The first 200 lines.
"Semua orang, lokasi, organisasi"
"Kejadian, dan latar belakang dalam drama ini hanyalah fiksi"
"Staf memastikan keselamatan aktor cilik dalam syuting drama ini"
"Episode Satu"
Benar juga.
Buku latihan Matematika.
Aku harus memberikannya kepada Su Yeon.
Su Yeon...
Kenapa dia ada di rumah Gyeong Ho?
Ini dia!
Apa ini?
Ini kejutan untuk Sun Hui. Bagaimana menurutmu?
Apa terlihat bagus?
Astaga, yang ini...
Itu mengerikan.
Apa?
Ucapanmu baik sekali.
Jangan lakukan hal seperti ini.
Kenapa jangan? - Kamu akan gagal.
Kamu...
Apa kamu...
Apa kamu juga
menyukai Sun Hui?
Apa?
Entahlah. Aku akan pergi saja.
Itu bukan urusanmu!
Lepaskan aku! - Hei!
Su Yeon.
Sun Hui.
Kenapa kamu di sini?
Su Yeon...
Kenapa kamu di sini?
Kamu berjanji tidak akan datang.
Kenapa kamu tidak menepati janjimu?
Kamu membuatku menderita!
Hidupku hancur
karena kamu.
Ini semua karenamu!
Apa itu kamu, Sun Hui?
Ibu di dapur.
Cuci tanganmu, Sayang.
Ibu.
Ibu...
Ibu?
Kamu...
Ada apa?
Ibu...
Aku...
Aku membunuh seseorang.
Aku...
Aku membunuh Gyeong Ho...
Aku membunuh
Gyeong Ho.
Aku membunuh Gyeong Ho.
Tidak.
Tidak mungkin.
Kamu tidak akan pernah melakukan hal seperti itu. Benar, bukan?
Kamu tidak melakukannya, bukan?
Ibu...
Ibu...
"Perfect Family"
Aku harus pergi.
Hai, Na Yeong.
Hai, Sun Hui. - Hai.
Sampai jumpa di sekolah. Sampai jumpa.
Sampai jumpa. - Sampai jumpa.
"SMA Yunil"
Kamu di sini. Cepatlah.
Kancingmu.
Benar, kancingku. Aku lupa.
Dasiku juga sudah rapi.
Apa lagi?
Benar, tanda namaku.
Park Gyeong Ho.
Astaga.
Baiklah.
Baiklah, ayo.
Apa? Kamu pergi begitu saja?
Maksudku...
Kamu tahu...
Ini.
Kamu anak yang baik.
Sungguh anak yang baik.
Astaga! - Kena kamu.
Beraninya kamu meletakkan tanganmu di kepalaku.
Aku hanya bermain-main. - Beraninya kamu!
Kemarilah! Hei! - Tidak.
Kemarilah sekarang.
Kamu... - Astaga.
Jangan lari. - Baik, Pak.
Kamu ikut denganku?
Bangunkan dia. Astaga.
Kami akan memberi hormat kepada guru kami.
Selamat pagi, Pak. - Selamat pagi, Pak.
Ada murid pindahan.
Kamu ingin memperkenalkan diri?
Hai. Namaku Lee Su Yeon.
Kuharap kita semua bisa akur.
Baiklah. Diamlah.
Su Yeon, duduklah di kursi kosong di paling belakang.
Siapa yang tahu ini hari apa?
Ini hari bersih-bersih. - Lama tidak bertemu.
Tidak. - Astaga.
Ketua kelas akan mengawasi kalian membersihkan kelas.
Kamu ingat aku? - Periksa daftarnya lagi.
Apa? - Tunjukkan tempat bersih-bersihnya.
Kalian mengerti? Dan
virus flu sedang menyebar. - Tidak. Aku pasti bingung.
Ada banyak murid yang terkena flu di sekolah sebelah.
Kuharap kita bisa akur. - Ya. Aku juga.
Cuci tangan kalian sepanjang waktu, ya?
Baik, Pak. - Baik, Pak.
Mari belajar dengan giat hari ini.
Baiklah. - Terima kasih, Pak.
Kamu ikut denganku?
Tidak.
Ada kemungkinan besar penggugat tahu tentang catatan itu.
Buat mereka berpikir - Rentangkan tanganmu.
bahwa kita tidak tahu tentang catatan itu.
Benar.
Akan bagus jika kita membalas saat mereka menyerang di persidangan.
Benar.
Ya.
Baiklah. Sampai jumpa.
Berhentilah menggunakan ponselmu saat berganti pakaian.
Maafkan aku.
Kamu tampak hebat.
Kamu juga harus berganti pakaian.
Hentikan.
Aku akan melakukannya.
Baiklah.
Kita akan terlambat. - Letakkan tanganmu di sini.
Kita akan terlambat. - Jadi, kenapa...
Sun Hui, ini.
Terima kasih.
Bukankah Sun Hui boleh makan makanan sekolah sekarang?
Mereka menunjukkan label makanan di menu.
Tidak, dia tidak bisa.
Aku sangat terkejut saat itu.
Aku tidak tahu bubuk kacang bisa menyakitinya seperti itu.
Kamu benar. Aku sangat takut.
Alergi makanan bisa membunuh orang.
Ibuku juga masih takut.
Ayahmu ada upacara penghargaan malam ini.
Benar. - Dia tetap mengemas ini untukmu.
Upacara penghargaan?
Astaga, ayahmu ada di tingkat baru.
Begini...
Keluargamu sempurna.
Ini enak sekali. - Ini lezat.
Ini, kamu bisa makan lagi.
Aku mau telurnya.
Bukankah itu lezat?
Sun Hui, nikmati makananmu.
Baiklah, kamu juga.
Kamu mengenalnya?
Tidak. Dia mengira aku anak lain.
Begitu rupanya.
Bawa saja ke sana dan makanlah.
Terima kasih.
Ini enak sekali.
Terima kasih sudah menunggu.
Dengan senang hati aku mengundang
tamu utama hari ini, Pengacara Choi Jin Hyuk, ke panggung.
Sambutlah dia dengan tepuk tangan meriah.
"Anugerah Unggulan Korea"
Semoga berhasil.
Terima kasih.
"Anugerah Unggulan Korea"
Pengacara Choi Jin Hyuk telah memenangi
Anugerah Unggulan Korea lagi.
Dia orang pertama yang menang anugerah empat kali beruntun.
Selama empat tahun berturut-turut.
Sebagai sesama pengacara, aku sangat terkejut...
Aku sangat bangga. Beri dia tepuk tangan lagi.
Bukankah pengacara gugup sepertinya akan kalah sidang?
Ibu, diamlah.
Selamat. - Terima kasih.
"Anugerah Unggulan Korea"
Selamat.
Terima kasih.
Astaga, Choi Sun Hui.
Kamu sangat populer.
Kamu bahkan mendapat hadiah untuk ulang tahunmu yang terlambat.
Berhentilah menggodaku.
Astaga.
Astaga, kurasa aku tahu apa ini.
Hei, itu bukan untukmu... - Sun Hui.
Omong-omong...
Ini.
Ini untukmu.
Aku memesannya khusus.
Itu sebabnya butuh waktu lama.
Astaga, indah sekali.
Terima kasih.
Aku akan pergi.
Aku ditolak.
Begini...
Begitu rupanya.
Apa?
No comments yet. Be the first to leave one.