The first 200 lines.
Drafeir -
SERIAL ASLI NETFLIX
TOKO KOTAK MUSIK NEW YORK
Masuk.
Tidak.
Bukankah Anda seharusnya di RS?
PERANG SEPERTI PIKNIK
Mereka bilang aku bisa berjalan,
tapi tidak bisa menembak lagi.
Ya, tidak masalah.
Paling tidak, aku selamat.
Bagaimana kau mengeluarkanku dari parit itu?
Aku pikir
bisa dipromosi jika melakukannya.
Rencanamu sukses.
Eugene, kita sukses besar.
Kita mendapatkan promosi dan panggilan dari Gedung Putih.
Tuan-tuan.
Segalanya berjalan lancar untuk kita sejauh ini
dan kita berutang pada perbatasan.
Berkat perang Spanyol-Amerika,
kita telah mengklaim perbatasan baru
seperti Filipina, Guam, dan Puerto Riko.
Mulai sekarang, alih-alih berfokus
ke wilayah Eropa Atlantik,
masa depan kita bergantung pada wilayah Pasifik di sekitar Tiongkok.
Mayor Kyle Moore,
Kapten Eugene Choi.
- Siap, Pak. - Siap, Pak.
Bersiaplah untuk bernegosiasi, bawa senjata kalian,
dan berangkatlah menuju Joseon.
- Siap, Pak. - Siap, Pak.
Kabar baik atau buruk?
Maksudku,
apa Joseon kabar baik?
Dalam periode yang sesensitif ini,
apalagi kau sebagai legasi Amerika,
dapat menjadi dukungan bagi Joseon.
Joseon adalah tanah airmu, bukan?
Tidak benar.
Mungkin aku lahir di Korea, tapi...
tanah airku adalah Amerika.
Joseon tidak pernah menerimaku.
LAPORAN LAKSDA JOHN RODGERS
PULAU GANGHWA
EPISODE 1
10 JUNI 1871, TAHUN KEDELAPAN REZIM GOJONG
Di perairan pesisir Ganghwa, tampak lima kapal perang Amerika.
Mereka minta izin untuk menjelajahi Ganghwa.
Kemudian, mereka menuduh kita membakar satu kapal asing
di Pyongyang pada tahun 1866.
Namun, kini
mereka ingin menjalin hubungan diplomatik dengan kita.
Negara macam apa Amerika ini?
Amerika adalah suatu negara yang didirikan oleh Washington
yang bernegosiasi dengan Inggris.
Baginda dapat anggap sebagai desa kecil
dan para penduduknya tidak berbeda dengan orang barbar.
Benar.
Baginda harus melawan mereka.
PENGAWAS HYEON
GOJONG
- Kalau begitu... - Tidak.
Kita tidak boleh menjalin diplomasi dengan bangsa barbar.
Tambah pasukan dan meriam di Ganghwa.
Dua unit Korps Pelatihan Militer, 300 orang Penumpas Khusus,
seribu geun bubuk mesiu, sepuluh pebusur silang,
dan 300 orang pemanah.
Hanya empat unit lagi yang ditambahkan di Ganghwa?
Paling banyak hanya 500 prajurit.
Bagaimana bisa cukup?
Senjata mereka mungkin lebih banyak dari kita.
Kau tahu sifat Pengawas.
Dia lebih mencemaskan pemberontakan daripada orang barbar Barat.
Dia cemas akan ada pemberontakan setelah lebih banyak pasukan dikirimkan.
Dia memang berpandangan jauh ke depan, ya?
Kalau begitu,
studimu sebagai bangsawan itu terhormat,
tapi mungkin kau bisa membantu Pengawas...
Pasti kau tak punya kesibukan...
karena bisa menghabiskan waktu memikirkan bangsa ini.
Kabarnya, kau pindah ke rumah lebih besar.
Pasti kau butuh lebih banyak pelayan wanita.
Untuk melayani Pengawas,
kurasa aku harus menjadi Hakim Kepala ibu kota.
Ya, tentu saja.
Astaga.
Namun, bukankah jabatan itu sudah diisi orang lain?
Mungkin saja besok lowong.
Dasar cerdik.
Tapi...
wanita itu sudah menikah.
Biar aku carikan perawan...
