The first 199 lines.
Andai Anda tidak datang pun, biarlah aku yang datang menemui Anda.
Aku juga memikul tanggung jawab
karena telah memaksakan Flat padamu.
Tapi sejujurnya,
ketabahanmu dalam menghadapi bocah itu
sudah melampaui rasa kagumku. Aku sampai geleng-geleng kepala.
Perang Cawan Suci kali ini,
kau bilang akan tetap menjadi pengamat,
tapi bagaimana dengan Flat?
Itu di luar wewenangku...
Aku ingin mengatakan itu,
tapi dia masih muridku.
Lagipula, sepertinya sedang terjadi sesuatu
yang sangat janggal di negeri itu.
Janggal?
Tidak,
mungkin saja Perang Cawan Suci ini
bahkan belum dimulai sama sekali.
Tugas Pengawas Perang Cawan Suci, ya?
Sungguh malang.
Padahal aku datang jauh-jauh ke sini
karena kudengar Gereja
tidak akan terlibat dalam perang ini,
tapi ternyata kota ini pun pada akhirnya...
Kau terlalu banyak bicara, dasar bangkai!
Apa maksudmu?
Itu traktiran dariku.
Sesaplah ini sebagai ganti darah orang-orang di tempat ini!
Begitu, ya.
Aku mengerti. Traktiran, ya?
Ini cuma kopi yang dibagikan gratis di resepsionis, tahu!
Kupikir aku sudah berhasil memenggal kepalanya,
tapi ternyata tubuhnya cukup keras juga.
Ini namanya oper tongkat estafet.
Biar aku saja yang melenyapkannya.
Maksudmu, kau mau membantu kami?
Yah, terlepas dari peranku sebagai Pengawas,
aku ini tetaplah seorang pendeta.
Tapi, ya... Ada imbalan yang kuinginkan.
Tolong rahasiakan dari Gereja
tentang aku yang sudah membuang-buang kopi tadi.
Soalnya, aku takut dimarahi oleh Bapa Mentor.
Aku kecolongan...
Ah, aku benar-benar kecolongan tadi.
Jadi, beginilah rasanya menjadi sombong, ya!
Jangan terlalu rendah hati begitu.
Kau sama sekali tidak lengah.
Bukankah kau selalu mengerahkan seluruh tenagamu?
Iya, 'kan?
Keparat, kau seorang algojo?
Status Algojo-ku sedang ditangguhkan.
Hari ini aku datang hanya sebagai seorang Pengawas.
Pilihan yang bodoh!
Jika kau mengalahkanku,
bukankah itu berarti kau
melepaskan netralitasmu sebagai seorang Pengawas?
Hah?
Aku tidak pernah mendengar kabar kalau makhluk sepertimu
adalah seorang Master di Perang Cawan Suci ini!
'Kan tadi sudah kubilang dengan tegas di depan Assassin, bodoh!
Tapi bukankah Roh Pahlawanmu sendiri
terlihat ingin menyangkal keberadaanmu?
Justru di situlah letak keindahannya!
Itu sama sekali bukan jawaban!
Apa itu?
Roh Pahlawan?
Sosok itu,
bukankah dia pendeta dari waktu itu?
Lalu, siapa satu orang lagi itu?
Aku tidak tahu sama sekali.
Aku tidak tahu, tapi dia jelas bukan Roh Pahlawan.
Kemungkinan besar, dia hanyalah sejenis iblis atau fenomena gaib.
Tapi,
pendeta itu...
Sungguh luar biasa, dengan tubuh seperti itu, dia masih
belum sepenuhnya berakhir sebagai alat milik Tuhan.
Ada penonton yang melihat, lho.
Bagaimana dengan kewajiban untuk merahasiakan Perang Cawan Suci ini?
Kalau cuma sejauh ini, aku bisa mengatasinya.
Daripada merisaukan itu,
jika kau tidak segera menyerang, giliranku yang akan maju, lho.
Apa ini yang kau sebut tugas seorang Pengawas?
Aku ini adalah seorang Master yang seharusnya kalian lindungi, tahu!
Gereja ikut campur
demi merahasiakan keajaiban dan
melindungi ketenteraman umat manusia.
Jika seorang vampir sampai berhasil mendapatkan Cawan Suci,
bukankah itu berarti aku telah gagal sebagai seorang pengawas?
Begitu besarnya keinginanmu untuk membunuhku.
Jangan-jangan, orang tua atau kekasihmu dibunuh oleh Dead Apostle?
Yah, seluruh keluarga dan kerabatku memang dibantai habis,
tapi aku tidak menaruh dendam soal itu.
Masalahnya adalah, tidak peduli dari sudut mana pun aku melihat,
kau hanyalah seorang penjahat.
Apa alasan itu belum cukup bagimu?
Setiap perkataan dan tindakanmu benar-benar membuatku muak.
Kau berniat membantai para Dead Apostle begitu saja,
bahkan tanpa memiliki keyakinan yang berarti?
