نخستین 168 خط.
Episode 6
Bos,
Aku menyukaimu.
Baik-baiklah jadi tuan putri, kalau tidak temanmu juga tidak akan hidup dengan baik.
Sebenarnya, Jia'en adalah pacarku.
Cepatlah tidur, sayangku.
Kau tahu suara siapa ini?
Direktur, apa yang sedang kau sembunyikan?
Apakah kau tega membiarkan dia melupakan masa lalunya?
Hidup dalam kebohongan sepanjang hidupnya?
Alih bahasa dipersembahkan oleh Padepokan Anak Negeri @Viki
Jangan kemari! Jangan kemari!
Jangan kemari!
Ada apa?
Napoleon dan Brownie, kemari! - Ada apa?
Ada apa? - Ada apa Bos?
Bukankau aku menyuruh kalian membunuhnya? Mengapa ada di atas lampu?
Ternyata laba-laba.
Tidak benar, yang dulu itu sudah kita-- ( artinya laba-labanya sudah dibunuh)
Lalu apa ini murid atau anak dari yang sebelumnya, datang ke sini untuk membalas dendam untuk gurunya.
Sekalipun seluruh keluarganya datang, kalian bunuh semuanya hinga akarnya habis.
Wah, bunuh sampai akarnya, kau kejam sekali bos.
Apa katamu?
Baik.. bos. Aku akan segera mengurusnya.
Ayo pergi.
Cepat.
Ternyata, tadi dia gara-gara laba-laba, makanya dia...
Kau... kenapa menatapku seperti itu?
Siapa yang menatapmu? Kau berpikir berlebihan.
Aili.
Ruofan.
Manajer Umum Duan, kami hari ini tidak buka. Untuk apa kau datang?
Begitu ya? Baguslah kalau begitu.
Aili, masih ingat kalau kau berhutang untuk mentraktirku makan?
Tentu saja ingat.
Kalau begitu, sekarang.
Ayo pergi makan siang.
Manajer Umum Duan, Aili bukan bos besar sepertimu dan bisa pergi ke mana dan kapanpun.
Dia karyawan toko kue kami dan dia yang bertugas bersih-bersih hari ini.
Tapi sekarang seharusnya jam istirahat siang. Meskipun dia petugas bersih-bersih atau karyawan, dia juga harus makan, kan?
Dia sudah kenyang.
Ruofan, bagaimana kalau begini. Aku mengundangmu untuk makan bersama karyawan kami.
Ayo kita makan nasi kari. Mama Ou yang membuatnya, baunya sangat enak.
Baiklah.
Tidak apa-apa? - Sudah tidak ada nasi.
Tidak masalah, aku traktir kau yang lebih baik.
Wah, mie instan.
Kau pasti jarang makan ini, kan?
Siapa yang bilang?
Ini maksudmu "yang lebih baik?"
Sangat cocok untukmu.
Tentu saja, asalkan Aili yang membuatnya, cocok untukku.
Ruofan, kau tahu bagaimana cara makan mie instan supaya terasa enak?
Tentu saja tahu.
Kau tahu?
Rebutan makannya.
Hei, tunggu aku.
Jatuh. Biar kubantu. - Boleh.
Sudah cukup?
Apa kalian mencium aroma cuka? (artinya seseorang sedang cemburu)
Asam sekali.
Pasaran Kak Aili bagus sekali.
Aku juga mau makan.
Tunggu, itu garpuku. Kalau kau mau makan, pergilah makan sisa nasi karimu.
Aku mau makan ini!
Sudah, ini punyaku.
Beri aku sedikit.
Kau ini aneh sekali. Pergi masak sendiri dong.
Di sini masih ada satu.
Aku... Aku akan angkat telepon.
Halo?
Direktur, aku Aili.
Apa kau ingat waktu kau memberiku kotak itu? Ada boneka beruang di dalamnya.
Aku menyadari di situ ada suara rekaman dan seorang wanita menyanyi.
Cepatlah tidur, sayangku.
Direktur, bisakah kau beritahu aku milik siapa suara ini? Aku punya perasaan,
dia pasti orang yang sangat penting bagiku.
Xiaofei, aku tidak bisa membiarkanmu terus melakukan kesalahan.
Direktur!
Direktur, mengapa kau tidak menjawab teleponku?
