The first 200 lines.
Aku mengerti.
Ingatanmu belum pulih
setelah ibu dan ayahmu dibunuh.
Aku…
akan menceritakan semuanya nanti.
Apa yang terjadi?
Kenapa tempat ini terasa hampa?
Hanya satu orang yang pergi.
Kini aku ingat. Kau gadis itu.
AIYADA
Kenapa ada ingatan ini
di benakku?
KEMENTERIAN KEHAKIMAN BIRO INVESTIGASI KHUSUS
Terima kasih, Komandan,
sudah mengizinkan Letnan Aiyada kembali ke unit investigasi.
Ini berkat dia.
Dia terus memaksa sampai aku hampir tak bisa tidur.
Bereskan masalah dengan ibumu.
Kenapa kau tersenyum?
Mulai sekarang,
Unit Investigasi Khusus akan bekerja dengan cepat.
Kami akan menjaga efisiensi dan menegakkan keadilan
sesuai dengan prinsipmu.
Tenanglah.
Aku tak akan membiarkannya jika terulang lagi.
Sekarang, keluar.
Ada satu permintaan lagi.
Apa lagi?
Aku sudah memikirkannya.
Agar kami bisa
bekerja lebih cepat dan efisien,
- butuh anggaran untuk menyewa konsultan. - Tidak ada.
- Namun, penting… - Jangan membantah.
Jika ingin menyewa konsultan,
kau dan timmu bisa patungan.
Kau boleh pergi.
Begini…
Keluar dari sini.
Baik, Pak.
INGATAN SEORANG PEMBUNUH
PENYAKIT KEJIWAAN DAN WARISAN GENETIK KARYA PROFESOR DOKTOR TANWA SAKSIRI
Apa orang terlahir dengan penyakit kejiwaan?
Adakah faktor yang menjadikan mereka seperti itu?
Hal itu masih menjadi perdebatan.
Belum bisa disimpulkan
apakah penyakit kejiwaan
diturunkan secara genetik.
Kita hanya tahu
bahwa penyakit kejiwaan
berkaitan dengan kelainan sistem limbik
yang mengendalikan reaksi emosional kita.
Itu menyebabkan orang yang sakit jiwa cenderung agresif
dan standar moralnya lebih rendah dari orang biasa.
Kelainan itu bisa menuntun mereka
menjadi pembunuh.
Ada pertanyaan?
Lihat, dia datang.
Kuliah yang sangat bagus.
Kuliah hari ini hanya dibuka untuk mahasiswa terdaftar.
Tidak dibuka untuk umum.
Begitu rupanya.
Ada yang ingin kubahas denganmu.
Kau harus mengantre.
Ada yang ingin menemuiku.
Hei.
Tunggu.
Kau menungguku, 'kan?
Begini, Profesor.
Mari bicara.
Inspektur.
Kita lebih dahulu. Kenapa dia pergi dengannya?
Ini curang.
Astaga, tenanglah.
Mereka dosen dan mahasiswanya. Mungkin ada yang ingin mereka bahas.
Kita hanya pengunjung. Kita tunggu saja.
Aku sudah selesai membaca buku yang kau tulis.
Ada yang menarik perhatianmu?
Aku ingin tahu…
jika seorang pembunuh memiliki anak,
akankah anaknya tumbuh…
menjadi pembunuh juga?
Kau mencemaskan itu?
Entahlah.
Kau ingin membunuh sekarang?
Pernah ada dorongan?
Hanya saja kau menyebutkan di bukumu…
bahwa kecenderungan genetik
serta faktor lingkungan
bisa meningkatkan kemungkinan
seseorang menjadi pembunuh.
Aku takut akan menjadi seperti itu.
Menurut pendapat Bapak,
orang macam apa aku ini?
Kurasa sekarang giliran kita.
Dia sangat angkuh.
Jaksa Chuchart sudah tertemu?
Belum ada yang menemukannya.
Namun, menurut unggahan terakhirnya di Facebook
sebelum dia menghilang, dia ingin hidup dengan tenang.
