প্রথম 180টি লাইন।
(Semua karakter, tempat, peristiwa, dan lain-lain hanyalah fiksi.)
(Anak-anak dan hewan direkam dengan pengawasan ketat.)
Dia membunuh seseorang?
Mungkin itu omong kosong yang dia katakan karena mabuk.
Rupanya dia tentara.
(Kecelakaan Senjata di Pos Jaga Pasukan Khusus)
"Kecelakaan senjata di pos jaga pasukan khusus."
(Sersan Kepala Yoon Dihukum Tiga Tahun Penjara)
"Tiga tahun..."
"Terluka parah"?
Yoon? Apakah dia...
Yoon Duk Hyun?
Kukira kau pergi memberi makan kucing.
Ya, tapi ponselku tertinggal di sini.
Ponselku juga entah di mana, jadi aku sedang mencarinya.
Maaf jika itu membuatmu kesal.
Kau melihatnya?
Apakah Yoon di sini, yang diduga membunuh seseorang,
maksudnya kau?
Kuharap bukan.
Jika bukan kau, katakan saja.
Jangan buat aku salah paham.
Bukan.
Bukan kesalahpahaman.
Aku dipenjara selama tiga tahun
karena membunuh seseorang.
Kenapa
kau membunuhnya?
Karena dia pantas mati.
Hei.
Hei!
Apa yang kau lakukan?
Kau tampak tidak nyaman.
Tidak...
Bukan begitu.
Sudah terlihat dari matamu.
Buang saja baju selamku.
Kau mau ke mana, Duk Hyun?
Tunggu, kau akan pergi selamanya? Tiba-tiba saja?
Ada apa dengannya?
Duk Hyun, kau sungguh akan pergi?
Duk Hyun!
Siapa pria ini?
Kau pikir siapa?
Aku bersama dia.
Kau punya kakak?
Cha Jae Hun.
- Kenapa kau kemari? - Kau terkejut?
Aku juga terkejut.
Aku tak percaya datang ke kampung ini untuk menemuimu.
Astaga.
Aku, Cha Jae Hun, pasti sangat mencintaimu, An Na.
Tunggu apa lagi? Berkemaslah.
Aku akan membiarkanmu memulai dari awal lagi.
Berenang.
- Hei. - Apa yang terjadi?
Saat aku bangun, kau sudah pergi.
Begitu juga gadis penyelam itu.
Sudah.
Kalian kabur bersama?
Aku memang kabur, tapi aku tidak tahu soal dia.
Dia mendengar perkataanmu kemarin?
Aku? Apa yang kukatakan?
Aku selalu bicara omong kosong saat mabuk.
Itu bukan omong kosong.
Kematiannya memang salahku.
Dia pasti sangat kecewa.
Aku kecewa
pada diriku sendiri.
- Jae Hun. - Hei. Halo?
- Kau sungguh pergi menjemput An Na? - Ya.
Kenapa kau mengejarnya?
Kau bilang akan berhenti selingkuh dan hanya pacaran denganku.
Pertandingan balasan antara dua mantan rival muda.
Narasi yang bagus, 'kan?
Apa yang akan kau lakukan jika aku kalah?
Itu tidak akan pernah terjadi.
Aku tahu kemampuan berenang An Na,
dan dia bukan tandinganmu, Ye Gyeong.
Terserah. Atur saja, ya?
Sial. Kenapa dia rewel sekali?
Mari mulai dari awal, An Na.
Konyol sekali.
Aku sudah tahu seperti apa Cha Jae Hun.
Tapi aku langsung kembali begitu dia menyuruhku...
Aku bisa mulai berenang lagi.
Hari-hariku di Parang-ri
seperti tidak ada artinya.
Itu pasti sudah lebih dari tiga menit.
Kali ini, aku tahan cukup lama, 'kan?
Ini bukan soal berapa lama kau bisa menahan napas.
Lalu kenapa kita melakukan latihan ini?
Untuk menentukan akhir napasmu.
Menyelam itu lebih dari sekadar menahan napas di dalam air.
Kau harus tahu di mana akhirnya
untuk melepaskan, naik, dan menyelamatkan dirimu.
Seolah-olah
semua ucapan Yoon Duk Hyun
juga
tak berarti apa pun.
Ini bukan ramyeon makanan laut, tapi ramyeon aroma makanan laut.
Aduh...
Astaga.
(Baik dikonsumsi sebelum 16 September 2024)
Akhir.
Siapa yang menentukan itu?
Sial. Apa kita juga harus melakukan ini untuk Nam Sang Ho?
Bukan untuknya, tapi untuk Jae Hui.
Tapi aku yang senior, bukan dia.
Ayolah.
Siap atau tidak, gunting batu kertas.
Cepat. Buat lagi.
Sial.
- Cepat! - Diam.
Kau tidak lihat aku memegang senjata?
Hei, lihat.
- Tolong hentikan. - Kau takut, ya?
- Tolong hentikan. - Hentikan apa?
Itu berbahaya.
Ya, kau dalam bahaya sekarang.
Dor! Ini akan melubangi kepalamu.
Lalu kenapa kau tidak patuh selagi aku masih baik?
Sudah kubilang berhenti mengganggunya, 'kan?
Kenapa kau sangat suka mengganggu Jae Hui?
Kenapa?
Kau tanya kenapa? Tidak ada alasan.
Itu menyenangkan.
Dasar berengsek.
Mati.
Mati kau!
Jae Hui... Jae Hui, tidak!
Tidak, Jae Hui.
Jae Hui.
Jae Hui...
Jae Hui, tidak.
Tidak, Jae Hui...
Tunggu apa lagi? Cari bantuan!
Jae Hui.
Gi Tae!
Jung Gi Tae!
Apa yang terjadi?
Jae Hui... Jae Hui!
Kau jahat.
Sepuluh tahun lalu, bahkan sekarang, kau tak berubah sedikit pun.
Pengkhianat.
Mungkin
kita tidak tahu di mana akhir kita,
dan pasti karena itu kita bertahan sekuat tenaga
tanpa menyadari kita sudah kehabisan napas.
Astaga.
Kukira kau melarikan diri. Rupanya kau sedang berperang.
Hei, bangun.
Mari makan.
Ada apa denganmu?
Kukira kau tidak akan pernah datang ke sini.
Aku datang sekarang agar tidak perlu datang lagi.
Ucapanmu selalu menyebalkan.
Ingat hari itu di pulau?
Kau bertanya kenapa aku sangat terobsesi denganmu.
Benarkah?
Karena aku
masih tidak bisa melupakan
perkataan Jae Hui.
Santai saja, Kawan. Aku tidak akan mengambilnya darimu.
Ini sangat lezat.
Dia sungguh tak cocok menjadi Pasukan Khusus.
Kau setuju, 'kan?
Tidak ada cocok atau tidak.
Orang terbiasa dengan kehidupan ini dan berproses.
Astaga.
Sebenarnya, aku
bergabung dengan Pasukan Khusus karena ingin berubah.
Aku tidak ingin hidup seperti ini lagi.
Memangnya apa yang salah darimu?
Para perundungmu yang salah.
Meski begitu,
tidak akan ada yang berubah jika aku diam saja.
Setidaknya
aku harus mencoba.
Aku ingin menarikmu kembali ke dunia,
No comments yet. Be the first to leave one.