The first 200 lines.
Bagaimana jika aku mencari Yunjae?
Tentu.
Astaga, Haejun.
Maaf soal itu.
Cepat duduk.
Astaga.
Astaga. / - Apa yang baru saja terjadi?
Maafkan aku.
Permisi.
Maafkan aku. Silakan mengobrol.
Ibu. / - Kami akan mengurusnya.
Tapi...
Temani mereka.
Baiklah.
Baiklah, kalau begitu.
Haruskah kita perkenalkan diri dahulu?
Ya.
Baiklah. / - Baiklah.
Ya. Mari kita lakukan itu. / - Baiklah.
Astaga, bagaimana ini?
Apa yang akan kau lakukan sekarang?
Astaga, dasar bodoh.
Hyeonjae, kita harus bagaimana?
Aku punya kemeja cadangan di mobilku.
Hei, cepat ambilkan.
Tapi itu tidak tepat untuk acara ini.
Tetap saja, itu lebih baik daripada tidak pakai.
Cepat.
Mungkin tidak memakai apa pun akan lebih baik.
Ambillah saja.
Terserah.
Ambillah.
Ayo. / - Baiklah.
Kantong kertas di bagasi. / - Baiklah.
Astaga, ini memalukan.
Haruskah kau melakukan itu di hari sepenting ini?
Sulit dipercaya. / - Aku tidak sengaja.
Bagaimana hasilnya? Kapan kau kemari?
Aku tidak bisa menghadapi orang tua sendirian.
Kenapa dia lama sekali?
Apa kata Haejun?
Bukankah sudah jelas? Dia ingin kita masuk.
Astaga.
Cepatlah.
Benar yang ini?
Hei!
Bagaimana aku harus memakai ini?
Yunjae selalu menjadi anak baik
sejak kecil.
Dia pandai di sekolah.
Dan dia selalu baik kepada adik-adiknya.
Dia bahkan tidak bertengkar dengan mereka.
Benar, bukan?
Tentu. Kakek benar. / - Benar, bukan?
Kami hanya bertengkar sedikit.
Kakek, aku menyaksikannya.
Baiklah.
Hyeonjae,
itu karena kau bersikeras merasa benar.
Aku mendorongmu sedikit, tidak memukul.
Benar, kau tidak bisa bilang dia memukulmu.
Aku sangat mengerti
kenapa dia melakukan itu kepada Hyeonjae.
Dia selalu pantang menyerah.
Dia sama sepertimu.
Aku yakin itu sebabnya mereka jadi pengacara.
Sebenarnya,
kami akan mendukung Haejun
bahkan jika dia ingin tetap melajang.
Begini, dia tidak akan bisa hidup bebas
setelah menikah.
Apa? Apa maksudnya
dia tidak mau Haejun menikahi Yunjae-ku?
Kurasa kau ada benarnya.
Tapi Yunjae akan bersikap baik kepadanya
agar dia tidak merasa seperti itu.
Terima kasih sudah mengatakan itu.
Mereka akan tinggal di tempat Haejun.
Aku tidak enak tidak perlu menyiapkan apa pun.
Apa yang dia katakan?
Apa dia mengkritik kita karena tidak
menyiapkan apa pun untuk pernikahan ini?
Dia adikku satu-satunya,
jadi, aku ingin memberinya
semua yang dia inginkan untuk pernikahannya.
Omong kosong.
Yunjae dan aku memutuskan
untuk memulai kehidupan pernikahan apa adanya.
Benar.
Yang kami inginkan darimu hanyalah restu.
Kami akan mengurus pernikahan ini sendiri,
jadi, tidak perlu khawatir.
Lalu, kapan kau ingin pernikahan mereka diadakan?
Kau di sini. / - Hei.
Ibu sudah tidur?
Ya.
Mirae dan Jeonghu memesan restoran.
Mereka menyuruhku mengajakmu.
Tapi aku tidak bisa membiarkannya sendirian
sebelum perawat datang.
Kalau begitu, aku akan tetap di sini.
Kau harus mencari udara segar.
Sayang, maafkan aku.
Untuk apa?
Kau ingin mengatakan yang sebenarnya
dan memulai kembali sebelum kita menikah.
Sejujurnya, aku tidak tahu
seperti apa rasanya tumbuh tanpa orang tua.
