ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
A
AL
ALI
ALIH
ALIH B
ALIH BA
ALIH BAH
ALIH BAHA
ALIH BAHAS
ALIH BAHASA
S
SA
SAP
SAPU
SAPUT
SAPUTR
SAPUTRA
SAPUTRA N
SAPUTRA NA
SAPUTRA NAI
SAPUTRA NAIN
SAPUTRA NAING
SAPUTRA NAINGG
SAPUTRA NAINGGO
SAPUTRA NAINGGOL
SAPUTRA NAINGGOLA
SAPUTRA NAINGGOLAN
SAPUTRA NAINGGOLAN p
SAPUTRA NAINGGOLAN pu
SAPUTRA NAINGGOLAN pui
SAPUTRA NAINGGOLAN puis
SAPUTRA NAINGGOLAN puisi
SAPUTRA NAINGGOLAN puisis
SAPUTRA NAINGGOLAN puisisa
SAPUTRA NAINGGOLAN puisisap
SAPUTRA NAINGGOLAN puisisapu
SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaput
SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputr
SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputra
SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputran
SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputrana
SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputranai
SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputranain
SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputranaing
SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputranaingg
SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputranainggo
SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputranainggol
SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputranainggola
SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputranainggolan
SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputranainggolan.
SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputranainggolan.b
SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputranainggolan.bl
SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputranainggolan.blo
SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputranainggolan.blogs
SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputranainggolan.blogsp
SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputranainggolan.blogspo
SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputranainggolan.blogspot
SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputranainggolan.blogspot.
SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputranainggolan.blogspot.c
Saat mereka kuberitahu kisahku,...
...mereka tak percaya.
Kurasa aku juga takkan percaya...
...jika mendengarnya sendiri, tapi, kuberitahu,...
...ini fakta, semua yang kuucapkan.
Ini dimulai saat aku lahir, 56 tahun lalu.
Tapi kisahnya baru dimulai sejak usiaku 19 tahun, saat aku kuliah.
Saat itu tahun 1980. Hari pertama sekolah...
...di kampus Sullivan County Community di Catskills,...
...sekitar 110 mil dari tempatku.
Aku berkendara sendiri ke sana.
Aku punya sebuah mobil tua, Volvo.
Volvo 1970.
BOBBY SHAFRAN
Sudah menempuh jarak 130.000 mil selama ini.
Warnanya merah tua dan kapnya berwarna hijau.
Sebenarnya, mobil itu kuberi nama "Jalang Tua".
Si Jalang Tua membawaku ke sana.
Sullivan adalah kampus komunitas.
Ini bukan perguruan tinggi yang sudah berdiri lama.
Semua warga menyekolahkan anaknya di sini.
Aku gugup, ini hari pertamaku.
Aku tak kenal siapa pun. Aku mahasiswa baru.
Aku tak pernah jadi kapten tim sepak bola di SMA.
Jadi aku bukan orang yang populer.
Aku berjalan-jalan mencari asramaku.
Hingga semua orang mulai mendatangiku.
"Hai, apa kabar?"
"Bagaimana musim panasmu?"
"Musim panasku hebat. Bagaimana denganmu?/Super."
Mengapa mereka menanyakan itu? Entahlah.
Semua orang sangat ramah padaku.
Mereka keluar untuk menyapaku.
Maksudku, hanya mengatakan 'hai'.
Menepuk pundakku dan mengajak tos.
Aku agak canggung dengan semua itu,...
...karena tak ada yang mendapat sambutan seperti itu...
...di hari pertama sekolah.
Para gadis menciumku.
Mereka menciumku sambil berkata, "Aku senang kau kembali."
Dan kukatakan, "Terima kasih, halo".
Tapi aku belum pernah ke sana dan aku tak kenal mereka.
Itu aneh.
Dan hal berikutnya yang kudengar dari belakangku.
"Selamat datang kembali, Eddy!"
"Eddy! Bagaimana kabarmu? Hai!"
"Namaku bukan Eddy. Aku tak tahu apa maksudmu. Aku baru di sini."
"Tentu, Eddy, kau lucu,.."
"...benar-benar lucu, sangat lucu."
"Aku bukan Eddy. Aku tak kenal Eddy."
"Selamat datang kembali, Eddy" kata mereka semua.
Aku akhirnya sampai di kamar asramaku.
Dan belum satu menit berlalu...
"Siapa lagi sekarang yang datang menemui Eddy?"
Aku satu kelas di tahun sebelumnya dengan Eddy, dan aku tahu...
MICHAEL DOMNITZ Sahabat Eddy
...bahwa Eddy takkan kembali ke sekolah.
Begitu orang ini berbalik, aku sungguh gemetaran.
Semua warna di wajahku keluar,...
...karena aku tahu dia duplikatnya.
