Cici

Cici

Download Indonesian Subtitle

Release info

ㅡCici 2022 NF-RT-02:31:30
A Commentary by DD_Movie
NF RETAIL | t.me/ddmoviechannel

Tags

other
Published on: 2022-12-02
Downloads: 22
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

NETFLIX MEMPERSEMBAHKAN

Aku seorang perawat.

Hari lain dimulai bagi kami para perawat.

- Selamat pagi. - Selamat pagi.

- Pagi. - Pagi.

- Apa kabar? - Lebih baik, terima kasih.

- Bagaimana malam Anda? - Hebat.

- Ada keluhan atau kebutuhan? - Tak ada keluhan.

Perawat adalah asisten terbesar dokter,

dan tanpa keraguan, sebuah dukungan terbesar pasien.

Aku suka pekerjaanku.

Jadi perawat itu soal kasih sayang.

Mengasihi, mendukung, dan membantu mengembalikan kesehatan mereka.

Tanpa pengecualian atau diskriminasi,

kami melayani orang sakit yang butuh perawatan dan perhatian.

Kami rawat, menghibur mereka…

Semoga rumahmu penuh kebahagiaan, penuh sukacita, makanan lezat.

Mari kita lanjutkan dialog ini melalui musik.

Semoga Tuhan menyatukan mereka yang hancur,

dan menyingkirkan semua kejahatan.

Semoga Tuhan melindungi negara kita yang indah, damai, dan harmoni

serta persatuan kita melawan kekuatan luar.

Biarkan daging dimasak, dan para pahlawan kita merayakannya.

Mari mulai!

PETA REPUBLIK TURKI

Hei!

Burung di atas pohon willow

Di sayapnya, cahaya perak

Di sayapnya, cahaya perak

Cintaku pergi dan tak kembali

Ada yang salah, jauh di lubuk hatiku

Ada yang salah, jauh di lubuk hatiku

Kemarilah, Yusuf. Ayo.

Aku jatuh cinta pada parasmu Kembalilah padaku

Ya!

Ambil satu. Ini dari Jerman.

Sepertinya dari Amerika.

Tapi diimpor dari Jerman.

Ya, mungkin.

- Kau punya kamera yang dari Jerman itu? - Ya, benar.

Lalu kenapa beli ini?

- Yang ini berbeda. - Bedanya?

Yang ini bersuara. Belum ada saat aku di sana.

Ada radionya juga?

Sepatu lusuh di kakinya

Saat cintaku makin dekat, di tiap ketukan

Aku mati

Aku mati

Aku mati

Masa mudaku sia-sia

Aku terjebak dengannya.

Kupikir dirinya akan berguna di sini.

Apa kakakmu sakit?

Ya, jantungnya.

Kena serangan jantung. Meninggal sebelum tiba di kota.

- Semoga dia beristirahat dengan tenang. - Amin. Semoga.

Aku di Ankara tadinya.

Aku kembali ke rumah,

melihat ekspresi istriku, dan aku tahu hal buruk telah terjadi.

Kutanya siapa, dan dia jawab.

Aku berlutut di dekat pintu.

Aku bersumpah, anak malang ini harus kuutamakan.

Ibunya tiada saat lahir.

Tanpa saudara. Kini, ayahnya juga tiada.

Aku tahu kami terjebak dengannya.

- Dia sama sepertiku. - Maksudmu?

Aku mau satu.

Aku tak pernah bertemu ayahku.

Aku masih bayi. Dia sudah tua.

Serangan jantung, seperti kakakmu.

Ibuku juga tiada.

Lebih muda dari Havva saat meninggal.

Sulit tapi berhasil kulewati.

Ada alasan kenapa aku berimigrasi.

Cemil!

Kemarilah, Nak.

Ayo, lebih cepat.

Cium tangan Paman Bekir dulu.

Bekir, dia anakmu sekarang.

Jika kau lihat dia nakal, pukul saja.

Kau jangan bersantai saja. Kau akan bekerja di sini tiap pagi.

Setelah selesai, kau bisa kembali ke desa.

Tak ada bus di sini. Tapi kau bisa berjalan kaki, bukan?

Kau masih muda.

- Paham? - Paham.

- Ada pertanyaan? - Tidak.

Baiklah. Kuambil rokokku.

Berita olahraga.

Pada Liga Sepak Bola Pertama Turki, Sarıyer dan Ankaragücü seri 2-2.

Pada Liga Kedua Turki Kategori A, Gençlerbirliği telah mengamankan gelar.

Sarıyer menghadapi Ankaragücü di Istanbul di Stadion Yusuf Ziya Öniş.

