200 บรรทัดแรก
BERDASARKAN KISAH "THE LAST TESTAMENT" OLEH CAROL AMEN
Kanan, kiri.
Delapan lagi. Kanan, kiri. Tujuh, kiri.
Enam, kiri. Kanan, kiri.
Empat, kiri. Tiga, kiri.
Teruskan. Dua, kiri. Dan terakhir. Kiri.
Sekarang, duduk tegak sedikit. Tangan di belakang kepala.
Buang napas dan tarik siku kanan ke arah lutut kiri. Tarik napas. Tegakkan badan.
Buang napas, siku kiri ke lutut kanan. Tarik napas, tegak.
Kanan, tegak. Kiri, tegak. Kanan, tegak.
Tak pernah ada dalam sejarah anak lelaki yang selamban dirimu.
Ayolah, Brad, cepat kemari.
- Ayo. - Aku tidak mau.
Pergi saja tanpaku.
Aku takkan pergi tanpamu. Cepat, ambil sepedamu.
Aku...
Brad, kau akan jadi pesepeda hebat.
Kau hanya perlu bangun, bawa sepedamu dan jalan.
Aku tidak mau.
Kau selalu bilang tidak mau.
Tapi begitu kau keluar, waktumu sangat bagus. Ayolah.
- Tidak selalu. - Ya.
Kiri, tegak.
Kanan, tegak. Kiri, tegak...
Hai, Bob.
- Sudah enakan, bukan? - Ya.
Ya.
- Bangun saja dulu. - Bangun dulu.
- Kau bisa mengimbangiku? - Mungkin.
Pasti bisa.
Lihat saja. Dua tahun lagi kau akan melampauiku
dan aku tak bisa mengimbangi.
Kau akan kencang melewatiku.
Tapi aku tetap menang dari adikmu.
H, I, J, K
L, M, N, O, P...
Sembilan, sepuluh, 11, 12.
Sembilan belas, 20.
U, V, W...
Kita akan menanjak bukit itu.
- Benar? - Benar.
Menanjak naik ke bukit.
Mulai. Ayolah, kau sudah bagus.
Ayo. Kau pasti bisa.
Kau pasti bisa.
Ayo.
Kau pasti bisa.
Ayo.
Ayo, kayuhl!
Kau pasti bisa!
Ayo!
Pagi, Henry!
Aku akan mulai sendiri. Sampai jumpa di rumah.
Hai, Tn. Abhart.
Mary Liz.
Mary Elizabeth.
Bicaralah padaku.
Bu, aku tak lapar dan aku tak punya waktu buat makan.
Ayo sarapan sekarang.
SETIRLAH YANG CEKATAN
Kau sedang apa?
- Aku datang, Bu. - Ya, aku bisa lihat.
- Ini. - Aku tak suka semuanya.
Itu celana kesukaanmu.
Itu baju hangat kiriman nenekmu dari Chicago.
- Apa ini? - Barang biasa.
Barang kotor.
- Scottie. - Jangan buka yang itu.
- Kenapa? - Di dalamnya ada harta karun.
Maaf.
Begini, Anak Muda, aku akan hitung sampai lima.
- Bersiaplah. - Tidak mau.
Satu, dua, tiga, empat, lima.
Hari ini ada latihan.
Hai, Tom.
Bagaimana, Lar? Aku suka jubahmu, Cynthia.
- Enak bersepedanya? - Tidak terlalu.
- Bisa melewati bukit? - Cuma Ayah.
Mary Liz, ayo cepat!
Scottie, berhenti bermain.
Pukul berapa sekarang?
Kacau. Aku terlambat. Kenapa tak ada yang memanggilku?
Mana Ayah?
- Kau harus makan dulu. Ayo. - Jangan sekarang, Ibu.
Scottie!
Tepat 18 menit, Mike.
- Apa artinya? - Sangat bagus.
Lebih cepat 30 detik dari waktu terbaikku. Bagaimana, Hiroshi?
Hiroshi, Tom tak bisa memancing sekarang. Dia harus pergi kerja.
Lain kali, bisa?
- Bagaimana kalau Minggu? - Ya.
Memancing ikan sebesar ayahmu.
- Sebesar ini. Lebih besar. - Lebih besar.
- Sebesar ini! - Itu masih kecil.
Tom.
Tak apa, Mike. Aku tak keberatan. Dia akrab dengan anak-anakku.
- Sampai jumpa Minggu, Hiroshi. - Ya.
Baiklah. Sampai nanti. Jaga dirimu, Mike.
- Sampai besok. - Sampai jumpa pagi ini.
- Ayo, Anak-anak. Kalian akan terlambat. - Baik.
