The first 128 lines.
Sebelumnya di
Space Brothers
Mutta sang kakak terkena sial.
Karena lahir di hari kemenangan, Hibito si adik menjadi moonwalker Jepang pertama.
Mutta sang kakak terus melanjutkan perjalanannya yang panjang menuju bulan
dan akhirnya dipilih sebagai anggota cadangan untuk misi bulan.
Sementara di sisi lain, kecelakaan bulan telah membuat Hibito berjuang
menyembuhkan serangan paniknya.
Tapi dia akan ikut ujian untuk kembali ditugaskan.
Dia harus lulus, atau dia takkan pernah bisa kembali ke luar angkasa.
Ku tak bisa lepas, tak ada yang berguna
Tak ingin ini jadi hari yang percuma NO!!
FREE sebelum menghilang
semoga aku bisa bangkit OH!!
Apa yang kauingini? What's gonna be?
Aku hanya ingin jadi berani
Siapa pun dari kita punya wajah yang meragukan
Bukankah kesenangan hidup itu adalah ketidakpastian?
Demi impian yang tak tersampaikan, curahkanlah YOUR LIFE
Menerjang angin, kita bangkit, jalan masih panjang
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
Rangkullah juga semua rasa sakitnya
Tariklah napas dalam-dalam dan teriaklah
BIG BANG!! Kejarlah itu! Jangan pernah takut!
Begitu memesonaku Hold it tight Ku ingin bermimpi
Memang ada ketakutan menghalangi impianmu
Robeklah tudung panas itu dan singkirkanlah
#90 Catatan Kecil dan Jimat yang Besar
#90 Catatan Kecil dan Jimat yang Besar
Hei, Mu! Lihat ini!
Mu!
Apa?
Sudah, sini dulu!
Kau saja yang ke sini.
Aku dapat penemuan bagus, nih!
Lihat cerminnya!
Lihat dari belakangku, ya.
Siap, ya!
Ini, lihat! Wajahku aneh!
Hibito, kau baru tahu, ya?
Aku sudah tahu itu tiga tahun lalu.
Tiga tahun lalu, kau 'kan seumuran denganku.
Ya, benar, sih.
Lihat! Lihat!
Aku alien satu lubang hidung.
Kau lihat, 'kan?
Wajahku lebih lucu!
Lu-Lucu!
Hebat, kenapa begitu?
Apa maksudmu?
Kita akan mengadakan seminar singkat bagi semua peserta pelatihan Desert Rat, jadi tolong tunggu di dalam.
Sip!
Aku akan berangkat, Hibito.
Sekarang giliranmu memulai pelatihan ke bulan.
Awalnya aku menentang usul itu,
tapi Butler tetap saja memaksaku.
Ya, benar.
Ujian besar ini dilakukan hanya demi satu astronaut saja.
Ya.
Apa dia akan kembali?
Tidak, aku ragu soal itu.
Hal itu tak pernah terjadi.
Tapi Butler memaksaku menjadwalkan ujian ini.
Buat masalah saja.
Ya.
Ah, Pimpinan.
Akan kuhubungi lagi.
Ujiannya akan segera dimulai, Gates.
Kenapa kau tak ke sisi kolam?
Kami juga sedang melihatnya di monitor, jadi tak ada bedanya.
Hibito, kau sudah ganti seragam?
Ya, kapan saja aku siap, John.
Ini, Mutta titip ini untukmu.
Apa? Apa?
Apaan ini?
Jimat keberuntungan.
Jimat keberuntungan? Jadi begitu.
Ah, aku tahu ini!
Cermin Pretty Dog.
Kalau cakarnya ditekan, nanti terbuka.
Kecil amat catatannya.
"Aku sudah cari tahu soal PD versi paniknya,
ternyata, melihat diri sendiri secara langsung itu sangat membantu."
Melihat diri sendiri.
Hebat, kenapa begitu?
Apa maksudmu?
Itu, coba lihat ujungnya.
Mataku tak saling menatap. Seperti melihat diriku sendiri lewat mata orang lain.
Kau baru tahu, ya?
Soal itu, aku sudah tahu waktu umur empat tahun.
Jimat keberuntungan ini besar juga, ya?
Kau sudah siap, Hibito?
Soal itu pasti.
Terima kasih sudah datang menyaksikan ujian ini.
Hadirin sekalian, mohon doanya.
Mari kita mulai.
Hibito,
jimat keberuntunganmu.
Ya.
Tolong, ya.
Hibito.
Aku sudah siapkan sesuatu untuk hari ini!
Eh?
Ada yang ingin kukatakan padamu.
Ini adalah pesanku!
Aku sudah tanya Mutta soal kata Jepang
yang akan menginspirasi jiwa seorang astronaut agar kau bisa kembali ke luar angkasa.
Jiwa seorang astronaut?
Mutta benar-benar membantu sekali.
Beruntung kau punya kakak seperti dia, Hibito.
Nah, kembalilah kepada kami, Hibito!
Alien
Alien
It's manusia luar angkasa!
Terima kasih, Lowry.
Keren juga.
Oke, turunkan saja aku.
Lowry. Olivia.
Terima kasih sudah membantuku melewati ini.
Hibito.
Sudah, tenang saja.
Ini adalah tahap terakhir.
Houston, apa kalian dengar?
Aku sudah mendarat di laut yang tenang.
Di sini
astronaut Hibito Nanba!
Hibito Nanba sudah di bawah air.
No comments yet. Be the first to leave one.