The first 200 lines.
"Bintang Tamu 'Chef and My Fridge' Spesial Tahun Baru"
"Alberto Mondi dan Sam Okyere"
"Kulkas Italia dibuka"
"Mulai dari saus asli Italia"
"Setumpuk pasta"
"Hingga berbagai jenis keju Italia"
"Dia meminta hidangan asli Italia"
"Jadi, kami mengundangnya"
"Chef penantang, Tony Jung"
"Bukankah dia robot?"
"Mari dengar pendapatnya tentang bergabung di 'Chef and My Fridge'"
"Aku ingin memasak sesuatu yang manusiawi"
"Awalnya, dia tampak seperti robot"
"Pasta asli chef Italia"
"Hingga hidangan spesial yang akan memuaskan kelima indra"
"Luar biasa"
"Makanan Italia rasa Italia"
"Ini sungguhan"
"Ini pasta sungguhan"
"Siapakah yang diterima Alberto?"
"Yu Hyun Su dan Sam Kim"
"Chef Yu Hyun Su unggul"
"Mari memeriksa kulkas Ghana"
Hari ini, kami bersama para orang asing
yang lebih mirip orang Korea ketimbang orang Korea.
Mereka sudah 10 tahun lebih di Korea.
- Sepuluh tahun. - Ya.
Hal apa
yang menurut kalian menarik
saat pertama tiba di Korea?
Karena aku menyukai sepak bola,
aku bergabung dalam klub sepak bola.
- Olahraga untuk semua. Pagi hari. - Ya.
- Tapi... - Sesuatu seperti sepak bola pagi.
Di hari pertama,
mereka ingin bertemu pukul 5 pagi.
"Mari bertemu pukul 5 pagi"
Pukul lima pagi.
Aku bingung kenapa kami harus bertemu pukul 5 pagi hari Sabtu.
Itu tim sepak bola pagi.
Di hari pertama,
aku kelelahan, tapi aku bangun pukul 4 pagi untuk pergi ke sana.
Kami bermain bola selama dua jam
lalu minum makgeolli dari pukul 7 pagi.
"Waktu minum makgeolli sejak pukul 7 pagi"
Aku masih mengingatnya.
Seseorang menjual pupae di dekat stadion.
Kami membelinya untuk dimakan bersama makgeolli.
- Kalian pasti terkejut. - Jika sudah terbiasa,
- rasanya enak. - Begitu rupanya.
Kamu bangun di pagi hari, olahraga, dan minum makgeolli.
- Menarik. - Ya.
- Kudengar kamu berkesempatan - Ya.
membiasakan diri di Korea dengan cepat.
Ya, aku bersekolah di sini.
- Kuliah? - Ya.
Saat pertama masuk kuliah,
orang ragu bicara denganku.
Jadi, aku sempat kesepian.
Lalu kudengar
- ada klub di sekolah. - Klub.
Benar. Saat bergabung dalam klub,
kita bisa bertemu teman baru.
- Itu caramu mengenal mereka. - Aku sempat mencari.
- Ada satu klub unik. - Klub apa itu?
Namanya
- Klub musik hitam. - Klub musik hitam.
- Klub musik hitam. - Ya.
Tapi tidak ada satu pun orang kulit hitam di sana.
Benar.
Sebuah klub musik hitam tanpa orang kulit hitam.
Jadi, saat itu ada audisi.
Aku harus bernyanyi rap.
Begitu aku mengambil mikrofon, mereka langsung...
"Begitu aku mengambil mikrofon, mereka langsung bersorak"
"Akhirnya dia datang."
Dia orang kulit hitam asli.
Dia mirip Will Smith.
Mereka bertepuk tangan untukku.
Setelah itu,
aku bisa bertemu banyak teman.
Aku tampil di Hongdae.
Aku bisa membuat kenangan indah.
Kurasa pengalaman adalah pelajaran paling berharga.
"Pengalaman adalah pelajaran paling berharga"
- Aku... - Ekspresi itu.
- Bahkan orang Korea jarang begitu. - Sungguh.
Pengalaman adalah pelajaran paling berharga.
Ya, kita mempelajarinya seumur hidup.
Kita mempelajarinya selama kita hidup.
Adakah sesuatu
yang ingin kamu bawa ke negaramu?
- Banyak. - Banyak?
Banyak hal menarik di Korea.
Hal paling menarik yang kutemukan adalah
perusahaan jasa pindahan.
- Perusahaan jasa pindahan? - Perusahaan jasa pindahan.
Itu hebat.
Saat kamu pindah ke Italia,
kami punya perusahaan jasa pindahan yang sama,
- tapi mereka hanya memindahkan. - Hanya mengantarkan.
- Mereka tidak mengemasnya. - Tapi di Korea luar biasa.
- Mereka tidak mengemasnya. - Di Korea, mereka mengemasnya.
