The first 200 lines.
HONG KONG LIMA TAHUN LALU
MisterC-13 Januari 2017 ===
Selamat Menonton...
- Hentikan pertarungannya! - Aku hampir menang! Dan kau menghentikannya?
Setelah pertarungan sepanjang hari, keputusannya adalah imbang.
- Hadiah ini dibagi sama rata. - Aku tak berbagi apapun. Tidak dengan dia!
Jika kau menolak untuk membagi uang, kau harus memilih dan melatih peserta.
Seseorang yg akan bertarung atas namamu di turnamen berikutnya.
Baik.
- Baiklah. - Baik. Maka itu sudah diputuskan.
SYDNEY EMPAT TAHUN LALU
- Kau pikir itu akan mudah, ya? - Diam, kau. Kau pasti kalah.
Tidak pada kencan pertama.
- Ya! - Sialan!
- Kau nomor 12. - Kumite? Apa kau bercanda?
Ya!
RIO DE JANEIRO DUA TAHUN LALU
Brengsek!
BANGKOK 1 TAHUN LALU
MOSCOW 0,5 TAHUN LALU
Svietta, kau dikunjungi beberapa orang Cina.
PITTSBURGH HARI INI
- Itu benar. - Oh, terima kasih.
Kami harus pergi, Sayang.
Kau sangat baik padanya.
Apa yang ku dapatkan?
- Apakah kau mau memesan, Pak? - Ohh..pelan2, sayang.
Namaku Donny. Siapa namamu?
- Apa yang kau ingin makan? - Apa masalah mu, sayang?
- Aku tidak punya masalah. - Apa masalahmu? Apa masalahmu, pelacur?
Atau mungkin kita keluar pergi dengan trukku, sehingga kau bisa mendapatkan sedikit tambahan...?
Brengsek! Tanganku!
- Hei hei hei...! Semuanya tenang. - Aku ingin pelacur ini dipecat!
Donny? Ayo. Sialan.
- Ayo, bangunkan dia! - Ayo.
Ambil topinya.
Maaf. Makanan di rumah. Bawa dia keluar dari sini!
Kemasi barang2mu, Jane. Aku tidak mau kau kembali lagi kemari.
Hei, pelacur!
Tunggu disana. Kami belum selesai denganmu. Kami akan membuatmu bersenang2 sedikit.
Palacur!
Sial, lihat apa yang membuatku melakukan ini.
Lanjutkan saja dasar brengsek, kalau tidak aku yg akan membunuhmu!
- Aku akan membunuh mu! - Ayo pergi dari sini..
Ayolah! Lihatlah apa yang dia lakukan pada gigiku!
Lihat apa yg dia lakukan pada gigiku! Apa-apaan..
Brengsek.
Brengsek!
"Semua yg diperlukan bagi kejahatan untuk tumbuh adalah jika orang2 baik tak melakukan apa2".
- Aku akan berangkat, Bu. - Mau kemana, sayang?
Hong Kong.
Tidak, jangan. Berbahaya di luar sana.
Aku seorang gadis yg sudah besar sekarang. Aku bisa menjaga diriku sendiri.
Lihatlah dirimu, Janey. Kau seperti ayahmu.
Hanya jangan sampai berakhir seperti dia.
Aku perlu tahu.
Oh ya! Jangan lupa untuk membawa rokok ya?
Tentu saja, Bu.
Wanita tua yg di bawah bukit berkata bahwa jika aku menyapu lantai kau akan memberiku $ 50.
Ini, ambillah.
Aku bahkan belum mulai menyapu.
Tiga bulan berlalu, dan kau masih belum memberiku calon yang layak.
Permisi. Dimana aku harus turun untuk sampai ke asrama ini?
Nanti, ketika semua orang turun, kau jangan turun dulu ya?
Turunlah di terminal bis. Belok kiri dan kemudian kanan, maka kau sampai di sana.
- Apa yang tertulis di sini? - Jika kau terpilih, kau bisa berlatih Shaolin kung fu.
Guru ini terkenal. Sekolahnya memiliki banyak senjata Cina tua di sini.
Bawa dia.
Jadi...
- Kau yang terbaik di sini ya? - Anggap saja begitu. Ingin berlatih?
Berlatih? Denganmu? Lupakan saja. Tapi aku akan melawanmu.
Tidak, tidak. Tetap emut saja lolipopnya.
- Kurasa muridmu membutuhkan sedikit bantuan. - Kau rasa? Benarkah?
- Katakan padanya apa yang dia lakukan salah. - Aku tidak tahu...
Dia bergerak lamban dan dia membuat banyak kesalahan.
Lalu kau melawan balik dengan beberapa pukulanmu sendiri?
