Faith

Faith (신의)

Download Indonesian Subtitle

Specials

Release info

Faith E20 121016 HDTV H264 720p-KOR
A Commentary by kurniawaty
Visit us @http://idfl.us

Tags

HDTV
hdtv
720p
720
HD
Published on: 2012-10-18
Downloads: 65
Hearing Impaired: Yes

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Aku berjalan di jalan, dimana aku pernah berjalan dengannya.

Ya, aku juga ingat tempat ini.

Aku ingat setiap momen pada hari itu.

Jika ini disini, akankah kau menemukannya 100 tahun kemudian?

Aku tidak percaya pada keajaiban semacam itu.

Tapi aku memiliki sedikit harapan jadi aku menempatkan ini disini.

Aku sudah memikirkan hal ini lebih dari 100 kali.

Apakah yang akan terjadi jika kita kembali ke istana pada hari itu?

Maka, apakah Permaisuri bisa hidup dan Kaisar terhindar dari kehancuran?

Maka, aku mungkin tak perlu melihatnya menyalahkan dirinya sepanjang hari.

Jika aku bisa memutar waktu kembali... Jika aku bisa melihat wajah hangatnya lagi...

Jika aku bisa melakukannya untuk satu hari...

Jangan melarikan diri sepertiku, Eun Soo. Bahkan bila itu menjadi hari terakhirmu.

Eui Seon. Ada apa?

Hei, apa yang terjadi? Apa seseorang datang kesini?

Tidak.

Kenapa wajahmu seperti itu?

Apa kau sakit?

Peluk aku saja.

Apa yang terjadi?

Beritahu aku supaya aku bisa tahu.

- Hei. - Ya?

Jika ada hal buruk terjadi pada Kaisar dan Permaisuri...

Apa maksudmu?

Sementara kau disini, jika hal buruk terjadi pada mereka....

Apa kau akan baik-baik saja?

Apa yang kau dengar? Dari siapa?

Apa yang harus kulakukan?

- Omong kosong apa yang kau bicarakan? - Kita harus kembali ke Kaisar dan Permaisuri.

Kau sudah lupa? Kau seorang tabib. Kau harus pintar.

Kita melarikan diri dan menuju ke pintu langit sekarang.

Jika kita kembali, aku tak tahu apa yang akan terjadi padamu.

Kita pikirkan tentang hal itu dalam perjalanan kembali.

Jelaskan padaku jadi aku bisa mengerti.

Lakukanlah.

Apa isinya seperti catatan dari langit?

- Ya. - Apa isinya?

Jika kita kembali ke istana, kita mungkin bisa menyelamatkan Permaisuri.

- Dimana kau... - Aku menemukan ini di bawah batu.

Kau tidak percaya padaku?

Aku percaya, karena itu kau.

- Ayo pergi. - Ke istana?

Pertama, kita pergi ke desa terdekat.

Kita akan mencari tahu apa yang terjadi di istana dan bagaimana menyingkirkan para pemburu.

Lalu kita akan putuskan.

Duduklah.

Apa kau demam?

Apa yang terjadi?

Semua penjaga istana sedang menelusuri seluruh penjuru Goryeo sekarang.

Tetapi?

Kami belum menemukan Permaisuri.

Kami juga mencari dia di kuil tapi dia juga tak disana.

Kurasa aku harus pergi mencarinya. Aku akan pergi mencari sendiri.

Kau harus tetap disini jadi mereka bisa melapor padamu.

Jangan halangi aku.

Yang Mulia seharusnya memberi kami perintah.

Yang Mulia.

Mintalah bantuan dari Su Li Bang. Mereka tahu tentang kota lebih baik dari kita.

Baik.

Bawa Ahn Jae. Aku ada perintah khusus untuknya.

Baik.

Dan...

Dan apa lagi...

- Chung Seob. - Ya.

Permaisuri tidak sehat.

Di luar cuaca begitu dingin. Apa yang akan terjadi padanya?