Sudah 65 menit.

Feridun dengan umpan silang. Silva menendang dengan indah.

Sarıyer 1, Ankaragücü 0.

84 menit lagi. Osman mengirim umpan silang…

Tendangan bagus dari Erdal.

Tendangan lagi. Dan Sarıyer 2…

Pukul 00.21.

MATIKAN TELEVISI ANDA

Sedang apa kau?

Bukankah Ayah sudah melarang?

Bukankah Ayah sudah melarangmu melakukan itu?

Ayah sudah melarangmu buka lemari.

Ayah sudah melarangmu menyentuh kamera ini.

Kau mau menyuruhku ke kota lagi?

Ya? Havva?

Bukan aku yang mau.

- Lalu siapa? - Kau yang mau pergi.

Jangan ganggu aku.

Pikirmu aku pergi atas kemauanku?

Kau tak pernah merasa cukup.

Tak pernah puas.

Makanya kau pergi.

Jadi, aku yang serakah, ya?

Kau mau ditinggal sendiri?

Maksudmu, sudah tiga anak dan aku belum puas?

Aku akan menghajarmu, tapi…

Kau beruntung aku pria yang baik.

Aku tak pernah memukulmu.

Tak pernah menamparmu.

Bersyukurlah.

Kau beruntung aku pria yang baik.

Bismillah.

Cemil, Nak.

Cepat giring kawanan itu kembali.

Dimengerti, Paman Bekir.

Dimengerti? Memangnya kita di militer?

Ayo, bantu yang lain.

Mulai saat ini, anggap dia saudara kalian.

Kalian berempat sekarang.

Dan anggap aku ayahmu.

Bukan komandanmu. Jangan begitu.

Anggap aku ayahmu, dan mereka saudara-saudaramu.

Kadir itu adikmu.

Dan Yusuf itu adikmu.

Dan Saliha?

Adikku.

Lama sudah aku merana

Aku bukan yang pertama dan yang terakhir

Hidup menghancurkanku

Aku si wanita merana

Lama sudah aku merana

Aku bukan yang pertama dan terakhir

Hidup menghancurkanku

Aku si wanita merana

Tak ada yang bisa menyembuhkan

Tak mampu bahagia

Hatiku tak mampu menahan

Aku si wanita merana

Aku si wanita merana

Kenapa dengar lagu ini?

Ayah sedang ke kota. Apa salahnya?

Memang tak ada lagu lain?

Kami hanya menari.

Kenapa kau menarikan lagu itu? Nyanyikan lagu bahagia.

Memang apa yang membuatmu merana? Astaga!

- Kau menarikan lagu ini? - Ini lagu bahagia juga, Bu.

Persetan!

Apa kami akan kuliah?

Dia menanyakan sesuatu.

Untuk belajar apa?

Kau tak tahu?

Bagaimana kau akan mempelajarinya?

Yusuf, kau mau kuliah juga?

- Kau mau belajar apa? - Sopir mobil.

Sopir mobil?

Wah. Benarkah?

Bagaimana kau mempelajarinya? Ada gelar untuk itu?

Mobilnya di depan, belajarlah.

Baiklah.

Adikmu tahu apa yang dia mau.

Cari tahu apa yang mau kau pelajari.

Bagaimana bisa tahu jika kau tak biarkan dia pergi?

Itu maksudku.

Dia mau ke mana?

Mereka semua akan mengenyam pendidikan tinggi.

Sungguh?

- Ke mana? - Ke Ankara.

- Ankara? - Semua orang kuliah di sana.

- Siapa saja mereka? - Mereka yang berkuliah.

- Putra sulung Mukhtar kuliah di sana. - Benar. Lalu?

Dia dapat pekerjaan? Menghasilkan uang?

- Bukan cuma soal uang. - Lalu apa?

Dia kuliah dan menjadi anarkis.

Tak semuanya jadi anarkis.

Lalu jadi apa? Katakan.

- Katakan apa? - Havva!

- Aku tak peduli. - Soal apa?

Anak-anak akan berkuliah.

- Semuanya? - Ya.

Semuanya?

- Kau bagaimana, Saliha? - Dia yang pertama kuliah.

- Sungguh? - Dia yang tertua.

Dia lebih dulu. Dia akan masuk sekolah perawat.

Kau sudah memutuskan, ya?

Kita tak punya RS.

- Di mana dia akan bekerja? - Di Ankara.

Saliha akan bekerja di Ankara?

Kau ingin mengirim yang lain juga. Siapa yang akan mengurus tanah?

- Kita. - Siapa yang akan mengurus kita?

More Indonesian subtitles for Cici

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left