The first 200 lines.
Konsep perjalanan hari ini adalah...
"Pulang Bekerja di Hari yang Sama"
"Tiga anggota bisa pulang dari Seoul"
"Tiga orang lainnya harus pergi ke Haenam!"
"Kita harus pulang!"
"Permainan tiga lawan tiga untuk pulang"
"Tim BSK melawan Tim Pengkhianat"
"Ayo pulang"
"Tim Pengkhianat unggul lebih awal"
"Mereka dengan mudah memenangkan babak pertama"
"Tim Pengkhianat menang secara beruntun"
"Tim Pengkhianat 7, Tim BSK 3"
"Kita harus"
"Membalikkan keadaan sekarang!"
"Babak ini juga untuk kerang panggang"
"Tapi"
"Keadaan tidak berjalan lancar bagi Tim BSK"
"Tidak seperti mereka"
"Semuanya berjalan lancar bagi Tim Pengkhianat"
"Tim Pengkhianat 9, Tim BSK 3, kemenangan telak"
"Tim mana yang akan berakhir di Haenam?"
"2 Days 1 Night Tim BSK melawan Tim Pengkhianat"
- Terima kasih. - Terima kasih.
Apa ini? Astaga.
"Kerang yang berlimpah"
Kerangnya tampak lezat.
Ini yang terbaik.
Haruskah aku melakukan pemanasan?
"Menggugah selera"
- Astaga. - Aromanya enak sekali.
Aromanya luar biasa.
Kerang kapak.
Kamu tahu harus bagaimana?
Mau tambahkan keju? Tidak?
- Setelah matang. - Saat terbuka.
Nanti saja, saat sudah matang.
Bagaimana cara kerjanya?
"Aku lapar..."
Ambil potongan besar telurnya.
Dia menggigitku.
Kimchi lobak.
"Kimchi lobak yang renyah"
- Kimchi-nya matang? - Sangat matang.
Sangat matang?
Yang ini. Yang ini tampak matang.
Masaklah dengan baik.
Kapan kamu dapat pekerjaan itu?
- Aku? - Ya.
Ini hobiku.
- Benarkah? - Ya.
Anak anjing kami pergi ke sana.
Dia berkeliaran ke mana-mana, padahal dia punya pemilik.
"Di mana pun ada makanan, di sanalah rumah"
Bagaimana bisa kerang kapak begitu tebal?
Kerang kapak...
Di dunia kerang...
Itu Se Yoon!
"Terlihat sedih"
- Astaga. - Biarkan matang dengan sarinya.
- Bagus. - Ini enak dan tebal.
Mengesankan.
Matang sempurna.
- Makanlah itu. - Matang sempurna.
Potong. Potong saja.
Ravi, yang termuda.
Mari potong menjadi tiga bagian.
Ayolah.
Berikan kepada yang termuda.
Teganya kamu meminta membagi kerang anggota termuda!
Kamu boleh mencium aromanya.
Makanlah.
"Ravi mendapat suapan pertama"
Pakar Pelahap Se Yoon, apa cara terbaik makan ini?
Begitu saja sudah lezat,
tapi celupkan dalam chojang.
- Chojang? - Ya.
- Celupkan sedikit dan makanlah. - Astaga.
Kamu harus meniupnya dengan cara yang tampak lezat.
Tampak cantik.
Daging di sampingnya.
Jangan makan sekaligus.
- Ini kejunya. - Apa namanya?
Terlihat seperti udang.
Panas.
Buat wajah bahagia begitu kamu makan.
Wajah bahagia.
- Astaga, jujur saja... - Itu dia.
- Ini sungguh... - Astaga.
"Pakar Pelahap hampir menangis"
Ini meletup di mulutku.
Satu gigitan, lalu meletup.
Kugigit lagi, meletup lagi.
"Aku mengerti"
Aku mau satu.
Letakkan semuanya di pemanggang.
"Letakkan semuanya"
Lihat pemanggang itu. Tidak ada ruang.
Masukkan lagi di sana.
"Dia menawarkan satu untuk Jong Min"
Apa yang kamu lakukan? Makanlah.
"Dia sama sekali tidak serius"
- Kamu tidak mau? - Akan kumakan.
Akan kumakan.
Akan kucelupkan ke chojang.
Celupkan dengan baik.
"Banyak chojang"
Kuharap kamu tersedak dan keluar chojang dari hidungmu.
"Masuk ke mulutnya sekaligus!"
Ini panas. Lihat.
Senang bisa memakan ini setelah sekian lama.
Ini kali pertamaku sejak aku dewasa.