Kung-fu yg sejati tidak menyerang dan berhenti. Mengalir di sekitar dan melalui lawan.
- Kemasi tasmu, Belle. Kau sudah selesai di sini. - Guru, Aku tahu bisa mengalahkan dia.
Dan kutahu kau tidak bisa. Keluar. Guru... Yang lain, kalian boleh pergi juga.
Kau, tetap disini.
Kau hampir menarik.
Kau memiliki kekuatan, kecepatan dan naluri yang tidak bisa diajarkan.
Tapi itu tak berarti jika kau tidak tahu kapan memukul dan bagaimana menyembunyikan seranganmu.
Jika kau tinggal disini bersamaku, aku akan mengajarkanmu ini dan lebih. Lebih lagi.
- Berapa lama? 3 bulan. - Apakah dibayar? Tidak dengan uang.
Jadi itu bukan untuk ku.
Ada hal-hal lain yg lebih berharga daripada uang.
Ada apa? Kemana kau mau pergi? Aku dapat membantumu.
- Aku sedang mencari sebuah asrama. - Maaf? Asrama. Oh, Asrama..
Ya, itu tidak jauh dari sini. Murah dan sangat bagus. Ikut aku.
Ini kedalam.
- Terimakasih. - Terimakasih. Selamat tinggal.
Halo, apa kabar?
Ini adalah sepupu ku. Dia orang baik. Dia akan membawamu. Hai..
Hei, ada cerita apa? Tidak ada. Aku membujuknya untuk datang.
Lewat sini.
- Apakah ini asrama? - Tidak, ini adalah tempat ku.
Jika kau ingin keluar dari sini, lebih baik kau serahkan tas mu.
Kau perlu lebih banyak istirahat.
Kembalilah ke tempat tidur.
- Aku ingin mengucapkan terima kasih. - Dan kau telah melakukan dengan baik.
- Mereka yang menyerangku mengambil tas ku. - Apakah ada sesuatu yang berharga di dalamnya?
Semua uangku. Foto ayahku. Itu satu-satunya hal yang tersisa darinya yg kumiliki.
Aku mengerti, tapi kau masih beruntung.
Itu masih bisa diganti. Tapi tubuh tidak mudah untuk diperbaiki.
Jadi sekarang kembalilah tidur.
Kau telah mempertimbangkan tawaranku dan memilih untuk melakukannya. Menarik.
Tapi tidak benar-benar tak terduga.
Kau bisa mendapatkan harga yang baik untuk pedang ini. Ini ayahku. Ini antik.
- Bagaimana kau tahu aku akan datang? - Sebab penawaranku mendatangkan risiko yang lebih besar
..daripada datang ke sini malam ini.
Risiko apa? Kegagalan?
Aku tahu siapa dirimu, Nona Ling Chow. Kau mencoba untuk mencuri dari orang yang salah.
Mari kita lihat apa kau masih bisa membuatku tertarik. Cobalah untuk tidak mati dalam proses.
Jika kau bertahan hidup, kau tidak akan lagi menjadi kucing yg berkeliaran di jalan2.
- Bukan gadis atau wanita, tapi menjadi senjata tajam untuk suatu tujuan.
Aku akan mengubah mu, sehingga kau bisa bertarung untukku.
- Bertarung untukmu? - Kau berlatih denganku tiga bulan sebagai murid.
Tidak ada telepon atau belanja. Aku akan melatihmu menuju turnamen.
Sebuah turnamen di mana bisa membuatmu menjadi sangat kaya atau terluka parah.
Kau akan tinggal disini. Tidur di sebelah pedang ayahku, jika kau suka.
Di lantai atas, kau akan menemukan tempat tidur dan semua yg kauperlukan buat 3 bulan kedepan.
- Di mana kau belajar itu? - Belajar apa? Menyapu?
Bagaimana bertindak dengan satipatthana. Maaf, aku tidak tahu apa itu.
Kurang menyadari. Saat kau menyapu, kau begitu fokus.
Ngomong2, namaku Shu.
- Teh? - Terimakasih. Mungkin kopi tidak ada dalam menu?
Tidak.
- Di mana aku? Ini adalah kuil Wutang - Apakah kau tinggal di sini? Ya. - Sendirian? Biasanya.
Siapakah orang yg di altar yg di foto itu? Siapa dia?
Penasaran akan selalu menemukan kompleksitas. Silakan, minum.
Oke.
Shu, ini mungkin terdengar aneh, tapi...
Aku melihat caramu bertarung kemarin. Itu luar biasa. Kuharap kau dapat membantuku. Ya.
- Aku sedang mencari guru untuk melatihku... - Untuk apa?
- Kau mungkin tidak percaya padaku. Itu memalukan. - Kau akan terkejut hal2 yg aku percayai.