Kukira kau tidak mendengar pesan suaraku.
Direktur, kau kenapa?
Maaf.
Ada suatu hal,
yang seharusnya kukatakan kebenarannya.
Kau bilang orang di foto ini, benar-benar ibuku?
Aku punya ibu?
Ternyata di dunia ini aku tidak sendirian.
Aku masih punya seorang ibu.
Lalu, Direktur, di mana dia berada sekarang?
Di mana ibuku? Bisakah kau beritahu aku? Aku ingin mencarinya.
Beritahu aku, ya? Di mana ibuku saat ini?
Direktur, beritahu aku.
Di mana ibuku sebenarnya?
Dia...
Maaf.
Maaf.
Bos, kau melihat Kak Aili?
Tidak. Apa dia belum kembali?
Belum. Ponselnya juga tidak bisa dihubungi. Apa kau tahu dia pergi ke mana?
Jimmy.
Bos.
Siapa yang mencarimu tadi?
Direktur.
Dia memberiku foto ini.
Dia bilang wanita yang di foto itu ibuku.
Dia di mana? Mau kutemani untuk mencarinya?
Aku juga mau mencarinya tapi ke mana aku cari seseorang yang sudah tidak ada di sini?
Berapa poin ini? - Enam.
Oke, oke. Enam poin.
Selamat pagi semua - Selamat pagi Manajer Umum Duan.
Wah, bunganya cantik sekali!
Bukan untukmu.
Manajer Umum Duan, kau pagi sekali datang ke sii membawa bunga. Siapa yang kau cari.
Bagaimanapun ini bukan untukmu.
Zhao Aili tidak di rumah.
Namun terima kasih atas bunganya, tapi lain kali jangan beri mawar. Norak.
Kubilang tidak mencarimu, jadi bukan urusanmu mau norak atau tidak.
Zhao Aili alergi serbuk sari.
Darimana kau tahu?
Aku bosnya, bagaimana tidak tahu?
Aili.
Jimmy.
Jimmy dia pelanggan kau harus sopan.
Aili, bunga ini untukmu.
oh, baik.
Jimmy, sini. Masuk.
Terima kasih.
Hey bukankah di Line kau bilang akan datang siang?
Masih kirim pesan di Line di sini dan di sana.
Aku tidak ada kerjaan jadi aku datang lebih pagi mencarimu.
Jadi kita bisa makan pagi dan nonton film.
oke, aku akan ganti baju dulu. Duduk dulu.
Kau tidak boleh pergi!
Mengapa kau selalu menghalangi Aili untuk berkencan?
Benar. Dia juga bukan pacarmu.
Benar.
Bos.
Aku dan Ruofan sudah merencanakan ini.
Zhao Aili.
Aku sudah memberitahumu, ketika di luar jam kerja, kau bisa langsung memanggil namaku.
Oh! Shaotian!
Bukan... bukan kalian!
Oh!
Bos Xing, kau juga tahu ini bukan jam kerja.
Jadi Aili bukan dalam pengawasanmu.
Aili ganti baju.
Zhao Aili!
Kau...
Bulu - bulu Jimmy ada di lantai. Sapu dulu baru pergi
Bos Xing, kau perlu berjuang untuk efisen bila mengerjakan sesuatu.
Banyak masalah yang tidak perlu ditangani usaha manusia dan masalah terpecahkan.
Kau membuat makanan penutup, kau tentu pernah mendengar ada sapu robot.
Robot bisa menyapu?
Kau suka? Aku bisa membelikanmu satu untuk hadiah kalian.
Ini bagus! Aku selalu mau satu.
Jadi sudah diputuskan rencananya.
Ganti bajumu, Aili.
Ou Feixiang.
Bukankah pendingin kita sudah rusak?
Benar, benar. Itu rusak beberapa detik yang lalu.
Bos, bisa bantu untuk pergi beli yang barukah?
Sudah direncanakan.
Aku juga akan ganti baju sekarang.
Yang ini fungsinya lengkap - Yang ini sebenarnya tidak jelek.
Bos Xing, pendinginmu harusnya sebelah sana.
Manajer Umum, bukankah kau bilang ingin membelikan robot menyapu untuk Zhao Aili?
Barang ini, akan merangkak ke depan dan ke belakang di lantai penginapan kami nantinya.
No comments yet. Be the first to leave one.