The first 200 lines.
EPISODE 3
Jika aku perlu menjadi layak untuk dapat kesempatan kedua,
Aku akan membuktikannya dengan memimpin unitku untuk kemenangan di pelatihan terakhir.
Dan jika aku masih tidak bisa membuktikannya,
aku akan mengundurkan diri...
tanpa membuat alasan apapun.
Jadi bisa tolong...
tentukan pilihanmu setelah pelatihan?
Apakah aku layak untuk tinggal di sekolah ini...
atau tidak.
Astaga, aku pasti sudah gila.
Apa yang baru saja kukatakan padanya?
Sialan.
Kapten! Kau baik-baik saja?
Astaga, kau berkeringat.
Itu semua salah ku.
Kalau saja aku tidak menyarankan makan ramyeon...
Maaf, bro.
Kami seharusnya mendengarkanmu ketika kau mengatakan kita tidak boleh memakannya.
Kenapa kau menungguku? Sana tidur duluan.
Bagaimana bisa, setelah apa yang kami dengar?
Apa? Apa yang kau dengar?
Kami tidak mendengar semuanya,
tapi kami dengar kau akan memimpin unit untuk dapat peringkat pertama.
Sun Ho.
Kau mendaftar ke universitas lain selain sekolah ini, kan?
Hei!
Kenapa dia harus pergi ke universitas lain?
Kalau gitu, buatmu itu masuk akal?
Kita tiba-tiba jadi peringkat satu.
- Sial. - Sial.
KANG SUN HO
KANG SUN HO
ORANGTUA MENINGGAL, WALI YOON TAEK IL
Aku bertanya-tanya kenapa ID-nya adalah Yoon.
WALI YOON TAEK IL
Beraninya kau melakukan ini ketika seharusnya kau membalasnya karena membesarkanmu?
Kau orang bodoh yang menyedihkan.
KANG SUN HO
- Satu dua tiga empat. - Satu dua tiga empat.
- Satu dua tiga empat. - Satu dua tiga empat.
- Satu. - Tiga.
- Dua. - Empat.
- Satu dua tiga empat. - Satu dua tiga empat.
Sejauh ini, empat orang telah keluar.
Dan tiga orang dikeluarkan.
Jadi bersisa 60 orang.
Kita punya waktu seminggu lagi dalam pelatihan ini.
Berdasarkan dari performa kalian,
unit kedua mengalahkan semua unit lainnya.
Tepuk tangan.
Unit kedua yang dipimpin oleh Kapten Oh Kang Hee...
akan dikecualikan dari sesi latihan terakhir.
Dalam sesi latihan ini,
satuan pertama yang dipimpin oleh Kapten Park Min Kyu...
akan melawan unit ketiga yang dipimpin oleh Kapten Kang Sun Ho.
Sekarang, aku akan memberi tahu kalian seperti apa latihan pada sesi kali ini.
Dari sebelah...
ke sini.
- Dari semua jalan di sana... - Minggir.
Pelatihan ilmiah yang sangat maju.
Pikirkan saja sebagai pertandingan paintball bertahan hidup.
Dari sini, dor! Ada lagi!
Ada apa dengannya?
Jangan beri tahu musuh kita tentang kematianku.
Setiap unit akan dibagi menjadi dua tim.
- Seseorang akan menyerang... - Serang!
Sementara tim lain berlatih pertahanan.
Itu salah satu sesi latihan Tentara ROK yang sebenarnya.
Pelatihan Chungram adalah...
versi ringkas dari pelatihan Angkatan Darat ROK.
Itu sebabnya kita harus melakukan ini.
Jadi kita akan melakukannya di sana?
Sebagian besar peserta pelatihan yang tidak masuk...
keluar dalam tahap ini.
Astaga, tapi aku yakin...
setidaknya beberapa dari kita akan berhasil.
Jika kita tidak ingin seluruh tim didiskualifikasi,
kita membutuhkan kapten untuk datang dengan strategi dan rencana yang efektif.
- Sun Ho. - Ya.
- Kami akan baik-baik saja, kan? - Ya.
Apakah kau baik-baik saja?
Jadi? Apa yang akan kau lakukan tentang Kang Sun Ho?
Entahlah. Apa yang harus aku lakukan?
Apa yang kau ragukan?
Kau tidak mau untuk kembali ke kantor polisi?
Sialan. Betul juga.
Apa yang harus aku lakukan?
Didiskualifikasi saja...
dan terus dapatkan bantuan dari Yoon.
Lalu bagaimana dengan Kang Sun Ho?
Aku tahu siapa Kang Sun Ho karena aku melihatnya dengan mata kepala sendiri.
Astaga, kenapa kau menjadi seperti ini? Ini sangat berbeda denganmu.
Kau melakukan segala macam hal sembrono saat kau perlu menangkap penjahat.
Pergi sana. Enyah.
Nah, kenapa kau tidak...
dan berlutut memohon pada Kapten?
