Mine (Main / 마인)

Mine (Main / 마인)

Download Indonesian Subtitle

Release info

마인ㅡㅡMineㅡㅡE08ㅡNEXTㅡNF
마인ㅡㅡMineㅡㅡE08ㅡWEB-DLㅡNF
A Commentary by Anangkaswandi

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
Published on: 2021-05-30
Downloads: 9
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Tidak…

Seong-tae…

Panggil dia.

Aku akan keluar dari Hyowon.

Itu tak akan mudah.

Aku tahu bahwa itu tak akan mudah.

Namun, aku tetap akan pergi.

Demi Ha-joon,

juga aku.

Aku ingin keluar tanpa terjatuh sedikit pun.

Aku akan berada di sampingmu agar kau bisa melakukan itu.

Jangan lupa kalau aku di pihakmu.

Apa yang kau mau lakukan,

akan aku bantu.

Aku akan menggandeng Ha-joon

dan melewati tembok Hyowon

yang tinggi itu.

Aku…

akan memberitahumu…

cara melewatinya.

EPISODE 8 CARA GAJAH MELEWATI PINTU

Ada apa?

Apa kau tak mau turun dari posisi itu?

Apa kau bilang, Berengsek?

Apa kau menggunakanku untuk jadi pimpinan?

Apa alasanmu dari awal membuatku duduk di posisi ini?

Jawab.

Kau seharusnya baik padanya.

Ayah telah mempersiapkanmu sebagai pewaris dengan baik.

Itu jadi lebih keras saat aku lahir.

Dia takut aku lebih hebat darimu.

Ayah tak ingin itu.

Karena itu aku menyelesaikan kuliah di Korea.

Ayah juga yang menyuruhku kuliah hukum.

Walau akhirnya akulah yang ingin berkuliah di luar negeri.

Apa maksudmu?

Ayah selalu membedakan aku denganmu.

Bagaimana bisa?

Apa kau pernah dimarahi olehnya?

Ayah selalu memujimu. Dia selalu mendukungmu.

Dia selalu memukuliku dan membandingkan kita.

Apa kau tahu?

Aku sangat iri denganmu yang dipukul.

Apa?

Aku ingin sekali saja dipukul oleh Ayah.

Kau mungkin tak mengerti,

tapi hidup bebas melakukan apa pun

adalah hak spesial.

Tidak semua orang bisa melawan orang tuanya.

Anak-anak yang merasa orang tua mereka akan pergi, tak bisa buat masalah.

Kenapa?

Mereka takut kehilangan kasih sayang orang tua.

Astaga.

Kalau begitu, jawab aku.

Mengapa kau membuatku di posisi ini?

Aku berpikir harus memberi kesempatan padamu.

Bila aku diangkat sebagai pimpinan saat dia di rumah sakit,

itu bukan situasi yang dia inginkan.

Itu…

tidak sopan untuk orang yang membesarkanku.

- Apa? - Para direksi berkata padaku

bahwa kau tak seharusnya menjadi pimpinan.

Punggung unta yang harus mengangkut barang terlalu merunduk.

Ketika Ayah bangun, dia harus menerima situasi ini.

Aku memberi kesempatan padamu untuk berkata jujur.

Kenapa kau berbohong?

Aku dengar kau membuatku duduk di posisi ini

sebagai ganti agar wanita itu bisa masuk ke dalam rumah kita.

Ibu benar-benar tak bisa menepati janjinya.

Padahal berjanji tak akan berkata kepada siapa pun.

Bila sudah mengangkatku, biarkan aku di sana sampai akhir.

Kau tak boleh menariknya sekarang.

Kaulah yang mengingkari janji.

Aku sudah menepati janjiku dengan Ibu.

Menjaga posisi tersebut adalah tugasmu dan Ibu.

Kau yang tak bisa menjaganya.

Apa istrimu tahu soal ini?

Apa dia tahu kalau kau mengizinkan ibu kandung Ha-joon masuk?

Bila kau menurunkan posisiku,

aku akan langsung memberi tahu istrimu.

Itulah alasanmu tak bisa di posisi tersebut.

Kau yang memberi tahu dia. Apakah dia akan percaya perkataanmu?

Dia pasti berpikir bahwa kau sangat marah

karena posisimu direbut hingga berkata aneh.

Itulah jati dirimu selama ini.

Kau tak pernah bisa dipercayai orang lain.

Kau bahkan kehilangan diriku.

Kakak tak seharusnya perlakukan adiknya begitu.

Aku…

tak ingin diturunkan.

Benarkah?

Ingin pertahankan posisimu?

Kalau begitu,

bunuh saja aku.

