The first 141 lines.
Permisi.
Kang Se Ra, bukan?
Kau tahu, pemain legendaris nomor 2...
- Dewi voli, Kang Se Ra - Gila...
Aku fans mu, aku sangat menyukaimu...
Aku hanya... Kang Se Ra...
Hei! Lepaskan!
Ayo!
Siapa kamu? Apa kamu orang jahat?
Jangan mendekat! Jangan mendekat!
Hei! Jangan sentuh aku!
Dasar gila! Hei!
Kang Se Ra! Dia memukuli orang!
Jadi... Kang Se Ra?
Menundukkan kepalamu begitu tak akan memecahkan masalah.
Kang Se Ra?
Lihat aku. Tidak apa-apa, lihat aku.
Kau harus mengelak.
Kalau ini kasus penyerangan biasa saja, tak peduli apapun, kau akan dilepas.
Mengerti?
Kalau kau ada di toilet wanita dan siswa laki-laki masuk, pasti menakutkan.
Benarkan? Aku tahu, aku tahu.
Bukan toilet wanita, tapi toilet pria.
Apa salah kalau seorang pria ada di toilet pria?
Kau harus menyangkal.
Kau tidak boleh setuju dengan yang dia bilang.
Ya, tapi kau akan memberinya kompensasi biaya medis kan?
Dan kalau kesehatan mentalnya terganggu kau akan menanggungnya juga kan?
Oke, kalau begitu, selesai kan?
Aku gak butuh uang.
Tapi kalau kasus ini diteruskan ke kategori penyerangan
itu akan tetap ada dalam catatan riwayatmu, dan itu akan membuntutimu.
Akan mengganggu sekali saat masih bersekolah.
- Aku juga pemain voli. - Oh, benarkah?
Aku fans nya Kang Se Ra sejak aku masih kecil.
Oh, aku fans nya juga!
Aku tidak cedera, jadi aku baik-baik saja.
Oh! Kau pria!
Wow, Keren! Ayo kita selesaikan!
Oke, bagus! Kalau begitu lanjutkan dan negosiasilah!
Aku akan mencari berkasnya.
Ini bajingannya? Bangun, bajingan.
- Hei! Berani-beraninya kau menyentuhnya! - Hentikan!
Oke, ini dia... Tunggu, kenapa tiduran disini?
Ada apa? Hei! Kau setuju menyelesaikannya! Kenapa memukulnya?
- Bukan begitu kejadiannya! - Apa yang kau lakukan?
Lihat! Meninggalkan bekas yang besar! Dipukul pakai apa?
Di catatan itu, kami akan mengakhiri pertemuan ini. Terima kasih banyak.
Saatnya berfoto.
Oh! Pak! Maaf.
Sudah kubilang jangan telat!
Tunggu, apa Kang Se Ra pelatih?
Bukannya mereka bilang kalau dia akan masuk pro liga setelah lulus?
Tadi malam, Kang Se Ra memukuli siswa itu disana.
Apa?
Kalau begitu, konferensi pers ini pasti soal serangan itu.
Pria yang disana itu manajer dari Kang Se Ra, Kim Ki Joon.
Pria itu seseorang yang bisa menyembunyikan kebenaran atau membuat-buat!
Wow...
Kedengarannya seperti kekuatan manajemen perusahaannya
sebanding dengan kekuatan Avengers.
Hei, apa kau tahu berapa banyak atlet yang di manajeri Kim Ki Joon?
- Tidak tahu. - Kau harus tahu.
Hei, kalau kasus penyerangan Kang Se Ra bocor, menurutmu, apa Kim Ki Joon akan diam saja?
Gimana kalau dia memberikan berita eksklusifnya ke yang lain bukan ke kita?
Kalau sampai kejadian, leher kita akan dipotong.
Koran kita akan bangkrut.
Mau dia menyerangnya atau tidak
yang harus kita lakukan hanyalah beritahu semua orang kalau "Kang Se Ra akan menjadi pelatih."
