192 baris pertama.
"Lagu yang Kau Pilih Menyelamatkanku - 你點的歌救了我 “ oleh A-Lin & J.Sheon
Kenangan Cinta
Episode 4
Aku telah melihat karya ilustrasi onlinemu selama beberapa tahun.
Apa dulu aku benar-benar seniman?
Kenapa Xiaofei dan Jia'en tidak memberitahuku?
Apa tak ada yang bisa berbicara bahasa Inggris di sini?!
Aku...
Bukankah kau tinggal di Australia beberapa waktu?
Tapi kenapa bahasa Inggrismu seperti masih...
Mereka iri kau memiliki tombol ulang untuk hidupmu.
Pada saat tertentu, kau bisa mulai ulang kembali.
Beberapa kali kita bertemu kau bersikap sangat kasar padaku.
Sebenarnya apa masalahmu?
Aku hanya tidak menyukaimu.
Dia menggambar semanggi empat daun sama seperti yang kugambar.
Aku sungguh tidak ingat sedikitpun.
Aku pasti akan menemukan semua petunjuk yang berhubungan denganmu.
Mulai sekarang, aku akan mengatur semua masalahmu.
Episode 4
Alih bahasa dipersembahkan oleh Padepokan Anak Negeri @Viki
Zhao Aili,
Semoga suatu hari kau bisa menjadi pembuat kue yang memberikan kebahagiaan.
Semangat! - Ya, Bos.
Kalian sudah datang.
Bos, kau menyuruh kami datang ke toko kue jam 7 pagi.
Apa kau ingin mengajari kami sesuatu yang berhubungan dengan teknik bertarung untuk memanggang?
Kau ini bicara apa?
Hari ini aku ingin mengumumkan sesuatu yang penting kepada semua orang.
Mana Zhao Aili?
Bos, Kak Aili tadinya mencarimu untuk minta izin cuti,
tapi ponselmu mati dan jadi dia tidak bisa menghubungimu.
Jadi Kak Aili meminta izin pada Nyonya Bos.
Dia mau pergi kemana?
Bukan pergi menjual krim segar itu lagi kan?
Aku tidak tahu. Tadi Manajer Umum Duan datang dan menjemput Kak Aili.
Halo, Bos.
Zhao Aili, siapa yang memberimu izin pergi dengan orang bermarga Duan itu?
Tidak, tapi Manajer Umum Duan bilang dia ingin membawaku ke suatu tempat.
Mungkin bisa membantuku mengingat sesuatu.
Pergi kemana?
Kami mau pergi ke--
Halo?
Zhao Aili!
Telepon yang anda hubungi tidak menjawab.
Silahkan mencoba lagi nanti.
Ou Feixiang, sudah berapa lama mereka pergi?
Sekitar 10 menit.
Kalau begitu mereka mungkin belum pergi terlalu jauh.
Bos! - Bos, hati-hati di jalan.
Dia 'pergi jalan-jalan' lagi.
Aneh, kau.
Baik, terima kasih.
Maaf, ban mobilnya kempes.
Tidak apa-apa. Ini bukan salahmu.
Ini tidak jauh dari peternakan.
Kau mau aku menelepon rekan kerjaku untuk datang membantu?
Tidak usah. Aku baru saja menelepon bantuan pinggir jalan.
Mereka akan segera tiba.
Baiklah.
Bos, kenapa kau ke sini?
Ada karyawan yang bolos kerja.
Aku datang untuk menangkapnya.
Ayo pergi. Kembali bekerja denganku.
Bos, maaf.
Dini hari tadi kau tidak ada.
Lagipula, aku telepon ponselmu juga tidak diangkat.
Jadi aku hanya bisa minta izin cuti pada Nyonya Bos.
Aku terbiasa mengatur ponselku dalam mode diam.
Lagipula aku keluar begitu pagi juga karena kau.
Karena aku?
Mengapa?
Aku--
Lupakan.
Manajer Umum Duan, mobil yang begitu bagus juga bisa kempes bannya?
Tak disangka kau juga punya hari seperti ini.
Bos Xing, bicara yang sopan sedikit.
Jangan begitu masam.
Bos.
Apa aku bisa minta izin cuti hari ini?
Karena aku sungguh perlu pergi ke suatu tempat.
Baik, aku antar kau ke sana.
Kalau begitu merepotkan Manajer Umum Duan untuk menunggu bantuan pinggir jalanmu.
Bos, bisakah Manajer Umum Duan ikut bersama kita?
Mengapa? Karena hanya dia yang tahu jalannya.
Berikan alamatnya padaku.
Tidak leluasa, karena alamatnya di sini.
Bos.