Melihat sikapmu ini,
pantas kariermu tidak pernah maju.
Kau bisa kosongkan posisi yang terisi dengan paksa
dan menyingkirkan suami orang jika ada.
Benar sekali. Sekarang, minumlah
agar aku bisa menuangkan minuman lagi untukmu.
Lihat apa kau?
Langit, Tuan.
Kenapa melihat ke langit?
Aku memikirkan alasan seekor burung hitam bisa merusak pemandangan langit.
Kau budak keluarga mana?
Kenapa Tuan bertanya?
Matamu harus tertuju ke tanah.
Langit terlalu tinggi untukmu.
Jika budak melihat atau membidik tinggi,
mereka cenderung mati muda.
Aku tahu, Tuan.
Aku tahu mimpi semalam adalah pertanda baik.
Inilah yang disebut keberuntungan.
Kalian, para budak, berani mencoba kabur?
Terutama...
kalian.
Kenapa harus kalian?
Tunggu apa lagi?
Gulung dia.
- Baik. - Baik.
Tuan, kami minta maaf!
Tolong ampuni kami!
Kami telah melakukan dosa besar!
Tolong jangan bunuh dia! Tuan, aku minta maaf!
Dia tidak bersalah. Aku yang salah.
Aku memintanya melarikan diri.
- Kumohon... - Ayah! Ibu!
Jangan.
Anak itu pasti tahu juga.
- Tidak! - Bawa dia.
Dia tidak tahu, Tuan. Kumohon percayalah!
Tolong jangan bunuh mereka, Tuan!
Anak harus memikul dosa orang tuanya.
Duduk di sana dan lihatlah.
Perhatikan apa yang terjadi kepada budak
yang tidak taat.
Tunggu apa lagi?
Pukuli dia.
Tuan Muda, tolong bantu kami.
Tolong bantu ayahku, Tuan Muda.
Dia bisa mati!
Ayahku akan menggulungku juga. Pergi.
Banyak yang lihat. Pergi!
Bunuh dia.
Aku mungkin akan merugi,
tapi ini akan jadi pelajaran untuk budak lain,
jadi, ini bukan kerugian.
Yu-jin!
Yu-jin...
Kau...
- Suamiku... - Sayang!
Ayah...
Jangan berdiri saja, tangkap dia!
Jangan bergerak.
Jika kalian bergerak, aku bunuh dia.
Jangan bergerak. Dia menyuruh kalian tetap di tempat!
Wanita Jalang, beraninya kau mencoba membunuhku!
Sayatan berikutnya akan lebih dalam.
Selamatkan anak-anakmu
dan aku akan menyelamatkan anakku.
Dasar lancang...
Ambil itu. Sekarang!
Itu setara tiga mal beras.
Jangan terima di bawah itu. Ambil dan lari.
Jangan pernah kembali.
Pergi! Lari!
Ibu...
- Cepat pergi! - Diam!
Tangkap wanita itu. Tidak, anaknya dahulu.
Jangan coba-coba atau kutikam bayinya.
Dasar lancang...
Bertahanlah! Kau harus kuat!
Berhentilah bicara
dan lakukan sesuatu. Aku hampir mati!
Pergi, Nak! Lari dari sini!
Dasar orang bodoh menyedihkan.
Hentikan anak itu!
Jangan bergerak!
Jangan ambil satu langkah pun!
Aku mengawasi kalian!
Ibu...
Pergi!
Ibu mohon...
Kematian kami tidak akan sia-sia jika kau melarikan diri!
Cepat. Pergilah sejauh mungkin.
Dasar para bajingan kecil...
Astaga, Nyonya Muda akan melahirkan!
- Sayang, kau baik-baik saja? - Menurutmu bagaimana?
Dasar bodoh.
Minggir!
Bunuh aku.
Ingin sekali kulakukan,
tapi kesuksesanku di dunia bergantung kepadanya.
Jadi, tidak.
Aku akan mati. Sakit sekali!
Kalian tidak lihat halaman ini kacau?
Buang dia dan bersihkan halaman.
Mengenai wanita ini, kurung dia...
Pergi! Ibu mohon...
Cepat.
Pergilah sejauh mungkin.
No comments yet. Be the first to leave one.