ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
AGENT KIM REACTIVATED
- Min-ji. - Hei, rumah yang bagus!
Rumahnya bagus dan besar.
Kau bicara apa? Ini jelas terlihat kecil.
Min-ji, masuklah. Di luar bahaya.
- Menurutku sekitar sepuluh… - Masuklah!
Mungkin delapan orang bisa hidup di sini.
Pindahkanlah kotaknya.
EPISODE 5
Hei, kenapa kau tak bilang di sini tak ada lift?
Andai aku tahu, aku tak akan datang.
Kau boleh pergi.
Benarkah?
Karena kau sudah ada pembantu di sini,
aku pergi saja.
Kau mau ke mana?
Jangan mengeluh. Angkat lagi kotaknya di bawah.
Atlet macam apa
yang ototnya cuma bisa angkat yang ringan?
Jika aku punya otot, aku jadi atlet angkat besi.
Kau bilang apa?
Taekwondo bukan soal kekuatan.
Jangan halangi aku!
Kau bisa berputar, 'kan?
- Aduh. - Kau cuma otot tanpa otak.
Kau harus pakai kepalamu.
Menyingkirlah sebelum kau kusambit dengan ini.
Aduh, dingin sekali.
Ini lezat.
Terima kasih, Pak.
Tentu. Datanglah lagi.
- Ya, Pak. - Ya, Pak.
Siapa mau ke taman?
- Aku! - Aku juga!
Tapi aku harus pergi kursus.
Apa kau baru pindah ke sini?
Ya.
Mau ke taman main bersama kami?
Kau angkat yang ini.
Angkat kulkas ini.
Min-ji.
Ada apa?
Min-ji!
- Ada apa? - Di mana dia?
Min-ji!
Min-ji tak ada.
- Min-ji! - Pergi ke mana dia?
Min-ji!
- Min-ji! - Kim Min-ji!
Min-ji!
Min-ji!
Min-ji!
Min-ji!
- Aku ke sini. - Baiklah.
Min-ji!
Min-ji!
- Sembunyikan kakimu, sembunyikan hidungmu - Hei.
- Aku datang - Kau sembunyi di mana?
- Kau ke sini, aku ke sana. - Sembunyikan kakimu, sembunyikan hidungmu.
Aku datang.
- Semangat. - Sembunyikan kakimu, sembunyikan hidungmu.
Aku datang.
Sembunyikan kakimu, sembunyikan hidungmu Aku datang.
Sembunyikan kakimu, sembunyikan hidungmu Aku datang.
Sembunyikan kakimu, sembunyikan hidungmu.
PUSAT KESEJAHTERAAN LANSIA JEILWON
- Min-ji! - Min-ji!
POLISI
Mari terus mencari.
Ayo.
Min-ji!
Min-ji!
Permisi,
apa kau lihat anak ini?
Aku tak melihatnya.
Terima kasih.
Hei, Kim!
- Ya? - Ada tanda-tanda?
Tak ada.
Ayo kembali ke rumah.
Mungkin dia kembali.
- Baiklah. - Ayo.
Min-ji!
Semuanya sudah pergi?
Ada orang di sini?
Aku akan mengunci pintunya!
SEDANG PERGI
Kakak!
Kakak!
Kakak!
- Dia di rumah? - Tidak.
Dia pergi ke mana?
Aku ke apartemen sana, dia tak di sana.
Ya ampun.
Tadi dia di sini.
Kenapa kau tak awasi dia?
Astaga.
- Sudah periksa taman? - Aduh.
- Min-ji! - Dia tadi di sini.
Kim Min-ji!
Dia ada di sini.
Ayah!
Min-ji!
- Hei! - Min-ji!
Ayah!
- Min-ji! - Hei!
Kau pergi ke mana? Ayah mencarimu ke mana-mana.
Kau baik saja?
Aku main petak umpet di taman bermain.
Aku tak bisa membuka pintunya untuk keluar,
tapi aku tak menangis.
Ya ampun, Min-ji. Kau sangat pemberani.
Terima kasih.
Pasti sulit menemukan tempat ini.
Min-ji memberitahuku arahnya, jadi cukup mudah.
Dia amat pintar.
Ada kios kue ikan,
kotak pos,
dan rumah merah.
Min-ji harus giat belajar.
- Pasti sukses. - Ya.
Suruh dia belajar agar jadi dokter atau hakim agar bisa bantu kita nanti.
Astaga, cuma itu pikiranmu?
Mulai saat ini,
kau tak boleh pergi sendiri ya?
Tak apa-apa.
Maafkan aku, Ayah.
Ayah baik-baik saja?
Ya, Ayah baik saja.
- Maafkan aku. - Terima kasih.
Tak apa-apa.
AGENT KIM REACTIVATED
Hei!
Hei!
Buka pintunya!
Tunggu. Ada apa?
Dia masih hidup?
Apa-apaan?
Hei!
Hei, Nak!
Tunggu di sana sebentar.
Tunggu.
Apa-apaan?
Kau siapa?
Maaf. Kumohon.
Maafkan aku.
Kenapa dia tak menjawab? Sialan!
Halo?
Bos, ini Seok-jung.
Kami hampir tiba. Kami harus ke mana?
Hei, kau bawa yang lainnya?
Ya, kubawa semua.
Pergi ke kantor.
Sang-man dan Gang-min tak menjawab.
Baiklah, Bos.
Kau siapa?
Kenapa sampai sejauh ini demi seorang gadis?
Apa kau dikirim Ju Gang-chan?
Ju Gang-chan?
Bukan?
Lalu kau siapa?
Apa kau polisi?
Katakanlah.
Di mana Min-ji?
Gudang dingin.
Dia membeku di sana.
Lihat saja.
Kubilang lihat saja!
Gudang dingin?
Min-ji-ku…
Dengar, kami cuma memindahkannya setelah ditelepon putri Ju Gang-chan.
Sejak awal dia sudah mati!
Jika…
Min-ji memang benar mati…
Aku akan…
Membunuh kalian semua.
Bajingan gila. Tidak, aku menolak mati.
Tak ada yang kalahkan MG42 selama Perang Dunia II.
"Gergaji Lingkar Hitler."
Sudah menonton Saving Private Ryan ?
Jerman memakai itu untuk membantai sekutu di Normandia.
Dengan 1.200 peluru per menit zaman dulu itu gila.
Jika 1.200 per menit berarti berapa per detik?
Ada berapa peluru itu?
Tahu aritmetika?
Berarti 20 peluru per detik.
Itu bukan lelucon.
Sayang sekali kini cuma bisa dilihat di museum.
- Sayang, bukan? - Tidak juga.
Kau masih berhitung?
Astaga, kacau sekali.
Kenapa jadi sentimental?
Harus kukatakan,
hidup lebih mudah saat aku cuma menyetrika.
Akan lebih mudah juga bagi Agen Kim untuk hidup normal, 'kan?
Maksudku, dia orang yang paling mudah ditindas.
Kadang, aku bahkan tak yakin dia benar 66.
Aku masih tak yakin.
Jika menjadi dirinya,
wakil manajer cabang kita pasti sejak lama ditemukan tewas di suatu tempat.
No comments yet. Be the first to leave one.