Enemies from the Past

Enemies from the Past (전생에 웬수들)

Download Indonesian Subtitle

Release info

전생에 웬수들-Forever Enemies E 86 NEXT
A Commentary by SULTAN_KHILAF
Sub by VIU, Synced for NEXT Version. Selamat menonton😊

Tags

other
Published on: 2018-04-11
Downloads: 12
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Episode 86"

"Kelas Memasak Jang Ok Ja"

Ada apa dengan sikapmu ini?

Baiklah.

Jika Ibu tidak berani, biar aku yang memulainya.

- Apa? - Pertama,

aku merasa bertanggung jawab atas apa yang terjadi.

Tapi Ibu,

jika Ji Seok membicarakan ini denganku lebih dahulu,

aku tidak akan membohongi Ibu.

Katanya dia akan mengabaikan ibu

dan menjalani tes kedua

jika tes yang pertama cocok.

Tidak. Aku akan menghentikannya.

Aku tidak akan mengizinkan dia melakukannya

tanpa izin Ibu.

Kalian semua berharga bagiku.

Aku pasti akan mencari cara lain.

Kamu kemari untuk membuat ibu

meminta maaf karena telah menamparmu tanpa mengetahui detailnya.

Itu menyakitiku.

Menyakiti wajah dan hatiku.

Saat aku mengetahui

bahwa Ji Seok melakukan tes untuk transplantasi ginjal,

Ibu tahu siapa yang pertama kutelepon?

Ibu.

Aku tahu Ibu pasti marah jika mendengar ini,

tapi aku tidak bisa membiarkan Ibu tidak tahu apa-apa.

Itu sebabnya aku memberanikan diri.

Aku ingin meminta agar Ibu tidak menegurnya terlalu keras.

Seharusnya Ibu mendengarkanku

sebelum menamparku.

Bukan hanya kamu yang tersakiti. Ibu juga.

Kamu tahu betapa berharganya Ji Seok bagi ibu?

Hati ibu hancur berkeping-keping saat mengetahui Ji Seok

mungkin akan menjalani operasi.

Aku paham Ibu mencemaskan putra Ibu.

Aku sangat memahaminya.

Seumur hidupku, aku melihat ibuku mencemaskan adikku.

Akan kuberi tahu Ji Seok perasaan Ibu soal ini.

Dia seperti Ibu,

mungkin tampak dingin di luar, tapi sebenarnya sangat baik.

Kamu tidak mengenal dia.

Kamu tidak tahu cara dia menatap ibu pagi ini.

Ibu harus mencoba mengerti.

Dia suamiku.

Tentu saja dia marah jika istrinya ditampar.

Jika tidak melakukan itu, aku pasti sudah mengomelinya.

Apa itu sakit sekali?

Ya. Ibu wanita yang kuat.

Ibu tidak tahu soal yang lain,

tapi maaf karena telah menamparmu.

Ya, Ibu harus minta maaf.

Sekarang bukan zamannya lagi

para mertua bisa memukul menantu.

Ibu juga menyesal melakukannya.

Ibu juga merasa malu saat melihat kalian berdua.

Ibu bersungguh-sungguh?

Tentu saja.

Bisakah kamu memaafkan ibu?

Wajar jika orang membuat kesalahan.

Kamu tidak pernah tahu.

Mungkin ibu akan membiarkanmu saat melakukan sesuatu nanti.

Baik.

Karena Ibu sudah meminta maaf dengan tulus,

aku akan menerima permintaan maaf Ibu seperti wanita dermawan.

Baik.

- Terima kasih. - Kalau begitu,

sampai jumpa.

Bocah itu.

Dia harus membuatku meminta maaf, ya?

Astaga. Kamu tidak mau dikuasai oleh sebarang orang.

Aku menyukai itu.

Ini sudah matang.

Go Woon, suruh Go Bong kemari untuk mencoba kentang ini.

Baik.

Kak Go Bong, cicipi kentang masakan Ibu.

Tidak, terima kasih.

Kenapa Kakak punya tamborin?

Kenapa Kakak membawa-bawa ini?

Berikan kepada kakak.

"Kembalilah kepadaku"

"Aku minta maaf atas segalanya"

- "Jangan ragu" - Apa dia sudah gila?

"Kembalilah kepadaku"

Kamu memasak apa?

Ini makanan untuk kamar atas.

Aku segera kembali.

Go Ya sudah berbaikan dengannya.

Apa ini?

- Cumi-cumi goreng? - Ya.

Ibu selalu membuat itu

saat marah kepada mertua ibu.

Jadi, daripada mengomel,

kamu bisa memakan itu.

Baiklah.

Minumlah dengan bir bersama Ji Seok setelah dia pulang. Sampai jumpa.

