The first 200 lines.
Memangnya aku kelinci?
Astaga, yang benar saja.
Mau?
Benar juga, kau tak bisa minum ini dan harus menjaga makanan untuk sementara.
Aku tak mengatakan apa pun.
Maaf.
Di mana Pak Moon?
Pak Moon? Dia pergi menemui dokter pribadimu.
Begini...
Sebaiknya kau jujur. Dokter pribadiku?
Kukira kita akan melupakannya.
Bagaimana kita bisa melupakannya?
Kau sakit, tapi tak bisa ke rumah sakit.
Jangan keras kepala. Kau harus mendengarkan Pak Moon kali ini.
Lihat.
Dokter Kang Sun-ju. Kudengar dia dokter yang sangat terkenal.
Yang terbaik dalam mengobati tidur berjalan.
Kenapa dia tampak sangat familier?
Aku merasa pernah melihat wanita ini di suatu tempat.
Benarkah?
Hei! Ada apa, Tae-in? Kau baik-baik saja?
Di mana Pak Moon sekarang?
- Dokter pribadi? - Benar.
Kurasa ada kesalahpahaman.
Astaga. Dokter Kang. Kumohon.
Jika kau bisa mengobati masalah tidur berjalannya,
kami akan membayarmu sebanyak yang kau mau.
Seratus atau dua ratus juta won? Tidak. Akan kuberi cek kosong dengan senang hati.
- Cek kosong? - Ya.
Kumohon kepadamu.
Tidak, tunggu. Sepertinya ada kesalahpahaman di sini.
Aku bukan Kang Sun-ju. Aku...
Apa hakmu memutuskan?
Aku tak mau diobati oleh orang sepertimu.
Jadi, lupakan semua yang kau dengar hari ini.
- Yoon Tae-in. - Kubilang aku tak butuh bantuan.
Sudah kubilang aku akan menanganinya sendiri.
Hei!
Dokter Kang, biar kujelaskan.
Jadi, ada kesalahpahaman.
- Apa? - Kalau begitu, aku permisi.
Tunggu, Dokter Kang.
- Jaga dirimu. - Dokter Kang. Tunggu!
Pria Chollima itu sebenarnya sakit?
Dia tidur berjalan?
Bagaimana kau mengenal Dokter Kang?
Foto-foto tempo hari. Semua salah wanita itu!
Astaga. Kalau begitu, ini takdir.
Takdir apanya! Ini pertemuan yang membawa sial.
Lupakan saja. Aku tak mau kau membicarakan dokter pribadi lagi.
Kondisiku tak serius. Aku bisa mengatasinya sendiri.
Kau bisa mengatasinya sendiri? Yang benar saja.
Saat bangun, kau bilang tak ingat apa pun.
Kau tertidur di panggung dan bangun di jalanan.
Benar, bukan? Selanjutnya apa?
Kau akan menunggu hal yang lebih gila untuk diobati?
Berhenti membuat alasan.
Kau harus mengobatinya sebelum menjadi lebih serius.
Pak Moon, aku tak punya waktu untuk mengkhawatirkan masalah sepele.
Aku tak mau memikirkannya.
Tae-in, kumohon!
Maukah kau mendengarkanku sekali ini saja? Berandal keras kepala.
Dokter Kang, rapatnya sudah selesai?
Kurasa ada kesalahpahaman.
Aku adik Kang Sun-ju.
Astaga, maafkan aku. Kukira Anda dia karena kalian berdua tampak identik.
Bisa beri tahu aku nomor kamarnya?
Aku tak bisa menghubunginya.
Biar kuperiksa apa dia ada di kamarnya.
Permisi, Bu.
Dokter Kang lapor keluar tadi pagi, katanya dia harus segera pergi.
Maksudmu, ke luar negeri?
Bisakah kau tak terlalu mudah ditebak?
Astaga. Kau menyebalkan.
Becerminlah. Jangan mudah ditebak, dasar pemalas.
Siapa yang mengira kau selebritas?
Kau seperti pengangguran.
Kau bersantai di tokoku sepanjang hari.
Aku melihat wajahmu penuh semangat saat melihatku tadi.
Dan aku sama seperti pekerja lepas, jadi, sekarang sedang menganggur.
Seolah-olah itu patut dibanggakan. Astaga.
Kau mau nasi?
- Lihat! - Astaga.
Kau tinggal di rumah besar.
Kenapa kau di sini seharian?
Sudah kubilang.
Ini tempat tersunyi yang kutahu.
Aku suka aroma tempat ini.
Ini mengingatkanku kepada ayahku.
Apa? Itu gawat.
Bau ini berasal dari jamur dan debu yang ada di sini.
Astaga.
Aku tak bilang aroma ayahku seperti ini.
Ini mengingatkanku kepadanya.
Aku seperti bisa merasakan lapisan waktu di dalamnya.
Makanya tempat ini membuatku merasa aman.