Dia kabur untuk menyelamatkan diri.
Mungkinkah semua ini berkaitan dengan Pathomkarn?
Apa kini giliranku bicara?
Silakan.
Aku akan jujur padamu, Profesor.
Aku ingin kau menjadi
konsultan penyelidikan.
Maksudku, aku ingin kau
bergabung secara resmi.
Apa untungnya bagiku?
Kami juga akan menawarkan persahabatan kami,
serta uang untuk layananmu.
Bayaranku sangat mahal.
Standar gaji di sini berbeda dengan di Amerika.
Sesuaikan bayaranmu.
Anggap saja melakukan pelayanan masyarakat.
Tidak.
Dasar egois.
Aku memohon kepadamu mewakili Kepolisian Thailand.
Kalian boleh mendatangiku jika ada kasus
yang tak terpecahkan.
Aku mungkin akan membantu kalian secara gratis.
Bagaimana denganmu? Ada yang ingin kau katakan?
- Pertanyaan kami sama. - Tidak.
Aku harus membahas hal lain dengannya.
Sampai nanti, Inspektur.
KINI AKU INGAT. KAU GADIS ITU.
Apa ini?
Kini kau ingat
bahwa aku gadis itu?
Aku mengingatmu.
Kau menyebalkan,
jadi, aku menghindar.
Kau juga menyebalkan sejak kecil.
Kau tahu itu?
Kau belum berubah.
Kau masih menyebalkan seperti dahulu.
Jadi…
kapan kau mengenaliku?
Apa saat kau di rumahku?
UNIT INVESTIGASI KHUSUS TUJUH KEMENTERIAN KEHAKIMAN
TERSANGKA PEMBUNUHAN
Ya, aku mengenalimu.
Kau membuntutiku.
Kau pikir itu akan membantu menangkap Pathomkarn?
Ya, setidaknya
aku tak perlu mencarinya sendiri.
Kita harus bekerja sama.
Tujuan kita sama, jadi, kita harus saling membantu.
Benar, 'kan?
Kumohon.
Mari bekerja sama.
Kurasa tidak.
Pertimbangkan dahulu.
Baiklah. Silakan lari.
Aku sudah membuntutimu selama ini.
Aku tak akan menyerah sekarang.
Aku ingin tahu
jika seorang pembunuh memiliki anak,
akankah anaknya tumbuh menjadi pembunuh juga?
Kau mencemaskan itu?
Entahlah.
Kau ingin membunuh sekarang?
Pernah ada dorongan?
KISAH SERIGALA
Sharas.
Ada paket untukmu.
- Terima kasih. - Ya.
KISAH SERIGALA
Astaga, aku bisa mencium aroma makanannya dari pintu depan.
Kau memasak ini sendiri?
Kelihatannya enak.
Kau pandai memasak.
Aku membawa anggur putih
untuk teman makan.
Terima kasih.
Terkadang aku memasak sendiri.
- Namun, aku ragu kau akan menyukainya. - Astaga.
Aku yakin rasanya lebih enak daripada masakanku.
Terima kasih sudah mengundangku makan malam hari ini.
Ada yang bisa kubantu?
Tidak perlu. Tidak sopan minta bantuan tamu.
Omong kosong. Ayolah. Aku bisa bantu memotong sayuran.
- Baiklah. - Baiklah.
Aku tak pandai memasak sepertimu,
tapi aku sangat terampil
memakai pisau.
Halo, ini Pusat Layanan Darurat 191.
Butuh bantuan apa?
Seseorang tewas di sini.
Tolong cepat.
Astaga, sudah lama aku tak menikmati makanan selezat ini.
Biasanya aku tak memasakkan orang lain, Dokter.
Beruntungnya aku.
Omong-omong, jangan panggil aku dokter.
Aku merasa seperti sedang bekerja.
Panggil aku Kong.
Rasanya lebih santai.
Baiklah, Kong.
Ada yang merisaukanmu?
Bukan apa-apa.
No comments yet. Be the first to leave one.