Tolong, hal ini sangat penting bagiku.
Masuk ke mobil.
Maaf.
Biasanya bila ada yang mengemudikan mobilnya, aku akan duduk di belakang.
Selain itu aku suka ada orang yang menemaniku di belakang.
Aili, kau tidak keberatan, kan?
Kau-- - Bos!Bos!
Manajer Umum Duan, bagaimana kau bisa tahu tempat ini?
Dari ilustrasimu.
Blogmu punya banyak ilustrasi tempat ini.
Benar. Kenapa aku tidak terpikir tentang itu?
Lagipula, kau sungguh hebat.
Dengan melihat karya saja bisa menemukan petunjuk.
Biasa saja.
Itu karena aku tulus ingin membantu menemukan ingatanmu yang hilang.
Aku tak tahu bagaimana cara berterima kasih padamu.
Pertama, panggil aku Ruofan saja.
Kedua, traktir aku makan.
Baik. Aku akan mentraktirmu begitu aku gajian.
Terima kasih, Manajer Umum Duan.
Terima kasih, Ruofan.
Kalau begitu aku akan memutuskan waktu dan tempatnya.
Tidak masalah.
Bos Xing, kalau begitu
kau sebaiknya memberikan gaji Aili tepat waktu.
Aili!
Hati-hati.
Lepaskan dia.
Aku sedang melindunginya.
Mobilku punya sabuk pengaman.
Tidak perlu kau yang melindunginya.
Maaf.
Kita sampai. Ini tempatnya.
Benar-benar mirip sekali seperti gambar di blog.
Iya kan?
Ayo.
[Pengumuman: Orang luar dilarang masuk selama liburan. Mohon pengertiannya.
Aili, maaf. Aku telah membuatmu buang-buang waktu ke sini.
Tidak apa-apa.
Aku akan kembali dan jalan-jalan ke sini lagi lain hari.
Karena kita sudah di sini, kita harus masuk ke dalam, kan?
Tapi tidak buka untuk umum.
Naik sini.
Bos Xing, tindakanmu termasuk masuk tanpa izin, kan?
Sebagai seorang murid, siapa yang tidak pernah bolos dan memanjat dinding?
General Manager Duan adalah murid yang baik yang tidak suka memanjat dinding.
Aku juga!
Terima kasih.
Ruang untuk kelas 5-3 harusnya yang ini.
Aili, kau ingat sesuatu?
Tidak.
Begitu.
Tidak apa - apa.
Duduk sini dulu.
Alami pelan - pelan.
Sini.
Ini... murid Zhao Aili,
aku pinjam penghapusmu.
Berikan penghapusmu. Cepat.
Apa artinya? - Shh.
Sekarang aku adalah teman SDmu, Duan Xiaofan.
Mari bermain.
Baik.
Ini, penghapusnya.
Oh ya, PR matematika yang diberikan guru kemarin, ada beberapa soal yang tidak kumengerti.
Pinjam PRmu untuk aku salin.
Tidak boleh. Kau bahkan tidak mendengarkan di dalam kelas.
Aku tidak mau pinjamkan.
Tidak, tapi jika guru memeriksa dan melihat punyaku masih kosong,
Dia akan menghukumku untuk berdiri di lapangan.
Kekanakan.
PR matematika!
Tidak!
Kenapa kau pelit?
Kenapa? Bangga karena kau jago matematika?
Bangga karena kau tahu bagaimana mengerjakan PR?
Bagaimana kau bisa bicara begitu padaku, Duan Xiaofan.
Aku ketua kelas.
Ketua kelas?
Benar! Aku ketua kelas.
Benar! Aku dulu ketua kelas.
Aku dulu ketua kelas.
Aku duduk... Aku–
Aili, kau ingat di mana kau duduk? - Aku duduk–
Aku... Aku duduk–
Aku tidak ingat di mana aku duduk.
Pelan - pelan.
Ruofan, bantu aku lagi!
Baik, Zhao Xiaoli kau sebenarnya dulu–
Murid Zhao Aili,
kau petugas piket hari ini.
Jangan pikir kau hebat hanya karena kau ketua kelas.
Nanti hapus semua papan tulis dan bersihkan lantai.
Lalu, bersihkan jendela.
Terakhir, kerjakan PRku.
Iya!
Aili, apa yang kau ingat?
Maaf. Aku masih tidak ingat.
Tidak apa. Aku akan ambilkan minum untukmu. Istirahat sebentar.
Baik. Terima kasih.
Rumah Cinta Anak - anak.
Bos!
Aku mau lihat rumah masa kecilku.
Kau ingat di mana kau tinggal? - Iya.
No comments yet. Be the first to leave one.