The Third Charm

The Third Charm (제3의 매력)

Download Indonesian Subtitle

Specials

Release info

제3의 매력ㅡThe Third Charm E14 181110 HDTV H264-NEXT
A Commentary by Artha Regina
IDFL™ SubsCrew

Tags

HDTV
hdtv
HD
Published on: 2018-11-11
Downloads: 31
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Bawa jeruknya./ Ya.

Lancar, ya.

Tak usah khawatir.

Dia ini 'kan tak pernah mengecewakan kita.

Kerennya./ Aigoo, Se Eun sudah datang.

Selamat datang./ Kau sudah datang?

Kenapa kalian semua menunggu di sini?

Cepatlah pergi. 'Kan agak lama kesana.

Pergilah./ Sampai jumpa lagi.

Baiklah./ Hati-hati nyetirnya.

Sampai jumpa lagi./ Ya.

Aku saja yang menyetir./ Ya.

Baiklah.

Hati-hati, ya.

Dah!

Oppa./ Ya?

Kau gugup?

Ya, sedikit.

Sepertinya ayahmu bakal galak sama aku.

Karena telah membuatku menungguku selama bertahun-tahun.

Ayahku tidak menakutkan sama sekali. Malah, dia manis sekali.

Bu Baek.

Kau ada masalah?

Kau sendiri? Kau ada masalah?

Kau itu artis sekarang.

Memikirkan masalah itu tak ada gunanya.

Idol perempuan? Apa aktris?

Cewek mana yang menolakmu?

Ada pria yang tidak menyukaiku.

Apa?

Ada film yang sangat kuinginkan...,

...tapi penulisnya tidak menyukaiku.

Penulis bodoh dengan pandangannya yang buruk?

Apa sebenarnya masalahnya?

Aku mana tahu kalau kau tak memberi tahuku.

Kau mencoba menyalahkanku sekarang?

Tak masuk akal sekali.

Cukup./ Baik. Terima kasih.

Halo. Aku kemari dengan penuh semangat!

Aku peserta nomor urut 44, Kim Cheol. Aku mulai sekarang.

Lihatlah.

Lihatlah potret kakak beradik di dinding!

Ya, cukup.

Kalian berempat boleh pergi.

Peserta berikutnya.

Peserta selanjutnya, masuklah.

Kami akan mulai dengan nomor 45, Oh Min Joon.

Halo, aku peserta urutan nomor 45, Oh Min Joon.

Apa-apaan ini?

Ini kenapa, CEO Lee?

Kalian memang jago mengagetkanku.

Manajer Kim ada di luar?

Tidak, aku tidak memberi tahu siapa pun di agensiku.

Mungkin aku bakal kena masalah karena ini.

Kalau begitu aku mulai sekarang.

Aigoo.

Oh Min Joon-ssi, kau hebat hari ini.

Kau bilang aku terlalu berlebihan.

Jadi aku terus merenungkannya.

Aku tahu kau bias terhadapku.

Aku juga risih karena aku dulunya idol.

Malah sebenarnya, karena itulah selama ini...

...aku belum melakukan apapun untuk menantang diriku sendiri.

Aku bersikap seolah aku tak punya masalah...,

...tapi aku harus mengatasi kerisauan ini.

Memang sulit, dan ini membuatku takut.

Tapi aku harus berusaha untuk mengatasinya.

Dengan begitu, aku tidak akan menyesal.

Kalau gagal pun, aku tak apa.

Aku memang menduga aku pasti gagal dapat perannya.

Bukankah itu MJ?

Mana mungkin. Dia mana pernah keluar berpakaian seperti itu.

Halo.

Enak.

Makanlah yang banyak.

Baik.

Restoranmu cuma satu meja?

Terus bagaimana kau menghidupi dan kasih makan adikku nanti?

Dia itu koki. Dia pasti bisa menghidupinya.

Tapi, kenapa kau berhenti bekerja sebagai polisi?

Padahal katanya kinerjamu bagus.

Itu bukan pekerjaan yang cocok buatku...,

...dan aku sangat suka memasak.

Berarti kau juga mungkin bisa berhenti masak kalau kau tiba-tiba merasa...

...masak itu bukan pekerjaan yang cocok buatmu.

Ambilkan alkohol.

Ya.

Biar aku saja.

Minumlah.

Baik.

Kau suka roti madu?

Ya. Aiyoo, terima kasih.

Kau pasti lelah.

Tidak, kok.

Kami berangkat sekarang.

Hati-hati di jalan./ Ya.

Bagaimana pendapatmu?

Dia sangat jantan, dan dia jago minum.