Apa kau pikir Jin-ho bisa terus berada di posisi itu?

- Apa? - Kau benar-benar dipermainkan.

Apa maksudmu?

Apa kau juga mengatakan ini kepada Hi-soo?

Aku memberitahunya.

Ji-yong tak punya bukti bahwa Ibu

yang memberi tahu Hi-soo.

Tentu saja tidak.

Dia pasti akan tahu.

Hi-soo pasti tak akan tinggal diam.

Jika kau mencemaskan itu, kenapa tega memberitahunya?

Dia sedang mengandung!

Apa yang harus aku lakukan ketika dia ingin diberi tahu?

Ibu.

Belajarlah menahan mulutmu.

Selain itu, kau mungkin bisa membaca buku SMP kembali tentang tata krama.

Bila kau tak ada pekerjaan.

Hei! Bagaimana bisa kau berkata seperti itu?

Bagaimana ini?

Pak Kim.

Dari mana saja kau?

Seong-tae.

Kau tak melihat dan mendengar apa pun hari ini.

Apa kau mengerti?

Baik, Bu.

Aku ada urusan di luar sebentar.

Ada urusan apa hingga menggunakan mobil Bu Seo?

Apa kau dapat izin darinya?

Tentu saja.

Ini…

- Ya, cepat kembali. - Baik.

Ingin pertahankan posisimu?

Kalau begitu, bunuh saja aku.

Apa kau membaca kontrak kerja dengan baik

saat pertama bekerja di sini?

Apa? Tidak juga.

Maksudku, aku membacanya.

Apa yang terjadi di dalam rumah ini

tidak boleh tersebar keluar sama sekali.

Kau tahu itu ada di dalam kontrak, bukan?

Ya, Bu.

"Apa pun yang terjadi di wastu ini tak boleh diartikan sebagai apa pun

dan kau tak boleh mengartikannya sendiri."

Itu tertulis dalam kontrak kerjamu.

Coba baca lagi pasal itu sebelum kau tidur.

Apa kau mengerti?

Ya, aku mengerti.

Aku tahu kau bekerja keras di tengah para wanita.

Terima kasih, Bu.

Kau boleh keluar sekarang.

Baik, Bu.

Bu Seo.

Kau harus memakan sesuatu.

Apa ada yang ingin kau makan?

Anakku padahal sudah tak ada,

tapi mengapa aku masih ingin makan apel merah?

Aku pikir saat itu

anakku yang ingin makan apel merah.

Ternyata itu hanya keinginanku saja.

Yu-yeon.

Kembalilah ke rumah dan rawatlah Ha-joon.

Baik.

Aku akan merawatnya.

Aku akan membawa alat rias dan pakaian dalammu kemari.

Terima kasih.

Kalau begitu, aku pergi.

Halo. Tolong rawat adik iparku dengan baik.

Aku tentu punya alasan membawanya kepadamu, Dokter.

Tentu saja.

Dokter.

Aku ingin menambah donasiku untuk bangsal pediatri.

Mari kita diskusikan lagi nanti.

Baiklah.

CINTAKU

Ji-yong.

Kau seharusnya tak terlahir di dunia ini.

Aku akan menggandeng Ha-joon

dan melewati tembok Hyowon yang tinggi itu.

Itu tak akan mudah.

Semua orang akan berusaha menghalangi langkahmu.

Di mana Hi-soo? Aku tak melihatnya.

Bu Seo pergi ke rumah keluarganya.

Ibu mertuaku sedang bersama adik iparku di San Francisco.

Dia pergi ke rumahnya di saat mertuaku tak di sana?

Dia terus mengalami mual.

Dia tak bisa tahan di rumah ini.

Bagaimana bila kau tak mengganggunya sekarang?

Bu Seo sedang di masa awal kehamilan.

Perubahan hormonnya sangat drastis dan dia sangat sensitif.

Di saat itulah semua orang mulai berbohong.

Kebohongan yang bukan untuk diri sendiri,

tapi untuk orang lain.

Kebohongan-kebohongan ini mulai tumbuh.

Yu-yeon.

Apa kau baru mau pulang?

Hi-soo terus tak bisa dihubungi. Apa kau tahu di mana dia?

Dia tak pernah seperti ini sama sekali.

Aku jadi khawatir karena dia hamil.

Nona Kim.

Jadi, dia pergi

tanpa memberitahuku dan Soo-young,

tapi memberitahumu?

Apa kau pikir itu masuk akal?

Hi-soo sudah berdiskusi denganku.

Bila kau tahu, Ha-joon juga pasti akan tahu.

Dia ingin pergi secara diam-diam.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left