The first 200 lines.
NETFLIX MEMPERSEMBAHKAN
PANTI PERAWATAN CHANCES
"SAAT HIDUP MEMBERIMU KESEMPATAN KEDUA, BERIKAN UPAYA TERBAIKMU"
Bu, dia sudah siap.
Baiklah.
Pak.
Apa?
Pak Rustin, ada tamu untukmu.
Hai, Sahabat.
Kau siapa, Nak?
Ini untuk anak baptisku.
Bagus.
Terima kasih.
Apa-apaan?
Santailah sedikit.
Berengsek.
Ayolah, semua sudah siap.
Baiklah. Nanti kususul.
Kau bilang aku ceroboh Kubilang aku bebas
Kau pikir aku tak berharga Kau tak mengenalku
Banyak yang harus dibuktikan
Apa aku harus dipahami?
Karena saat kau tua, saat kau beruban
Bagaimana caramu mengukur hidup?
Biarkan aku menjadi bodoh
Biarkan aku salah
Biarkan aku memilih kata-kata untuk laguku
Tak bisa menemukan dirimu Tanpa tersesat dahulu
Bawa semua jalan buntu dan belokan
Biarkan aku menjadi bodoh
Biarkan aku salah
Wajahku mati rasa.
Bawa semua jalan buntu dan belokan
Diego, selamat ulang tahun.
Sampai lain kali.
Terima kasih.
Selamat ulang tahun ke-40.
Terima kasih.
Empat puluh tahun.
Aku siap untuk mati.
Kau gila.
Berhenti bicara seperti itu.
Aku cuma bilang aku baik.
Aku merasa lengkap.
Punya keluarga lengkap.
Punya band.
Kalian bagaimana?
Kau bagaimana?
Bagaimana jika kita semua mati besok?
Kalian siap?
Kenapa kalian serius sekali?
Aku cuma bertanya.
- Pertanyaanmu sulit. - Aku cuma penasaran.
Orang yang tak siap untuk mati
punya kehidupan yang tak memuaskan.
Lebih baik kita minum saja.
Ayo minum.
Ayo semua minum.
Diego.
Kawan, bangunlah.
Diego tak bergerak. Bangunkan Rustin.
Kawan. Diego, bangunlah.
Rustin. Kawan.
Diego!
Bagaimana caranya?
- Diego. - Tolong telepon April.
Diego.
Kawan, bangunlah!
Kawan, Diego…
Pak, sudah dikonfirmasi. Dia putra Jenderal.
Baik, sampai nanti. Kami harus kembali.
Baik, terima kasih.
Semua sudah diurus.
Rustin.
Berapa kali lagi kau akan mempermalukanku begini?
Kau mau diam saja?
Maaf, Ayah.
Minta maaf tak ada gunanya jika kau terus mengulanginya.
Kau harus berubah, Nak.
Kau mau nasib temanmu juga terjadi kepadamu?
Tolong hormati dia sedikit.
Dia sudah meninggal.
BELUM SIAP.
AKU AKAN MERINDUKANMU!
PELUK IBU UNTUKKU.
Orang yang tak siap untuk mati
memiliki kehidupan yang tak memuaskan.
BRASIL - VISA
UNI EROPA - VISA - PRANCIS
ROTTERDAM
Turis?
Bukan.
Tidak juga.
Jadi, ini pertama kalinya kau di Rotterdam?
Tidak.
Aku pernah kerja dan tinggal di sini bertahun-tahun lalu.
Selamat kembali.
Kau rindu tempat ini?
Ya.
Sudah sampai.
Baiklah. Terima kasih.
Aku berjanji tak akan meninggalkanmu
Itu lagu favoritku!
Janji…
Aku berjanji mulai sekarang
Kita berdua akan bersama
Sheena.
Apa?
Maukah kau menikah denganku?
Kumohon.
- Ya. - Ya!
Ya.
Terima kasih!
Aku akan ke rumah Rachel.
Wah. Ayolah.
Kau akan beri tahu adikmu lagi?
- Kenapa ini urusannya? - Apa rencanamu dengan hidupmu?
Hanya bermain di band dan memakai narkoba? Begitu?
Jangan meremehkan musikku. Paham?
Masalahnya adalah kau tak punya rencana jangka panjang.
Hidupmu tak punya arah. Makanya kau seperti itu.
Apa yang kau harapkan? Apa maumu?
Rustin?
Sial. Akan kuurus itu nanti, ya?
Kau bilang…
- Lain kali. Aku mencintaimu. - Kau bilang begitu tadi malam.
Baiklah.
Biar kubantu.
Baiklah.
Sudah.
Dia tampak manis.
Hei.
Orang Filipina!
Astaga. Terima kasih banyak.
Ya, aku butuh ototmu, rekan sebangsaku.
Terima kasih.
Aku Bok.
Bok?
Panggil saja Bridget jika lebih mudah diingat.
Boleh Bridget.
Kurasa Bok saja.
Benar. Panggil Bok saja. Baiklah.
- Clyde. - Clyde, wah.
Namamu tampan. Cocok dengan tempat ini.
Langitnya mendung lagi, ya?
Begitulah cuaca di sini.
- Cantik? - Kadang mendadak hujan.
Benar. Gila.
Mari masuk ke dalam.
- Cantik? - Ya, Yumi?
Aku lapar, Cantik.
Ini Yumi. Keponakanku.
Dia memanggilmu Cantik?
Dia bingung harus memanggilku apa.
Makanya kusuruh panggil Cantik saja,
karena cocok untukku, pendek, dan sederhana.
Benar.
Cantik, kau bicara dengan orang asing. Itu tak berhati-hati.
Dia bukan orang asing. Dia teman.
Rekan sebangsa kita.
Dia Paman Clyde.
Hai, Yumi.
Sapalah.
Keponakanku ini bersikap malu-malu.
Ayo masuk ke dalam.
Mari masuk.
Ayo, Clyde. Mari makan camilan di dalam.
Ayo.
Tak usah. Aku tak apa-apa.
Jangan malu-malu. Ayo masuk.
Hanya ada aku dan Yumi di rumah. Ayo.
Ayo masuk. Itu berat.
Cepat.
Baiklah.
Baiklah. Terima kasih lagi.
Taruh saja di sana.
Sungguh? Teh jahe?
Di Filipina, orang minum ini untuk meningkatkan suara mereka.
Benarkah?
Bukankah rasanya tak enak?
Sudah kuduga.
Apa kubilang?
Bertahanlah demi kecantikan.
Yumi.
Di mana ibumu?
Dia akan bergabung? Apa dia akan segera pulang?
Dia sedang bekerja.
Namun, ayah dan ibu kandungku ada di surga.
Kini, mereka malaikatku.
Kecelakaan mobil, tepat tiga tahun lalu.
Rachelle menjadi ibu tirinya saat ibu kandung Yumi meninggal.
Dia sedang tak ada di sini. Ada konvensi di New York.
Baik, bagus.
Aku tahu yang kau pikirkan.
Anak ini seperti anak Filipina.
Itu bukan ayah kandungnya.
Yumi, bisa tolong ambilkan ponselku?
Aku harus memeriksa sesuatu.
Ucapkan kata ajaibnya.
Kumohon.
No comments yet. Be the first to leave one.