The first 200 lines.
Tempat di sebelahmu adalah tempat Seo Yoon Jae.
Saat dia kembali...
Kang Kyung Joon akan menghilang untukmu.
Aku akan sepenuhnya menghilang.
Aku akan hidup dengan baik di suatu tempat...
Jadi khawatirkan saja Seo Yoon Jae yang baru kembali.
Kau hanya akan menghilang?
Apa... Kau ingin mengikutiku?
Kalau kau berdiri tak kokoh, aku akan menerobos masuk saja.
Ini jadi terlepas.
Ikatlah yang kencang.
Dan jangan melihat ke belakang pada Kang Kyung Joon, yang berlari sangat jauh...
Dan kau terus saja berjalan ke jalan yang kau tuju.
Hingga saat itu, ayo kita hidup rukun.
Baik.
Karena kau terus memasang ekspresi sakit itu di wajahmu,...
...kau membuatku jadi mengkhawatirkanmu.
Itu sangat memberatkan.
Kau benar. Aku tidak seharusnya begini di hadapanmu.
Aku akan mengikat kesadaranku dengan kencang.
Kau mengikatnya yang kencang, kan?
Aku mengikatnya dengan kencang. Apa rasanya tidak apa-apa?
Aku rasa ini tidak akan pernah terlepas. Ayo.
Bagaimana kalau darahmu tidak jalan?
Aku baik-baik saja. Ayo.
Cepatlah.
Kalau kau makan seperti itu, perutmu akan jadi sakit nanti.
Memberatkan rasanya ada kau melihatku, jadi pergilah tidur.
Kenapa kau merasa aku memberatkan?
Karena aku muda?
Anak muda yang pintar, tampan, dan kaya bisa hidup baik di manapun.
Aku tidak akan menempel padamu untuk segigit ramen, jadi jangan khawatir.
Saat kau kembali, kau akan sendirian./ Kalau itu mengusikmu, jangan khawatir.
Aku akan pergi mencari ayahku.
Ma Ri...
Kau kelihatannya terlalu nyaman jadi paparazzi.
Ini adalah keahlian yang aku pelajari dari mengikuti Kyung Joon sekian lama.
Wahh, kau seperti profesional!
Kau benar-benar bisa melihat karakter dari wajahnya.
Siapa pria itu?
Tolong beritahu aku lebih banyak tentang pria yang akan dinikahi Hee Soo di New York.
Karena aku tidak tahu kaitan yang lain untuk bisa menemukan Kyung Joon.
Aku mendengar bahwa dia memiliki putri yang seumuran Kyung Joon.
Namanya Ma Ri.
Ma Ri...
Minggir!
Yoon Jae dan istrinya akan datang ke lobi hotel.
Jadi mari kita tidak saling menaikkan suara pada masing-masing.
Aku rasa Kyung Joon berada di Korea.
Aku yakin kita akan bisa menemukan dia.
Ini pertama kalinya aku bertemu dengan pria itu juga.
Karena ibunya Seo Yoon Jae tidak suka bertemu dengannya,...
...jadi kupikir itu bagus juga untukku dan tidak menemuinya.
Aku bertemu dengannya sekali saat Yoon Jae dan aku pertama bertunangan.
Tapi dia sangat pendiam dan sedikit sulit.
Dia juga seorang dokter.
Karena itu kau datang?
Aku tidak akan melibatkan diri.
Jangan pernah menyebutkan ini pada Yoon Jae.
Dia adalah adiknya Yoon Jae, dan putramu.
Kau tidak merasa kasihan pada anak itu yang sendirian?
Dia bukan putraku.
Dia adalah putra wanita ini, Kang Hee Soo.
Meskipun cukup bagiku bahwa aku adalah putra ibuku,...
...tapi karena dia adalah pria yang dicintai ibuku,...
...aku jadi penasaran untuk melihat pria macam apa dia.
Yang meminta Hee Soo untuk mengandung putra kita untuk kita adalah kau.
Bukan seorang anak yang aku perlukan.
Tapi tali pusar anak itu yang aku perlukan.
Karena hanya itu yang bisa menyelamatkan nyawa Yoon Jae kita.
Kau juga menyetujui itu.
Pada saat ini, apa kau percaya diri untuk menemui dia sebagai putra yang kau cintai?
Dia bukan anak yang terlahir karena cinta, tapi anak yang dibuat karena kebutuhan!
Dan setelahnya...
Kita menyerahkan dia pada wanita itu!
Pria yang merupakan ayahku ini, aku rasa dia ingin bertemu denganku.
Melihat bagaimana dia meninggalkan ini.
Karena aku yakin aku terlahir karena dia benar-benar mencintai ibuku.
Tapi menurutmu kenapa ada dua anak?
Menurutmu apa kemungkinan kau memiliki seorang saudara?
Saudara?
Aku rasa mungkin saja.
Bahwa kau tidak akan pernah menyebutkan apapun soal anak itu pada Yoon Jae.
Aku ingin kau janjikan itu.
Sesuatu yang tidak bisa dia ingat, aku tidak akan membuatnya menangisi itu lagi.
Kau sudah datang.
Iya, Ibu.
Lama tidak bertemu.
Iya, Ayah.
Aku minta maaf karena tidak bisa datang di pernikahan.
Tidak apa-apa.../ Tunggu...
Kita perlu ke atas dulu sebelum pergi.
Ayahmu membawa hadiah pernikahan untuk putra satu-satunya.
Kita ke atas dulu sebentar. Ayo.
Tunggu sebentar.
Aku minta maaf karena tidak datang meskipun aku dengar bahwa kau terluka.
Kau baik-baik saja sekarang?
Aku masih tidak baikan.
Sejujurnya, meskipun kau mengatakan bahwa kau ayahku, kau seperti orang asing yang baru pertama kali aku lihat.
