The first 200 lines.
Dapatkan jackpot ratusan juta rupiah bersama PASUKAN88!
Kakak,
aku ingin makan tanghulu.
Jangan buru-buru.
Kalian hati-hati.
Siluman kecil.
Kakak.
kau masih berani keluar di Festival Penyembahan Dewa?
Siluman!
Ayo.
Siluman!
Ibuku bilang,
kalian sekeluarga adalah orang sial.
Cepat kejar!
Ayo.
Siluman kecil.
- Siluman kecil! - Siluman kecil!
Siluman kecil.
Siluman kecil.
- Siluman kecil. - kau yang siluman.
Kakak.
Pukul dia!
Pukul dia!
Benar-benar siluman.
Bunuh siluman ini!
Pukul dia.
- Siluman! Pukul dia! - Siluman!
Bunuh siluman ini!
Bunuh dia!
Siluman!
Siluman bermata tiga!
Dasar siluman bermata tiga!
Kubunuh kau!
Siluman!
Aku...
bukan...
siluman!
Jian'er.
Kakak.
Kakak, kau baik-baik saja?
Cepat pergi!
Cepat!
Ibu!
- Ibu. - Ibu.
Ibu.
Jangan takut.
Ada Ibu di sini.
Ibu.
Ternyata kau menaruh kekuatan Dewa Perang
pada seorang anak.
Waktu itu kau mengacaukan Istana Langit,
Istana Langit menghukummu ke dunia fana sudah sangat bagus.
Beraninya kau masih menginginkan kekuatan Dewa Perang?
Apa yang bisa Kaisar Langit lakukan padaku?
Kakak.
Kakak.
Kakak.
Jian'er.
Jaga baik-baik adikmu.
- Ibu! - Ibu!
Sejak saat itu,
Dewi Yunhua mengubah semua kekuatan dewa
menjadi prajurit dan perlengkapan perang
untuk menekan Lu Shou,
barulah ada kedamaian Tiga Alam.
Menurut informasi dari Alam Dewa,
kekuatan spiritual Yunhua semakin melemah.
takutnya tidak bisa menahan Lu Shou.
Begitu Lu Shou terlahir kembali,
di seluruh Tiga Alam
pasti akan terjadi
pertumpahan darah.
Hei!
Cerita ya ceritakan saja,
untuk apa menakuti anak-anak?
Jangan menangis, jangan menangis.
Kakak tidak sengaja.
Tapi kau juga jangan khawatir.
Pada saat itu,
akan ada seorang pahlawan hebat yang datang menyelamatkan kita.
Mata Langit muncul.
Dewa Perang muncul.
Penggal kepala Lu Shou,
selamatkan rakyat!
Kakak sangat hebat.
apa kau adalah pahlawan hebat itu?
Siapa pun yang peduli pada dunia ini
dan memiliki keberanian,
adalah pahlawan besar.
Semuanya minggir!
Minggir!
Minggir!
Semuanya minggir!
Minggir!
Dengar tidak?
Minggir!
Minggir!
kau,
minggir!
Lihat apa?
Pergi!
Semuanya minggir!
Fu Lang.
Ternyata kau.
apa kau bajingan
yang merebut wanita milik adikku?
Memang dia.
Kenapa disebut merebut?
Kami benar-benar saling mencintai.
Aku sudah lama bersabar.
Cepat serang!
Yang Jian!
Pukul dia!
Fu Lang.
Fu Lang.
Habisi dia.
Kak.
Sepertinya mereka dipukuli habis-habisan.
Jangan lihat lagi.
Pukul dia!
Kakak!
Muntahkan!
Kakak.
Yang Jian, kalian berdua bocah tengik.
- Cepat turun! - Kak,
dia memanggil kita...
bocah tengik.
Sudah berapa kali kukatakan pada mereka,
bagaimana jika mereka memberi pengaruh buruk pada adikku?
Sakit sekali.
Sakit sekali.
Tutup matamu.
Kakak.
Kakak.
Siapa yang melempar batu?
Serang dia!
Maju!
Cepat pergi, ayo pergi.
Bagus.
Pukulan yang bagus.
Sudah seharusnya memberi mereka pelajaran sejak awal.
Benar.
Baik.
Yang Jian.
Yang Jian itu
mengandalkan kekuatan Dewa Langit,
makanya dia begitu arogan.
Dengar-dengar di sini terkubur pedang ajaib dari Alam Dewa.
Asalkan kita bisa menemukannya,
apa perlu takut padanya?
Benar tidak, Kakak?
Sakit.
Minggir kau!
Kakak.
Sepertinya di sekitar sini.
Aku tidak melihat di mana pedang pusaka itu.
Cepat cari!
Pergi cari.
Betul, tidak, Bos?
Ayo.
Cepat cari.
Lihat ke sana.
Cepat cari.
Di sini.
Ada tidak?
Sebenarnya bisa ketemu atau tidak?
Ada tidak?
Benar.
Benar.
Bos.
Sakit.
Ini...
Di mana ini?
Di mana ini?
Bos, lihat.
Tetua.
Sudah 15 tahun,
kekuatan Dewa Perang masih ada di dunia manusia.
Temukan putra Yunhua dulu.
Hamba pasti akan membawanya kembali
untuk dipersembahkan kepada Tetua.
Jangan bunuh aku, jangan bunuh aku.
Aku bisa melakukan apa pun.
Dasar lemah dan menyedihkan.
Ayo.
Bersulang.
Nikmati makanan dan minuman yang ada.
Tuangkan untukku.
Yang Jian.
Baik.
Aku katakan padamu.
Mari.
Waktu itu kau datang terlalu awal.
Dengan kemampuanku ini,
aku bisa menghabisi dua orang lagi.
Bos hebat.
- Saat itu, aku... - Minum.
Minum tiga kali.
- Ayo. - Pecandu opium itu
langsung jatuh ke lantai.
No comments yet. Be the first to leave one.