The first 191 lines.
Kalau begitu, jika kau menerima undangan pernikahan, tidakkah kau mengira itu penipuan.
Kunci!
Ciuman pertamaku!
Ini semua karena kau.
Kenapa kau hadir di hidupku?
Berhenti menggangguku dengan omong-kosong kekanakan ini!
Sampo menanyakan padaku jika kau mempunyai pacar.
Bawa Pan Yanting ke studio pahat pada hari Jumat jam 3 sore
Tampan sekali!
Hei, Teman Sekelas, kau tahu Sampo di mana?
Aku tidak tahu. Dia mungkin pergi membeli makanan.
Membeli makan?
Sudah aku bilang untuk ke sini mencarinya, tapi tetap saja kau makan siang dulu. Apa makan siangmu enak?
Sekarang kita harus bagaimana? Bagaimana kita menemukan Sampo?
Kenapa tidak kita siaran dan memanggilnya?
Siaran?
Kau cepat tanggap sekarang. Bagus kau bersamaku selama ini.
Di situ!
Ketika dia mengambil air, dia menggunakan tangan secara bergantian.
Jangan membuang waktu.
Berpindah, pergi!
Apa ini?
Pan Yanting, aku menyukaimu!
Berkencanlah denganku.
Hei!
Terima! Terima!
- Apa yang harus kita lakukan? - Aku harus bagaimana sekarang?
- Terima! Terima! - Bagaimana ini bisa terjadi?
- Apa yang harus kita lakukan? - Bagaimana aku bisa tahu?
Terima! Terima!
Kak Qinghui!
Bukankah kau tadi bersama kapten tim basket?
Hai.
Kak Nigulu berkata kau mencariku.
Ada apa?
Tidak ada. Aku hanya ingin mengatakan...
aku hanya ingin menunjukkan sesuatu padamu.
Apa?
Pejamkan matamu dulu.
Misterius sekali.
Sudah aku pejamkan.
- Jangan buka mata dulu. - Baiklah.
Aku harus pergi ke mana?
Maju.
- Berjalan maju. - Lalu?
Lalu,
lebih cepat.
- Apa aku akan menabrak sesuatu? - Tidak, ada aku.
Dua langkah lagi, belok ke kiri.
Dua langkah, belok ke kiri.
Terus saja dan belok ke kanan.
Terus ke depan.
Berhenti. Hadap ke kanan.
Ke kanan.
Maju sedikit ke depan.
- Tahan. Jangan buka mata. - Baik.
Apa itu?
Kau bisa membuka mata.
Ini...
Aku selalu ingin menyampaikan sesuatu padamu.
Karenamu,
hidupku menjadi lebih berwarna.
Pengumuman dari kantor sekretariat.
Dicari murid, An Qinghui!
Ada telepon penting dari keluargamu. Silahkan ke kantor sekretariat segera.
Itu pasti An Guohui. Pasti terjadi sesuatu pada tim pemandu sorak.
Tidak boleh terjadi sesuatu pada Ayah.
Aku belum meminta maaf padanya.
Ibu, uang tidak penting! Keluarga kita membutuhkanmu.
Berikan saja uangnya!
- Pak. - Cepat, jawab teleponnya.
- Halo? - An Qinghui.
Aku An Qinghui. Apa yang terjadi dengan keluargaku?
Akhirnya aku menemukanmu.
Bibi Jie Jie?
Aku... sangat... lapar.
Hah?
Di mana daging ayam potongku?
Terima kasih.
Kenapa kau pulang sangat cepat? Aku belum sempat bayar kau.
Aku harus pulang ke rumah dan menyelesaikan proyekku.
Berapa?
NT$200. (Rp. 91 ribu)
Uangku tidak cukup. Masuk dulu, aku akan ambil uangnya untukmu.
Tidak-apa-apa.
Aku berhutang padamu NT$20. (Rp. 9.100)
Kenapa kau di sini?
Kenapa kau di sini?
Aku mau tunggu bus bersamamu.
Bagaimana kau bisa sampai di sini sebelum aku?
Ada jalan pintas di belakang. Aku mengambil jalan pintasnya.
Kenapa kau tadi tidak memberi tahu aku ?
Kau tidak bertanya padaku.
Menakutkan.
Suasana hatimu lagi tidak baik?
Tidak.
Apakah kau seorang gadis? Gadis biasanya seperti itu, mukanya tidak senang tapi mengatakan
"Aku tidak apa-apa."
Kenapa? Apakah gurumu memarahimu
atau kau patah hati?
Seseorang menelepon ke sekolahku, berbohong dengan mengatakan bahwa ada keadaan darurat di keluargaku,
dan yang dia mau itu hanya untuk makan daging ayam potong. Kau pikir aku akan senang hati?
