Release info

I Need Romance S01E15-NF-WEBDL
A Commentary by Sh1Ft3R
𝐍𝐞𝐭𝐟𝐥𝐢𝐱 𝐑𝐞𝐥𝐞𝐚𝐬𝐞

Tags

webdl
web
WEBDL
Published on: 2022-08-08
Downloads: 12
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Aku memilih Tahu,

tapi aku tak tahu apa yang harus kulakukan berikutnya.

Sekarang kau kembali bersamaku, Arlan X

untuk jeda ini.

Beberapa saat lalu, selama lagu-lagu itu,

ada banyak pesan masuk.

Aku akan membacakan beberapa.

Yang pertama dari Nona Irene

yang bilang, "Untuk kencan pertamaku, aku harus berpakaian seksi atau manis?"

Nona Irene, kurasa akan lebih baik bagimu jika kau berpakaian

sesuai dengan perasaanmu.

Dia pasti akan menyukaimu.

Aku putus dengan Kan.

Pesan berikutnya

dari Nona JJ. Dia bilang,

"Jika aku mengirim pesan kepada pria

yang wajahnya sepolos tahu…"

Jika aku mengirim pesan kepada pria

yang wajahnya sepolos tahu

dan bilang aku sudah bersihkan kamarnya,

apa dia akan kembali?"

Nona JJ,

dengar,

dia pasti punya alasan meninggalkanmu.

Membereskan kamarnya bagus,

tapi itu mungkin tak akan membuatnya kembali.

Mari rehat sejenak.

Jika kubilang aku menyirami tanamannya,

apa dia akan kembali?

Jika kubilang aku sangat ingin makan pasta buatannya,

apa dia akan kembali?

Sekarang aku berbaring di kamarnya.

Aku mengatakan sebanyak itu padanya.

Saat ini, dia pasti mengerti perasaanku, 'kan?

Itu tak bisa menebus rasa sakit yang kurasakan.

Aku putus dengan Kan.

Kembalilah dan bicara denganku.

Kau tak pernah menyatakan cinta, ya?

AKU MENCINTAIMU

Hei.

Pernah menyatakan cinta pada seseorang belakangan ini?

Aku tidak.

Kenapa menyatakan cinta pada seseorang…

sesulit itu?

Tidak sesulit itu.

Aku tidak mengencani siapa pun saat ini.

Aku baru putus dengan mantanku.

Kalau aku,

masih terlalu dini untuk menyatakan cinta.

Kenapa kau bertanya?

Atau kau dan…

Kau akan mengatakannya pada pria yang kau kencani?

- Ada seorang pria? - Ada seorang pria?

Kami baru putus kemarin.

Kau baik-baik saja?

Kami tidak menangis.

Kami tidak bertengkar.

Tak satu pun dari kami tampak sedih.

Kan tidak mengatakan apa pun.

Dia bahkan tak menanyakan alasannya.

Aku juga tidak minta maaf padanya.

Mari kita putus.

Cinta adalah permainan yang aneh.

Dalam permainan ini,

kita menelantarkan orang

sama seperti kita ditelantarkan.

Cinta sejati tak memerlukan usaha apa pun.

Kepercayaan saja sudah cukup.

Itulah yang kuyakini sekarang.

Aku mencintai seseorang yang juga percaya cinta.

Mari kita putus.

Ini permainan menghadapi rasa sakit yang sama

Mari kita putus.

yang pernah kau sebabkan pada seseorang.

Terkadang pihak yang kalah tak merasakan apa pun,

sementara pihak yang menang menderita.

Ini permainan yang unik.

Terkadang sekeras apa pun kita mencoba,

kita tak selalu dapat keinginan kita.

Saat itu terjadi,

kau akan tetap bersamanya?

Aku akan coba untuk terus menemuinya.

Cinta tampak seperti permainan dua pihak.

Tapi begitu permainan dimulai,

sering melibatkan orang lain.

Kau akan mengencaninya?

Ya.

Ini sangat sulit.

Di antara kita,

aku tidak tahu apa yang terjadi.

