The first 198 lines.
Atas perintah langsung dari Yang Mulia Raja Roh,
mulai hari ini, yang menjadi pemilik Tenjin-ya,
adalah Raijuu ini!
Apa maksudnya?
Apa kewenangan Anda berbicara seperti itu?
Sudah kubilang,
perkataanku adalah titah dari Yang Mulia Raja Roh.
Peresmiannya akan segera diumumkan.
Dewa Iblis itu menyimpan rahasia besar yang bisa mengguncang dunia roh.
Rahasia besar?
Posisi sebagai Hachi-you tidak bisa dipercayakan lagi kepadanya.
Kalian penasaran, ya?
Kalian panik, ya?
Matilah!
Dasar bajingan!
Cih!
Keluar juga kau, setan putih!
Berani sekali kau bertingkah seolah Tenjin-ya ini milikmu.
Kau sekarang akan menjadi pelayanku.
Karena aku sudah menjadi pemilik di sini.
Dasar bodoh!
Sekali pun itu titah dari Raja Roh,
itu tetap mustahil!
Itu, stempel emas.
Stempel emas?
Benar.
Itu adalah stempel bukti Tenjin-ya termasuk bagian dari Hachi-you.
Stempel itu mutlak diperlukan setiap kali keputusan besar dibuat.
Dalam pengangkatan maupun pemberhentian seorang Hachi-you
selain perintah dari Raja Roh,
dibutuhkan juga seluruh stempel emas dari Hachi-you lain.
Tanpa itu, tak peduli apa pengakuanmu,
Tenjin-ya tetap menjadi milik dari Oodanna-sama!
Tinggal menunggu waktu saja.
Pada awal tahun nanti,
para Hachi-you akan mengadakan pertemuan.
Di saat itulah, aku akan diresmikan menjadi pemilik tempat ini!
Terserahmu saja!
Tapi ada satu hal yang pasti.
Oodanna itu
tidak akan kembali lagi kemari.
Aoi-san!
Anda tidak apa-apa?
Ginji-san, aku...
Ini bukan waktunya merenung!
Keadaan menjadi genting.
Kalau begini terus, Tenjin-ya akan diambil alih oleh Raijuu!
Aku akan pergi ke ibu kota,
untuk mencari tahu apa yang terjadi kepada Oodanna-sama.
Eh? Byakuya-san yang mau mencari tahu?
Dulu beliau pernah jadi pejabat tinggi di istana ibu kota,
barang tentu beliau punya koneksi di sana.
Pertama-tama, aku akan mengumpulkan informasi
tentang Oodanna-sama, kemudian tentang pengawalnya, Saizou.
Aku juga akan mencari tahu bagaimana pergerakan di istana.
Aku akan meminjam bantuan dari pengawal Sasuke-kun.
Dimengerti.
Selama aku pergi, yang akan mengatur segala urusan
adalah Ginji, sebagai tuan muda di sini.
Dimengerti.
Serahkan kepada saya.
Untuk yang lain, kalian harus tetap menjalankan tugas kalian.
Seperti yang kalian tahu,
rencana penerbangan malam kapal Seikamaru akan segera dimulai.
Seikamaru?
Kapal pesiar Tenjin-ya.
Kapalnya akan berlayar dari sini,
dan sembari menikmati hidangan dan pemandangan, akan menuju ibu kota.
Pelayaran malam di langit begitu, ya?
Memanfaatkan itu,
kita bisa berpergian antara ibu kota dan daerah Kimon dengan mudah.
Aoi-kun.
Ya?
Ikut naiklah ke Seikamaru.
Aku ingin kau yang memasak.
BUNGA REMBULAN
Hei, Ginji-san.
Apa tidak masalah kalau aku hanya memasak?
Apa tidak ada hal lain yang bisa kulakukan untuk membantu Oodanna-sama?
Tumben sekali Aoi-san merasa lemah begini.
Anda selalu terlihat tangguh, tabah, dan berani menghadapi segalanya.
Bagaimana pun kesulitannya, Anda selalu percaya diri.
Benar juga.
Seharusnya begitu.
Tapi, kenapa?
Itu tandanya Anda sangat memikirkan dan mengkhawatirkan Oodanna-sama.
I-Itu tidak...
Intinya, yang harus Anda pikirkan sekarang adalah memasak.
Masakan Anda membuka hati para roh.
Saya yakin Byakuya-sama berpikir begitu.
Mungkin itu jadi awal untuk menolong Oodanna-sama dan Tenjin-ya.
Oleh karena itu, mohon serahkan urusan Oodanna-sama kepada yang lain.
Anda cukup membuat menu yang sekiranya bisa dinikmati oleh para tamu Seikamaru.
Yang perlu Anda lakukan,
pasti akan diberitahu oleh masakan Anda sendiri.