Aku merasa aman saat berada di sini,
seolah ayahku ada di sini bersamaku.
Itu kiasan.
Kau tak punya kepekaan emosional untuk memahaminya.
Astaga, kau aneh sekali.
Sumpah. Aku tak akan pernah bertemu orang seunik dirimu.
Simpan piringnya di luar jika sudah selesai.
[ Sosimdang, Kami Menjual dan Membeli Buku Bekas ]
Permisi. Boleh aku melihat-lihat sebentar?
Ya, silakan.
[ Sosimdang, Kami Menjual dan Membeli Buku Bekas ]
- Ayah! - Ya?
- Bermainlah denganku. - Astaga, Yoon-ju.
Aku bosan.
Ayah harus menyelesaikan ini.
- Aku bosan. - Bosan? Baiklah. Mau bermain apa?
- Bacakan buku untukku. - Buku? Baiklah.
Baiklah. "Merak Sombong". Mau baca yang ini?
- Ya. - Bagus.
Baiklah, ayo kita baca.
"Aku benci saat orang lain berbisik."
"Aku paling benci..."
Di sini sangat menyenangkan.
Ya.
Aku merasa ayahku ada di sini bersamaku.
Sepertinya ayahmu suka membaca.
Tidak juga.
Aku hanya...
Entah kenapa aku merasa aman di sini.
Tidak mungkin. Aku sangat menentangnya!
Kenapa? Kenapa kau menentangnya?
Kau tahu kenapa kita tak bisa punya pramuwisma.
Pramuwisma lama kita berkolusi dengan penguntit, mencuri barangku,
dan membiarkan mereka masuk ke kamar kita.
Memikirkan masa itu masih membuatku merinding.
- Ayolah. Itu... - Aku juga menentangnya.
- Kenapa? - Karena akan tak nyaman.
Kau bilang dia wanita. Kami tak akan merasa nyaman.
Wanita? Bukan, dia seorang dokter!
- Aku juga menentangnya. - Apa?
Aku ingin bisa bersantai saat di sini.
Teman-teman, dengarkan aku sebelum kalian langsung menolak.
Demi Tae-in...
Ada apa denganku?
Biar kuulangi. Aku yang paling normal di sini.
Reaksimu berlebihan, Pak Moon.
Astaga.
Ya, aku yakin itu hanya sementara karena stres.
Berhentilah bersikap terlalu protektif.
Dia bukan anak kecil. Usianya sudah 25 tahun.
Bagaimana denganmu, Woo-yeon? Kau juga menentangnya?
Aku akan merasa kurang nyaman.
Tapi kurasa kita membutuhkannya demi Tae-in.
Baiklah, jadi?
Jadi, menurutku...
Setengah-setengah?
"Setengah-setengah"? Apa kita akan memesan ayam goreng?
Baik, setengah-setengah.
Berarti 4,5 dari kita menentangnya.
Jadi, kita tak akan mempekerjakan dokter pribadi. Selesai!
Baiklah, ayo!
Sebaiknya kalian memikirkan ini baik-baik.
Ini tak boleh dianggap remeh.
- Ya? - Ya, kami mengerti.
Tapi tetap tak ada dokter pribadi.
Dasar...
Jangan khawatir, Pak Moon. Tak akan terjadi apa-apa.
Aku mencintaimu.
Apa?
Kubilang, aku mencintaimu.
Hei, Tae-in. Aku sedang mandi.
Hei, hentikan. Sakit.
Sakit! Berhenti.
Sakit sekali. Berhenti! Tae-in!
Astaga...
Tidak, jangan bunuh aku. Kumohon...
Apa? Hei, Tae-in!
Apa yang kau lakukan? Lepaskan aku! Kau sudah gila?
Ada apa denganmu? Hei! Hentikan!
Hei! Apa yang kau lakukan?
Sakit!
Kubilang hentikan.
Baik, aku akan berlatih lebih keras.
Aku akan berlatih lebih keras mulai sekarang. Aduh, sakit!
Hentikan, sakit! Jangan bunuh aku!
Hentikan! Tolong!
- Tolong! - Hei!
Tae-in!
- Apa yang terjadi di sini? - Hei, pegangi dia!
- Hentikan! - Dasar...
Sial. Kau sebut itu tidur berjalan?
Aku yakin dia sengaja melakukan ini!
Astaga, sakit.
Tae-in! Sepertinya lenganku patah.
Astaga.
Apa yang kau lakukan di sini?
Jadi, Tae-in tidur berjalan,
dan apa penyakitmu? Narkolepsi?
Bagaimana kau bisa tertidur begitu kepalamu menyentuh bantal?
Kau bahkan tak bisa siaga?
Aku siaga...
- Maaf, Pak. - Sudahlah.
Aku sungguh tak bisa tinggal dengan Tae-in lagi.
Percayalah. Si berengsek itu mengincarku.
No comments yet. Be the first to leave one.