The first 200 lines.
Goddess of Marriage
.: Diterjemahkan oleh Baalthazar :.
Episode 32
Apa yang membawamu
datang ke sini?
Akan kujelaskan lebih dulu,
aku bukan jaksa yang berwenang dalam kasus ini.
Lalu kenapa?
Sejujurnya kunjungan ini tidak resmi.
Terutama karena keluargaku terlibat dalam kasus ini,
pertemuan ini,
sebenarnya bertentangan dengan hukum.
Pertanyaanku yang pertama apa yang membawamu ke sini.
Haruskah aku memberitahumu?
Aku sudah disebut kriminal,
dan aku sudah benar-benar ketakutan.
Aku sudah tahu.
Kau bukan orang yang akan melanggar hukum.
Itu sebabnya aku di sini.
Bagaimanapun terlibat dengan kakakku,
kau sedang sial.
Sebagai perwakilan keluargaku,
Aku meminta maaf.
Kurasa situasiku tidak membutuhkan maaf darimu, Jaksa Kang.
Ini bukan perbuatanmu kan?
Namun tetap saja aku ingin meminta maaf.
Kenapa?
Kurasa aku harus memberitahumu.
Aku datang ke sini,
apa kau tahu alasan yang kukemukakan untuk meminta ijin datang ke sini?
Kim Hyeon Woo, aku
punya hutang pribadi padamu.
Yang tidak melibatkan kakakku.
Siapapun yang melihatku di Korea, aku yang punya segalanya,
denganmu tidak lebih dari rekanan perusahaan arsitek,
dikatakan aku mencuri wanitamu.
Kenapa?
Jika aku mengatakan wanita itu dicuri dariku, tidak akan ada yang percaya.
Jaksa Kang.
Tidak masalah bagiku.
Jika aku tidak mengakui setidaknya satu dari kekuranganku,
maka aku tak akan bisa datang ke sini.
Tentu saja orang brengsek sepertimu akan melakukan itu.
Si brengsek yang punya segalanya, selalu seperti itu.
Yah, pada level ini, mereka akan mengunyah dan merobek dengan sesamanya.
Itu apa yang akan mereka lakukan.
Yah, biarkan saja mereka.
Karena ada hal lain yang lebih penting.
Sebenarnya,
keadaan istriku tidak terlalu baik.
Bahkan dia tidak bisa menyesuaikan diri dengan keluargaku,
dan keluargaku,
bersama dengan keluarga konglomerat lainnya, dia menganggapnya hama.
Sebuah benih dalam pikirannya, dimana kau berada,
di luar kemauannya,
dia mengatakan berjatuhan seperti daun yang berguguran.
Bagaimanapun, aku tidak mempercayai kata-kata itu.
Tapi bukan berarti
aku tidak berpikir istriku tidak menyimpan perasaan lain juga.
Kenapa?
Karena aku sangat memahami wanita seperti apa dia.
Sebenarnya apa yang kau harapkan mengatakan itu semua di sini?
Sebenarnya,
aku datang karena aku kasihan pada istriku.
Karena dia menikah denganku,
dia kehilangan segalanya karena keluargaku.
Pekerjaan yang dicintainya, teman-temannya,
kebebasannya dan bahkan waktu luangnya juga.
Semua direnggut darinya.
Sama saja seperti aku yang melakukannya,
karena aku harus memiliki dia.
Apa yang kau katakan dulu saat kita bertemu di cafe,
Bahkan setelah menikah, pasangan tidak bisa memiliki pasangannya seutuhnya.
Jika situasinya berdiri sendiri terlepas dari pernikahan,
apapun keadaannya ataupun kenangannya,
terimalah dan
jangan turut campur, kata-kata itu
cukup membekas.
Pada awalnya, aku menganggap sebagai ketidakberuntunganku.
Namun seiring waktu berlalu,
membekas dalam pikiranku.
Itu sebabnya aku datang.
Karena kurasa aku tidak
melindungi kenangan istriku.
Keluargaku sudah dihapus sepenuhnya
bahkan semua daun yang berguguran
dalam pikirannya.
Aku harus melakukan ini,
agar kurasa aku bisa memandang wajahnya selama aku hidup.
Aku minta maaf, Kim Hyun Woo.
Dan juga masalah yang ditimbulkan kakakku, sekali lagi aku minta maaf.
Bagaimanapun permintaan maaf yang tulus hanyalah permintaan maaf juga.
Selanjutnya hukuman apa yang akan kau terima,
aku tidak mengetahuinya.
Namun kau dan perusahaanmu
tidak akan tidak diselidiki dengan adil.
Itu mungkin tidak akan terjadi.
