The Kissing Booth 3

The Kissing Booth 3

Download Indonesian Subtitle

Release info

The Kissing Booth 3 2021 NF 720p-1080p-2160p-HDRip-WEBRip-WEB-DL
A Commentary by SilverStark
[NETFLIX official subtitles, fully fixed

Tags

Web-DL
web-dl
hdrip
webrip
web
HDRip
WEB-DL
720p
720
BRip
1080
HD
Published on: 2021-08-11
Downloads: 61
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

NETFLIX MEMPERSEMBAHKAN

Setelah kelulusan,

Noah, Lee, Rachel, dan aku berlibur sepekan untuk trip darat,

hanya kami berempat.

Sementara aku menunda keputusan penting

antara dua universitas yang telah menerimaku…

Lalu kau bagaimana?

Aku masuk daftar tunggu.

Di Berkeley dan Harvard.

Aku malah fokus memastikan kami semua bersenang-senang.

Dan itulah yang kami jalani.

Kuceritakan momen terpentingnya.

Saat menuju California Utara, kami berkemah di hutan,

memancing di danau,

memberi makan satwa liar, berselancar di Big Sur,

melihat Noah karib dengan Rachel,

melihat Lee menyaksikan hal itu,

melihat bintang jatuh dengan kekasih.

Melihat ikan di akuarium di Monterey.

Melihat matahari terbenam yang warnanya begitu unik.

Dan diingatkan soal aturan nomor 19.

Lalu menunda memikirkannya.

Pergi ke San Francisco,

ke Fisherman's Wharf.

Makan sup kerang di roti mangkuk.

Melihat singa laut di Pier 39.

Menonton video nakal kami di lab kimia.

Memusnahkan video itu.

Naik sepeda tandem di Golden Gate Park.

Naik perahu motor di teluk.

Menonton film.

Menonton konser.

Juga menangkap bola bisbol di atas kayak di luar Oracle Park.

- Bolanya! - Kutangkap!

- Hore! - Astaga!

Astaga!

Tapi momen terbaik adalah melihat Bay Lights

dengan dua cowok favoritku.

Saat kita kabur dari kenyataan,

kita sadar kelak harus menghadapinya kembali.

Jadi, setelah pulang,

aku bekerja agar punya uang untuk kuliah,

entah universitas yang mana.

Teman-teman.

Memutuskan itu saja sudah sulit,

tapi beberapa hari kemudian situasi makin rumit

saat Noah menanyakan hal mengejutkan.

Jadi, aku kepikiran,

saat kau diterima di Harvard,

mungkin kita bisa keluar kampus

dan mencari apartemen bersama.

Tunggu. Maksudmu, kita tinggal satu apartemen?

Ya. Lihat.

Kucari seharian di internet. Ada yang bagus.

Apa?

- Kau mau tinggal bersamaku? - Tidak.

Ya. Tentu saja aku mau. Aku ingin selalu bersamamu.

- Serius? - Ya. Serius.

- Kapan Lee kembali kemari? - Entahlah.

Geronimo!

Tidak!

Hei. Lihat aku bawa apa.

- Terima kasih. - Sama-sama.

PANITIA PENERIMAAN HARVARD

Astaga.

Kau baik-baik saja?

Ya. Baik.

Malah…

- Ya. Aku mau. - Ya. Sudah kuduga.

- Dah. - Kalian mau ke mana?

Noah ingin membacakan puisi dan mencurahkan hatinya, jadi…

Serius? Itu dalihmu?

Mantap.

Aku ingin menunjukkan ini.

Apa ini?

Kusamakan jadwal kuliahku di Berkeley

dengan jadwal kuliahmu di Rhode Island School of Design.

Pertama, Hari Buruh.

Memang masih awal semester, tapi itu libur panjang akhir pekan

dan aku pasti akan rindu sekali kepadamu.

Bisa saja.

Tentu saja bisa. Kita usahakan.

Oke.

Tempat ini bagus. Terima kasih atas ajakannya.

Kami ingin mengajakmu ke tempat istimewa

untuk merayakan kelulusanmu.

Kalian punya rencana apa di musim panas?

Mumpung Ayah mengungkitnya,

kami mau ke rumah pantai kita akhir pekan ini,

kalau boleh.

Kalian baik-baik saja?

Ya. Baik-baik saja, tapi kami punya kabar untuk kalian.

Rumah itu akan dijual.

- Apa? - Apa?

