ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
Enam.
Kau gila, Drama? Gadis itu sempurna.
Permisi, Sayang.
Maukah kau datang ke premier film Rabu malam?
"Aquaman"? Boleh juga.
Ini tiketnya. Sampai bertemu di sana.
Terima kasih. Sampai bertemu di sana.
Enam apanya, Drama?
Bagiku dia nilainya 6. Dan takkan kuberi dia tiket.
50 gadis cantik lewat, tak ada satu pun yang disukainya.
- Karena tak ada yang meliriknya. - Kenapa dengannya?
- Dia terlalu tinggi. - Apa maksudmu terlalu tinggi?
Tubuhnya terlalu panjang, kakinya terlalu pendek.
- Dia aneh. - Otakmu yang aneh.
Aku tak perlu membela cara penilaianku.
Setiap gadis yang kuberi tiket setidaknya nilainya harus 8.
Berapa kau nilai gadis itu, Drama? Aku hanya penasaran.
Masa bodoh, E. Aku tak perlu menilai, aku pegang kartunya.
Tak banyak tiket tersisa. Sudah berapa yang kalian bagikan?
- Jumlah yang sepadan. - Itu seperti memancing hiu.
Kau lemparkan darah dan isi perut ke air...
Kau akan menangkap hiu putih besar.
Ya, tapi akan ada 50 gadis di pesta...
Yang datang dan berpikir mereka teman kencanmu.
Apa yang terjadi jika 50 hiu muncul dan mencari makanan, E?
Rebutan makanan.
Terserah. Kita harus temui Ari 30 menit lagi. Ayo jalan.
Ayo kita lakukan.
Sepuluh.
- Tiket terakhir. - Tugas kita sudah selesai.
Permisi.
Astaga! Lloyd!
- Apa ini? - Jarimu.
Ini debu, Lloyd. Ini debu sialan. Kenapa ada di sini?
Staf pembersih sedang mogok. Kau tahu itu.
Mereka mogok, maka kau bekerja. Kau orang Asia...
Seharusnya kau gila kerapian. Ayo ambil kain lap.
Kau hanya gugup karena Vince akan datang.
- Lloyd! - Yang penting agen, bukan kantornya.
Dan kau punya pemandangan yang indah.
Ini Hollywood Barat, Lloyd.
Dan kantorku berisi 9 orang di area 1.400 kaki persegi.
Sekarang ambil kain. Ayo!
Aku ingin tiap mejanya cukup bersih untukmu latihan.
Lloyd!
"Lift Sedang Rusak"
Lihat ini.
- Gedung yang payah. - Kau butuh latihan, Gendut.
Ayo balapan denganku, Pria paruh baya berengsek!
Hai, Lloyd.
Sebaiknya beri tahu seseorang bahwa lift-nya mati.
Aku ingin beri tahu seseorang, Johnny Drama, tapi siapa?
Kalian butuh koin untuk mengisi meterannya?
Tidak, kami tak butuh itu, Lloyd.
Jangan bilang kantor payah ini tak bisa mewakiliku.
Kau pernah diwakili kantor payah yang lebih besar, 'kan?
- Apa kabar baiknya? - Ari!
Hai, Ari.
Tempat ini benar-benar bagus.
Terima kasih, Drama. Bagaimana kabarmu?
Masih belum punya agen. Apa pendapatmu?
Kurasa penting sekali siapa pun yang mewakilimu, peduli padamu, 'kan?
- Benar. - Benar. Vinnie, E, ayo.
Kacau sekali.
Teman-teman, minggu yang penting.
Minggu yang akan kalian ingat selama hidup...
Seperti minggu ketika kalian dapatkan seks oral pertama.
Kau ingat pekan itu? Aku ingat. Saat di kelas 9.
- Anak lelaki anggota tim catur, Ari? - E...
Kau takkan bisa dapatkan gadis ini. Tidak akan pernah.
Beth Mariposa punya mulut seperti penyedot debu Dyson.
- Isapannya tak pernah berhenti. - Baiklah, Ari, minggu yang penting.
- Untuk apa kita bertemu di sini? - Aku ingin bicara soal bisnis.
Baik, bicaralah.
Siapa yang akan kau bawa ke premier? Shauna bilang kau sendirian.
- Aku datang dengan teman-teman. - Tidak.
Jangan berjalan di karpet merah dengan tiga musketeer ini.
- Kali ini jangan. - Hanya berdua. Aku bawa Sloan.
Sempurna.
Biarkan Vinnie menemaninya di karpet. Lagi pula, dia terlalu seksi bagimu.
- Dia khawatir. - Jelas sekali.
- Apa yang kucemaskan? - Film itu.
- Kau cemas itu takkan diputar. - Harusnya kita ambil peran itu.
Haruskah kami ambil peran lain, Ari?
Ambil peran lain setelah film diputar.
Apa pun peran itu.
Dia selalu bilang, "Ambil peranmu selanjutnya...
- "Sebelum film terakhir dirilis." - Itu ucapanmu.
Tapi kuperbaiki ucapanku jika melibatkan James Cameron...
Dan film terbesar yang pernah ada.
- Dia gugup. - Jelas sekali.
Aku tidak gugup. Kita semua baik-baik saja.
Tapi ini malam terbesar selama hidup kalian.
Ini pesta kalian untuk menonjol, menjadi lebih terkenal.
Kita ingin buat pernyataan. Pernyataan yang bunyinya...
"Aku pria dewasa sekarang, bukan anak-anak lagi."
Mari kita lakukan dengan bergaya.
Kau cumbui setiap gadis di barat Sepulveda dalam 6 bulan ini.