Oke.
Aku ke Hongkong untuk berpartisipasi dalam turnamen yg disebut Kumite.
Jika aku menang, aku bisa memberikan ibuku kehidupan yg ayahku selalu inginkan untuk kami. Kenapa kau tertawa?
Apa kau pikir, aku tidak bisa menang?
Kau benar, Jane. Sangat lucu karena seorang gadis kulit putih terbang di sini untuk bunuh diri?
- Apa maksudmu? - Sempurna kan? Aku meminta seekor naga.
Dan kau mengirimkanku... Barbie.
Ini adalah sebuah kesalahan. Aku harus pergi.
Jane, tunggu. Aku mengagumi alasanmu untuk ikut berkompetisi.
Ya, kau memiliki keberanian dan bertarung penuh semangat, tetapi kau harus banyak belajar.
Maaf, tapi... Kau tidak seperti yang kuharapkan.
Aku senang tak spt yg kauharapkan. Sekarang jika kau memberi arah ke kedutaan, aku akan meninggalkanmu menyapu dan minum teh.
Apakah kau ingin bertaruh denganku?
Bagaimana jika aku memberi kehidupan bagi burung ini lagi?
Kau serius?
Jika aku bisa melakukannya, kau tinggal 3 bulan berlatih denganku untuk Kumite.
Dan jika kau tidak bisa?
Oke, bagaimana jika sebuah undangan ke Kumite. Tanpa reservasi.
- Jadi ada cara lain aku bisa menang? - Tidak. Aku menang, kau akan bertahan.
Jika kau menang, kau pasti akan mati.
Tiga bulan? Aku akan tinggal disini seberapapun lamanya untuk belajar apapun yg kau baru lakukan.
- Itu akan memakan waktu lebih dari tiga bulan. Itu semua yg kita miliki. - Ini luar biasa.
Aku baru saja mendarat dan bertemu Nona Miyagi di jalan ke pasar.
Kami menyebutnya sinkronisitas.
Inti dari pekerjaanku adalah kesederhanaan.
Kita memakai apapun yg bekerja untuk mengalahkan lawan. Kita mulai dengan berdiri. Lalu tambahkan dengan kecepatan.
Inti dari seni beladiri adalah belajar menggunakan kekuatan dan kecepatan untuk mengalahkan musuh.
Langkah pertama adalah pakaian yang tepat.
Langkah kedua adalah diet yang tepat. Darimana kau dapatkan ini?
Langkah ketiga adalah berdiri dengan benar.
Seperti ini.
Jangan bergerak.
Aku ingin suara bel ini menenggelamkan suara..
..yang memberitahumu apa yang kau bisa dan tidak bisa lakukan.
- Wanita yg menang Kumite akan lebih keras lagi. - Jika aku benar2 memukulnya, akan mematahkan tanganku.
- Apa itu yg kau inginkan? Tidaklah. - Tapi ini adalah masalah antara kau dan bel.
Apakah aku harus takut untuk hidupku lagi?
Tidak buruk bagi seseorang yang dibesarkan di bawah langit yg salah.
- Makan makanan yang salah dan mengejar pelangi.
Apa kau selalu memperlakukan muridmu seperti ini?
Atau mungkin aku hanya beruntung?
Kau terlalu banyak bicara.
- Dapatkah aku bertanya sesuatu? - Jika kau harus.
Apa dia membuatmu patah hati? Apakah itu sebabnya kau begitu marah dengan dunia?
Kau bisa bilang seperti itu. Ya.
Mengapa kau tidak menghadapinya, dan membawanya dalam kungfu mu?
Aku telah melewatkan kesempatanku, jadi kau menjadi pedangku untuk balas dendam.
Kau akan memenangkan Kumite untukku.
- Lalu apa? - Lalu kau mendapatkan uang dan kembali ke hidupmu.
- Kembali ke jalanan? - Ini akan menjadi pilihanmu.
Kembali bekerja.
Apakah itu sebabnya kau temukan dirimu sendiri di sini, sendirian di kuil?
Aku tidak pernah sendirian.
Tidakkah kau memiliki roh yang mengikutimu?
Ayahku?
Aku tidak tahu apakah dia masih hidup atau sudah mati.
Satu2nya kenangan yg kumiliki, menghilang bersama dengan tas ku.
- Aku ingat dengan jelas suaranya. - Mengapa kau bersedih?
Dia masih hidup, jika kau bisa mendengarnya.
Hanya saja..
Aku takut lupa bagaimana wajahnya.
Aku akan memberitahumu sebuah rahasia, Jane.
Karena kematian bukanlah akhir, kita tidak pernah sendirian.
Rohnya selalu bersama kita.
No comments yet. Be the first to leave one.