Tokyo Vice

Tokyo Vice

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

Tokyo Vice S01E04 I Want It That Way 1080p HMAX WEB-DL DD5 1 x264-NTb
A Commentary by Vilanelle
Resync for HMAX

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
x264
1080
Published on: 2022-04-14
Downloads: 190
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Berdasarkan memoir oleh Jake Adelstein

Samantha!

Tampaknya kau menyamak dan beristirahat.

Hawaii cocok denganmu.

Itu menyenangkan. Ayo pergi bersama lain kali.

Ya.

Ada permintaan dohan kedua untukku malam ini.

- Akan menjadi pekan yang sibuk. - Semangat.

Tidak akan bertahan lama dengan harga ini.

Aku akan mengambilnya.

Kita mau ke mana?

Ayo.

Sial.

Selamat malam, Pak.

Dia sudah datang.

Kau. Masuklah.

Permisi.

Pak Adelstein datang.

Terima kasih sudah menerima undanganku.

Kau tahu siapa aku?

Kau Hitoshi Ishida.

Tangan kanan Koichi Tanaka...

Dan kepala keluarga kriminal Chihara-kai secara de facto .

Silakan duduk.

Permisi.

Permisi.

Silakan.

Aku bisa bahasa Jepang.

Kau tamuku.

Biar kutunjukkan rasa hormatku.

Jadi, aku diberi tahu kau berteman dengan polisi.

Siapa yang memberitahumu?

Sepertimu, kami melindungi sumber kami.

Aku juga berteman dengan polisi.

Setiap pekan, mereka datang ke kantorku.

Aku menyajikan teh untuk mereka. Kami minum bersama.

Tapi belakangan ini, mereka tidak mau menyentuhnya.

Katanya, mereka mendengar...

Bahwa aku menyuap polisi.

"Jika kami menerima apa pun darimu...

Itu akan terlihat seakan-akan kami sedang kau suap."

Sementara itu, anak buahku yang melihat polisi menolak tehku...

Berpikir itu berarti aku informan untuk polisi.

Kenapa mereka berpikir begitu?

Seseorang telah memulai sebuah rumor...

Yang pertama, membuat polisi berpikir...

Aku menyuap polisi, dan kedua...

Membuat anak buahku berpikir aku informan polisi.

Tidak ada yang benar...

Tapi persepsi itu tidak terbantahkan.

Jika persepsi itu tak berubah?

Kalau begitu, suatu hari nanti...

Anak buahku akan membuatku menggali kuburanku sendiri...

Lalu menembak kepalaku.

Itu posisi yang sulit.

Salah satu anak buahku bilang...

Teman-temanmu di kepolisian sangat terhubung.

Jika kau bisa membujuk mereka...

Untuk menemukan sumber rumor ini...

Aku akan sangat berterima kasih.

Apa yang kau katakan kepada bosmu tentangku?

Aku melihatmu di berita...

Setelah kerusuhan itu, bicara dengan polisi.

Kubilang aku mengenalmu.

Terima kasih banyak.

Sama-sama.

Bung, aku jurnalis.

Jadi, aku tidak bisa terlihat membantu yakuza.

Ishida mendapatkan informasi, kau mendapatkan sumber baru.

Bagus untuk semua orang.

Ya

Kaulah apiku

Satu-satunya hasrat

- Sungguh? - Percayalah

Saat aku bilang

Apa?

- Aku ingin seperti itu - Kau suka Backstreet?

Backstreet adalah band terbaik di dunia.

Astaga.

Baiklah, jika kau suka musik seperti ini...

Kau harus mendengarkan 'NSYNC.

- 'NSYNC? - Ya.

'NSYNC adalah peniru.

Backstreet yang orisinal.

Ini mahakarya.

Ini mahakarya?

'NSYNC tak akan berani...

Membuat lagu tentang pria dan wanita melakukan itu.

Melakukan apa?

Itu. Melakukan itu.

- Melakukan apa? - Aku ingin seperti itu

Kau tahu?

Tidak, lagu ini bukan tentang itu.

- Ada dalam kata-katanya. - Tidak.

Bukan itu artinya.

- Diam, Bocah Luar. - Bukan soal itu.

Kau tak tahu apa-apa.

Seperti itu

- Katakan alasannya - Hanya ada sakit hati

Katakan alasannya

Hanya ada kesalahan

Aku tak sempat berterima kasih untuk makan malam tempo hari.

- Dengan senang hati. - Biar kubalas budi.

Kau mau belajar aikido sesungguhnya?

Datanglah ke dojo rumah kami...

Untuk mempelajari aikijutsu gaya lama.

