ആദ്യത്തെ 179 വരികൾ.
Aku keluar.
Araki? Masih hidup?
Kau tak lapar?
SUSU KEDELAI OLAHAN
Sehabis makan, kau mau mandi juga?
Kenapa kau murung begitu?
Kau memang segila itu bermain?
Ya.
Permainan baru seru setelah jadi eksperimen, tapi…
Kini aku bisa berbuat lebih banyak. Aku pun punya tujuan.
Tapi…
Tujuan, ya?
Kenapa kau begitu ingin keluar, Araki?
Mungkin aku bisa mulai lagi.
Awal baru untuk apa?
Banyak hal. Diriku, misalnya.
Tak kusangka dia terpukul.
Eh? Dokter Yuda?
Rams, Rams tercintaku,
dan misteri manis kalian yang memikat…
Eh…
MINUMAN BERENERGI
Aku hidup kembali!
Ada apa?
Tidak. Aku terlalu fokus meneliti sampai lupa makan dan tidur.
Kau memang sering begitu?
Ya! Tujuan kita mungkin mendadak hampir terwujud!
Jadi, kau menemukan hal menarik?
Ya!
Jadi, sebentar lagi kau bisa membantu Araki keluar?
Eh?
"Sebentar lagi" mungkin sulit…
Begitu.
Masuk akal.
Shousei dari timmu atau Mao dari LAMPs mungkin segera bisa keluar.
Risiko nyawa mereka paling kecil meski Rams mereka lenyap.
Namun, Rams kalian akan hilang. Menurutku, itu kesalahan besar.
Rams adalah bagian diri kalian. Itulah jati diri kalian!
Tujuanku adalah membawa kalian keluar dengan bagian Rams tetap utuh!
Tentu, kalian bebas memutuskan untuk keluar atau tidak.
Namun, kini kalian bahkan tak punya pilihan.
Karena itu, aku ingin kalian bisa memilih!
Tapi, dunia luar…
…tak menarik bagimu?
Banyak yang bisa kau lihat di luar.
Kau bisa bertemu orang baru,
melihat utara, selatan, seberang lautan, bahkan seberang langit.
Langit…
Aku juga ingin keluar. Sudah lama.
Mungkin ke Pulau Nevis atau Pulau Sark.
Di mana itu?
Ini Bandara Haneda.
Eh?
Siapa itu tadi?
Tempat terbaik bagi pencinta pesawat.
Ya, benar…
Oh! Ada yang ingin kutanyakan.
Tentu. Ada apa?
Apa kakakmu dekat dengan Crux Kotobuki?
Entahlah, mungkin?
Hanya Crux yang mengaguminya.
Tapi dia seakan tak melihatku atau yang lain.
Dia hanya menempel pada Araki.
Siapa kau sebenarnya?
Jadi, aku tak terlalu mengenalnya.
Aku hanya tahu seluruh tubuhnya Rams.
Dia tak bisa dewasa, makanya tetap tampak begitu.
Ada masalah dengan Crux?
Tidak juga.
Pilihan, ya…
Suzaku.
Maaf soal ucapanku waktu itu…
Kenapa minta maaf?
Apa maksudmu?
Aku tak peduli.
Benarkah?
-Tidak. -Nadamu terdengar sebaliknya.
Aku tak peduli.
Senang rasanya saat orang berterus terang padaku.
Sungguh?
Dulu aku juga bermimpi besar.
Jadi, aku agak iri mendengar mimpimu.
Iri? Kenapa?
Keadaanmu ideal untuk mewujudkan mimpi.
Sekolahmu bagus dan orang tuamu kaya.
Meski enggan mengakuinya, aku iri melihat hidupmu begitu enak.
Wali kami hanyalah kerabat jauh.
Sampai kini, kami masih kaku.
Jadi, melihatmu punya uang, orang tua baik,
dan bisa mengejar mimpi membuatku iri.
Namun, menurutku kaulah yang hebat.
Eh? Kau sedang menghiburku?
