Code Black

Code Black

I-download ang Indonesian Subtitle

Season 2

Impormasyon ng release

Code Black S02E11 1080p AMZN WEB-DL DDP5 1 H265-SiGMA
Komentaryo ni edoe
Retail resync for PAHE.IN.

Mga Tag

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
1080
Na-publish noong: 2022-07-20
Mga Download: 49
May Kapansanan sa Pandinig: No

Preview ng subtitle na Indonesian

Ang unang 200 linya.

Kode Hitam: Pasien terlalu banyak hingga rumah sakit kekurangan daya.

Rata-rata IGD mengalami kode hitam lima kali dalam setahun.

RS Angels di LA mengalaminya 300 kali setahun.

Renee, kami siap untukmu.

Apa yang kau pakai?

Ini disebut hijau kekuningan.

Aku punya kantong baru.

-Espresso? -Serius?

Ini bukan hanya operasi hidung.

Dia melakukan banyak kerja bagus di sini.

Mereka juga punya espresso.

Aku ingin kau kau kembali.

Campbell memecatku. Ingat?

-Biar aku bicara padanya... -Tidak... Jangan.

Aku suka Angels. Kuberikan hidupku untuk rumah sakit itu.

Kenapa kau begini keras kepala?

Kucoba menelepon Guthrie untuk meminta maaf.

Aku tahu. Dia bilang kepadaku.

Ini akan butuh waktu.

Parkinson bukan transisi yang mudah.

Dia tak perlu berhenti minum obat. Dia tahu itu?

Apa Campbell tahu itu?

Kau meyakinkan Guthrie untuk kembali dan aku akan menyusul dia.

KODE HITAM

Ada 16.

Pasien. Itu jumlah pasien yang kutangani dalam dua jam.

-Itu pasti memecahkan rekor. -Tidak.

Maksudku kita sungguh kewalahan.

Berapa lama mereka akan menskors Malaya?

Melampaui tanggung jawabku.

Jangan cemas. Kau hanya mengalami kepanikan tahun pertama.

-Apa itu? -Batu ginjal terbaruku.

Dilaudid bisa mengurangi efeknya.

Kupikir lebih baik aku mati daripada mengeluarkan batunya.

Kenapa tak kau ambil seluruh ginjalnya?

Tak bisa kulakukan itu.

Namun aku bisa memberimu brosur donor organ.

Itu...

Ya.

Bagus sekali.

Aku merasa seperti...

panekuk.

Dokter kandunganku bilang itu kista indung telur

dan aku harus dioperasi dua minggu lagi.

Sakitnya memburuk.

Baik. Aku akan mengirimmu untuk melakukan USG panggul.

Kistanya mungkin pecah atau mengalami torsi indung telur.

-Tenang, kami akan menyembuhkanmu. -Baik.

Tekanan darahmu agak tinggi, Renee.

Mesin itu mengadukanku.

Aku gugup, kurasa.

Jangan cemas. Dokter Silverman adalah rajanya rekonstruksi payudara.

Aku tahu.

Aku harus lihat lebih banyak payudara dari yang bisa kau bayangkan.

Aku memilih Uma sebelum film Dangerous Liaisons.

Kanker mengambil hampir segalanya dariku.

Aku mau mengambil sesuatu kembali.

Halo, Wajah Boneka.

Dokter Silverman.

Baiklah. Ayo mulai.

Baik, kita mulai.

Dokter Willis.

Ini Blanche, umur 92 tahun. Jatuh di tangga naik pesawat.

Sakit parah di pinggul kiri. Tekanan darahnya menurun.

Blanche, aku Dokter Ethan Willis.

Kau tampan, seperti George-ku.

Kau pingsan?

Kurasa tidak.

Baiklah, lakukan rontgen dan infus di nadi besar.

Selamat kode hitam untukmu.

Aku tak membiarkannya seperti ini.

-Apa kata Jesse? -Tak mau. Dia terlalu bangga.

Penyedot, tolong.

Detak jantungnya 59 dan merosot.

Detak jantungnya lambat.

Detak jantung 50 tak masalah.

Di mana gerobak resusitasi?

Bos. Kau menderita PTSD dari tempat lamamu?

Tak ada luka tempak di sini. Dia aman.

Tidak, dia tak aman.

Pengisian kapilernya lambat dan tekanan darahnya merosot.

Tekanan darahnya normal. Detaknya jantungnya melambat karena...

-Ambil gerobak resusitasi sekarang! -Itu ada di ruang lain.

-Ambil epinefrin, atropin. Baik. -Kulakukan.

Satu epinefrin dimasukkan. Kita mulai.

-Kau, hubungi 911. Sekarang! -Baik.

Ayo pindahkan sesuai hitunganku. Satu, dua, tiga.

-Ini terlalu dini, benar? -Richard, tenang.

-Berapa lama lagi waktunya? -Selama 36 minggu.

Kontraksi dimulai siang ini.

Ini dini, tapi tak perlu mengemudi seperti maniak.

Maaf, Serena.

Melahirkan di kursi depan mobil bukan rencana kita.

Menyalip bus juga bukan rencana kita.

