Release info

Tokyo Twilight 1957 720p BluRay x264-[YTS AM]
A Commentary by noebot08

Tags

BluRay
x264
720p
720
TS
YTS
Published on: 2019-01-22
Downloads: 62
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

-- noebot08 ---

Benar-benar kejutan!

Lama tak jumpa.

Hawanya semakin dingin.

Ya.

Dinas ke daerah ini?

Ya. Aku kadang ke sini.

Manajer cabang yang baru sering mampir ke sini.

Benarkah? Okabe juga suka minum.

Kau beruntung. Aku membawa teripang asin dari kampung.

Sepertinya enak.

Aku pesan sake.

- Aku juga mau. - Apa?

Teripang asin dan tambah sake.

Di saat aku mulai mengenal kalian,...

...kantor pusat menarik kalian.

Ya.

Tapi itu artinya kalian mendapat promosi...

Di mana Akemi?

Dia bermain ski bersama temannya.

Di dekat terowongan Shimizu,...

...di sana saljunya setinggi 350 kilometer.

Itu adalah jarak ke Nagoya. Maksudmu pasti sentimeter.

Sentimeter, ya? Bodohnya aku.

Putrimu pergi berlibur?

Belum, mungkin sebentar lagi.

Aku juga punya tiram Matoya. Kau mau?

Sepertinya enak.

Mau dimasak apa?

Dengan nasi.

Baiklah.

Aku juga mau tiram.

Dimasak asam. Juga dengan nasi.

Baiklah.

- Aku juga mau tiram asam. - Kau juga?

Hawanya sangat dingin.

Ya.

Rasanya gurih, aromanya sedap. Asalmu dari semenanjung Shima?

Ya. Anori.

Tidak mungkin!

Kakak iparku berasal dari Nakiri.

Kau tahu daerah itu?

Tidak begitu, tapi aku pernah ke pulau Kashiko.

Daerah yang indah. Kau berbisnis mutiara?

Tidak, aku seorang bankir.

Laut di sana jernih.

Lautnya juga dalam.

Aku pernah berwisata naik kapal feri berkeliling pulau.

Daerah itu bagus...

...untuk budi daya mutiara.

Mendiang Tn. Mikimoto beruntung menemukan tempat yang tepat.

Ya.

Tn. Sugiyama,...

...beberapa hari lalu Prof. Numata di sini sampai larut malam.

Benarkah? Sendirian?

Tidak, dia bersama dua muridnya.

Dia pulang dalam keadaan mabuk.

Begitu, ya.

Murid-muridnya mengantarnya pulang.

- Dia membuat masalah? - Tidak.

Tidak sama sekali.

Apa dia sering ke sini?

Tidak, hanya sesekali.

Topinya ketinggalan di sini.

Dia pasti akan mengambilnya.

Aku tuangkan.

Terima kasih.

Aku pulang.

Selamat datang.

Kau di sini.

Dingin, ya?

Di mana Tomizawa?

Aku suruh pulang.

Dia tidur.

Kapan kau datang?

Tadi pagi. Ayah mau makan malam?

Ayah sudah makan.

Oh.

Kau lihat tabi-ku?

- Di mana, ya? - Tidak ada?

Pasti dicuci Tomizawa. Cari di laci bawah.

Ketemu.

Bagaimana kabar Numata?

Baik.

Baru-baru ini Ayah membaca salah satu artikelnya,...

..."Keengganan untuk Bebas".

Benarkah?

Cukup menarik. Apa dia sering mendapat tawaran menulis?

- Semua baik-baik saja? - Maksud Ayah?

Di rumahmu.

Mau aku buatkan teh?

Hangatkan badanmu.

Bukankah ini sudah malam?

Tidak masalah.

- Beberapa hari lalu dia pulang malam. - Kapan?

Dia juga mabuk.

Dia sering minum.

- Dia sering minum? - Ya, belakangan ini.

Sepertinya dia ada masalah.