Baik. Terima kasih, Ibu.

Ya, ibu menampar istrimu.

Itu sebabnya kamu marah kepada Ibu?

Untuk apa Ibu tadi kemari?

Dia membuatkan makanan untuk kita

sebagai teman minum bir.

Kalian sudah berbaikan?

Dia meminta maaf kepadaku.

Sungguh? Dia meminta maaf dengan tulus?

Ya.

Kini giliranmu.

Dia bilang

hatinya hancur

saat berpikir putranya yang berharga

mungkin akan dioperasi.

Aku terpikirkan ibuku

saat ibumu mengatakan itu.

Jika bisa,

ibuku ingin memberikan ginjalnya kepada Go Woon.

Lalu ibumu tidak mau kamu menjalani operasi.

Kupikir kedua ibu itu mempunyai perasaan yang sama.

- Bagaimana caramu melakukannya? - Aku mengancamnya.

Kubilang, "Kalau tidak minta maaf, Ibu akan kehilangan putra Ibu."

- Kamu belum makan malam, bukan? - Aku sudah makan di rumah ibumu.

Kamu menemui ibuku?

Benar. Aku melihat ayahmu saat keluar tadi.

Kenapa dia ada di daerah itu?

Dia bekerja paruh waktu di kedai temannya yang sudah seperti adik.

Siapa itu?

Sial, ini bukan kali pertama.

Perhitungan Kakak salah lagi.

Kenapa uang lima dolar bisa tertukar dengan 50 dolar.

Kenapa mereka tidak membuatnya dengan warna yang berbeda?

Bagaimana cara Kakak berbisnis dengan otak seperti itu?

- Itu sebabnya Kakak gagal. - Sungguh membanggakan.

Aku melihat suami Go Ya di rumah Yang Sook.

Bagaimana Kakak tahu?

- Kakak tidak mengenalnya. - Apa?

Kamu pernah mengirimkan fotonya.

Benar juga. Aku mengirimkannya.

Omong-omong, dia datang sendiri?

Hasil tesnya pasti sudah keluar.

Hasil tes?

Apa? Bukan apa-apa.

Hei, ada apa? Beri tahu kakak.

Kakak tahu,

dia menjalani tes transplantasi untuk menolong putra Kakak

tanpa memberi tahu kami.

- Sungguh? - Ya.

Dia jauh lebih baik dari seseorang yang kukenal.

Apa katanya? Dia akan dioperasi

jika hasil tesnya cocok?

Dia menginginkan itu,

tapi Yang Sook menghentikannya.

Kenapa? Dia rela memberikan ginjalku

untuk putranya.

Coba pikirkan keluarga Ji Seok.

Benar.

Pasti akan baik sekali jika Kakak mendonasikan ginjal kepada Go Woon.

Kenapa kamu membahas itu lagi?

Omong-omong, apa yang terjadi

dengan batu ginjal Kakak?

Itu sudah diobati.

Mereka akan melakukan tes lagi dalam enam bulan.

Jika hasilnya bagus, kakak akan baik-baik saja.

Bukankah itu berarti

Kakak bisa mendonasikan ginjal kepada Go Woon?

Apa?

Kenapa tiba-tiba kamu membahas ini?

Kakak lolos tes pertama.

Sebelum tes kedua,

dokter menemukan batu pada ginjal Kakak.

Kini itu sudah lebih baik,

coba saja Kakak menjalani tes lagi.

Kamu sungguh ingin perut kakak dibedah?

Putra Kakak sakit.

Terserah. Kakak takut.

- Akan bagus jika itu dilakukan. - Hentikan.

Apa ginjal kakak untuk dijual?

Kenapa kamu berusaha mengambilnya?

- Kakak mulai tua. - Baiklah. Berhenti berteriak.

Tapi beri tahu aku jika Kakak berubah pikiran.

Tidak akan, jadi, jangan menunggu. Kakak pergi.

Permisi.

Bukankah ini milikmu?

Terima kasih.

Terima kasih.

Ada apa dengannya?

Ada apa Kakak kemari pukul sebegini?

Kakak memasak kentang. Makanlah saat kamu lapar.

Siapa pria yang baru keluar tadi?

Dia pekerja paruh waktu yang baru?

Kakak melihatnya?

Ya. Apa dia tidak lancar berbahasa Korea?

Apa?

Dia sudah lama tinggal di luar negeri.

Dia tidak lancar berbahasa Korea.

Kenapa mempekerjakan orang seperti dia?

Tapi dia sangat membantu.

Kudengar Ji Seok mengunjungi Kakak.

Ya.

Jadi, bagaimana hasil tesnya?

Tidak cocok.

Enemies from the Past subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Enemies from the Past

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left