Kukira aku bisa menebus semuanya.
Aku juga berpikir begitu.
Kukira setelah menikah dan berkeluarga,
aku bisa melupakan
ketiadaan orang tuaku.
Tapi ternyata tidak.
Saat melahirkan dan membesarkan anak kita,
aku makin tidak bisa memaafkan mereka.
Teganya seseorang menyiksa dan meninggalkan anak.
Aku tidak tahan
memiliki darah orang-orang kejam itu.
Kenapa tidak mencoba mencari mereka sekarang?
Jika kau menemukan dan melihat seperti apa mereka,
kau mungkin akan berhenti menyiksa dirimu
dengan asumsi yang tidak pasti.
Ada masa saat aku memikirkan hal yang sama.
Setidaknya aku ingin mendengar alasannya.
Tapi apa bedanya?
Alasan mereka tidak akan mengubah apa pun,
dan aku akan lebih menderita.
Tetap saja, setelah Ibu tahu,
aku merasa jauh lebih baik.
Aku merasa lega.
Di satu sisi, aku berterima kasih kepada Jinju.
Astaga. Tidak ada yang bisa dimakan.
Di mana semua orang?
Jinheon dan anak-anak pergi menemui Sujeong.
Ibu sungguh harus tinggal di sini?
Ibu punya cukup uang, lebih baik tinggal sendiri.
Jika tinggal sendirian,
aku akan lebih nyaman tinggal bersama Ibu.
Aku tidak mau tinggal sendirian.
Kita harus tinggal bersama agar saling terikat.
Jeonghu dan Mirae tidak akan memihak ibu mereka
jika memang terikat pada Ibu.
Sebaliknya, mereka tidak mengerti perasaan Ibu.
Maksudku, Sujeong menipu Ibu selama ini.
Pikirkan waktu yang kalian habiskan bersama.
Tapi Ibu bahkan tak bisa memenangkan hati mereka.
Ibu tidak tahu harus berkata apa, bukan?
Ibu sangat setuju dengan perkataanku.
Bisakah kau berhenti bicara?
Ibu.
Tentang ibu Sujeong.
Menurutmu kenapa dia merahasiakan fakta
bahwa Sujeong diadopsi?
Zaman dahulu, mereka yang mandul
sering diusir.
Beberapa orang bahkan punya selir.
Aku mengerti dia kesulitan,
tapi kenapa dia harus membebani Sujeong?
Dia bisa saja mengatakan yang sebenarnya
dan hidup sebagai ibu angkat.
Kenapa dia harus membuat semuanya rumit?
Sujeong tidak pernah tersenyum cerah,
tidak sekali pun.
Kau memihak Sujeong sekarang?
Aku menyukainya, tak pernah melunak padanya.
Tapi saat memikirkan bagaimana dia menipuku
dengan wajah sepolos itu, aku marah.
Itu sebabnya Ibu hanya kembali kepadaku.
Apa hubunganmu dengan ini?
Lihat apa yang terjadi pada Ibu
setelah hanya memedulikan Sujeong.
Ibu harus mengandalkan anak-anak Ibu sendiri.
Jangan bilang begitu kepadaku.
Kau tahu aku pernah melakukannya
dan dikhianati sekali.
Aku tidak seperti kakakku dan istrinya.
Tapi kau akan kembali ke Australia.
Lalu? Ibu akan menerima Sujeong kembali?
Ibu masih ingin memberikan gedung padanya?
Aku tidak segila itu!
Ini seperti masakan rumahan.
Kau sangat baik kepadaku belakangan ini.
Kau harus istirahat di rumah saat libur.
Ini bukan masalah besar.
Dan aku tidak libur hari ini.
Aku ada makan malam staf malam ini.
Seorang pegawai mengundurkan diri.
Kau hanya harus mengikutinya.
Kau tidak perlu begitu rendah hati.
Dia sangat menyayangi Ibu.
Dia bahkan membuatkan sup dan salad untuk Ibu.
Aku tidak akan khawatir jika kau mengurusnya.
Kulakukan semuanya karena kau sibuk berkencan.
Aku jarang bertemu dengannya belakangan ini.
Hanya saat dia datang ke rumah sakit.
Benar.
Mirae bermalam dan bertukar denganku
agar aku bisa istirahat.
Kau dengar itu?
No comments yet. Be the first to leave one.