Dia pun sangat tampan.

Memang itu bisa menjamin hidup pernikahan harmonis?

Apa maksudmu?

Suami yang tampan itu bisa buat kehidupan pernikahan jauh lebih menarik.

Kukira dia itu orang sombong dari Seoul.

Tapi ternyata aku keliru./ Ya, 'kan?

Dia kelihatannya sangat lemah, tapi ternyata dia punya nyali juga.

Aku terserah, asalkan Se Eun menyukainya.

Aku senang sama dia.

Pasti sangat lelah, ya.

Tidak, tak apa.

Tapi selain ibumu, tak ada yang suka sama aku.

Terutama ayahmu.

Itu wajah bahagia ayahku.

Benarkah?

Baguslah kalau begitu.

Kau menemukannya lagi untukku.

Sekarang, aku takkan menghilangkannya lagi.

Mereka itu tak pernah datang kalau aku ajak mereka nongkrong.

Tapi mereka langsung telepon pas kubilang kau juga datang.

Pantas ada pepatah, kau takkan pernah bisa mempercayai manusia.

Tapi kita mau kemana? Kita sudah melewati banyak restoran.

Ikut saja aku. Kita hampir sampai.

Disana./ Hei!

Kapten Ohn!

Kau belum berubah sama sekali./ Kau juga.

Aigoo./ Ohn Joon Young-ssi.

Aku merindukanmu./ Kabarmu baik?

Tentu./ Aigoo.

Ayo./ Disini tempatnya.

Snakehead.

Lama tak jumpa, Kapten Ohn.

Snakehead masih menggunakan pisau.

Tapi dia tidak pernah menggunakannya ke manusia lagi.

Halo.

Halo.

Kalian pasti lapar. Tunggu sebentar, ya.

Aku harus kasih daging yang bagus biar kalian enak makannya.

Tapi, sudah lima tahun sejak tim kita berkumpul bersama...

...makan malam daging sapi.

Benar juga./ Sudah lama sekali.

Istriku. Ini suamimu.

Aku sudah sampai. Nanti aku pulang setelah makan banyak daging sapinya.

Ya, baiklah. Aku cinta kau.

Kau sesenang itu? Kau senang sampai rasanya mau mati?

Kenapa aku harus mati kalau aku sesenang ini?

Kau juga kenapa?

Bisa kautuangi aku?

Kondisimu baik sekali.

Tentu saja.

Snakehead rajin ke gereja tiap hari Minggu.

Dia bukan lagi Snakehead yang dulu kita kenal.

Dia seolah mirip diaken gereja.

Aku menyingkirkan semua kenangan dan koneksiku.

Aku tak peduli walau mereka menganggapku tidak setia.

Karena bagiku, dialah duniaku dan surgaku.

Baguslah. Tentu saja harus begitu.

Kapten Ohn sendiri? Kau sudah menikahi Young Jae?

Kenapa?

Aku sebentar lagi akan menikah.

Kau sebentar lagi akan menikah?

Sama siapa?

Kopral Min Se Eun.

Kopral Min?

Maksudnya Petugas Min?

Petugas yang kau tangkap sebagai sandera.

Berita apa ini?

Ini berita bagus.

Tak kusangka kau malah sama dia.

Kalau begitu, kapan-kapan kau harus mengajaknya kesini.

Akan kulayani kalian dengan iga kualitas terbaik...

...sebagai permintaan maafku karena pernah menangkapnya sebagai sandera.

Baiklah.

Kalau kau tidak membuatnya bahagia, aku akan memenjarakanmu...

...karena aku merelakan dia padamu.

Apa lagi maksudmu itu?

Aiyoo, aku jadi iri. Cuma aku saja yang menyendiri sekarang.

Hei, hei.

Kau itu tidak punya istri yang bisa masak sup penghilang pengar untukmu.

Kenapa kau terus menuangkan alkoholnya?

Baiklah. Isi gelas kalian.

Isi gelasnya. Baiklah.

Angkat gelasnya.

Bersulang untuk pernikahan Kapten Ohn.

Bersulang.

Nikmatnya.

Enaknya.

Halo?

Ya, halo.

Unni.

Halo./ Halo.

Duduklah.

Kenapa kau ingin bertemu denganku?

Aku mau minta maaf soal tempo hari.

Tak apa.

Aku juga ingin bicara denganmu.

Haruskah kita pesan minum dulu?

Ya.

Selamat datang.

Di bandara?

Se Eun, rupanya kau lebih percaya diri dari kelihatannya.

Aku pun tak sadar aku bisa melakukan itu.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left