Aku bisa memohon padanya bersamamu jika kau ingin.
Keluar! Aku bilang pergi!
Enyah, enyah, sana!
Aku akan pergi setelah aku menyelesaikan ini. Kenapa kau sangat marah?
Sialan.
Kau sudah lakukan rapat strategi?
Ya.
Seperti yang kau katakan, ini bukan tentang menang.
Aku hanya ingin melakukan yang terbaik...
karena ini adalah kesempatan terakhirku.
Aku senang mendengarnya.
Ya, lakukan saja semua yang kau inginkan, sehingga kau tidak akan menyesal.
Momen ini tidak akan pernah datang lagi.
Dan aku akan melakukan apa yang aku inginkan saat ini tanpa penyesalan.
Hei! Oh Kang Hee!
Hei, kenapa tersenyum?
Itu terdengar seperti apa yang pernah dikatakan gebetanku.
Siapa?
Apa?
Siapa gebetanmu itu?
Oh itu...
Siapa namanya?
Lupakan. Lagipula itu bukan urusanku.
Aku harus berhenti membuat kesimpulan.
Yah... aku bertanya-tanya, untuk berjaga-jaga,
jika omongan tentang mimpimu menjadi polisi itu bohong.
Tapi kau telah membuktikan bahwa aku salah.
Tidak ada seorang pun di sini yang lebih serius tentang ini daripada kau.
Jadi, tentang aku membuat kesimpulan sendiri,
Aku akan meminta maaf pada mu dengan benar setelah kita resmi diterima.
Aku akan memberitahu mu...
siapa dia setelah kita diterima secara resmi.
Hei, sebaiknya kau menepati janjimu.
Kalau begitu aku harus mendukung unitmu juga.
Kalau begitu aku harus mendukung unitmu juga.
Aku menolak untuk pergi.
Aku akan masuk, tidak peduli apapun.
Teman-teman.
Hei, teman-teman.
Teman-teman! Perhatian.
Berikan beberapa ide.
Membuat rencana bersama akan selalu berhasil.
Ide?
- Tiba-tiba. - Ide?
Maksudku, kau tahu. Apa saja.
Itu bisa apa saja.
Bukankah itu tugasmu, Kapten?
Sebaliknya, kenapa kita bahkan membutuhkan seorang kapten?
Hei, ayolah.
Sun Ho mengatakan kita harus berkerja secara tim.
Semangat tim.
Kerja tim! Ya!
Lagi pula kita jelas akan kalah.
Apa gunanya mengadakan rapat strategi?
Hei, Sung Soo.
- Jangan seperti ini. - Lepaskan.
Mari jujur. Apakah kau yakin kita bisa mengalahkan tim Min Kyu?
Tim itu memiliki beberapa orang terkuat.
Coba kau jawab. Apakah aku salah?
Aku berharap seseorang bisa memberiku beberapa petunjuk.
Kenapa kau tidak...
pergi berbicara dengan Profesor Yoo Dong Man?
Dia penasihat pelatihan kita, kan.
Dan kau secara pribadi mengenalnya.
Dia mungkin akan memberimu beberapa petunjuk.
MARI KITA BERTEMU.
AKU INGIN BERBICARA DENGANMU TENTANG SESUATU SECARA PRIBADI.
Lupakan.
Dia tidak berguna lagi.
KAPTEN
Haruskah aku menutup mata...
menelan harga diriku dan berlutut?
Astaga, benar-benar.
Bahkan jika aku berlutut,
Setidaknya, aku harus mendapatkan petunjuk.
Ya ampun, ini akan membuatku kehilangan muka.
PROFESOR YOO DONG MAN
Apa yang kau lakukan di sini?
Aku datang untuk menanyakan sesuatu, Pak.
Aku mengatakan bahwa aku akan memimpin unitku menuju kemenangan,
tapi bisakah kau membantuku sedikit?
Apa?
Aku sangat ingin melanjutkan studi di sini.
Aku lebih baik mati daripada mundur.
Jadi aku putus asa untuk menang,
tapi bisakah kau membantuku sedikit?
Jangan mendekat!
Ya?
Berdiri di sana dan bicara. Di sana.
Seperti yang kau katakan kepada ku,
Aku ingin membayar ayah ku untuk sisa hidup ku.
Aku ingin mandiri.
Jadi, bisakah kau membantu ku?
Tolong, aku mohon.
- Profesor Yoo. - Aku mengerti! Jangan mendekat.
Apakah kau baru saja setuju untuk membantu ku?
Astaga, orang bebal itu.
Ini membuatku sakit kepala.
Jika kau membantu ku, Aku akan melakukan apapun untukmu.
Kau tinggal sebut saja. Aku akan melakukan apa saja maumu.
Apa masalahnya?
Ya?
Aku tidak tahu bagaimana aku harus mempersiapkan...
No comments yet. Be the first to leave one.