Release info

ᄎᄒ911 링크: 먹고 사랑하라, 죽이게ㆍLink Eat Love Kill E13 220718 NEXT
A Commentary by _ch_911_
Sub by DSNP Retail | RT 01:01:59

Tags

other
Published on: 2022-07-18
Downloads: 20
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Gyeyoung, bertahanlah, ya?

Bagaimana aku bisa kembali?

Apa yang terjadi pada Eun Gyeyoung yang kabur dari tempat itu bersamaku?

Dahyun!

Dahyun!

Apa yang sebenarnya terjadi

di malam itu 18 tahun lalu?

RAHASIA IBU

Ingatanku sudah kembali, Ibu.

Tidak sepenuhnya.

Tapi sebagian besar.

Aku bermimpi lagi setelah sekian lama.

Mimpi?

Tentang hari itu 18 tahun lalu

saat Dahyun menghilang.

Dia terus saja bertanya apa ada sesuatu

yang harus kita katakan atau rahasiakan darinya,

tidurku jadi tidak nyenyak.

Waktu sudah lama berlalu,

tapi aku masih jelas mengingatnya,

seolah-olah baru terjadi kemarin.

Maafkan ibu.

Kau mau apa sekarang?

Aku tidak tahu.

AN JUNGHO

Ada apa?

Kau orangnya?

- Apa? - Kau orangnya?

Apa maksudmu? Jelaskan.

Penguntit itu, Lee Jingeun.

Kau membunuhnya?

- Apa? - Siapa? Dia meninggal?

Bukan kau?

Bukan?

Tangannya lolos.

Tangannya lolos dari tanganku.

Aku meninggalkannya, Gyehoon.

Maafkan aku.

Mari kita putus.

Mari kita putus,

Gyehoon.

Aku tak bisa bicara sekarang...

Baiklah.

Ada apa?

Mereka menemukan...

Jingeun.

Di mana?

Kulkas.

Apa?

Jasadnya ditemukan di dalam kulkas.

Astaga.

Ada jasad ditemukan di kulkas? Bagaimana ini bisa terjadi?

Siapa itu? Siapa yang mati?

Entahlah.

Apa gunanya ini?

-Tidak ada bukti yang tertinggal di sini. - Kita masih harus mengikuti protokol.

Tapi kau sudah tahu semua kamera pengawas di lingkungan ini rusak atau palsu.

Siapa yang memecahkannya?

Jika kameranya berfungsi, pembunuhnya bisa langsung ditangkap.

Lee Jingeun. Dia mungkin tidak menduga ini.

Masa depan tidak bisa ditebak.

-Permisi. - Ada apa?

Apa maksudmu?

Lee Jingeun?

Dia mati?

Dia mati... Begitu rupanya.

Kau kenal Lee Jingeun?

Bagaimana kau mengenalnya?

Apa?

Bagaimana lagi?

-Dia penguntit Dahyun. - Apa?

Sebagian besar warga sini tahu tentang dia.

- Benar, Sayang? - Ya.

- Semua orang tahu, bukan? - Ya, tentu saja.

- Benarkah? - Tidak, aku tidak tahu.

- Aku juga. - Ya.

Kalian harus lebih memedulikan lingkungan kita.

- Ada penguntit? - Penguntit?

Sini, merapat.

Untuk menangkap pelakunya,

temukan seseorang yang memiliki motif.

- Maksudmu, Dahyun pelakunya? - Astaga.

Kurasa chef itu lebih mencurigakan daripada Dahyun.

Masuk akal. Ada sesuatu di antara mereka.

- Benar. - Ya.

Mereka mungkin berkomplot.

- Tidak mungkin. Konyol. - Astaga.

Ya, mereka mungkin berkomplot. Astaga.

- Mengerikan sekali. - Di lingkungan ini,

kalian menuduh orang tanpa bukti?

Angkat tangan jika kalian pernah menyentuh kulkas itu bahkan sekali saja.

Aku bisa mengenali kalian dengan memeriksa sidik jari.

- Angkat tangan. - Tidak, bukan aku.

- Aku melihatmu. - Tidak.

- Angkat saja tanganmu. - Tapi...

Semua yang mengangkat tangan adalah tersangka.

- Apa? - Tersangka?