Kau akan membaik.
Bagaimana bisa kita tetap jadi orang asing sementara kita adalah ayah dan anak?
Karena aku adalah putra kalian satu-satunya, aku yakin ini sulit untuk kalian berdua.
Putra satu-satunya?
Jika begitu kau pasti benar-benar tidak ingat apapun.
Tentang apa?
Bukan apa-apa.
Kau masih terus mengambil cuti dari rumah sakit?
Ini...
Apa ini seseorang yang Ayah kenal?
Kau ingat dengan Profesor Park Min Kyu?
Jika begitu orang ini mengenal Seo Yoon Jae juga?
Benar...
Seperti yang dikatakan ibumu, kau berbicara seakan-akan kau orang lain.
Aku yakin semuanya akan segera kembali.
Aku berharap begitu.
Meskipun ini terasa aneh karena Ayah tidak terbiasa...
Anggap saja sebagai putra yang lain datang berkunjung sebentar.
Akhir pekan ini...
Aku menghadiri perkumpulan istri-istri dokter. Kau sebaiknya datang bersamaku.
Maaf?
Itu adalah sebuah pertemuan amal di mana aku sudah jadi bagian untuk waktu yang lama.
Aku sebaiknya memperkenalkan dirimu selagi aku di Korea.
Iya.
Dan juga, apa begitu bagaimana biasanya kau berpakaian?
Iya.
Sebelum aku pergi, mari kita pergi berbelanja bersama-sama.
Kau tidak memiliki mobil sendiri, kan?
Jika ada waktu, kita sebaiknya membelikanmu mobil juga.
Aku tidak memerlukan yang seperti itu.
Kau memerlukannya demi reputasi Yoon Jae.
Jika saja kau sudah mengurusnya itu sendiri, aku tidak perlu mengurusnya sendiri lagi.
Aku minta maaf.
Dia mengatakan ingin melakukannya untukmu karena aku.
Kau tahu kata 'aku minta maaf' itu tidak tepat.
Angkat kepalamu tinggi-tinggi...
Dan katakan, terima kasih.
Karena Da Ran merasa malu.
Aku yang akan berterima kasih karena aku lebih tak tahu malu.
Berikan kartu kredit Ibu.
Daripada merepotkan soal pergi bersama-sama...
Aku akan pergi menggunakan kartu tersebut yang layak dengan reputasiku.
Sekitar berapa menurut Ibu banyaknya?
Karena aku tidak tahu berapa besarnya harga reputasiku.
Hei...
Apa salah aku ingin dia melakukan kerja amal bersama-sama denganku?
Itu bukan kerja amal ketika dia harus membeli baju baru dan mobil baru.
Tapi itu adalah ajang pamer berapa banyak uang yang kau miliki.
Yoon Jae!/ Paman--
Ayah, karena ayah lama meninggalkan Ibu sendirian, dia jadi terlibat dengan organisasi-organisasi aneh itu.
Itu bukan organisasi aneh!
Itu adalah tempat di mana para istri dari direktur rumah sakit bertemu,...
...bukan tempat yang bisa didatangi siapa saja.
Jika begitu Ibu dan Da Ran...
...tidak akan bisa bergabung karena kalian berdua hanyalah bukan siapa-siapa.
Ayah bukan direktur sebuah rumah sakit.
Hei...
Meskipun ayahmu bukan direktur sebuah rumah sakit,...
...dia adalah seorang dokter terkenal. Benar, kan?
Kau tidak bisa...
Bekerjalah saja yang keras dan cepat buat rumah sakit sendiri.
Aku tidak bisa membiarkan dia pergi ke sana karena aku merasa sangat malu.
Daripada mempermalukan diri dengan mencoba memamerkan uang di event-event tersebut...
Lebih baik untuk tidak melakukannya.
Yoon Jae...
Sebelum ayahmu ke Afrika, dia adalah direktur...
Benar, kan?
Oh, iya.
Meskipun kau mungkin tidak mengingatnya, Yoon Jae...
Aku dulu adalah direktur rumah sakit./ Tapi sekarang tidak.
Jangan berdebat denganku dan berikan saja kartu kreditnya.
Kau benar-benar akan membeli mobil?
Mereka orang yang serius. Mereka tidak mengatakan hal-hal yang tidak serius.
Kau tidak mendengar mereka memberitahu kita sungguh-sungguh...
...bahwa mereka punya banyak uang karena jadi direktur rumah sakit sebelumnya?
Bukan perilaku yang baik untuk mengabaikan hal-hal seperti itu.
Mereka hanya sekedar membicarakannya, tidak perlu membeli mobil!
Kurasa yang ini akan cocok untukmu. Kenapa kau tidak masuk melihatnya.
Aku tidak perlu mobil. Aku bahkan tidak bisa mengemudi.
Baiklah.
Aku akan memilih sesuatu yang kusukai.
Yang ini.
Kyung Joon...!
Dari sini...
Sampai sini.
Bagaimana bisa kita membeli semua ini tanpa mencobanya?
Kalau begitu coba kenakan.
Aku tidak peru beli ini...
Tidak buruk. Ambillah.
Lihat? Sudah kubilang tidak buruk...
Tidak buruk. Ambillah.
Bagaimana bisa aku memakai sesuatu seperti ini dalam kerja amal?
Tidak buruk. Ambillah.
Kau ingin pergi liburan musim panas?
Tidak buruk. Ambillah.
Oh, itu buruk! Ambillah.
Tidak buruk...
Pakailah.
Ini akan siap dalam beberapa hari.
Melihat bagaimana kartunya masih berfungsi setelah semua ini,...
...kurasa reputasinya Seo Yoon Jae cukup berharga.
No comments yet. Be the first to leave one.