The first 200 lines.
Fb : Adi Heryanto & IG : adiheryanto402
"EXchange 3"
"EXchange 3"
Kita kedatangan tamu istimewa seperti biasanya.
Dia pemula yang sangat mendunia,
Seok Matthew dari ZEROBASEONE.
Aku Seok Matthew dari ZEROBASEONE.
Senang bertemu kalian.
Kamu dari Kanada, ya?
Ya, benar. - Dia berasal dari luar negeri?
Bahasa Korea-mu bagus.
Terima kasih.
Kamu Seok yang mana?
Itu artinya batu. - Nama keluargamu Seok?
Seok untuk batu? - Ya.
Seok dari namaku juga batu. - Benarkah?
"Mereka menggunakan aksara Mandarin yang sama untuk nama mereka"
Aku akan bersikap baik kepadamu. - Baiklah.
Aku akan menjagamu dengan baik. - Baiklah.
Kamu menonton acara kami? - Ya.
Aku penggemar Kwang Tae.
Kamu ingat
bagaimana dia menggila pekan lalu? - Ya.
Dia pria hari esok. - Ya.
Kamu ingat seperti apa dia? - Ya. Aku sangat menyukainya.
Di lantai dua...
Dia manis. - Penguasa lantai dua.
Boleh aku masuk?
Tidak! Apa yang kamu lakukan? - Tidak?
Itu sebabnya aku mengetuk. - Tapi...
Apa? - Bolehkah aku tidak masuk?
Aku terlihat seperti ini dengan memakai masker.
Kalau begitu, kamu harus menutupi wajahmu.
Baiklah.
Begini...
Kami membicarakan masker wajah.
Benar juga. Kamu menginginkannya?
Apa kegiatanmu besok?
Besok? - Ya.
Kamu mau pergi ke suatu tempat? - Ke mana?
Aku mengirimimu pesan.
Pesan teks?
Tentang Haebangchon? - Tidak, bukan itu.
Yang kukirimkan kepadamu.
Benar juga.
Bisakah aku melakukannya besok? - Tentu saja.
"Yu Jung naik ke lantai dua saat ini"
Baiklah. - Kita akan mencobanya.
Aku akan mengabarimu.
Sampai jumpa.
Baiklah.
"Melirik"
"Yu Jung melihat Kwang Tae meninggalkan kamar Seo Kyung"
Kurasa Kwang Tae
berkomitmen
untuk menjadi intim
dengan para peserta wanita.
Kurasa dia mencoba menghabiskan waktu berdua dengan mereka.
Itu kesan yang kudapat.
"Menurutmu Yu Jung mendengarmu mengajak Seo Kyung berkencan?"
Entahlah. Saat aku pergi ke kamar Seo Kyung
dan mengambil masker wajah darinya,
aku bertanya apa kegiatannya besok.
Saat itulah Yu Jung masuk ke kamarnya.
Jadi, aku tidak yakin apakah dia mendengarku.
Dia mungkin mendengarnya.
Memang benar
aku mengajak orang lain berkencan setelah bicara dengannya,
tapi sebenarnya aku ingin berkencan dengan mereka berdua.
Tapi aku mengerti
dia mungkin akan tersinggung.
Jadi, aku berusaha
mencari tahu harus bagaimana secepat mungkin.
Ini bukan karakter
yang pernah ada di acara ini. - Benar. Itu belum pernah terjadi.
Belum pernah ada orang seantusias dia.
Begitu memutuskan, dia akan melakukannya.
Dia belum memutuskan. - Benar.
Dia ingin melihat pilihannya sebelum bertindak.
Dia harus berkencan dengan mereka. - Itu yang mereka lakukan di sini.
Tapi waktunya tidak tepat.
Maksudku, saat Yu Jung dengar. - Benar.
Pakai maskernya dan kemarilah.
Baiklah. - Baiklah.
"Kwang Tae muncul dengan memakai masker"
Kamu sudah selesai?
Kamu bisa pergi lebih dahulu jika sudah selesai.
Kamu belum bersih-bersih?
Apa? Kamu ikan.
Dan kamu cumi-cumi.
Apa?
Ini lucu sekali.
Apa ini... - Dia aneh.
Seluruh wajahnya tertutup. - Benarkah?
Ya.
"Dia menggunakan masker wajah dengan cara yang berbeda"
Maksudku, ini...