Dan keluargaku,
mengenai apa yang telah terjadi,
mungkin akan membayar ganjarannya.
Maka dari itu, dengan tulus,
kuharap semoga kau beruntung.
Bahkan dengan masalah istriku dan kakakku,
jika kita tidak bermasalah seperti ini,
meski aku mungkin menganggapmu sebuah kemalangan,
kau bisa menjadi teman, yang akan bersamaku dalam jangka waktu yang lama.
Sangat disayangkan.
Aku juga merasa begitu.
Kalau begitu...
Terima kasih pada kalian.
Tidak apa-apa, Jaksa.
Ya, Jaksa.
Sekarang juga?
Ya, aku mengerti. Kami akan berangkat sekarang.
Ada apa?
Ada pergerakan.
Detektif.
Nam Mi Ra?
Ya?
Ini surat perintah penangkapan.
Kami akan menahan anda.
Tunggu.
Silahkan.
Oh, itu, itu... tim Jaksa Pyo.
Bukankah anda detektif dari tim Jaksa Pyo? Apa yang terjadi?
Minggir. Tolong, minggir.
Kudengar anda menyelidiki kasus dana ilegal lagi. Apakah itu benar?
Lalu apakah kasus lukisan sudah mencapai keputusan?
Apa?
Apapun yang terjadi,
sulit untuk keluar dari ini.
Wakil Presiden Perusahaan Minwoo sudah ditahan tanpa surat perintah.
Dan Presidennya buron.
Karena kasus lukisan tidak terselesaikan,
sepertinya Jaksa Pyo menemukan jalan lain.
Dan ayah Yoo Jin
sudah pasti terjerat kali ini.
Apa kau pernah melihat anak seperti dia yang ingin kau hajar sampai mati?
Ya, sekretaris Kim.
Tidakkah kau tahu aku sedang berbicara dengan Presdir?
Apa katamu?
Aku mengerti.
Baik.
Apa katanya?
Begini...
Katakan cepat. Ada apa?
Nam Mi Ra
telah ditangkap oleh Jaksa.
Apa?
Apa-apaan?
Berita selanjutnya.
Saksi penting pada kasus lukisan Grup Sinyoung,
Perwakilan Nam Mi Ra
tiba-tiba ditangkap oleh Jaksa.
Setelah larangan keluar negeri dikeluarkan,
dalam situasi keberadaannya yang tidak diketahui, kami menerima informasi
Jaksa Seoul telah menahannya.
Tim jaksa Pyo Seong Jin
menolak mengungkapkan dalam kasus ini apakah dia ditahan secara paksa
atau muncul dengan sukarela dan ditahan.
Hari ini kami menerima informasi bahwa nona N sedang diselidiki.
Jauh lebih baik.
Nona N bekerja selama 8 tahun untuk Galeri Lien yang menjual lukisan untuk para konglomerat.
Perwakilan Galeri Lien sebelumnya juga dipanggil untuk keperluan penyeldikan oleh Jaksa.
Lukisan karya seni telah terjual...
Siapa itu?
Orang-orang yang membeli lukisan tersebut...
Tidak...
Saat ini, apakah pembela nona N akan membongkar...
pada kasus suap lukisan anggota konggres Kang Tae Jin
sisi gelap konglomerat Cheongdamdong pada media?
Brengsek, kenapa dia di sana?
Aduh, keparat! Wanita gila!
Sialan! Brengsek!
.: Diterjemahkan oleh Baalthazar :.
Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif. Silahkan tinggalkan pesan setelah terdengar nada berikut.
Tae Wook.
Mengapa kau tidak pulang ke rumah?
Kau bilang kau akan pulang hari ini.
Aku tidak bisa tidur. Cepatlah pulang.
Kumohon.
Pemberitahuan, pemberitahuan,
Maaf mengganggu di pagi hari,
Bukan apa-apa, tapi di depan apartemen 111,
ada bangunan ilegal didirikan di sana,
Saya harus memberitahukannya di awal pagi hari ini...
Kau akan terus begini?
Apa?
Sungguh sangat memalukan, kau tidak malu pada tetangga dan akan terus begini?
Tetangga?
Bukan urusanmu.
Bukan urusanku? Apa maksudmu bukan urusanku?
Karena kau begini di sini,
pagi ini anak-anak,
tidak mau naik mobil dan berangkat pagi sekali. Tidakkah kau tahu?
Benarkah? Jika demikian, mereka yang rugi dengan kaki yang sakit.
Sayang!
Sayang?
Siapa kau?
Kau memanggil siapa? Bibi kenapa kau begini?
No comments yet. Be the first to leave one.