- Dah. - Dah. Nikmati harimu.
- Dah, Ayah. - Hei, aku tak dapat ciuman?
Ya.
Aku selesai dalam 18 menit.
- Benarkah? - Ya.
Besok pagi lagi.
- Kau akan lebih baik. - Ya.
- Ayo, kita berangkat. - Aku selesai dalam 18 menit.
- Kau bau. - Aku bau? Itu yang bau.
- Aku baru tahu. - Delapan belas menit!
Bagus. Bagaimana jika... Kau mau ke mana?
Mandi, bercukur, dan bersih-bersih. Kau bilang aku bau.
Bantu aku dulu.
Tidak sempat. Kubereskan nanti malam saja, tinggalkan saja.
Sampai pagi lagi.
Ayo, Sayang. Kita berangkat.
Di mana tisu gulung? Aku tak lihat.
Kau lihat kunciku?
Aku tak lihat apa pun. Lihat dompetku?
- Di mana Scottie? Scott! - Mana sarapanku?
Periksa celanamu yang lain. Di meja sini.
- Dor! Aku tikus dari Eropa. - Apa? Dari mana?
- Kau bukan tikus, Scottie. - Aku mau jadi tikus.
- Menurutku, mirip. - Dia anak kecil.
Entah kalau itu, kecuali pisang ini.
Dia ikut drama sekolah. Jadi seorang anak, peran yang penting.
- Lebih baik tikus. - Berarti boleh jadi tikus?
- Jangan begitu. - Cuma drama sekolah.
- Ya, dan aku kebetulan sutradaranya. - Itu langkah bunuh diri.
- Apa itu bunuh diri? - Tom.
- Aku tak bilang apa-apa. - Kau tadi bilang.
- Hentikan, Ibu membuat kupingku sakit. - Aku berangkat dulu.
- Bagaimana sarapannya? - Jangan buang. Cium aku, Tikus.
Ibu.
Astaga, lihat ketombenya besar sekali.
Sini aku cium.
Dah, Tikus.
Dah, Ibu Sutradara.
Dompetku.
Tom?
Dengar itu? Apa itu Scottie?
Tidurlah.
Kita harus bicara.
Lain kali saja.
- Tak ada waktu lain. - Tidurlah.
Aku serius.
Aku juga. Matikan lampunya.
Hanya ini waktu yang kita punya.
Mau beli kado apa untuk ulang tahun Brad?
Dia mau gim komputer.
Belikan sepeda yang bagus. Lygie.
Atau Peugeot.
Jangan belikan mainan yang tak berguna.
- Itu yang dia butuhkan. - Itu hanya menurutmu.
Kenapa kita membahas ini?
Ulang tahun Brad masih dua bulan lagi. Kenapa bahas sekarang? Tidurlah.
Matikan lampunya.
Ronnie Peebler tak mendaftar wamil. Dia didakwa.
Entah akan bagaimana.
- Brad nanti 18 tahun dan... - Carol.
Apa?
Lima tahun dua bulan.
Lalu bangunkan aku. Sekarang?
- Tidurlah. - Ya.
- Kau sedang apa lagi? - Mencari buku harianku.
- Carol, ini sudah tengah malam. - Lalu kenapa?
- Tak ada tulisan apa pun. - Aku akan memulainya sekarang.
Aku pernah dengar hal yang sama.
Terkadang, kau itu...
Aku pernah dengar itu.
Baiklah.
Bicaralah.
Aku pernah dengar hal yang sama. Aku pernah coba hal yang sama.
Kau mau apa? Minggirlah.
- Awas. - Ke mana?
Hentikan.
Aku beri ide untuk kau tulis.
Baiklah. Kau yang minta.
Ini dari.
Dan ini dari.
Kau bilang itu dari?
Sudah saatnya, Sayang.
Tidak, aku tak mau melakukannya.
- Anak-anak, ada apa? - Kau bisa ambil sedotannya juga.
Ayo, Semuanya. Kita jalan.
- Dah, Bu. - Dah, Sayang.
- Dah, Bu. - Dah.
Dah, Bu.
Keluarkan aku dari sini!
Aku mau keluar!
- Dan mereka keluar dari belakang. - Semuanya keluar.
Sekarang, kita coba mulai.
Tikus, di sana. Anak-anak, di sini.
- Wali kota. Di mana wali kotanya? - Di sini.
Ini wali kotanya.
Dan Peniup Suling, juga. Lisa, berdiri dekatku.
Dan bocah kecil yang lumpuh. Ayo, Scottie. Ya.
- Kau akan hebat. - Sini, Sayang, biar kupegang.
Sekarang,
mainkan pianonya.
No comments yet. Be the first to leave one.