Jika kau mengijinkan, aku bisa pergi mencari dia dengan yang lain...

Apa ada kabar dari Kapten?

Tidak ada.

- Kurasa aku mendapatkan hukuman. - Yang Mulia.

Aku... Selalu saja mengabaikan pendapat Choi Young.

Aku mendapatkan hukuman karena itu.

Ketika ia memintaku untuk membiarkan Eui Seon pergi dan menyelamatkan nyawanya, aku tak pernah memahami bagaimana perasaannya.

Tapi kini aku tahu betapa ia cemas dan khawatir. Sekarang baru aku mengerti.

Ini Pelayan Istana Choi.

Aku tidak bisa melindungi Permaisuri.

Aku pantas mati. Dan aku takkan terampuni bahkan jika aku mati.

Jadi apa yang mau kaukatakan?

Aku menemukan ini di tempat tidur Permaisuri.

Aku menyelidiki wanita lain yang menerima surat ini.

Tapi ia tidak ingat ia mendapatkan ini dari siapa.

Stempel ini adalah Dan Sa Gwan.

Benar sekali.

Dikatakan...

- Chung Seob. - Ya, Yang Mulia.

Aku akan memberimu kuasa terhadap 100 penjaga kerajaan.

Telusuri Young Bin Gwan bersama mereka.

Young Bin Gwan? Itu tempat dimana utusan Yuan tinggal.

Jika tidak cukup, aku akan memberimu 200 penjaga kerajaan lagi.

Kamar Dan Sa Gwan. Terutama geledah kamar Deuk Heung.

Siapa kau?

- Kau tidak bisa melewati ini. - Apa yang terjadi?

Permisi.

Kami mengikuti titah Kaisar. Kami akan melakukan penggeledahan disini.

Mohon kerjasamanya.

Aku akan menolak atas nama utusan dari Yuan.

Kau tidak diperbolehkan menolak perintah ini.

Juga beliau ingin membawamu ke istana.

- Dol Bae. - Ya.

Bawa dia ke istana.

Ijinkan aku membawamu ke istana.

Biarkan aku membawa stempelmu dan beberapa dokumen sebagai bukti.

Ayo.

Jangan melarikan diri sepertiku, Eun Soo.

Bahkan bila itu menjadi hari terakhirmu.

Mereka katakan perang mungkin pecah. Tidak ada hal lain.

Ayo kita lanjutkan perjalanan.

Apa kau tidak akan pergi?

Aku akan pergi ke pintu langit sendiri jadi kau kembali ke istana.

Jika aku katakan itu, kau takkan pergi, kan?

Tentu saja tidak.

Lalu, bagaimana kalau kukatakan mari kita kembali bersama-sama?

Karena kita memiliki waktu, kita bisa kembali bersama dan...

Kenapa kau mengulangi perkataanmu?

Bagaimana caranya aku bisa membawamu kembali ke istana?

Haruskah aku berteriak padamu? Maka kau baru mau kembali?

Matahari akan terbenam. Ayo pergi.

Kenapa kau terburu-buru?

Apa kau begitu ingin aku pergi?

Apa?

Kau selalu katakan, 'Aku akan mengirim kau kembali. Aku akan segera mengirim kau kembali.'

Apa kau begitu ingin mengirimku kembali?

Hei.

Dan kau memberitahuku kau ragu ketika menggunakan pedang.

Kau tahu bagaimana perasaanku ketika mendengar itu?

Apa itu semua karena aku? Apa aku yang menghancurkan masa depan orang itu?

Apa itu sebabnya kau meninggalkan Kaisar?

Lalu, apa yang harus kulakukan?

Kau selalu bilang akan melindungiku. Tapi ini tidak melindungiku.

Jangan cuma melindungi nyawaku. Lindungi juga hatiku.

Jadi aku...

Ada apa dengan hidupku?

Aku akhirnya menemukan pria yang kusukai.