Kau benar-benar menjijikkan,
beda jauh dengan Assassin yang memesona itu!
Kena kau!
Kau...
Tanganmu itu palsu?
Menghadapi monster-monster seperti kalian memaksa tubuhku begini.
Tujuh puluh persen tubuhku adalah mekanik yang sudah diberkati.
Hembusan angin tadi juga...
Itukah kemampuanmu?
Maaf saja, aku ini orangnya penakut.
Aku tidak berniat memberikan kuliah tentang kemampuanku.
Aku mengerti.
Di antara semua algojo yang pernah kulihat,
kau adalah kelas atas.
Mungkinkah kau adalah anggota Biro Pemakaman yang legendaris itu?
Biro Pemakaman?
Aku?
Bangkai ini benar-benar bicara omong kosong.
Menjangkau tumit 'Beliau-Beliau' saja aku tidak sanggup.
Tidak, bahkan berdiri di cakrawala yang sama pun aku tidak diizinkan.
Apa katamu?
Aku memang bisa
menghancurkanmu setingkat misil nuklir atau senjata kimia.
Tapi,
sosok-sosok terhormat itu jauh melampaui senjata buatan manusia!
Mereka mewakili mukjizat Tuhan itu sendiri
untuk membinasakan kejahatan yang telah melanggar wilayah Tuhan.
Membandingkan aku dengan mereka tidak lain adalah sebuah penghinaan.
Karena kau hanyalah makhluk yang melanggar wilayah 'manusia'.
Oleh karena itu,
akulah yang akan membinasakanmu dengan kekuatan manusia!
Begitu rupanya,
jadi, kau baru akan bersungguh-sungguh sekarang, ya?
Tapi sayang, waktuku sudah habis.
Anggap saja pertemuan hari ini hanya sekadar sapaan.
Jangan kabur!
Sayang sekali, ya!
Hei, anak muda, apakah kau melihat sesuatu?
Paman yang menakutkan itu, bilang jangan mengganggu!
Semua orang...
Apa kau tahu ke mana dia pergi?
Begitu, ya. Syukurlah kau selamat.
Kau bisa tenang sekarang.
Ini aku. Kepung seluruh gedung ini!
Ada kemungkinan dia akan menyelinap
di antara orang-orang yang sedang dievakuasi.
Jangan biarkan siapa pun yang mencurigakan lolos.
Seorang Dead Apostle mengincar Cawan Suci...
Ini benar-benar pertanda kiamat sudah dekat.
Kira-kira, para petugas polisi itu akan baik-baik saja tidak, ya...?
Ya...
Meski banyak yang terluka, untungnya sepertinya tidak ada korban jiwa.
Tolong berhenti.
Mohon maaf.
Kami telah diperintahkan untuk memeriksa
setiap orang mencurigakan di sekitar sini.
Tapi, kau sendiri terlihat jauh lebih mencurigakan...
Lho?
Kau sedang menyalakan Dupa Sugesti Massal, ya.
Rupanya Gereja berniat
menutupi pertarungan melawan Dead Apostle ini.
Apakah kalian Roh Pahlawan dan Master?
Saya minta maaf.
Dead Apostle?
Dalam budayamu,
mereka adalah golongan yang biasa disebut sebagai vampir.
Jadi, makhluk seperti itu pun benar-benar ada, ya.
Maaf, tapi aku tidak mau terlibat dalam masalah yang merepotkan.
Aku akan pergi.
Kau benar. Ayo pergi.
Kau tidak perlu ikut.
Jika Anda ada waktu luang, silakan datang ke Gereja Pusat.
Ada hal yang ingin disampaikan
oleh pihak Pengawas kepada Anda selaku Master.
Maaf saja, tapi aku bukan seorang Master.
Sebenarnya,
apa yang harus kulakukan di kota ini?
Lho?
Bukannya kau nona yang waktu itu?
Halo!
Bagaimana dengan kerusakannya?
Tidak ada korban luka di kalangan warga sipil.
Namun, terdapat beberapa korban luka di unit Clan Calatin
dan saat ini mereka sedang dalam proses pengobatan.
Kau tidak perlu memaksakan diri.
Sisanya biar kami yang urus.
Tidak, saya akan ikut membantu.
Izinkan saya ikut membantu.
Dengan lukamu itu?
Kau masih memiliki masa depan.
Tidak perlu menghamburkannya dengan hal yang sia-sia.
Tapi, saya
ingin melindungi orang-orang di kota!
Apa kau punya jaminan bahwa kau tidak akan hanya menjadi beban?
Itu...
Jika pelakunya adalah para Roh Pahlawan
mungkin saya bisa menyerah begitu saja.
Tapi, jika bajingan sejahat itu dibiarkan berkeliaran,
entah apa yang akan terjadi pada kota ini.
Bukan sebagai Magus,
tapi, sebagai polisi, saya tidak bisa membiarkannya!
No comments yet. Be the first to leave one.