Ya, itu masuk akal.
Lalu, menurutmu kenapa guru seni ingin menemuinya?
Menurutmu guru mana yang ingin bertemu dengannya?
Bu Woo Mi Jin.
Anda Bu Woo Mi Jin, bukan?
Benar.
Yang Kyung Chul? - Benar. Anda mengenalnya?
No comments yet. Be the first to leave one.