Tapi ia dipenjara karena diriku. Dan kini ia berhenti menjadi prajurit karena diriku.

Dia tidak tahu apa-apa selain cara menggunakan pedang.

Jadi?

Ayo kita kembali.

Tetap disitu.

Jangan berpikir pergi. Tetap disitu.

Dia setidaknya melihat siapa itu sebelum ia menusuk seseorang.

Berapa usiamu? Kau dibawah 20 tahun, kan?

Karena ia meninggalkanmu disini, kurasa kau tidak berbahaya bagiku.

Aku akan mengobati luka itu. Singsingkan lengan bajumu.

Aku benci surat itu.

Kita lakukan disini saja. Jadi dia tak bisa melihat kita.

Tak bisakah kau pergi saja? Aku sedang tidak berminat untuk bertarung.

Sebenarnya apa yang dia pikirkan?

Kukira kau sehebat aku. Apa kau tidak lelah dengan semua ini?

Lelah menusuk orang? Lagi dan lagi?

Dia mengatakan padaku suatu hari nanti, kita tak bisa hanya melarikan diri.

Aku akan membiarkanmu lari.

Kau terluka lagi!

Apa kau akan terus berteriak padaku sampai aku mau kembali ke istana?

Ketika aku khawatir, aku marah.

- Baik. - Jadi, kita akan kembali?

Aku akan memeriksa apakah keduanya aman.

- Aku tahu apa yang kaupikirkan. - Apa?

- Aku tak bisa membiarkan kau pergi sendiri. - Lalu kita bisa kembali bersama-sama.

Utusan Yuan tidak ingin membawamu bersamanya.

Dia ingin untuk mengeksekusi kau di muka umum.

- Jadi begitu. - Lalu, apa kau masih mau ikut bersamaku?

Bahkan jika itu menjadi hari terakhirmu.

Ya.

Aku tidak akan membiarkanmu tertangkap.

Aku tahu.

Sini, biar kulihat lukamu.

Lihat ini.

Apa yang terjadi?

- Ini stempel-ku tapi... - Tapi?

Itu bukan tulisanku.

Permaisuri mendapat surat yang disegel oleh stempel-mu.

Isinya ada yang ingin kaukatakan. Kau memiliki surat ibunya.

Kau menggunakan itu sebagai umpan dan kau menculik dia.

Kemana kau membawa dia?

- Dimana dia sekarang? - Yang Mulia.

Permaisuri adalah putri dari Yuan.

Bagaimana aku bisa melakukan itu?

Aku harus bertemu dia sekarang!

Jadi, katakan dimana dia sekarang.

Ikat orang ini dan penjarakan dia.

Aku harus tahu bahkan jika aku harus menyiksa dia.

- Apa yang kalian lakukan? - Yang Mulia, aku mohon.

Dia adalah pihak utusan.

Kau baru pulang dari istana?

Aku bertemu Kaisar.

Apa keponakanku baik-baik saja?

Kudengar Permaisuri menghilang. Dia pasti terpukul.

- Mereka berdua terlihat harmonis... - Apa kau menggunakan stempel-ku?

Aku?

Apa kau menggunakan stempel-ku dan menulis surat palsu untuk menyuruh Permaisuri keluar?

Kenapa aku melakukan itu?

Itu bukan tugasku untuk membuat Kaisar memberi stempel Yuan padamu dan mengeksekusi Eui Seon.

Lagipula, Kaisar tak akan sanggup memenuhi syarat itu.

Tugasku adalah untuk melayani Goryeo dan menghindari perang.

Aku tahu.

Tetapi... Jika terjadi sesuatu pada putri Yuan...

...Kaisar Yuan tidak akan diam saja.

Jadi siapapun yang melakukan itu, Permaisuri harus tetap aman.

Aku ingin percaya tidak ada hal buruk yang akan menimpanya.

Dia akan selamat.

More Indonesian subtitles for Faith

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left