The first 200 lines.
Manusia berpikir mereka adalah puncak rantai makanan...
Tapi mahluk tertentu jadikan manusia sebagai makanan.
Di Tokyo, keberadaan mereka sudah jadi rahasia umum.
Mereka disebut dengan "ghouls..."
Dan dianggap sebagai peneror paling mengerikan.
Komisi Anti Ghoul bentukan pemerintah...
Telah banyak berhasil membasmi mereka.
Namun, para ghoul terus bermunculan...
Bersembunyi di balik kegelapan Tokyo.
Kaneki, coba lihat ini!
Sampai sekarang, Blok 20 sudah cukup bersih dari aktivitas ghoul.
Itu dekat sekali.
Di belakang jalanan kampus.
Ghoul, hah?
Tak lama lagi kau akan dimakan. Kau juga suka buku yang aneh.
Cobalah sekali-kali membaca.
Tak sudi. Aku akan tertidur dalam 5 detik.
Silahkan sandwich telurnya.
Hei Hide. Pernah melihat ghoul?
Tidak.
Tapi kudengar mereka seperti manusia. Mungkin ada satu di dekat sini.
Dekat sini, hah?
Bagaimana jika aku ini ghoul?
Jengan keras-keras. Bagaimana jika ada satu di sini?
Halo.
Dia di sini!
Ajak kencan dia sekarang.
B..besok l..lebih baik.
Lebih baik apanya?
Lebih baik saja.
Sekarang juga sama saja. Cepat dekati dia.
S..setelah aku selesai baca buku ini.
Membaca itu buruk untukmu!
Hide! Hentikan, sialan!
M..maafkan aku.
Penulis yang hebat.
Sen Takatsuki.
Y..ya!
"Egg of the Black Goat"
"Kencan dengan Rize"
Aku suka buku "Egg of the Black Goat..."
Dan buku pertamanya "Dear Kafka."
Trik surat itu membuatku tak habis pikir.
Dan koleksi cerita pendek miliknya.
Seperti "Monochrome Rainbow," yang jadi inspirasi "Egg of the Black Goat."
Sepertinya kau penggemar berat.
Obrolan tentang buku ini pasti membuatmu bosan.
Tidak Kaneki, aku hanya ingin mengenalmu saja.
Aku juga.
Kaneki?
Ini.
Ada potongan daging di bibirmu.
Sisi lainnya!
Maaf!
Kau lucu sekali, Kaneki.
Kau tak makan?
Belakangan ini aku banyak makan.
Sedang diet?
Tidak juga. Orang bilang aku terlalu banyak makan.
Kejam, kan?
Ya.
Touka, kau tak pernah makan apapun.
Kau pendiam sekali.
Ya. Aku suka berjalan dengan tenang.
Kaneki?
Ya?
Aku... tahu.
"Bahwa kau selalu... memperhatikanku."
Aku juga...
Selalu memperhatikanmu.
Wow, rasamu enak sekali!
Ada bagian yang kusuka di "Egg of the Black Goat."
Saat Black Goat mencabik habis pria yang melarikan diri.
Berapa kali pun aku membacanya, liurku selalu menetes.
Pertama kali melihat ghoul sungguhan?
Tolong aku! Tolong aku!
Tolong aku!
Wow, teriakan yang merdu.
Aku menyukainya.
Seseorang tolong...
Kena kau.
Tidak, belum saatnya! Mayat itu rasanya tak enak. Bertahanlah.
Kenapa...
Kenapa aku?
"Tokyo Ghoul"
Ken?
Kau belum tidur?
Ini dibacanya apa?
Kau membaca buku yang sulit.
Ayah selalu membacanya.
Yang mana?
Ini.
Dia meninggal karena kelelahan.
Mengejutkan sekali.
Aku lapar.
Anak yang malang.
Jangan khawatir. Kau baik-baik saja.
Sudah tugasku sebagai dokter untuk menyelamatkan nyawa.
Itu yang menuntun keputusanku.
Aku bertanggungjawab penuh.
Anda tak memastikan jika dia setuju dengan donor organ.
Anda tak bisa gegabah mendonorkan organnya tanpa izin.
Seperti kataku tadi, dia sudah tewas...
Saat dia dibawa ke sini, jadi kami tak bisa meminta izinnya.