Itu hanya tabrakan kecil.

Kontraksi?

Dokter Dixon?

-Kita harus melakukan USG. -Mestinya sudah.

Jangan menunggu untuk disuruh. Antisipasi dan bertindak.

Perlahan, Prajurit.

Sebenarnya, dia yang prajurit.

-Pinggulnya tak stabil. -Beri dia obat.

-Ya. -Pinggulku retak.

Bagaimana kau tahu?

Dulu aku perawat IGD sebelum ada hal begitu.

Ditambah, aku mendengarnya.

Kalau begitu, Blanche, kau bisa jujur pada kami.

Benar sekali, George.

Plasenta utuh. Air ketuban tampak cukup.

Namun detak jantung janin agak rendah.

Baik, seranta Kehamilan dan Persalinan.

Kita pantau sampai mereka tiba.

-Ambil rokok. Dia dalam persalinan. -Rontgen siap.

Blanche, kau benar.

Rongga tulang pinggul retak. Sambungan tulang kelangkang dan usus kacau.

Sudah kubilang.

-Ini yang terburuk. -Aku masuk. Berhasil.

Blanche, ada yang bisa kami hubungi?

George-ku tewas dalam perang.

Hanya ada aku.

-Jesse? -Bawa dia ke ruang operasi. Cepat.

Apa yang kau pakai?

Aku datang. Awas.

Wanita umur 52 tahun.

-Detak melambat karena propofol. -Jesse?

Dia pingsan saat operasi.

Detak jantung 30, tekanan darah 60 per palpasi.

-Atropin bekerja, tapi tak cukup. -Siap? Satu, dua, tiga.

Berikan.

Baiklah, bawa kemari gerobak resusitasi, tolong.

Bantalan pengatur detak jantung.

-Di mana tas menginap? -Dalam mobil.

Kita akan menginap di sini.

Ya, kuambil. Untuk berjaga-jaga.

-Tunggu! Dia ke lantai berapa? -Enam.

-Tujuh. -Lantai tujuh.

Serius, Beruang Manis?

Aku tahu di mana Kehamilan dan Persalinan.

Beruang Manis?

Cepat, setrum lagi, tolong.

Siapa yang lupa membayar tagihan listrik?

-Kau pasti bercanda. -Apa yang terjadi?

Perawat! Senter!

Dapat!

-Denyutnya lemah. -Baik, semuanya tetap tenang.

Kalian mendengarkan?

Tetap tenang!

Generator cadangan pasti segera menyala.

Aku butuh lampu di sini!

Bisa tolong hubungi Campbell?

Kau harus kembali ke ranjang.

Aku tak bisa menemukan kaca mataku.

-Kau tak memakai kaca mata. -Kenapa aku tak bisa melihat?

Karena lampu padam.

Minggir! Permisi! Awas belakangmu!

Kenapa generator cadangan tak menyala?

-Tak tahu. -Detak jantungnya masih lambat.

Naikkan ampere pengatur detak jantung.

Tolong ambil alat kejut jantung untuk cadangan.

Baik, perawat,

periksa baterai cadangan di semua monitor.

-Baterainya tak tahan selamanya. -Ya, Bu.

Kawan, lihat yang terjadi pada tempat ini tanpamu?

-Selamat kembali, Mama. -Aku tak kembali.

-Aku butuh dosis atropin lagi. -Segera datang.

-Ini dia. -Ayo, Renee. Bertahanlah.

-Sudah beres. -Terima kasih.

Baik, bisa tolong hubungi Campbell lagi?

Kulakukan.

Aku tak bisa melihat apa pun. Kau bisa mendekat.

-Kau sudah menghubunginya? -Saluran telepon macet.

Cobat terus.

Alat bantu napas mati.

Lepaskan.

Bantu bernapas secara manual, 14 ambilan napas per menit.

Aku tak tahu apa obat biusnya bekerja.

-Matikan mesinnya. -Apa?

Matikan mesinnya naikkan bolus infus dengan propofol dan fentanil.

Buta total di sini.

Katamu mesin mati, kuberi solusinya.

Ganti ke propofol infus. Mengerti?

Periksa semua baterai cadangan. Ayo, semuanya, cepat!

-Ya, Dokter. -Aku memegangnya.

-Syukurlah. Emily? -Tidak, dr. Rorish menghubungi radio.

Kuhubungi ponsel putrimu, masuk kotak suara.

Terus coba perawat.

-Dokter Rorish? -Aku di sini. Apa kabarmu?

Kerepotan mengoperasi tanpa listrik.

Perkembangan status?

Ada 35 pasien akut, sepuluh di antaranya kritis,

tiga memakai alat bantu napas, 50 pasien di ranjang,

setidaknya 80 menunggu.

Bagian mesin belum menghubungi balik.

-Kenapa generatornya? -Dokter Rorish

Radio bilang substasiun kelebihan beban.

Seluruh LA padam.

Generator cadangan masih diperbaiki karena ledakan ketel uap.

Masih? Itu sudah beberapa bulan lalu.

-Tolong ambil alih. -Baik.

Kita harus mengalihkan.

More Indonesian subtitles for Code Black

Mga Komento

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left