- Mereka melakukannya di Korea. - Tentu.
Hal yang paling hebat adalah
para wanita yang bekerja di sana adalah para ahli.
Mereka ramah.
Mereka bahkan memberi nasihat.
"Jangan menaruhnya seperti ini."
"Tapi lebih baik seperti ini."
- Mereka mahir menata rumah. - Benar.
Mereka juga menata kulkas.
- Mereka juga membersihkannya. - Mereka melakukan semuanya.
Hal yang kusadari
saat aku datang ke Korea adalah
aku mengunjungi sebuah restoran,
tapi sebelum hidangan utama,
- kita mendapat hidangan pelengkap. - Itu yang terbaik.
Aku senang mendapat hidangan pelengkap.
- Itu hanya ada di Korea. - Benar.
Orang Korea dermawan dalam hal itu.
Pasti menyenangkan
jika kami juga mendapat hidangan pelengkap di Ghana.
Aku pergi makan bersama istriku
di Myeong-dong. Tempat itu restoran Korea.
Wisatawan Tiongkok duduk di meja sebelah.
Saat mereka dihidangkan hidangan pelengkap,
mereka mulai berbicara dalam bahasa Mandarin,
"Kita tidak memesan ini. Apa mereka mau memeras kita?"
"Kenapa mereka membawakan ini?"
Mereka takut akan diperas
karena mereka wisatawan.
- Benar. - Karena aku bisa bahasa Mandarin,
aku menjelaskan kepada mereka.
"Mereka tidak memeras kalian."
"Kalian mendapat hidangan pelengkap jika memesan makanan."
Tapi di sisi lain,
saat ke luar negeri, kita mengira itu hidangan pelengkap.
- Kita memakannya dan ditagih. - Benar.
- Terkadang itu terjadi. - Ya.
Kalian seharusnya tidak memakannya.
Aku berencana
menjalankan bisnis tisu basah di Ghana nanti.
- Sungguh? - Ya.
Tidak ada tisu basah di sana.
Aku pernah meminta tisu basah di Ghana.
Mereka membawakanku
handuk besar yang dicelupkan ke air.
"Mereka hanya mencelupkan handuk besar ke dalam air"
Jika dipikirkan,
- tisu basah sangat mudah. - Benar. Kami tidak memilikinya.
Masalahnya, kami makan menggunakan tangan di Ghana.
Pasti akan laris jika aku menjualnya.
"Tisu basah akan laris di Ghana"
Tisu basah akan menjadi ide bagus saat kita makan pakai tangan.
- Benar. - Tentu.
Kapan kalian merasa
menjadi orang Korea?
Saat mengemudi,
beberapa orang memotong lajurmu tanpa menyalakan lampu sein.
- Benar. - Tanpa memberi lampu sein.
Sungguh.
"Tertawa"
Itu sangat menyebalkan.
Setidaknya kamu harus menyalakan lampu sein.
- Itu berbahaya. - Itulah maksudku.
Aku berbicara sendiri, tapi dalam bahasa Korea.
Aku terkejut sendiri.
Kamu berbicara sendiri dalam bahasa Korea.
- Saat dia mengemudi. - Saat dia mengemudi.
Dia berbicara bahasa Korea saat mengemudi.
Saat aku mengumpat dengan kejam,
- aku sadar aku menjadi orang Korea. - Saat kamu mengumpat.
Luar biasa.
Terkadang,
saat aku di Italia,
jika aku melihat sesuatu yang luar biasa,
aku berkata "Luar biasa".
"Saat dia melihat hal luar biasa, dia berkata 'Luar biasa'"
Aku berbicara dalam bahasa Korea. Aku melakukan itu.
Terkadang, aku menganggap sumpit lebih nyaman daripada garpu.
Sumpit jauh lebih mudah. Hal-hal seperti itu.
Begitu rupanya.
Kita kedatangan
bintang tamu asing paling terkenal untuk Tahun Baru.
Kali terakhir kita syuting bersamanya,
aku melihat kamu menyukai hidangan Korea.
- Sungguh, aku menyukainya. - "Sungguh."
Itu sama dengan hidangan Italia.
Mertuaku di Chuncheon, Provinsi Gangwon.
- Dakgalbi di Chuncheon. - Dakgalbi.
- Rasanya lezat. - Dakgalbi terasa enak.
Makanan apa lagi yang kamu coba selain di Chuncheon?
Kepiting salju dan ikan haring kering di Pohang.
- Ikan haring kering? - Ikan haring kering.
- Kamu sudah mencobanya? - Kepiting salju mahal di Eropa.
- Harganya mahal. - Itu sulit dimakan.
Jika aku ke dekat pegunungan,
- bebek baeksuk? - Bebek baeksuk.
- Dekat Gunung Jiri atau semacamnya. - Dia suka segalanya.
No comments yet. Be the first to leave one.