Saat aku memutuskanmu,

kau tidak mencoba menahanku

seperti saat Aun memutuskanku.

Dia bilang…

jika aku sungguh mencintainya,

aku akan mencoba menahannya

dan aku tak akan biarkan berakhir semudah itu.

Kau masih membenci Kiss?

Tanpa cinta,

tidak ada kebencian.

Itu artinya masih ada harapan untukku.

Harapan.

Kalau begitu, tolong jangan berhenti membenciku.

Kiss memberitahuku

jika dia orang yang tepat,

bahkan jika bertengkar ratusan kali,

kita akan mencari cara untuk kembali bersama

dan tidak akan mencari orang lain.

Kau tahu betapa melelahkannya

bertengkar sepanjang waktu?

Kan.

Kau…

segera mencari orang lain.

Sementara Kiss

tidak ke mana-mana.

Aku ingin mencoba cara Kiss.

Jika menemukan orang yang tepat,

aku tidak akan lari lagi.

Kita bergantian menang dan kalah.

Kita selalu mengubah peraturan permainan.

Permainan yang sangat aneh.

Terkadang cinta baru

adalah konsekuensi dari cinta lama.

Itu melibatkan banyak orang.

Ini permainan saat semua orang yang terlibat saling memengaruhi.

Siapa mantanmu?

Apa kami mengenalnya?

Mereka sudah putus. Apa lagi yang perlu kau ketahui?

Pasti ada alasannya.

Kenapa mereka cepat sekali berpacaran dan putus.

Terkadang, hubungan lama bisa memengaruhi hubungan baru.

Contohnya, dengan mantan pacarku, aku selalu memberi,

tapi dengan orang baru ini,

aku selalu menerima, dan aku merasa bersalah.

Karena itu aku menyukainya.

Maksudku, jika tidak membandingkannya dengan mantan pacarku,

mungkin aku tak akan begitu menyukai pria baru ini.

Kau suka pria baru itu

hanya karena alasan itu?

Itu normal.

Bukan Maple jahat,

tapi masalahnya saat putus dengan mantan,

kita mungkin akan mencari pacar baru yang berlawanan.

- Ya. - Ya.

- Sama seperti dia. - Apa?

Saat dia putus dengannya,

dia mengencanimu.

- Kalian sangat berlawanan, bukan? - Ya.

Mari kita bicarakan Maple.

Kapan kau punya waktu untuk berkencan?

Kau bekerja setiap hari.

Ya, itu luar biasa.

Sebenarnya, aku tidak yakin.

Begini…

dia menciumku beberapa kali.

Kami kencan beberapa kali,

dan dia membelikanku beberapa hadiah.

Tapi…

Tapi apa?

Tapi dia belum memintaku menjadi pacarnya,

dan dia tidak pernah menyatakan cinta.

Bagaimana aku bisa yakin?

Benar, bukan?

Bukankah itu cukup jelas?

Benar, bukan?

Tentu saja tidak.

Mungkin pria itu mencoba meninggalkanmu.

Dia hanya menggodamu.

- Ya. - Karena itu dia tak berkomitmen.

- Benar. - Aku yakin itu.

Itu tidak benar.

Maksudku…

Aku suka Maple.

Kami sudah berkencan selama sebulan.

Maple,

dengarkan aku.

Aku akan menyatakan cintaku saat kita bepergian.

Jadi…

Priew,

jangan beri kami pekerjaan akhir pekan ini.

Baik.

Ya, tentu saja.

Halo.

- Dia sangat jantan. - Benar.

Lumayan.

Apa dia yang menciummu saat itu?

- Jadi, kalian berdua akan ke mana? - Beri tahu kami.

Halo.

Ya, ini Maple.

Jangan beri mereka pekerjaan, ya?

Baik.

Hei, kau meneleponku seperti ini. Mereka akan tahu ini kau.

Aku sudah katakan semua itu.

Kau masih cemas mereka tahu?

Kenapa kau menelepon?

Kau belum menjawabku.

Aku sudah bilang menyukaimu.

Jadi, bagaimana perasaanmu padaku?

Jadi…

kita berpacaran?

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left