Pilih satu gadis yang cantik jika difoto, dan selesaikan itu.
Itu kedengarannya berkelas.
E, demi Tuhan, bantu aku.
Dengar, aku sependapat ini malam yang penting.
Jika ingin mengajak seseorang, kau harus pintar.
Gadis itu akan terhubung denganmu untuk waktu lama.
- Dia harus layak diajak ke premier. - Baiklah.
Kurasa tak ada gadis di barat Sepulveda yang cocok.
Intinya, hanya ada satu wanita dalam hidupku...
Yang benar-benar layak untuk dibawa menonton.
- Siapa? - Ibuku.
Aquamom! Aku menyukainya. Bagus!
- Mustahil Ibu datang ke LA. - Mustahil.
- Kita lihat saja nanti. - Kau selalu gagal membujuknya.
Apa yang membuatmu berpikir dia akan datang?
- Dia takkan datang. - Mustahil.
- Kita lihat nanti. - Kenapa terus bilang begitu?
- Aku punya rencana. - Rencana apa?
Lihat saja nanti.
Power 106, para pendengar Big Boy. Vincent Chase ada di sini!
Filmnya berjudul "Aquaman". Tayang perdana hari Rabu.
Itu seru. Ada di mana-mana.
Pertanyaanku, Vince, bagaimana peluangnya?
Aku pernah memohon Ibu datang ke pesta rilis DVD "Viking Quest"-ku.
Dia menolak.
Apa yang bisa membuatnya datang ke acara ini?
Lihat dua wanita itu.
Yang sebelah kiri dari video klip 50 Cent.
Gadis video klip. Aku menyukainya.
Apa yang kau lihat?
Aku hanya bercanda denganmu, Sayang.
Gadis video klip yang menggoda. Bahkan lebih bagus lagi.
Jadi Big Boy, aku butuh bantuan.
Apa pun untuk Aquaman. Akan kubantu.
Aku ingin kau hubungi wanita paling cantik di dunia...
Dan tanyakan apa dia mau jadi pasanganku ke premier.
Anggap saja beres. Hubungi Halle Berry untuknya.
Sebenarnya, Halle Berry tak sebanding dengan wanita ini.
Tahukah kau? Keluarkan dia.
- Itu penghinaan. Kau bisa dihabisi. - Sabar dulu.
- Dia adalah ibuku. - Baiklah, maafkan aku.
- Rencana bagus. - Kita lihat nanti.
Ibu tak akan menyerah pada tekanan publik. Mustahil.
- Halo? - Halo, Ny. Chase?
Bagaimana kabarmu? Ini Big Boy.
Kau siaran langsung di radio Power 106 di Los Angeles.
Jika aku tidak menang sesuatu, biar kuhemat waktumu.
- Bu. Jangan tutup teleponnya. - Vincent, kaukah itu?
Ya, Bu. Kami siaran langsung, jadi jangan memaki.
- Kumohon jangan memaki. - Apa maksudmu siaran langsung?
Jangan lakukan ini padaku. Aku berdiri di sini memakai jubah.
- Jangan begitu pada Ibu. - Tak ada yang bisa melihatmu.
Tenang dan jangan memaki.
Memangnya aku binatang? Berhentilah katakan itu.
- Kakakmu bersamamu? - Ya, Bu. Dia di luar.
- Apa dia sudah dapatkan peran? - Jangan pikirkan Johnny...
Dia baik-baik saja. Kita bahas dia nanti.
Aku ingin bicara dengan Ibu.
Kalian bersaudara?
Ya.
Aku sepupu dekatnya.
Kau ingin bicara di radio? Apa rencanamu?
Aku ingin Ibu ikut denganku ke premier di LA.
Vincent, ini bukan waktu yang tepat.
- Dia tak akan datang. - Tentu saja tak akan datang.
- Apa masalahnya? - Dia tak suka bepergian.
- Itu masalah. - Baiklah.
Aku tak ingin seluruh dunia menganggapku gila, Vincent.
Ibu tak pernah meninggalkan New York selama 30 tahun.
- Dia akan luluh. - Sama sekali tidak.
Menyiarkanku langsung di radio...
Bu, tahukah kau?
Lupakan sekitar 100 juta pendengar yang kemungkinan patah hati...
Dan dengarkan aku sebentar saja.
Yang benar saja, Vincent.
Ny. Chase! Ibumu seorang gangster.
Aku tahu dia akan memaki.
- Itu sebabnya dia akan luluh. - Tak mungkin.
- Ibu? - Ya, Sayang?
Aku menyayangimu.
Dan aku tak pernah memaksamu untuk keluar rumah.
Tidak untuk premier filmku, tidak ketika aku beli rumah.
Tapi aku baru sadar betapa penting malam ini beberapa saat yang lalu.
Dan penting sekali bagiku untuk membagi momen itu denganmu.
Aku akan kirim kapal, aku akan kirim pesawat.
Akan kulakukan apa pun yang harus kulakukan.
Aku ingin Ibu di sampingku saat aku berjalan di karpet merah.
Ini sangat mengharukan.
Tapi tetap tak akan berhasil.
Ibu?
- Vince. - Ya.
Baiklah. Ibu bersedia.
Aku akan datang.
Ya!
Kau dapatkan teman kencan!
Kau dapatkan teman kencan!
Aku tak percaya itu.
Sebaiknya dia datang ke premierku selanjutnya.
Bagaimana kalau kalian ajak kami ke premier ini?
- Ya. - Tentu saja.
Tak ada tiket lagi. Kalian mau apa dariku?
- Kami butuh tiket lagi. - Hanya dua.
No comments yet. Be the first to leave one.