Dia punya senyum yang sama, rambut sama, ekspresi sama.
Dia duplikatnya.
Dan aku melihat wajah orang ini dan dia seperti...
Hanya mematung di sana.
Hal pertama yang keluar dari mulutku adalah, "Apa kau diadopsi?"
Dan kujawab, "Ya."
Kutanya, "Apa ulang tahunmu tanggal 12 Juli?" Dia jawab ya.
"12 Juli 1961."
"Ya Tuhan, kau takkan percaya ini."
"Kau punya saudara kembar."
"Ya Tuhan."
Aku berkata, "Ikut denganku."
Kami berdua berdesakan masuk ke bilik telepon,...
...bahu ketemu bahu, kami kesulitan menutup pintunya.
Dan aku mencoba memasukkan koin tapi selalu jatuh ke lantai.
Bobby memasukkan koinnya.
Michael menelepon seseorang,...
"Hei, Eddy, kau takkan percaya ini."
"Eddy, kau takkan percaya ini."
Orang ini lebih histeris daripada aku, seperti orang aneh.
"Eddy, kau takkan percaya ini." Lalu kukatakan, "Berikan teleponnya."
"Hai, Eddy?"/ "Ya?
Seperti suaraku yang mengatakan, "Ya."
Dan aku berkata, "Hai, Eddy, namaku Robert Shafran,.."
"...dan semua orang mengatakan kalau aku adalah kau."
Dia menjawab, "Ya, aku sudah mendapat beberapa panggilan."
Aku berkata, "Apa kau diadopsi?" dan dia menjawab, "Ya."
Dan aku berkata, "Kapan ulang tahunmu?"
"12 Juli."
"Apa kau tahu nama agensi itu?" Dia berkata, "Tidak, tunggu sebentar."
Dan kudengar dia berkata, "Bu?"
Dia kembali lalu berkata, "Layanan Louise Wise."
Terkadang kau bermimpi,...
...dan yakin kalau itu tak mungkin nyata.
Tapi kau tahu tak ada yang bisa kau lakukan untuk menghentikannya,...
...memulainya, mengubahnya. Kau harus menghadapinya.
Dan itulah yang kulakukan.
Aku mau tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.
Aku berkata, "Ayo, kita temui Eddy."
Jadi kami masuk ke si Jalang Tua.
Saat itu sekitar jam 9 malam dan perjalanan dua jam.
Dan kami melaju kencang di rute 17.
Kami melaju 100 mil per jam, mungkin lebih. Sangat kencang.
Kami melaju sampai batas kemampuan mobil ini hingga dia bergetar.
Lalu kami dihentikan oleh polisi Negara Bagian New York.
Ketika kuturunkan jendelaku, ada seorang polisi raksasa...
...menggunakan kacamata hitam meskipun saat itu malam hari.
Dengan topi besar, dia berkata, "Kau tahu, aku mencatat kecepatanmu 50."
"Nak, sebaiknya kau punya alasan bagus."
Dan aku menjawab, "Petugas, kau takkan percaya ini."
Kami berdua seperti berteriak pada petugas ini.
"Kau tak tahu, orang ini punya saudara kembar."
"Dia diadopsi dan kami menuju Long Island untuk menemuinya."
Dan petugas itu berkata, "Ya, benar."
"Ini tiketmu dan semoga harimu menyenangkan."
Dan kami pun menuju Long Island.
Akhirnya kami sampai.
Sepertinya sudah tengah malam.
Dan lingkungan di sana sangat sepi.
Kami keluar dari mobil...
...dan berjalan menyusuri jalan kecil menuju sebuah rumah.
Lampu terasnya menyala.
Aku mengangkat tangan untuk mengetuk.
Setelah kuketuk pintu pun dibuka.
Dan di sanalah aku.
Matanya adalah mataku dan mataku adalah matanya.
Dan itu benar.
Mereka tampak sangat mirip.
Mereka adalah duplikat satu sama lain.
Tak diragukan lagi bahwa mereka kembar.
Dia berkata, "Ya Tuhan." Aku juga, "Ya Tuhan."
Dia berkata, "Tidak mungkin." Aku juga, "Tidak mungkin."
Mereka hanya saling pandang dan mereka bergerak.
Setiap kali Bobby menggerakkan kepalanya, Eddy juga bergerak.
Kemudian Eddy bergerak dan Bobby juga ikut bergerak.
Seperti sedang berkaca. Itu hal yang sangat aneh.
Dunia serasa memudar.
Ternyata itu hanya aku dan Eddy.
Aku sedang ada di ruang redaksi, di tengah hari yang sibuk.
Kami mendapat telepon dari seseorang...
...yang mengatakan mereka punya kisah luar biasa untuk diceritakan.
No comments yet. Be the first to leave one.