Tak masuk akal mempertahankannya.

Apalagi kalian semua akan berkuliah.

Perawatan rumah itu pemborosan karena tak akan ditempati.

Sebenarnya, satu area itu akan dikembangkan.

Ibu seperti agen properti saja.

Ibu memang agen properti.

Di mana kami menonton kembang api di Hari Kemerdekaan nanti?

Aku menolak tegas. Jangan dijual.

Setuju dengan Lee.

Sudah 80 tahun kita memiliki rumah itu.

Tak bisa dijual seenaknya.

Ini pemungutan suara? Aku pilih "menolak".

Maaf.

Sudah diputuskan.

PANGGILAN TAK DIKENAL

Sebentar.

Halo?

Saudari Evans, saya Don Washington, panitia penerimaan Universitas Berkeley.

Saya ingin menanyakan keputusan Saudari soal Berkeley.

Ya. Hai.

Bisa beri saya perpanjangan waktu sedikit lagi?

Maaf, Saudari Evans,

kami butuh keputusan Saudari selambatnya besok sore.

Aku tahu tak bisa menghindar lagi.

Baik. Saya paham.

- Terima kasih. - Baik.

Besok, aku harus memilih kampus

dan membuat salah satu dari dua cowok favoritku kecewa berat.

Aku gunakan "Draw 4", "Draw 2", Uno, menang!

- Yah! - Apa? Ya ampun!

Hore.

Apa dia curang?

Aku rindu ini. Kita jarang sekali berkumpul.

Ya. Benar.

- Kau sibuk kerja? - Sangat sibuk.

Tenang, aku masih bisa jaga Brad besok.

Dengan pekerjaan baru ini, apa Ayah akan sering kerja di akhir pekan?

Ya. Sepertinya begitu.

Tapi besok malam Ayah libur.

Ayah ada kencan.

Kencan?

Serius?

Ya.

Sudah berapa kali kencan dengan orang itu?

Beberapa kali.

Namanya Linda.

Menarik.

Tentu saja aku,

dan Brad, akan mematok jam malam, Anak Muda.

Baik. Dimengerti, Nona.

Esoknya, kami pergi ke rumah pantai

untuk melakukan hal yang tak pernah kubayangkan.

Membantu keluarga Flynn menjualnya.

DIJUAL

Ketika kecil, setiap musim panas, aku bermain di sini bersama Lee dan Noah.

Membayangkan ini musim panas terakhir kami di sini

jadi pukulan berat bagiku.

Kerinduanku kepada rumah tua ini

saat itu belum terbayangkan.

- Maaf. - Tak apa. Tenang saja.

Sejak dulu seperti itu.

Astaga.

Ini lucu. Elle dan aku dulu berpura-pura ini berlian.

Dan kami berpura-pura mencurinya.

Pura-pura merampok berlian.

Lihat betapa muda kita.

Anehnya, bagiku terasa belum lama.

Mari simpan itu. Ibu pasti membolehkan.

Mungkin kusimpan.

Hei. Kami berencana pesan piza.

- Tertarik? - Ya. Tentu saja.

Sambil menunggu, bisa bantu merapikan ruang bermain?

- Ya. - Ya.

Baiklah.

Yang benar saja.

Oke. Begini rencananya.

Tumpuk barang yang ingin disimpan,

kemudian tumpuk terpisah barang yang akan didonasikan.

DONASI

Ini kusimpan. Ya.

SIMPAN

Ya.

- Tidak. - Ya.

Dasar curang!

Kita produktif.

Tunggu. Astaga. Aku baru ingat.

Astaga. Masih ada!

Kotak makan Mario Kart kita!

Apa? Astaga…

Mustahil.

Tunggu. Apa itu sesuai dugaanku?

- Daftar impian kita! - Apa?

Astaga.

Dulu sekali,

Lee dan aku menyusun daftar kegilaan yang kami ingin lakukan berdua

sebelum masuk kuliah.

Semua impian dan khayalan masa kecil kami

tertera di selembar kertas penting ini.

- Wah. Daftar kita bagus. - Ya. Benar.

Bisa-bisa kita dibekuk kalau yang ini.

Ya. Benar. Kita bisa dibekuk.

Biasanya berapa lama rumah di sini akan terjual?

Kami harus memasarkannya dulu,

tapi mungkin dua, tiga bulanan.

Pasti merepotkan, harus bolak-balik kemari.

Apa maksudnya?

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left