Maaf, salahku. Maksudnya referensi. Tolong ingat itu.

Kalian akan dihubungi satu per satu atau diminta datang ke kantor polisi.

- Kau menyebut kami penjahat? - Teganya kau melakukan itu kepada kami.

- Aku hanya menyentuhnya sekali. - Konyol sekali.

Gyehoon.

Lampunya sudah hijau.

Apa?

Maaf.

Kau baik-baik saja?

Tidak.

Banyak yang sedang kupikirkan, aku mau menepi sebentar.

Pembunuh Lee Jingeun

mungkin dia.

Mungkin dia yang menculik Gyeyoung dan aku.

Benar.

Dan mungkin

aku akan menjadi tersangka utama.

Kenapa?

Aku orang terakhir yang melihat Lee Jingeun,

bahkan memukulinya hari itu.

Mereka akan menemukan DNA-ku padanya.

Tapi jangan khawatir.

Aku sudah melapor ke polisi, dan penyelidikannya tidak akan asal.

Kau benar.

Tidak akan terjadi apa-apa kepadamu.

Pantas saja kau banyak pikiran.

Selain itu,

kau ingin putus.

Ayo jalan lagi.

- Astaga. - Tolong minggir.

- Dia di dalam. - Ambulansnya datang.

Bagaimana ini bisa terjadi?

- Sulit dipercaya. - Yang benar saja.

- Benar. - Mereka datang.

- Astaga. - Dia benar-benar sudah mati.

Itu seperti adegan film.

Kejadian masa lalu terlintas di depan mataku.

Kau punya orang lain sekarang?

- Dor! - Astaga!

Ibu!

Orang yang paling ingin kusingkirkan dari hidupku...

benar-benar menghilang.

Gyehoon.

Kau sudah dengar penguntit itu mati?

Kau sudah dengar, Dahyun?

Sudah.

Ya, kami sudah dengar.

Bagaimana dia bisa ada di kulkas kita?

Tepat... Tepat di depan mata kita?

Benar-benar konyol.

Aku takut sekali, Gyehoon.

Astaga, sial.

Apa? Apa lagi?

Ikan.

Ikan?

Gurita dan udangku.

Yang benar saja.

Aku tahu yang kalian pikirkan.

Kalian mungkin berpikir

ini bukan saatnya mencemaskan simping dan menyiapkan gurita serta udang.

Tapi dia sudah mencapai batasnya.

Selalu seperti itu. Dia membuat pekerjaan untuk diri sendiri.

Intinya, pikirannya sedang kalut.

Baguslah. Aku juga seperti itu.

Kepalaku sakit, itu berarti aku juga sudah mencapai batasku.

Astaga. Semuanya meleleh.

Tidak bisa dibekukan lagi, mari kita makan saja.

Kita harus menunda pembukaannya lagi.

Aku akan mengirim pesan pembatalan kepada para tamu dahulu.

Baiklah, mari kita bekerja.

"Akan kukabari lagi nanti."

Kenapa dia tidak menjawab? Dia juga mengabaikan pesanku.

Apa gunanya punya ponsel?

Dia membuatku gila.

Kau membuat ibu pusing.

Kepala ibu pusing.

Kau tidak pusing?

Tidak, karena aku sudah gila.

Ayo pergi saja.

Ke mana?

Ayo periksa restoran

atau tunggu dia di gang. Lebih baik seperti itu.

Kenapa aku tidak memikirkan itu?

CITA RASA IBU SUP CHOONOK

- Sepertinya dia sudah kembali. - Mana?

Benar.

Anak nakal! Kenapa tak angkat...

Ibu.

Apa ini?

Pas sekali.

Bergabunglah dengan kami.

Ini yang paling mahal di sini. Aku yang traktir.

Omong-omong,

kalian tahu apa yang terjadi di luar sana, bukan?

Kalian tahu Lee Jingeun sudah mati, bukan?

Ya, kami semua tahu.

Karena itu kami merayakannya.

Tapi meski dia orang jahat, bolehkah kita melakukan ini?

Tidak apa-apa kita berpesta

dan merayakan kematiannya?

Beberapa bahkan membagikan kue beras perayaan.

Jika ini film,

sama saja dengan kematian penjahat terhebat.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left