- Benarkah? - Benarkah?
Rasanya...
- Aku harus kembali memakannya. - Benar.
Aku lupa akan kelezatan ini.
"Dia meniru Seon Ho"
"Dan makan ikan skate muda berbumbu"
"Dengan sebuah ssam"
"Dia bahagia"
Aku percaya pada Jung Hoon.
Tingkatkan semangatmu
dan bertekadlah untuk tidak pergi ke Haenam.
- Aku tidak akan pergi ke Haenam. - Bagus.
- Dengan mengerutkan dahi! - Aku tidak akan pergi ke Haenam!
- Bagus! - Aku tidak mau pergi!
Benar.
- Marahlah. - Dia...
- Benar! - Dia menjadi makin muda.
Akan lucu sekali
jika setahun kemudian, Jung Hoon berakhir seperti DinDin.
"Apa DinDin adalah panutannya?"
"Apa yang terjadi? Apa ini?"
- Bagaimana jika dia seperti itu? - Ini.
Pak, ini sudah matang.
DinDin bekerja keras. Tumpuk dengan benar.
Sarinya merembes keluar.
Sedikit saja.
Lebih dari semua makanan selama ini,
- ini penantian terpanjang. - Ini sulit sekali.
Untuk daging, kita hanya
langsung memanggang lalu makan, tapi ini butuh waktu.
Bukankah hari ini berat?
Sejujurnya, penantiannya tidak buruk.
- Begitukah? - Ya.
"Kamu yakin?"
- Begitu rupanya. - Ini sulit.
"Dia langsung berbalik"
"Dan mereka terus memanggang kerangnya"
- Ini seperti semur. - Benarkah?
Masalahnya adalah saat membuat kaldu dengan kerang,
- itu akan meningkatkan rasanya. - Se Yoon.
- Benar. - Jika tambahkan segenggam kerang
- ke semur doenjang... - Itu enak sekali.
- Astaga, lihat ini. - Cobalah.
"Astaga, lihat ini"
- Makanlah. - Ambillah.
"Kerang itu menarik perhatiannya"
Hal yang sama berlaku untuk sashimi.
Jika kamu tahu cara menikmati sashimi,
- lebih suka kecap daripada chojang. - Itu...
- Benar. - Ini hukuman untuk Jung Hoon?
- Jung Hoon terus diajak bicara. - Ada yang suka makan dengan garam.
- Ada yang suka wasabi. - Benar.
- Sebagian makan dengan wasabi. - Benar.
Jung Hoon, apa kesukaanmu saat makan sashimi?
Aku suka memakai wasabi untuk sashimi.
- Tidak dicelupkan ke kecap asin? - Sedikit saja.
- Sedikit. Hampir tidak ada kecap. - Bukankah itu sudah matang?
- Astaga. - Ya.
Beberapa orang tidak bisa menerima
- mencelup sashimi ke chojang. - Itu kurang matang?
- Ini sangat empuk. - Empuk, bukan?
- Ya. - Kamu biasa makan dengan kecap.
- Sudah matang? - Kurasa kamu juga suka hal lain.
- Ya. Aku berganti-ganti. - Begitukah?
- Jung Hoon dengan banyak kesukaan. - Ini sudah matang.
"Mereka berhasil mengakhiri segmen penutup"
"Melihat mereka"
"Mereka masih memanggang kerang"
Astaga, enak sekali.
- Bagaimana denganmu, Se Yoon? - Ya.
- Apa kesukaanmu? - Aku? Kita akan membicarakan ini?
- "Jung Hoon Ingin Bicara". - Ya.
- Senang bertemu denganmu. - Aku bosan.
- Baiklah. Senang bertemu denganmu. - Sudah lama sekali rasanya.
- Se Yoon, saat kamu makan sashimi - Kerangnya.
- atau kerang... - Sashimi kesukaanku?
Apa sashimi kesukaanmu?
Aku suka episode terakhir "Taoist Meoteol".
"Episode terakhir 'Taoist Meoteol'"
"Itu jawaban yang jenaka"
Ini pasti sulit bagi mereka.
"Masih ada banyak kerang tersisa"
"Melirik"
Inilah "Selamatkan Hoon".
Tamu hari ini adalah Youn Jung Hoon.
Tolong beri tahu kami keadaan sulitmu saat ini.
- Acara TV ini menyenangkan. - Beri tahu kami.
- "Selamatkan Hoon". - Bisa naikkan volumenya?
- Pertama, aku kelaparan. - Baiklah.
No comments yet. Be the first to leave one.