Terima kasih, Ginji-san.
Aku akan mulai merancang menu untuk Seikamaru.
Ya, itu baru semangatnya!
BURGER KEJU BURUNG MALAM LEZAT!
A-Apa ini?
Truk Makanan.
Mobil wagon yang bisa dipakai untuk memasak di dalamnya.
Terkenal sekali di dunia manusia.
Kau menemukannya di mana?
Ini milik Dr. Saraku untuk penelitiannya di dunia manusia.
Terus, Ginji-san menamainya jadi Burung Malam.
Menu malam ini adalah hamburger.
MENU HAMBURGER
Hamburger itu roti yang ada isian di tengahnya.
Ini akan menarik perhatian roh ibu kota yang suka hal-hal baru.
Kerjanya yang baik, ya.
Oke.
Oryou juga, ya.
BURUNG MALAM
ADA HAMBURGER
Selamat datang, selamat datang!
Di sini adalah cabang sementara dari Bunga Rembulan, kedai makan di Tenjin-ya!
BURUNG MALAM
Ada hamburger lezat dari dunia manusia!
Sangat-sangat enak, lo!
Selesai juga akhirnya.
Terima kasih atas kerja kerasnya.
Kalian juga bekerja dengan baik, Ai-chan, Chibi.
Terima kasih, ya.
Permisi.
Apakah kalian sudah tidak menerima pesanan lagi?
Masih bisa.
Silakan menunya.
Kudengar ada hidangan baru yang menarik, jadi aku langsung datang…
Tapi ini benar-benar makanan yang aneh.
Ini namanya hamburger.
Dua roti yang tengahnya diberi isian seperti daging dan sayuran.
Kami menyediakan tiga macam.
Manakah yang paling mewah?
Kalau itu, Burger Keju Burung Malam.
Kami menggunakan daging pipih Kiseki-gyu,
yang diapit dengan alpukat dari wilayah selatan dan keju dari wilayah utara.
Baiklah, yang itu saja.
Maaf menunggu!
Sebagai hidangan tambahan, ini soda hangat dengan apel dan jahe.
Soda hangat?
Minuman khas dari daerah Kimon.
Ini berkhasiat untuk menyegarkan badan yang letih.
Terima kasih.
Rasanya sangat menenangkan hati.
Lalu, bagaimana cara memakan yang ini?
Silakan pegang dengan kedua tangan, dan langsung dimakan.
Lezat!
Kalau ini, pasti dia mau memakannya.
Dia?
Lezat sekali.
Saya biasanya
hidup dalam lingkungan yang penuh dengan kekangan.
Di saat-saat seperti inilah,
waktu berharga bagi saya untuk sementara melupakan hal tersebut.
Terima kasih atas makanannya, wahai Burung Malam.
Apa dia sedang menyamar, ya?
Mungkin dia dari kalangan bangsawan?
Pemandangannya bagus banget.
Oodanna-sama ada di sekitar sana, ya?
Dia sudah makan belum, ya?
Aoi-dono.
Ah, Sasuke-kun.
Anda diminta turun ke ibu kota.
Ini perintah dari Kepala Akuntan.
Byakuya-san?
Kita akan menyamar di antara tamu yang pulang menuju pusat ibu kota.
Tunggu, bagaimana dengan Ai-chan dan Chibi?
Mereka akan baik-baik saja.
Mereka akan mendapat penjelasan dari rekan saya.
Tapi!
Ai-dono akan menyamar menjadi Aoi-dono
yang harus kembali ke Tenjin-nya.
Dia jadi tubuh gandaku?
Akan berbahaya bila musuh tahu jika Aoi-san tidak ada di tempat.
Musuh?
Hei, Sasuke-kun.
Kita akan pergi ke mana?
Ke kediaman Nuinoin.
Kediaman Nuinoin?
Suaminya Ritsuko-sama?
Saat ini, yang menjadi sekutu kita dan punya relasi dengan orang istana ibu kota
hanyalah Nuinoin-dono beserta istrinya, Ritsuko-dono.
Saya diinformasikan Ritsuko-dono-lah yang mengundang Aoi-san.
Mengundangku?
Baiklah, saya pergi dulu.
Selamat malam, Aoi-san.
Ritsuko-san!
Lama tidak berjumpa, Ritsuko-san.
Sejak musim panas kemarin, ya, Aoi-san.
Maaf tiba-tiba mengundangmu.
Saya ingin meminta bantuanmu.
Ah, itu... tidak apa-apa...
A-Anu...
Sebelumnya, ada yang ingin kutanyakan dulu.
Oodanna-sama belum kembali dari ibu kota.
Apakah Ritsuko-sama tahu sesuatu?
Beliau saat ini
No comments yet. Be the first to leave one.