Dia seperti komedian.
"Mengerang"
Apa?
Apa nama ikannya?
Ikan terjelek di dunia? - Blobfish?
Ikan terjelek di dunia.
"Kedua pria itu duduk di kedua sisi Yu Jung"
Benar, blobfish.
Omong-omong... Ini lucu sekali.
Aku tidak bisa melihat wajahmu. Kamu tampak sangat lucu.
Aku... Aku tidak mau duduk di lantai.
Kemarilah.
Baiklah. Aku akan duduk di sini.
Baiklah. Duduklah di bantal.
Ini benar-benar...
Kamu terlihat seperti panda.
Aku terlihat lucu, bukan?
Aku harus bagaimana?
Apa aku terlihat lucu? - Ya.
"Melirik"
Aku ingin minum lagi.
Kita masih punya minuman. - Mau minum lagi?
Aku akan mengambilnya.
Baiklah. Mari minum sepuasnya. - Kalau begitu, bawakan minuman
dan gelas. - Baiklah.
Mari kita minum.
Yang ini tampak bagus.
Benar, bukan? - Ya.
Itu akan cocok untukku. - Cobalah.
Apa ini? Bagaimana cara memakainya?
Pasang saja di rambutmu seperti ini.
Seperti ini? - Ya. Itu dia.
Kamu bisa menarik lebih banyak rambut ke belakang.
Lakukan untukku.
Rambutmu tebal.
Ya. Rambutku sangat tebal.
Kwang Tae!
Kenapa dia suka jepit rambut pita?
Kwang Tae, itu mulus sekali.
Jika itu yang dia inginkan,
aku ingin dia melakukannya saat ada orang lain.
Benar. Dia selalu... - Dia begitu saat tidak ada orang.
Dia seperti itu hanya saat sedang berdua dengan seseorang.
Kenapa dia selalu mengawasi waktu berdua dengan seseorang?
Kurasa dia tidak mau orang lain melihatnya melakukan itu.
Benar sekali. Itulah masalahnya.
Kamu benar. - Dia melakukan itu ke semua orang.
"Yu Jung kembali dengan minuman"
Aku suka menatap api.
Andai aku punya satu di rumahku.
Yu Jung, kamu banyak minum hari ini.
Kurasa aku suka wiski.
Untuk siapa dua gelas ini?
Boleh aku minta salah satunya?
Jika minum lagi, aku akan mendapat masalah serius.
Kenapa?
Aku mungkin akan mengatakan hal-hal konyol.
Itulah serunya.
Dong Jin pergi mengambil sesuatu? - Entahlah.
Aku memintanya membawakan es. - Begitu rupanya.
Dia turun untuk membantunya.
Dingin sekali.
Saat dia hampir tidak bisa melihat.
Benar.
Bersulang.
"Yu Jung dan Kwang Tae ditinggalkan berdua di ruang tamu"
Aku sedih karena terlambat.
Kamu terlambat? - Ya.
Terlambat untuk apa? - Besok.
Kamu ingin berkencan denganku?
Aku penasaran.
Kenapa tidak mengirimiku pesan? - Apa?
Itulah sebabnya aku bicara denganmu.
Tentang apa?
Aku bertanya apa rencanamu besok.
Tapi... - Tapi aku terlambat.
Kamu tidak mengirimiku pesan. - Apa?
Hari ini tidak. - Apa aku favorit keduamu?
Kedua? - Tidak.
Hanya saja...
Kwang Tae
sama seperti Ju Won.
Dia mengajakku berkencan,
tapi tidak mengirimiku pesan.
Jadi...
Aku dua kali lebih kesal.
Kurasa
mereka punya pilihan favorit.
Aku favorit kedua mereka, jadi, mereka mengajakku berkencan.
Tapi kurasa mereka mengirim pesan ke pilihan pertama mereka.
Kedua? - Tidak.
Hanya saja...
Hanya saja...
Aku akan naik.
Aku tahu. Kami tahu.
Kami tahu.
Hentikan pembicaraan serius itu.
Baiklah.
"Malam saat kesalahpahaman makin dalam"
Sampai jumpa besok.
Ya. - Baiklah.
"Waktu saat ini, pukul 4 pagi"
"Para peserta tidur larut malam"
No comments yet. Be the first to leave one.