Oh, kapan kau akan datang ke sekolah?
Apa aku akan benar-benar datang?
Se Ra sibuk.
Tunggu, apa ini semua show?
Hadirin sekalian!
Ini--
Dia akan ke sekolahmu setelah kami menyusun jadwalnya.
Senang?
Ya.
Apa yang kita lakukan soal ini?
Dari awal, dia tidak mau uang.
Dia pemain voli...
dan kebetulan mereka tidak punya pelatih.
Dan di atas segalanya... dia fans mu.
Apa aku benar-benar akan ke sekolah itu?
Mereka kalah dengan skor 25-0 di pertandingan terakhir mereka.
Mereka di posisi bontot.
Jadi pelatih? Dapatkan kepercayaan mereka.
Posisi bontot... posisi bontot?
Oh astaga... Kenapa mereka bisa dapat posisi bontot... astaga...
Kau bukan satu-satunya orang yang bilang gitu.
Kau sudah dikeluarkan dari tim pro!
Bukannya kau tahu ini yang akan terjadi setelah kalah telak di pertandingan terakhir?
Sampai kapan kau akan terpuruk?
Dan kenapa hp mu tidak aktif?
Oh, itu... aku menukarnya pada seseorang.
Ku rasa itu juga sudah rusak.
Hp mu rusak?
Sekretaris Kim, belikan hp untuk Se Ra.
Ini hp baru mu.
Dan ini barang sponsor baru.
Untuk apa barang sponsor?
Semua mata akan tertuju pada mu saat kau melatih
jadi itulah kesempatan yang bagus untuk beriklan.
Oh, di pertandingan terakhir universitasmu, kau minum minuman berenergi pesaingnya kan?
Oh, maaf.
Tidak, kau melakukan hal baik.
Setiap kali kau hancur, saat kalah...
Saat kau memutuskan untuk kalah, minumlah minuman energi pesaingnya.
Tenggaklah sambil menunjukkan labelnya dengan jelas.
Berdering, tapi kenapa gak diangkat?
Lagi apa sih sampai-sampai gak diangkat?
Halo? Kenapa gak diangkat teleponnya? Kirain rusak!
- Se Ra? - Ibu?
Ibu tidak bisa menghubungi mu jadi aku menelepon manajermu.
Dia memberiku nomor baru mu.
Apa semuanya baik-baik saja?
Tentu saja.
Aku menelepon karena ayahmu bermimpi aneh.
Syukur kalau kamu baik-baik saja.
Bahkan kalau kamu sakit, kamu tidak pernah bilang.
Pastikan jaga kesehatanmu.
Ibu, kaki ku terasa aneh sesudah operasi.
Ku rasa aku cedera lagi.
Gimana cuaca di New York? Apa ayah tiriku baik padamu?
Mereka bilang operasi kedua akan mustahil...
Kalau aku melakukan operasi, aku tidak bisa main voli.
Aku sudah terima kirimannya.
Tidak perlu kirim apa-apa. Di korea juga ada banyak barang bagus.
Ibu, apa aku bisa hidup tanpa main voli?
Oke, oke, oke. Semuanya tidak perlu datang kesini.
Ini sekolah, tempat yang siswa datangi, jadi tolong ditahan dulu liputannya.
Sekali lagi terimakasih sudah menyemangati Kang Se Ra di hari pertamanya.
Cepat! Cepat!
Saya Kim Ki Joon. Senang bertemu dengan anda.
Pelatih Song Byung Joo.
Jin Ah itu teman ku. Dia siswa baru.
- Benarkah? - Iya!
Hei, saat aku menatapmu harusnya kau menghindarinya.
Dulu, kami melihat efek negatif dari minum obat herbal yang salah.
Ini karena aku minum obat herbal yang salah!
Oh, benarkah?
No comments yet. Be the first to leave one.