Apa?

- Selamat malam. - Kau juga sudah pulang?

- Takako, tempat tidurmu sudah siap. - Terima kasih.

Akiko, minum teh.

Tidak, terima kasih.

Kau tidak pulang?

Ya.

Kenapa?

Ada masalah lagi?

Ada apa?

Kalian ada masalah?

Itu tidak baik.

Mau kusiapkan tempat tidurmu, Ayah?

Aku tidak bisa apa-apa.

Takako, duduklah di sini.

Ada apa?

- Tak apa. Aku ingin sendiri. - Tapi --

Dia memang begitu.

Apa?

Menyebalkan. Dia mudah marah.

Dia melampiaskannya ke Michiko.

Jika rekannya mendapat ulasan positif, atau dia ada masalah di sekolah --

- Tapi apa hubungannya dengan kalian? - Benar.

Dia sudah gila.

Ayah akan menemuinya.

Percuma, Ayah hanya akan kecewa.

Sudah tabiatnya.

BANK

Anda ada tamu.

- Hai. - Hai.

Ada apa?

Aku cuma singgah untuk mengurus pinjaman.

Kau sudah makan siang?

Belum.

Aku ada ide.

Direktur Towa akan dimakamkan besok lusa pukul 13.000.

Pukul 13.00? Di kuil Seishoji?

Kau pernah makan di restoran dekat persimpangan?

Yang mana?

Tempatnya nyaman. Makanannya enak.

Yang mana?

Mereka menyajikan belut panggang.

Kau luang sekarang?

Ya. Ayo.

Aku traktir.

Baiklah.

Aku mau keluar.

Aku kembali pukul 14.00. Terima bila ada telepon.

Maaf. Di mana toiletnya?

Lantai bawah sebelah kiri.

BELUT.

Terima kasih.

Belut panggang dan sup hati belut.

Kau mau sake?

Tidak saat siang hari.

Kenapa? Satu botol.

Satu sup hati.

- Bisa pinjam teleponnya? - Ya.

Selamat siang.

Halo? Tn. Chu?

Aku sedang di Gofukubashi, di tempat biasa.

Aku mau bicara dengan Tn. Shinoda.

Tn. Shinoda? Ini aku.

Tidak ada masalah di bank.

Lanjutkan sesuai rencana. Ya, benar.

Ya.

Terima kasih.

Tunggu -- Oh, lupakan.

Melelahkan!

Berbisnis sangat melelahkan.

Kau sepertinya sibuk.

Jika itu menyangkut bisnis....

Bagaimana dengan upacara kematian ayah yang ke-12?

Kita harus bagaimana?

Kita tidak perlu datang. Aku akan mengirim uang ke kuil.

Kau yakin?

Ya.

- 1.000 yen sepertinya cukup. - Lebih dari cukup.

Bagaimana kabar Akiko?

Kenapa?

Dia datang ke rumahku untuk meminjam uang.

- Kapan? - Beberapa hari lalu.

Saat aku singgah ke pemasokku, maka itu hari Selasa.

Dia bilang alasannya?

Tidak. Dia melarangku mengatakan ini. Dia pinjam 5.000 yen.

Kau berikan uangnya?

Tanpa tahu untuk apa? Tentu saja tidak.

Dengar, sebaiknya segera carikan suami untuknya.

Terima kasih sudah menunggu.

Maaf.

Tambah acarnya.

Minum sakenya.

Kenapa dia tidak mau bilang alasannya? Aneh.

Itu jumlah yang banyak untuknya. Mencurigakan.

Bagaimana reaksinya?

Dia tidak bilang apa-apa dan pergi.

Dia tak pernah bilang padaku.

Sudah kuduga.

Apa yang dipikirkan anak muda jaman sekarang?

Segera nikahkan dia.

Mungkin sebaiknya begitu.

Tokyo Twilight (Tōkyō boshoku) subtitles in other languages

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left