Tentu, kenapa tidak?

Pak Katagiri!

Lalu tiba-tiba, dia mulai memberitahuku...

Bahwa saat ini dia punya masalah...

Karena polisi tidak mau menyentuh teh yang dia tawarkan...

Karena dia pikir seseorang menyebarkan rumor...

Dan mencoba membuatnya terlihat seperti informan polisi.

Dan dia bilang jika dia tidak melakukan apa pun soal itu...

Dia akan dibunuh.

- Dia benar. - Bagaimana jika dia terbunuh?

Jika Ishida mati, Tozawa akan masuk.

Dia sudah mencoba-coba.

Seperti bar di Kabukicho, bukan?

Itu salah satunya.

Yang lainnya?

Aku memberimu folder itu. Ada kemajuan?

Sedang kuusahakan. Hari ini, aku akan mengerjakannya.

Bekerjalah lebih keras.

Aku akan mencari tahu siapa yang menyebarkan rumor tentang Ishida...

- Tapi jangan menulis... - Apa pun tentang itu.

Kau tak perlu memberitahuku setiap saat.

Jake, apa yang terjadi?

- Kami kira kau sudah mati. - Kami sangat khawatir.

Terima kasih. Aku menghargai perhatian kalian. Aku tak apa.

Hei, kalian tahu lagu Backstreet Boys...

"I Want It That Way"?

Apakah maksudnya "itu"?

Ya. Tentu saja.

Semua orang tahu itu.

- Apa yang terjadi? - Akan kuberi tahu nanti.

Ya, akan kubawa pulang.

Aku berjanji. Baiklah.

Baiklah. Aku akan tutup teleponnya. Sampai jumpa.

Apa?

Aku tahu seharusnya aku menangani kasus pembakaran di Shinjuku...

Tapi pria yang membakar dirinya di Kabukicho itu...

Lalu pria yang ditikam di pinggiran kota...

Keduanya berutang pada perusahaan pinjaman yang sama.

Tokyo dipenuhi orang-orang yang berutang.

- Sudah cukup dengan ini. - Ada lagi.

Pria yang ditikam itu berbicara dengan pengacara...

Tentang membuat sebuah kasus...

Untuk melawan perusahaan pinjaman itu, tepat sebelum dia dibunuh.

Bukankah dia dibunuh secara acak oleh yakuza?

Aku punya sumber yang mengatakan itu mungkin tidak acak.

Pria yang ditikam itu sedang menggali informasi...

Dan mengajukan banyak pertanyaan. Ini yang berhasil dia dapatkan.

Ada sesuatu yang layak dikejar di sini, bukan?

Aku bicara dengan janda dari pria yang terbakar itu...

Jake, mereka punya nama.

Bu Satomura.

Dia memutar pesan yang mereka tinggalkan di mesin penjawab...

Menyuruh suaminya bunuh diri.

Ucapannya tak halus.

Ada artikel yang diterbitkan beberapa pekan lalu.

Kasus bunuh diri di Machiya.

Ini. Di sini tertulis...

"Korban berutang kepada perusahaan pinjaman konsumen.

Mereka mengancam."

- Astaga. - Apa?

Ingatanmu sangat bagus.

Makan lebih banyak ikan. Bagus untuk ini.

Dengar.

"Menurut suaminya, rentenir menelepon setiap hari...

Dan mendorongnya untuk bunuh diri."

Kurihira! Shinohara!

- Ya. - Ya.

Pergilah ke biro hukum dan cari alamat perusahaan ini...

Nama CEO-nya, apa pun yang bisa kau dapatkan.

Ya.

Kau ikut, Jake?

Ya.

- Sampai jumpa! - Ya.

Hei, terima kasih sudah meminjamkan ini.

Kau punya waktu luang pekan ini?

Ada yang ingin kubicarakan, di luar kampus.

Misterius.

Tidak misterius.

Kesempatan.

Tentu.

- Telepon aku. - Baiklah.

- Selamat malam. - Selamat malam.

- Selamat malam. - Selamat malam.

Selamat malam.

- Sampai jumpa besok. - Sampai jumpa.

Kau pikir aku bodoh?

Aku tahu rencanamu. Mencoba memulai kelabmu sendiri.

Mencuri gadisku?

Tak ada yang bisa bergerak di kota ini...

Tanpa sepengetahuanku, Jalang.

Baiklah. Entah kau bicara dengan siapa...

Tapi itu konyol.

Aku menghasilkan banyak uang tunai di sini. Tanpa pajak.

Tanpa drama untuk dihadapi. Untuk apa aku repot-repot?

More Indonesian subtitles for Tokyo Vice

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left