Aku tidak sengaja merusak teleponku.
Aku tidak ingat nomor teleponmu,
jadi aku ada ide bagus untuk menelepon sekolahmu.
Jika aku tidak katakan ada keadaan darurat, mana mungkin mereka akan memperbolehkanmu untuk menjawab teleponnya?
Jangan marah. Oke?
Ini tempat yang agak menyeramkan dan kau harus berpindah tiga bus untuk sampai ke sini.
Dan kau ingin aku untuk belikan kau daging ayam potong dari tempat yang begitu jauh?
Aku lagi sakit pilek.
Aku tidak tahu mobilku di mana sesudah aku mengantarmu ke restoran.
Aku mau mengajakmu pergi makan daging ayam potong denganku,
tapi kau pergi dan aku tidak bisa membuatmu tinggal.
Makanlah.
- Aku tidak mau. - Ayo.
Aku tidak mau. Aku tidak mau makan...
Ahhhh!
Aku tidak bohong.
Kenapa kau beli begitu sedikit?
Aku beli daging ayam potong seharga NT$200 (Rp. 91 ribu). Kau makan terlalu cepat.
Aku belum makan selama tiga hari, tentu saja aku lapar,
Kau datang dari tempat jauh dan bawa makanan begitu sedikit, siapa yang salah sekarang?
Salahku.
Aku masih lapar.
Ini makananmu.
Terima kasih.
Kau dapat nilai berapa di proyekmu?
Dia belum memberiku nilai.
Teknikmu lumayan.
Desainmu agak membosankan.
Aku beri 65. Oke, 70.
Terima kasih.
Siapa ini? Pacarmu?
Gadis yang kau taksir?
Apakah itu gadis yang tidak datang menemuimu hari itu?
Dia tidak dengan sengaja melupakan janjinya.
Benar, dia bilang dia ingat hari yang salah.
Dia benar-benar berpikir seharusnya hari Sabtu yang lalu.
Hari kencan pertamamu sangat romantis, ya?
Romantis, yang benar saja. Semuanya karenamu.
- Maaf, hati-hati, ini panas. Ini mie-nya. - Terima kasih!
Kau harus bayar dulu.
Maafkan aku, totalnya NT$210. (Rp. 95 ribu)
NT$210. (Rp. 95 ribu)
Aku sudah memberimu semua uangku, NT$180. (Rp. 81 ribu)
Aku tidak punya uang lagi.
- Oke. Terima kasih. - Lezat sekali.
Kenapa kau katakan bahwa itu tidak romantis sama sekali?
Ini semua karena kau...
Lupakankah. Hanya mengingat itu saja membuat hatiku mendidih (sangat kesal).
Aku tak ingin bicara soal itu.
Sangat sedih?
Jika kau tak mau bicara, jangan bicara.
Ini bukan aku tidak peduli denganmu.
Aku hanya tak ingin membuatmu semakin sengsara.
Kenapa kau bawa aku ke motel hari itu?
- Karena kau... - Ahhhh!
Jangan khawatir. Walaupun aku tidak tidur semalaman,
aku akan betulkan patungmu.
Masuklah.
Aku ada ide bagus. Tunggu aku, akan aku keluarkan perlengkapannya.
Minumlah.
Terima kasih. Aku tidak haus.
Kau harus minum, meski tidak haus. Kalau tidak, bagaimana caranya aku akan membetulkan patungmu.
Cepat.
Lebih cepat. Kalau seperti itu, kau masih akan minum sampai tahun depan.
Kita kan tidak harus menghabiskan semuanya.
Jadi mau kau buang? Kau sadar berapa banyak anak-anak yang kelaparan di dunia ini?
Cepat. Minum.
Kita harus minum semuanya?
Proporsi kepalanya sedikit aneh.
Juga, aku rasa model rambutnya cukup kuno.
Akan aku ubah model rambutnya. Oke?
Tidak boleh.
Kenapa kau begitu marah?
Aku bahkan tidak bisa mengubah model rambutnya!
Kenapa? Apa kau masih memikirkan dia?
Bukankah katamu, dia sudah membuatmu marah sampai kau tidak mau membicarakan tentang dia?
Dia tidak membuatku marah.
Benarkah?
Kalau begitu kencanmu berjalan dengan baik. Kenapa kau murung sekali?
Iya, seharusnya memang sangat berhasil.
Jika bukan karena ada bibi mabuk yang menyebabkan masalah.
Itu... bibi yang mabuk...
bukan aku, kan?
Memang aku ya?
Memangnya siapa lagi?
Kalau begitu, kenapa tidak bilang?
Aku beri tahu atau tidak, hasilnya tetap akan sama.
Aku ingat aku hanya minum...
3, 4, 5, 6 kaleng
No comments yet. Be the first to leave one.