Aku serius. Kau bisa melakukan hal yang tak bisa kulakukan.
Aku tak bisa begitu.
Paru-parumu adalah Rams-mu, 'kan?
Ya. Dari tenggorokan ke bawah.
Tanpa Dust, aku tak bisa bernapas.
Namun, selama Dust larut di air, aku bisa bernapas di dalamnya.
Hebat sekali.
Pernah kau pikirkan?
Apa yang terjadi jika Dust mendadak lenyap?
Apa katamu?
Kupikirkan tiap malam.
Bagaimana jika semua Dust lenyap saat aku tidur?
Apa aku masih hidup saat terbangun?
Itu…
Namun, kalau itu terjadi, aku sudah tiada,
jadi aku takkan memikirkan apa pun.
Kau tahu kisah pemuda Pembawa Rams yang meninggal itu?
Ya, bukankah seluruh sisi kirinya Rams?
Benar. Dia hendak pergi ke kota untuk mengikuti ujian masuk.
PERBATASAN DI DEPAN PEMBAWA RAMS DILARANG MELINTAS!
Tapi dia tetap pergi.
Melewati perbatasan demi masuk ke sekolah impiannya.
Dia segera dibawa kembali, tapi Rams-nya tak muncul lagi.
Sejak itu kita dilarang keluar.
Tapi, pantaskah kita terus bergantung pada Dust?
Dust mungkin mendadak lenyap suatu hari.
Karena itu, kucari cara agar kita tak bergantung padanya.
Aku ingin kita bertahan dengan sains dan ilmu kedokteran kini.
Aku juga takut.
Aku tak mau mati.
Suzaku…
Aku ingin mewujudkan mimpiku.
Tidak. "Mimpi" terlalu sederhana.
Lebih tepat disebut kewajiban.
Aku akan menemukan cara untuk bertahan.
Aku pulang.
IBU
Oh, akhirnya muncul! Ibu khawatir kau tak menjawab.
Maaf. Aku bertemu teman.
Begitu? Kyoko?
Pukul berapa?
Tengah malam di sini.
Langit belakangan terang, bahkan pada malam hari.
Ayahmu ingin tempura hari ini, jadi Ibu membuatkannya. Lihat!
Kau juga makan teratur?
Uang dari Ibu masih cukup? Hubungi Ibu kalau ada apa-apa.
Sesekali, teleponlah Ibu dulu.
Kau tahu, Stella.
Di kompleks ini,
hanya ada kita, anak-anak.
Suzaku berjuang keras…
Lalu, aku?
SUZAKU KOGANEZAWA - BAGIAN RAMS: SISTEM PERNAPASAN
KYOKO NATSUZURI - BAGIAN RAMS: KAKI
MARIA SHIOKUMI - BAGIAN RAMS: KELINGKING
KATSUKI SOGA - BAGIAN RAMS: KEDUA TANGAN
Maaf terlambat.
Tak apa. Kita melawan February hari ini, 'kan?
Aku baru berpapasan dengan Suzaku.
-Kau bertemu dia? -Ya.
Stella, di mana Araki?
Dia tak… di sini?
Dia pergi bersamamu?
Tidak. Namun, dia makan malam.
Mau bagaimana lagi.
Kita bermain berlima.
Permainan kalian hari ini adalah…
Perburuan Harta Karun!
Perburuan harta karun?
Malam ini, cari boneka Dokter lalu bawa kemari!
Apa-apaan ini?
Tentu, ini terlalu sulit tanpa petunjuk.
Jadi, kusiapkan sistem radar.
Bersiap…
Mulai!
Yang pertama…
Oh, dekat sekali!
Tunggu, masa?
Ada di danau?
Aman masuk ke sana?
Dulu, aku berenang di sini saat kecil, tapi…
Sungguh?
Kenapa harus di danau?
Giliranmu, Haruto.
Sungguh? Boleh?
Baik! Akan kutemukan sambil berenang secepat mungkin!
Apa-apaan?
No comments yet. Be the first to leave one.