Kita jauh-jauh pergi ke Distrik 20. Tapi sayang sekali.
Mado-san, dia tak memakai topeng.
Amon.
Ini.
Setelah selesai, cabut kagune dan kakuhou-nya.
Itu akan jadi quinque. yang hebat.
Kita beruntung...
Amon.
No. 696, alias Tajima dan Serisawa.
Nama aslinya Asaki Fueguchi.
Polisi yang terbunuh di Blok 13. Datang ke sini tahun lalu.
Cincin yang dia pakai adalah buatan khusus.
Dua lainnya dibuat dengan ukuran berbeda.
Cincin satunya pasti milik istrinya.
Bukan istrinya, pasangan betinanya.
Seperti apa wajahnya?
Kami memeriksa barang No. 696, tapi dia tak punya fotonya.
Jika dia punya, kita tak akan ada di rapat ini.
Kita pasti sudah melenyapkannya.
Satu-satunya petunjuk adalah...
Benang yang menempel di pakaiannya.
Permisi.
Aku agen Blok 20, Kusaba.
Tak perlu basa-basi.
Jika kita anggap No. 696 memang punya istri...
Bukankah gegabah menuduh dia adalah ghoul?
Apakah kau menyukai ini?
Asumsi itu penting saat berhadapan dengan ghoul.
Kaneki!
Ini ambil. Aku buat catatan untukmu. 3 minggu catatan Sejarah Asia.
Terima kasih.
Oke, waktunya merayakan!
Dimana?
Tentu saja makan daging di Big Girl!
Selamat makan!
Wuanjeng enaknya!
Makanlah.
Aku ingin pergi bersamamu setelah kau keluar. Aku sudah tak sabar.
Aku teman yang baik, kan?
Doktermu benar-benar kena masalah besar.
Tapi gadis itu tak punya keluarga.
Dia tewas dalam sekejap juga.
Jangan merasa bersalah. Makan dan bersemangatalah.
Oh ya. Aku baru masuk sebuah klub.
Mereka rencanakan acara dan semacamnya.
Jika kau ingin gabung...
Kaneki! Kau baik-baik saja?
Anda tak apa-apa?!
Akan kuambilkan lap!
Tn. Ogura, jelaskan pada kami lagi.
Kenapa para ghoul tak bisa memakan makanan manusia?
Itu karena lidah mereka punya fungsi yang berbeda.
Bisakah kau memakan organ manusia hidup? Pasti tak bisa.
Begitulah cara kerjanya.
Pada dasarnya, ghoul mendapat nutrisi dari manusia.
Itu diyakini karena adanya enzim khusus.
Makanan manusia terasa menjijikan bagi mereka.
Salad aromanya menusuk, lalu daging dan ikan...
Rasanya sangat menjijikan. Mereka coba menyembunyikannya...
Dan memakannya di depan manusia, tapi itu membuat mereka ingin muntah.
Kau terdengar seperti ghoul.
Tidak, aku hanya lebih tahu tentang ghoul dari yang lain.
Makanan!
"Aku menciumnya! Makanan! Makanan!"
Njeng, ngagetin aje!
Kupikir kau ini manusia.
Kenapa? Kau lapar?
Jangan malu. Dia terasa menjijikan seperti tampangnya...
Tapi makanan tetaplah makanan.
Wham.
Menjauhlah dari wilayah orang lain.
Temanmu?
Ini wilayah buruanku.
Wilayah buruan?
Hei.
Melihat wilayahku dikotori itu, aku jadi sangat marah.
Wilayahmu apanya?
Touka? Si jalang rakus Rize itu sudah mati.
Sebelum dia datang, ini adalah wilayah buruanku.
Anteiku pemilik wilayah buruan Blok 20.
"Anteiku"?
Empat mata sialan.
Kau mau?
Kau... Aku melihatmu bersama Rize...
Kau ini apa?
Aku sudah mengindentifikasi benangnya.
Dijual dimana itu?
Er, yah...
Itu asalnya dari Perancis...
Tapi aku tak tahu dimana tempat menjualnya di Jepang...
Ayo pergi.
Ghoul membunuh orang tuanya.
Bocah yang malang. Tepat dihadapannya...
Amon.
Kami akan melacak benang dari gaun itu.
Tidurmu nyenyak?
No comments yet. Be the first to leave one.